
...Princess Ariana Grisel La Monique...
Aiden terlihat canggung dan tidak nyaman karena Arabella bersikap ketus padanya.
" Sebenarnya aku tidak marah " kata Aiden
" Lalu kenapa tadi pagi kau bersikap seperti itu?" tanya Arabella kesal
" Kenapa dia harus menanyakan itu? aku tidak mau jawab " batin Aiden bingung
" Oh ya, cuaca hari ini sedang bagus ya. Bagaimana kalau kita jalan-jalan ?" tanya Aiden mengalihkan pembicaraan
" Apa? " kata Arabella kesal
" Kita bicara sambil jalan-jalan saja " jawab Aiden kaku
" Rasanya tidak nyaman kalau mengajak nya bicara disini " batin Aiden
" Baiklah, kebetulan karena seseorang yang membuat perasaan ku tidak baik, aku jadi ingin jalan-jalan " kata Arabella sebal
" Walaupun sedang marah, kau tetap terlihat imut " kata Aiden sambil tersenyum
" Jangan menggoda ku ! Aku masih marah padamu !" seru Arabella sebal
" Haha.. baiklah " Aiden tertawa
" Kalau dia marah kenapa dia harus bilang bilang? lucu sekali " batin Aiden
" Jangan tertawa ! aku akan ganti baju dulu, tunggu " kata Arabella kesal
Beberapa menit kemudian, Arabella sudah berganti pakaian dan ia pergi bersama Aiden jalan-jalan di pusat kota. Aiden mengajak nya pergi makan makanan di pinggir jalan.
" Ini terlihat sangat enak, hu.. " Arabella terlihat senang melihat makanan yang ada dipinggir jalan itu
" membawanya kesini adalah pilihan yang tepat, semoga perasaan nya membaik dan dia bisa memaafkan ku " batin Aiden berharap
" Kau mau apa? aku akan belikan?" tanya Aiden
" Tidak usah biar aku saja yang beli " jawab Arabella ketus
Gadis itu duduk di sebuah kursi panjang sambil melihat orang berlalu lalang di jalanan. Ia memakan banyak makanan pedas, dan itu membuat Aiden yang melihatnya khawatir.
" Kau jangan terlalu banyak makan nya, itu pedas. Kau bisa sakit perut " kata Aiden cemas
" Tidak apa, aku akan makan semuanya. Karena siapa aku seperti ini?" kata Arabella sambil memakan daging asap pedas nya dengan semangat
" Ya ya.. aku tau. Ini salah ku, jadi kumohon hentikan jangan makan pedas lagi, aku tidak mau kau sakit " kata Aiden lembut
" Oh, jadi kau peduli kalau aku sakit? " tanya Arabella
" Bagaimana bisa aku tidak peduli padamu?" kata Aiden
" Tadi saat aku jatuh pingsan, kau bahkan bersikap dingin padaku dan mengabaikan kum Apa itu yang namanya peduli?" tanya Arabella heran
" Maafkan aku, aku tadi terbawa emosi ku. Emosi yang tidak penting " jawab Aiden
" Aku tidak akan menerima permintaan maaf mu kalau kau tidak mau jujur padaku " kata Arabella serius
" Aku akan jujur, tapi kau janji jangan marah lagi ? " tanya Aiden membujuk
" Bukankah aku pernah bilang kalau aku sangat menghargai orang yang jujur, meskipun aku marah , kalau kau tidak jujur justru itu akan membuat ku tambah marah dan merasa terkhianati, jadi katakan saja. " terang Arabella
" Alasan ku bersikap dingin tadi adalah karena aku mengira kau masih memiliki perasaan pada putra mahkota dan kau sedih karena dirinya. Saat itu aku sangat kesal dan melampiaskan nya padamu " Aiden menjelaskan dengan sangat hati-hati
" Yang mulia, izinkan aku bertanya padamu. Seberapa dalam kau mempercayai ku? Apakah kepercayaan mu memang setipis itu padaku?' tanya Arabella serius
Aiden menatap mata gadis dihadapannya yang terlihat serius tidak seperti biasanya, di matanya pria itu melihat ada kesedihan dan kekecewaan di mata Arabella.
