Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 73 Canaria dan Freya


" Benarkah yang mulia ratu melakukan itu?" bisik bisik seorang pria


" Bagaimana bisa?"


" itu bisa saja terjadi, bukankah dulu yang mulia ratu dan nona Canaria pernah berseteru karena Baginda raja?"


Semua rakyat berbisik bisik membicarakan ratu dan memojokkan nya, mereka tidak menyangka Ratu yang terkenal baik akan melakukan tindakan sekeji itu.


Ratu sangat terdesak, terlebih lagi Oscar menunjukkan bukti sebuah alat yang dipakai untuk membunuh Canaria. Namun, ia masih menyangkal semua tuduhan Oscar.


"Yang mulia Raja ! itu tidak benar !! semua bukti ini palsu !" teriak Ratu marah


" Jangan menyangkal lagi, semuanya sudah jelas. Tolong akui semua dosa anda yang mulia ratu ! apa anda tidak merasa bersalah pada nona Canaria yang sudah tiada karena kekejaman mu? " tanya Oscar sambil melirik sinis pada Ratu


" Pengawal, tangkap Ratu ! dan seret dia ke penjara !" teriak Raja tegas


" Tidak... Tidak !! beraninya kau mengkhianati ku, Oscar !!" Ratu berteriak marah marah dan mencekik Oscar dihadapan semua rakyat yang sedang menonton. Para pengawal kerajaan menyeretnya dengan paksa.


Kenyataan pahit ini membuat Eugene, dan Camille sebagai anaknya syok.


" Akhirnya semua nya berakhir " batin Aiden lega


" Canaria, kau lihat kan? pembunuh mu akan mendapat balasannya " batin Duke Zena


Tak lama kemudian, anak panah bermunculan entah dari mana asalnya dan memanah setiap ?orang yang ada disana. Semua orang yang ada disana berlarian pergi, sementara itu sang Ratu memanfaatkan diri untuk kabur ditengah kesibukan pengawal istana untuk menolong orang orang.


SRAT


SRAT


JLEB


JLEB


Anak panah itu melesat dengan cepat, seolah olah ini sudah direncanakan dengan matang oleh seseorang, yang jelas pemanah itu bukanlah orang orang amatiran.


" Cepat berlindung !!" teriak Raja panik


" Lindungi yang mulia Raja !" ujar Ethan berseru kepada para prajurit white knight dan black knight yang ada disana


Arrabella menggunakan pedangnya untuk berjaga-jaga, ia melihat Ratu yang akan melarikan diri. Ariana kagum karena Arrabella bisa berpedang juga, wanita itu membawa Ariana ke tempat yang jauh dari jangkauan panahan.


" Yang mulia, saya akan mengejar ratu ! yang mulia tunggu disini!"


" Bukankah itu berbahaya ! tidak bisa, kau harus tinggal disini !" seru Ariana ketakutan


" tenang saja, saya akan baik-baik saja!" kata Arrabella terburu buru


Dengan skill nya, Arrabella merobek gaunnya dan berlari mengejar ratu yang melarikan diri bersama orang-orang nya. Di belakang Arrabella ada Felix yang mengikuti nya untuk menjaganya.


" Putri, bukankah tindakan tuan putri ini sangat gegabah?" tanya Felix cemas


" Nanti saja mengomel nya Felix, tidakkah kau lihat kita sedang berada di dalam situasi yang darurat !" seru Arrabella tegas


" Woah .. saya merasa seperti sedang dinasehati oleh sir Ethan !" kata Felix terpana


" Ini bukan saatnya terpesona Felix, kau bisa memujiku nanti. Mari kita tangkap dulu buronan nya !" ujar Arrabella tegas


" Pangeran sangat beruntung memiliki tuan putri " batin Felix kagum


" Baik tuan putri, saya cuma mau bilang kalau kemampuan tuan putri semakin meningkat !" kata Felix memuji


" terimakasih Felix "


Felix dan Arrabella berlari mengejar Ratu dan beberapa orang yang bersamanya dengan semangat yang memburu.


" tidak ! Ratu kau adalah dalang kejahatan dari semua kejahatan, kau tidak boleh kabur ! kau harus di hukum seberat beratnya..di masa lalu kau juga dalang dari kematian ku, karena rencana jahat mu aku pernah mati" batin Arrabella penuh kemarahan


***


Sementara itu, di kuil suci..


Semua orang yang terluka di evakuasi ke tempat yang aman untuk mendapatkan pengobatan. Aiden yang membantu mereka dan mengerahkan pasukan untuk membantu rakyat yang terluka. Dalam sekejap para pemanah itu menghilang, dan anak panah nya tidak menyerang lagi mereka.


" Ini pasti pengalihan perhatian !" Aiden kesal sendiri


" Ratu sudah kabur, cari dia ke seluruh penjuru Negeri ke semua tempat ! tutup semua jalan yang menjadi akses keluar dari Clariness! " ujar Raja tegas pada prajurit nya


" Baik yang mulia !" ujar para prajurit patuh


Disisi lain, Ethan melihat Ariana sedang membantu yang terluka di dalam kuil.


" Tuan putri, apa kau terluka?" tanya Ethan


" Aku baik baik saja, terimakasih sudah mengkhawatirkan ku. Bagaimana denganmu?" tanya Ariana


" Saya baik-baik saja setelah melihat anda baik-baik saja " jawab Ethan


Wanita itu tersenyum mendengar jawaban Ethan itu. Ia merasa senang, bahwa akhirnya hatinya mendapat tanggapan dari pria cuek dan dingin itu.


" Arrabella pergi dengan Felix, dia mengejar Ratu dan beberapa orang ! " kata Ariana cemas


" Jangan khawatir, adikku pasti akan baik-baik saja. Yang mulia jangan kemana mana, saya akan menyusul Abel. " kata Ethan sambil melangkah pergi


Namun langkah pria itu terhenti saat Ariana memeluknya dengan erat dan penuh harapan. Wanita itu menatapnya dengan kehangatan. Ethan yang ingin menolaknya, menjadi tidak bisa dan malah membalas pelukannya.


" Yang mulia.."


" Berjanjilah kau akan baik-baik saja, dan kembalilah dengan selamat " kata Ariana serius


" Baik, saya janji " Ethan tersenyum manis


" Kyaa....dia tersenyum.. seperti ada panah cinta memanah hatiku. Aku harap waktu berhenti disini saja " batin Ariana terpesona


Ethan dan para prajurit yang lainnya pergi menyusul Arrabella dan Felix. Sementara Ariana terlihat senang melihat Ethan tersenyum padanya dan membalas pelukan nya.


" Dunia ini sangat indah !" gumam Ariana senang


" Seperti nya yang mulia benar-benar sudah jatuh cinta " batin Berry


Aiden menghampiri Ariana dengan wajah panik karena ia tak menemukan Arrabella di mana pun.


" Kau pasti mencari Arrabella kan? " tanya Ariana


" iya,apa putri melihatnya? saya tidak bisa menemukannya di manapun!" Aiden cemas


" Dia pergi bersama tuan Felix mengejar ratu yang melarikan diri " jawab Ariana


" APA??! aish.. gadis itu benar-benar " Aiden pergi dengan cepat dan berniat menyusul Arrabella.


Oscar di masukan ke dalam penjara dan sudah jelas ia akan mendapatkan hukuman mati. Pria itu sudah pasrah,ia tidak ingin diselimuti oleh rasa dendam lagi. Raja menemuinya dan ingin tau kebenaran kejadian dari kematian istri yang sangat dicintainya itu. Dibalik jeruji besi, Oscar mengatakan segalanya.


" Saya tidak berharap yang mulia akan mengampuni saya" Oscar pasrah


" Aku tidak akan pernah mengampuni mu dan Ratu " kata Raja sakit hati. " Katakan lah padaku apa yang terjadi 20 tahun yang lalu !" kata Raja sambil mengangkat pedangnya ke leher pria itu


Oscar menatap Raja sambil tersenyum pahit dan ketidakberdayaan nya membuat ia tak bisa melawan lagi dan pasrah akan semua keadaannya saat ini.


"Yang mulia tidak perlu melakukan ini, karena saya akan menceritakan apa yang saya ketahui " kata Oscar


#FLASHBACK


20 tahun yang lalu, di istana Timur ( istana ratu ). Malam itu saat hujan deras.. Ratu yang sedang hamil besar sedang menunggu seseorang di istana nya.