" Aku tahu kau pasti akan marah, memang benar aku salah paham padamu. Dan tidak percaya sepenuhnya padamu, namun kemudian aku sadar kalau aku sudah salah menilai mu. Naomi.. kau mau memaafkan ku kan?" tanya Aiden
" Aku akan memaafkan mu, tapi setelah kau benar-benar percaya padaku sepenuhnya " jawab Arabella
" Aku tidak bisa berhubungan dengan orang yang tidak mempercayai ku sepenuhnya, aku tidak bisa membangun sebuah hubungan tanpa kepercayaan yang kuat. Dan kepercayaan Aiden belum sebesar itu padaku, mungkin ini memang yang terbaik.. Ya aku harus mengambil keputusan ini" batin Arabella berfikir serius
" Apa maksudmu ? aku percaya padamu kok !" kata Aiden tegas
" Kenapa aku merasa dia seperti ingin mengatakan putus?" batin Aiden cemas
" Aku tau kau percaya padaku. Tapi, aku juga tau kau tidak sepenuhnya percaya padaku. Sampai hati mu benar-benar mempercayai diriku, lebih baik kita.. "
" Jangan katakan itu ! HENTIKAN Naomi.. jangan begini " Aiden berdiri dan memegang tangan Arabella.
" Yang mulia ..aku belum selesai bicara " kata Arabella
Aiden memeluk Arabella dengan erat dan penuh kelembutan.
" Jangan pernah mengatakan hal seperti itu, aku salah.. aku menyesal. Tapi sekarang dan seterusnya aku janji akan terus mempercayai mu.. Maaf.. benar-benar maaf sudah menyakiti perasaan mu.. " Aiden berbicara dengan nada suara bergetar seolah ketakutan
" Aku tidak mau kehilangan mu lagi, Naomi.. Aku mencintai mu " batin Aiden tulus
" Kenapa dia berbicara seperti ini? membuat orang tidak bisa berkata-kata lagi.. dia bahkan gemetaran, seperti ketakutan.. " batin Arabella bingung
" Iya aku percaya sudahlah. Jangan seperti ini, malu dilihat banyak orang.. " kata Arabella malu
Tanpa mereka sadari ada beberapa orang yang lewat memperhatikan mereka yang sedang berpelukan. Kedua pasangan itu akhirnya senyum-senyum karena malu.
" Nona, sudahlah maafkan saja kekasih mu itu " kata Wanita tua
" Iya, dia sangat tampan jangan kau lepaskan pria tampan seperti nya " kata wanita 2
" Itu benar, nanti kau akan menyesal nona " kata wanita 3
" Berikan saja kekasihmu itu kesempatan " kata wanita 4 sambil tersenyum.
" Ckck, dasar anak muda zaman sekarang. Serasa dunia milik berdua saja " gumam kakek tua yang sedang lewat
" Kalau kau tidak mau memaafkan kekasih mu, biar pria tampan itu dengan ku saja hehe " kata wanita tua sambil terkekeh
Arabella dan Aiden semakin tersipu malu mendengar perkataan orang-orang yang lewat itu, yang mengira bahwa mereka bertengkar. Lalu mereka pun tertawa setelah orang-orang itu pergi.
Mereka pun saling meminta maaf satu sama lain, dan berjanji akan percaya satu sama lain dan tidak saling meragukan lagi seperti sebelumnya.
" Oh ya, malam ini akan di adakan penobatan Putri mahkota. Kau akan datang kan?" tanya Aiden
" apa? secepat itu? bukan kah hari ini hanya keputusan nya saja?" tanya Arabella kaget
" Tidak, raja sudah mengatakan kalau penobatan nya akan dilakukan hari ini dan ia mengundang semua kerajaan tetangga dan para bangsawan untuk menghadiri nya. Sementara pesta nya akan dilakukan besok " terang Aiden
" Aiden.. aku.. aku tidak mau dia menjadi putri mahkota.." kata Arabella ketakutan
Aiden tercengang mendengar nya dan melihat ke arah Arabella.
" Jangan salah paham, aku tidak ingin dia menjadi putri mahkota, alasannya itu bukan karena aku cemburu " kata Arabella
" Aku mengerti, aku yang berlebihan karena cemburu " kata Aiden sambil tersenyum
" Kau mengerti kenapa aku tidak ingin Claire menjadi ratu?" tanya Arabella
" Iya, kau hanya takut kejadian masa lalu akan terulang lagi. Tapi, jangan cemas sekarang semuanya berbeda karena aku bersamamu, dia tidak akan mendapatkan kesempatan untuk menyentuhmu " kata Aiden
" Aiden, aku sangat tersentuh dengan kata-kata mu. Aku tidak tau guru pedang legendaris yang terkenal dingin pada wanita bisa mengatakan hal hal semanis kue coklat di pia bakery " Arabella tertawa kecil
" aku hanya bertingkah manis di depan mu saja, dasar.. aku disamakan dengan kue !" Aiden tertawa kecil
" Ya benar, di kehidupan kali ini aku akan membuatmu selalu tersenyum dan bahagia. Aku tidak akan membiarkan mu sendirian seperti di kehidupan kita sebelum nya.. karena kita bersama sekarang " batin Aiden tulus
***
Di istana Clarines, seorang gadis keluar dari kereta mewah nya dan disambut semua pengawal istana. Semua orang memberi hormat padanya, bahkan Raja dan Ratu juga menyambut nya. Gadis itu adalah gadis yang sebelumnya melihat Aiden dari dalam keretanya.
" Salam hormat saya yang mulia Raja dan yang mulia Ratu, semoga yang mulia Raja dan yang mulia ratu sehat selalu. Saya putri Ariana Grisel La Monique perwakilan dari kerajaan Monique memberi salam " kata Ariana sambil membungkuk dengan sopan dan elegan di hadapan Raja dan Ratu Clarines
" Selamat di istana Clarines tuan Putri Ariana, senang bertemu dengan mu " kata Raja ramah
" Selamat datang Putri Ariana " kata Ratu
" Seandainya putra mahkota tidak menikahi Claire, mungkin aku akan memilih putri ini saja yang menikah dengan putra mahkota..Dia kelihatan elegan, cantik, dan cerdas. Selain itu dia juga adalah putri satu satunya dari kerajaan Monique yang bisa memperkuat Clarines " batin Ratu menilai Ariana
Malam itu di istana Clarines..
Semua perwakilan dari kerajaan kerajaan tetangga dan daerah datang menghadiri keputusan raja sekaligus penobatan putri mahkota Clarines dan mengenalkannya kepada kerajaan lain.
Claire tidak percaya dan tidak menyangka kalau dirinya akan menjadi putri mahkota secepat ini, ia sangat bahagia, tapi berlawanan dengan Eugene yang terlihat dingin dan tidak bahagia. Camille melihat wajah Eugene yang terlihat menyeramkan tidak seperti biasanya, ia khawatir pada kakak nya itu.
" Apa terjadi sesuatu pada kakak saat bertemu kak Arabella? apakah pembicaraan mereka tidak berjalan lancar? aku ingin sekali bertanya, tapi melihat ekspresi kakak yang seperti ini, aku tidak berani bertanya " batin Camille ketakutan
" Sejak aku kecil aku selalu mendapatkan apa yang ku mau, apapun itu akan selalu ku dapatkan. Hanya seorang wanita seperti mu saja, tidak bisa aku dapatkan? baiklah, Arabella jika kau terus seperti ini maka aku akan memakai caraku sendiri, kau dan Aiden, jangan harap kisah kalian berdua akan berakhir dengan indah" batin Eugene penuh kemarahan
" Yang mulia, apakah anda sudah siap?" tanya Liam
" Sudah " jawab Eugene singkat
" Kalau begitu, mari kita ke aula kerajaan. Para tamu sudah menunggu, putri mahkota juga sudah menunggu anda yang mulia " kata Liam sopan
" Ya, baik " kata Eugene dingin
" Ini perasaan ku saja atau memang benar yang mulia terlihat dingin?" batin Liam merasakan Eugene yang bersikap dingin
Eugene berjalan berdampingan bersama Claire menuju ke aula kerajaan sambil bergandengan tangan. Semua orang terlihat heran melihat Eugene yang biasanya ramah dan berekspresi, namun kali ini ia terlihat dingin tanpa ekspresi.