" Yang mulia, saya ingin melaporkan sesuatu hal yang penting " kata Oscar sopan


" Katakan! apa kau sudah bereskan wanita itu?!" Kata Ratu dengan tegas


" hari ini wanita itu melahirkan anaknya, dan anaknya ..


" Apa ? dia sudah melahirkan? katakan padaku, bayinya perempuan atau laki laki?" tanya Ratu Panik


" Jika bayinya perempuan aku akan membiarkan nya hidup karena dia tidak akan mengganggu tahta. Tapi, jika bayinya laki laki maka dia harus dilenyapkan " batin Ratu memiliki rencana jahat


" APA??! pangeran apa maksudmu?! omong kosong, dia tidak akan jadi pangeran ! bayiku, hanya bayiku yang bisa memiliki tahta !" ujar Ratu panik dan marah


" Lalu saya harus melakukan apa yang mulia?" tanya Oscar


" apa raja sudah mengetahui kalau Canaria sudah melahirkan?" tanya Ratu


" Belum, tapi saya yakin sebentar lagi berita ini akan sampai pada Baginda " jawab Oscar


" Bunuh bayi itu !"


" Apa? "


" Apa kau tuli? aku bilang bunuh bayi itu !" teriak Ratu


" Apa sampai harus membunuh nya?! bagaimana pun juga bayi itu adalah anak yang tidak akan diakui oleh bangsawan dan para menteri, yang mulia ratu seperti nya tidak usah cemas bahwa bayi itu akan mengambil tahta " jelas Oscar memberi pendapat


" Aku bilang BUNUH ya bunuh !" teriak Ratu


" Aku tidak bisa membiarkan celah sedikitpun untuk wanita sialan itu merebut milikku lagi, apalagi jika bayi yang ia lahirkan adalah bayi laki laki. Posisi ku bisa terancam, meskipun anak itu tidak akan diakui oleh bangsawan dan para menteri, tapi raja pasti akan membuat anak wanita itu menjadi penerus tahta karena ia mencintai ibunya.. ya, hal itu bisa saja terjadi. Aku tidak bisa membuat kemungkinan itu terjadi " batin Ratu iri dan marah


" Baik yang mulia, hanya bunuh bayi nya saja kan?" tanya Oscar


" Iya, bunuh bayinya " jawab Ratu


Namun satu hal yang ratu dan Oscar tidak tahu, bahwa raja pernah menemuinya saat Canaria melahirkan anaknya, saat Caesar akan membawa Canaria pergi. Wanita itu malah kabur membawa bayinya, karena diancam oleh seseorang.


Awalnya ratu hanya ingin membunuh bayi Canaria yang baru ia lahir kan. Namun siapa sangka, ada seseorang yang melindungi bayi itu dari Oscar dan pembunuh bayaran yang sudah di siapkan oleh Ratu.


Canaria sedang tertidur di samping bayi Aiden dengan nyenyak nya. Seorang pria misterius menyusup ke kamarnya dan hendak menusuk Aiden dengan pisau. Namun, sebuah cahaya menghalangi pembunuh itu untuk membunuh Aiden. Dan terlihat lah seorang wanita misterius di sudut kamar itu yang membuat pembunuh itu ketakutan.


" Pergi dari sini " kata wanita misterius itu sambil tersenyum sinis


Pembunuh itu melarikan diri karena ketakutan akan sihir wanita misterius itu. Dan pembunuh itu adalah pembunuh ke 10 yang sudah diutus oleh Oscar untuk membunuh bayi Aiden.


" Canaria, kenapa selalu saja ada yang ingin mencelakai mu? ini terakhir kalinya aku menolong mu " kata Lucia


" Lucia terimakasih sudah menolongku, aku tidak menyangka kalau Freya akan melakukan hal seperti ini padaku. Padahal aku hanya ingin hidup tenang, dengan menjauh dari Baginda Raja Caesar " kata Canaria sedih


" Lindungilah anakmu, dia akan menjadi raja yang hebat nantinya. Ini hadiah ku untukmu " Lucia mengeluarkan kalung kristal dari tangannya dan memberikan nya kepada Canaria.