" Ya akhirnya kerajaan Clarines memilih putri mahkota nya juga " kata Johny
" Benar, dengan begitu posisi Abel akan aman " gumam Ashton lega
" apa katamu?" tanya Johny dan Ethan bersamaan
" Aku tidak bilang apa-apa hehe " jawab Ashton sambil tersenyum
" Tenang saja wakil ketua, masih banyak gadis lain di luar sana. Aku yakin kau akan mendapatkan yang terbaik " kata Johny menyemangati
" Apa maksudmu kstaria Johny?" tanya Ashton polos
" Maksud nya kau harus ikhlas melihat gadis yang kau sukai menjadi putri mahkota, dan kau harus memilih gadis lain " terang Ethan kalem
" Apa? kalian pikir aku masih suka padanya? ayolah jangan membuat ku tertawa, perasaan ku padanya sudah lama musnah " kata Ashton sebal
" Jaga bicara mu, nanti kedengaran orang-orang bagaimana " kata Ethan memperingati
" Iya benar, sut.. acaranya sudah mau mulai " kata Ashton berbisik
" Aku senang sekali, dengan begini saingan ku untuk mendapatkan Abel berkurang satu orang. Aku harus memberikan selamat yang tulus pada putra mahkota dan putri mahkota. Kalau soal si raja iblis itu, anggap saja dia tidak ada. dia kan tinggal jauh di Vanders" batin Ashton senang
Tak lama kemudian, Arabella datang bersama Peter dan bergandengan tangan dengannya. Ashton terpesona melihat Arabella yang cantik dengan gaun berwarna merah nya yang mempesona.
" Hey kau lihat kemana? mata mu jangan jelalatan ya !" kata Ethan pada Ashton yang melihat Arabella
" Aku hanya melihat pada Abel, dia sangat cantik apalagi kalau memakai gaun warna merah itu. Sangat cantik dia wanita tercantik di negeri Clarines ini " kata Ashton yang tak berhenti melihat Arabella yang sedang mengobrol bersama para gadis bangsawan
" Apa dia benar-benar memiliki perasaan lain pada Abel? tapi dia tidak bicara apapun padaku " batin Ethan heran
***
" Nona Arabella, gaun mu cantik sekali " kata Aida memuji
" Kau juga nona Aida, warna biru sangat cocok untuk karakter mu yang lembut " kata Arabella memuji
" Ah nona Arabella bisa saja deh " kata Aida senang
" Oh ya, kita belum memberi selamat pada nona Claire loh, maksud ku putri mahkota " kata Anna berfikir
" Benar, nanti setelah selesai acara nya kita beri dia ucapan selamat " kata Megan
" Aku tidak menyangka kalau kita akan tersingkir kan sebagai kandidat putri mahkota dengan mudah karena tindakan pelecehan putra mahkota pada Putri mahkota " kata Lily tak senang
" Nona Lily, jaga bicaramu !' seru Arabella memperingati
" Nona Arabella, yang dikatakan nona Lily itu benar kan? kita semua juga melihatnya sendiri " kata Anna membenarkan
" Meskipun itu benar, kita harus berhati-hati dalam berbicara. Jangan lupa ini adalah istana " kata Megan pelan
" Baiklah, maaf kan aku. Aku terlalu emosi, dan merasa bahwa ini tidak adil " kata Lily sebal
" Ngomong-ngomong, aku dengar putri dari kerajaan Monique datang kesini loh " kata Anna
" Benarkah? putri .. siapa ya namanya.. saya lupa. Aku pernah dengar kalau putri itu adalah putri yang sangat cantik, dan banyak pria dari berbagai kerajaan besar yang sudah mengajukan lamaran padanya. " terang Lily
" Apa dia secantik itu? " tanya Aida polos
" Entahlah, kita kan belum melihatnya." jawab Anna
" Ah ya, aku juga dengar kalau putri Ariana itu gosipnya, pernah memiliki hubungan dengan Raja Dominic dari Vanders " kata Lily
" woah nona Lily, kau tau sebanyak itu ya " kata Megan
" Nona Arabella apa kau juga tau raja Dominic pernah memiliki hubungan dengan wanita? aku dengar dia tidak pernah dekat dengan wanita mana pun?" tanya Anna penasaran
" entahlah, soal percintaan nya mana aku tau. Aku kan hanya seorang tawanan hehe " jawab Arabella sambil tersenyum
" Jika mereka tau kalau raja Dominic menyatakan cinta padaku sampai mengurung ku di istana nya, itu akan menjadi gosip besar. Aku tidak mau di gosip kan lagi " batin Arabella
Dari kejauhan, Aiden terus melihat Arabella sambil tersenyum. Arabella pun menoleh ke arahnya dan membalas senyuman pangeran tampan itu.