" Raja ?? tidak mungkin ..Ini .. untuk apa?" tanya Canaria tak percaya


" Perlindungan, kalung ini memiliki sihir pelindung. Ini bisa kau gunakan disaat saat terdesak, pastikan untuk selalu memakainya. " kata Lucia


" Terimakasih Lucia, tapi tadi kau bilang kau akan pergi ? kau akan kemana?" tanya Canaria


" Aku akan pergi ke suatu tempat yang jauh, mungkin untuk waktu yang lama. Jadi kau harus baik-baik saja, nanti aku akan menemui mu dan anak mu lagi " kata Lucia ceria


" Baiklah, kau juga jaga dirimu baik baik "


" Aku ini seorang saint, dan aku bukan manusia biasa jadi aku akan baik baik saja " kata Lucia


Lucia mendekati bayi Aiden dan memberikan nya cahaya dari tangannya seolah sedang menghubungkan sesuatu ke dalam tubuh bayi itu.


" Apa yang kau lakukan Lucia?" tanya Canaria


" Putramu, dia akan menjadi orang hebat di masa depan. Dia memiliki kekuatan Mana yang besar di dalam tubuhnya, kelak ketika dia dewasa dia bisa melindungi mu. Rawatlah dengan baik bayi mu ini " terang Lucia sambil mengelus lalu mencium bayi itu dengan penuh kasih sayang


" Terimakasih Lucia, aku akan selalu berhutang padamu "


" Aku pergi ya, Canaria.. sampai bertemu lagi "


Setelah kepergian Lucia, Canaria mendapat serangan dari orang orang ratu setiap harinya. Namun, Canaria yang cerdik selalu bisa menghindar dan memilih berada di tempat keramaian ketika ia dan bayinya akan di serang ia selalu berpindah tempat untuk menghindari Ratu dan para pembunuh itu.


" Ini sudah keterlaluan, Ratu berusaha membunuh ku dan bayiku meskipun aku sudah meninggalkan Londo dan meninggalkan Clariness sesuai permintaan nya. Apa dia takut kalau aku dan anakku akan menjadi ancaman untuknya di masa depan ? aku tidak ingin anakku menjadi pewaris tahta, aku hanya ingin hidup tenang dengan anakku " gumam Canaria sambil menggendong bayinya yang baru berusia 15 hari itu.


Ratu sangat marah ketika ia mendengar kalau Raja sudah tau tentang bayi yang dilahirkan Canaria dan akan segera menemuinya.


" Oscar ! bagaimana pekerjaan mu ini? kenapa tidak selesai selesai ? hanya membunuh bayi itu saja kenapa sulit sekali ?" tanya Ratu marah


" Itu karena nona Canaria sangat cerdik, saat para pembunuh itu akan membunuh bayinya. Ia selalu bisa pergi ke keramaian dan membuat kami tidak bisa melakukan apa apa " terang Oscar


" Beraninya kau menjawab ku dengan alasan tidak berguna itu ! kalian semua tidak berguna! baiklah kalau begitu,kalau kalian kesulitan membunuhnya. Aku sendiri yang akan turun tangan, sebelum raja menemuinya dia harus mati. Ah... tidak, mereka berdua harus mati !" kata Ratu murka


Sama seperti hal nya ratu, Raja juga sedang dalam pencarian mencari Canaria yang kabur membawa anaknya. Ia sudah merencanakan perceraian dengan Freya ketika Freya melahirkan.


Namun, naas nya di suatu malam Ratu, Oscar dan orang-orang nya, menemukan Canaria lebih dulu di sebuah desa terpencil jauh dari Londo dan Clariness.


" Kita bertemu lagi ya Canaria " kata Ratu sambil tersenyum sinis


" Kenapa yang mulia Ratu sangat tidak sopan datang ke rumah orang lain tanpa permisi?" tanya Canaria sambil menggendong anaknya Terlihat kemarahan di mata Canaria terhadap Freya.


" dia pasti mau melakukan hal yang buruk " batin Canaria resah


" Tenanglah, jangan takut begitu. Bukankah saat ini harusnya kau memberi salam padaku, misalnya membiarkan aku duduk di gubuk reyot mu ini atau minum teh?" tanya Ratu sinis


" sudah cukup, saya sudah bersabar dengan anda selama ini. Saya sudah pergi dari kehidupan Caesar sesuai permintaan Baginda Ratu, kenapa anda tidak menepati janji untuk membiarkan saya dan anak saya hidup tenang?" tanya Canaria marah


" Iya aku memang ingin begitu, tapi semuanya tidak berjalan sesuai rencana yang kuharap kan " jawab Ratu santai


" Apa maksud yang mulia ratu?" tanya Canaria tak mengerti


" Siapa yang menyuruhmu melahirkan anak laki laki? karena mu rencana ku berantakan. Kau tau, sekarang yang mulia Raja sedang mencari mu ke seluruh negeri, bahkan ke semua pelosok ! untuk apa? pasti untuk membawa mu dan anak mu itu ke istana .."


" Sebelum raja menemui mu, aku akan menghabisi kalian !' batin Ratu kesal


" Jadi itu yang Ratu takutkan? saya kan sudah bilang, meskipun Raja menemui saya, saya tidak akan ikut dengannya. Saya sudah berjanji pada anda !" teriak Canaria kesal


" Ya, kau memang sudah berjanji dan menepati janjimu. Tapi, aku tidak ! Oscar kalian tangkap bayi itu dan bunuh DIA !" teriak Ratu memberi perintah


Oscar dan orang-orang itu berusaha menangkap Canaria dan anaknya. Canaria dan anaknya berlari dari kejaran Oscar dan orang orangnya ratu. Wanita itu berlari tanpa alas kaki, malam itu jalanan licin karena habis hujan.


" Ibu mohon.. bertahanlah nak .. tunggu sebentar lagi..jangan menangis .." kata Canaria sambil menangis memeluk anaknya


Karena tak bisa berjalan lebih jauh lagi, wanita itu dan bayinya bersembunyi di semak-semak dan dibalik pohon yang besar.


" Dimana kau nyonya? tenanglah, kalau kau keluar sekarang kami akan buat kematian mu dan putramu tidak terlalu menyakitkan.. " kata Oscar sambil menebas semak semak dengan pedangnya dengan membabi buta.


Canaria mendengar suara Oscar dan ketakutan, tubuhnya gemetaran, namun syukurlah Aiden kecil sangat tenang dan tidak menangis sama sekali. Saat Oscar mendekat, Canaria melangkah perlahan menjauh dari nya secara sembunyi-sembunyi. Jantungnya berdetak lebih kencang, ia takut ketahuan oleh Oscar dan para pembunuh itu.


SRAK


Suara langkah kaki Canaria, membuat Oscar dan 4 orang pembunuh itu menaruh perhatian. Mereka mencari Canaria dan bayinya, disana juga ada Ratu. Tak lama kemudian Canaria berlari tersaruk saruk, dengan kakinya yang terluka ia berusaha melarikan diri sekuat tenaga, sambil menggendong bayi pula.


Hosh


Hosh


Hosh


" Bertahanlah nak, kumohon..." kata Canaria sambil menatap anaknya dengan penuh kasih sayang. Aiden kecil memegang wajah ibu nya yang kelelahan sembari tersenyum manis seolah memberikan ibu nya itu semangat


" Terimakasih Cedric, ibu memang membutuhkan senyuman mu sekarang nak.." Canaria mencium pipi bayi kecil itu dengan lembut.


" Aku harus kuat, aku harus terus berlari.." batin Canaria


Luka di kaki nya berdarah darah dan meninggalkannya jejak, hingga Oscar, Ratu dan orang orangnya bisa mengikuti jejaknya dengan mudah. Bukannya sampai di kota atau keramaian, namun Canaria malah sampai di ujung tebing dan dibawahnya ada sungai yang dalam dengan arus yang deras.


" Bagaimana ini? aku.. " Canaria bergumam kebingungan


Drap Drap Drap


Oscar, Ratu dan 4 orang pembunuh bayaran itu sudah mengepung Canaria. Tidak ada jalan nya untuk melarikan diri kecuali menjatuhkan dirinya ke tebing. Wanita itu panik dan ketakutan setengah mati, ia memutar otak untuk mengelabui mereka yang ingin membunuhnya, ia mencari celah untuk kabur meskipun ia tau bahwa nyawanya sudah berada diujung tanduk.


" Mau kemana lagi kau wanita jalang?" tanya Ratu sinis


Canaria kebingungan dan terdesak, ia memeluk bayinya itu dengan erat dengan mata berkaca-kaca.


...----***----...