Namun, senyuman gadis itu hilang saat seorang wanita mendekati Aiden.
" Siapa dia?" batin Arabella
Aiden terlihat tidak ramah pada wanita itu, terlebih lagi Arabella terus melihat ke arah nya dengan tatapan yang cemas.
" Ternyata kau adalah pangeran pertama kerajaan Clarines? " tanya Ariana sambil tersenyum genit
" Maaf, apa nona mengenal saya?" tanya Aiden cuek
" Dia bicara seolah-olah dia sudah mengenal ku " batin Aiden tak suka
" Biasa nya saya tidak pernah melakukan ini pada orang lain, tapi saya akan memperkenalkan diri saya pada anda pangeran. " kata Ariana
" Pria yang menarik " batin Ariana
" Kita memang belum saling mengenal, tapi kita bisa saling mengenal sekarang " kata Ariana sambil tersenyum ramah
Tak lama kemudian, Raja menghampiri Ariana dan Aiden.
" Putri, kau sudah bertemu dengan putra ku. Tadinya aku ingin mengenalkan mu padanya " kata Raja ramah
" Saya baru saja akan mengajak nya berkenalan, yang mulia " jawab Ariana ramah
" Biar aku saja yang mengenalkan kalian. Pangeran, perkenalkan ini adalah putri Ariana Grisel La Monique, dia adalah putri dari kerajaan Monique dan dia datang kesini sebagai perwakilan ayahnya Raja Carlos yang tidak bisa hadir di acara ini" kata Raja ramah
" Akan sangat bagus kalau Aiden bisa bersama dengan putri Ariana. Dia cantik, baik, cerdas, dan memiliki status sosial yang tinggi, dia akan cocok dengan Aiden. Dan seperti nya putri Ariana terlihat tertarik dengan Aiden " batin Raja berfikir
" Perkenalkan, saya Pangeran Aiden dari kerajaan Clarines. Senang bertemu dengan anda putri " kata Aiden sopan
" Aku juga senang bertemu dengan mu yang mulia pangeran, semoga kita bisa sering bertemu. " kata Ariana sambil menatap genit pada Aiden
" Apa-apaan gadis ini? dia menatapku seperti itu. Aneh " batin Aiden tak suka
***
" Lihat itu, gadis itu seperti nya adalah putri Ariana !" seru Aida melihat ke arah Ariana, Aiden dan Raja yang sedang mengobrol
" Benar, dia sangat cantik. " kata Anna memuji
" Seperti nya akan terjadi perjodohan nih, " kata Lily
" Apa maksudmu nona Lily ? perjodohan? siapa?" tanya Megan
" Kalian tidak lihat kalau Raja berusaha mendekatkan putri Ariana dan pangeran Aiden. Secara pribadi aku berfikir kalau putri Ariana dan pangeran Aiden itu cocok " kata Lily senang
" Cocok dari mana nya? kau baru melihat sekilas saja, cocok atau tidak nya itu kan tergantung dari mereka sendiri " kata Megan
" Mereka cantik dan tampan, bukankah itu juga salah satu kecocokan nya? haha " kata Anna sambil tertawa kecil
" Kenapa aku merasa tidak nyaman mendengar nya? hati ku tidak tenang dan merasa sakit. Perasaan apa ini ?" batin Arabella sedih
" Nona Arabella kenapa kau tidak berkomentar ?" tanya Anna heran
" Ah? apa? maaf kan aku, aku sedang tidak fokus " kata Arabella yang tersadar dari lamunannya
" Kau baik-baik saja kan?" tanya Aida cemas
" Aku baik-baik saja kok " jawab Arabella sambil tersenyum
" Oh ya, aku sangat penasaran bagaimana sosok Raja Dominic itu. Semoga saja dia hadir ke pesta ini ya " kata Lily semangat
" Aku dengar dia sangat tampan dan muda, tubuhnya juga kekar. Ya, walaupun aku belum pernah melihatnya langsung sih. Nona Arabella apakah aku benar?" tanya Aida
" Ya, dia memang tampan dan kekar " jawab Arabella membenarkan
" Woah ! aku semakin penasaran !" seru Anna
" Aku juga !" kata Aida dan Lily bersamaan
Acara penobatan itu sudah akan di mulai, para tamu undangan dan bangsawan yang hadir duduk di kursi mereka masing-masing.
Eugene dan Claire duduk di depan dan semua mata memperhatikan mereka.
" Yang mulia, apa anda tidak bisa tersenyum? semua orang sedang memperhatikan kita " kata Claire berbisik
" Kau senyum saja sendiri, jangan mengajakku " jawab Eugene dingin
" Yang mulia.. " kata Claire sedih
" Bukankah ini yang kau inginkan? nikmati saja dan jangan bicara padaku jika tidak diperlukan !" kata Eugene dengan mata yang sinis pada Claire
" Yang mulia.. kau.." Claire menahan kekesalannya dan berusaha tetap tersenyum di hadapan semua orang, ia ingin menunjukkan bahwa ia bahagia.
" Claire, ini yang kau inginkan. Kau sudah dapatkan putra mahkota disisi mu. Kau harus kuat, ini konsekuensi nya " batin Claire menguatkan dirinya
Disisi lain Arabella merasa kasihan dengan Claire, karena di masa lalu Eugene sangat mencintai Claire tapi di kehidupan kali ini Claire bahkan tidak bisa mendapatkan perhatian nya sama sekali. Perasaan Eugene pada Claire sekarang mungkin mengarah pada kebencian, namun Arabella berharap hal itu tidak membuat Claire menargetkan dirinya sebagai saingannya lagi.
" Aku berharap kalian berdua bahagia dan tidak menganggu ku lagi seperti masa lalu, karena aku sungguh ingin melupakan semuanya dan memulai sesuatu yang baru " batin Arabella berharap penuh
Count Oscar terlihat bahagia melihat Claire duduk di kursi putri mahkota dan berdampingan dengan Eugene.
" Setelah ini jalan ku untuk menghancurkan keluarga Reese akan semakin mudah " batin Count Oscar senang
Saat Raja dan pendeta akan melakukan upacara penobatan Claire, tiba-tiba angin berhembus kencang dari luar aula kerajaan.
Wush
Sebuah cahaya muncul dari angin itu, dan terlihat seseorang muncul dari cahaya itu. Para gadis berteriak saking kagetnya melihat pria yang datang dengan cara yang mengejutkan semua orang dan membuat mata tertuju padanya.
" yang mulia Raja, yang mulia ratu. Dan semuanya yang ada disini, maaf saya datang terlambat " kata Dominic sambil tersenyum dingin seperti biasanya
" Arabella aku datang " batin Dominic senang
Dominic melirik ke arah gadis-gadis bangsawan dan melihat Arabella ada diantara mereka. Dan gadis-gadis bangsawan itu terlihat senang juga terpesona dengan aura Dominic dan wajahnya yang tampan.
" Kyaaa ! tampan sekali !" ujar gadis 1 terpesona
" Apa dia melihat ke arahku?" tanya Anna sambil merapikan rambutnya
" Raja Dominic benar-benar hot sekali " ujar Aida terpesona
" Aku tidak menyangka dia akan datang kesini, bukankah dia selalu bilang kalau acara seperti ini tidak penting " batin Arabella heran
" Hey jangan lupa, kalau dia itu iblis..iblis " kata Megan memperingatkan para gadis yang terlihat tergila-gila pada Dominic karena wajahnya
" Iblis yang hot.. hot ! kyaaaa !" kata Lily
" Mereka seperti nya sudah kehilangan akal sehat " gumam Megan sambil tertawa kecil
" Bagaimana tidak? mungkin karena banyak pria pria tampan disini, itu membuat mereka menggila " kata Arabella sambil tersenyum
" Oh ya, ngomong-ngomong Raja Dominic dari tadi melihat ke arah kita loh? para gadis maksud nya?" tanya Megan
" Benar kah? aku tidak sadar tuh " kata Arabella cuek
" Dia seperti sedang melihat seseorang " kata Megan sambil tersenyum melihat Arabella
Arabella melihat ke arah Dominic yang memang sedang melihatnya. Dari sudut lain, Eugene, Aiden, Ashton, Ethan dan Peter terlihat tak suka dengan pandangan Dominic pada gadis itu.