
.
.
❤️❤️❤️
Saint Lucia, Dokter Henna dan Dokter Louis mendatangi kamar Ratu Arrabella. Terlihat perut wanita itu yang sudah semakin besar, wajah nya juga semakin pucat seperti kelelahan.
" Kalian sudah datang " ucap Arrabella menyapa ketiga orang itu
Ketiga orang itu memberikan hormat pada Arrabella dengan sopan.
" Mari mulai pemeriksaan nya " ujar Arrabella ramah
Seandainya yang mulia Raja ada disini..Cepatlah pulang baginda. batin Arrabella cemas
" Baik yang mulia Ratu "
Dr. Louis memeriksa kondisi kesehatan psikologis Arrabella dan hasilnya baik-baik saja.
" Yang mulia, kondisi kesehatan psikologis yang mulia sangat baik dan dalam kondisi yang stabil. Saya harap yang mulia bisa terus mempertahankan kondisi ini, jangan kelelahan juga. " kata Dr. Louis mengingatkan
" Aku mengerti Dr. Louis, terimakasih " jawab Arrabella sambil tersenyum
Selanjutnya, Dr. Henna bertugas memeriksa kesehatan janin yang ada di kandungan Ratu Arrabella.
Ratu Arrabella melakukan penimbangan badan, pengecekan denyut nadi janin.
" Berat badan yang terlalu gemuk untuk kehamilan yang berusia 5 bulan, apa jangan-jangan bayinya..." Dr. Henna terlihat berfikir
" Apa bayiku baik-baik saja? " tanya Arrabella cemas
Saint Lucia hanya senyum senyum melihat reaksi Dr. Henna yang terlihat bingung. Wanita paruh baya itu seolah mengerti isyarat dari Dr. Henna.
" Apa ada sesuatu dengan bayiku? " tanya Arrabella cemas
" Yang mulia Ratu tenanglah, ini adalah hal yang baik tapi juga hal yang membutuhkan banyak perhatian. " Dr. Henna tersenyum
" Selamat Ratu Arrabella, ada dua kehidupan di dalam kandungan yang mulia saat ini " ucap Saint Lucia sambil tersenyum senang
" Dua kehidupan? di dalam kandungan ku? apa artinya bayi kembar?" tanya Arrabella tak percaya
" Benar yang mulia " jawab Dr. Henna
" Selamat yang mulia, anda akan memiliki anak kembar " Dr. Henna, Dr. Louis dan Saint Lucia memberikan selamat pada Arrabella.
Wajah wanita itu ceria, ia tak percaya akan ada dua kehidupan secara langsung yang hidup di dalam rahimnya. Padahal sebelum nya ia kesulitan untuk mengandung, dan pernah di vonis mandul. Akan tetapi, sekarang tuhan memberikan titipan kepadanya bukan hanya satu kehidupan, tapi dua kehidupan di dalam tubuhnya.
" Pantas saja tubuhku terasa sangat berat! aku pikir ini umum bagi wanita yang hamil seperti ku. Ternyata Aimi kecil ku ada dua " Arrabella tersenyum cerah
Setelah memeriksa Arrabella, dr. Henna dan Dr. Louis pamit untuk mengerjakan tugas mereka di ruang pengobatan kerajaan.
Arrabella dan Saint Lucia hanya berdua saja di dalam kamar itu.
🎉🎉
Tangan Saint Lucia mengeluarkan cahaya putih, dan cahaya putih itu menyentuh perut Arrabella. Wanita hamil itu merasa nyaman saat Saint Lucia menyentuhnya.
" Saya sudah memberkati kedua kehidupan yang akan menerangi kerajaan Clariness di masa depan " Saint Lucia
" Terimakasih Saint "
" Apa yang mulia ingin saya memberitahukan jenis kelamin nya juga?" tanya Saint Lucia
" Apa bisa seperti itu?" tanya Arrabella tak percaya
" Saya bisa, dan saya sudah tau jenis kelamin kedua anak kembar yang mulia Ratu " jawab Saint Lucia
" Kau tidak usah memberitahu ku, aku ingin ini menjadi kejutan untukku dan untuk Baginda Raja. "
" Baiklah Baginda Ratu."
" Daripada itu, aku ingin lebih tau sedikit tentang masa depan mereka, apa kau bisa melihat masa depan kedua anak kembar ku?" tanya Arrabella penasaran
Saint Lucia menutup matanya dan memegang perut Arrabella. Dari tangannya keluar cahaya berwarna emas, wanita paruh baya itu seperti sedang menerawang sesuatu.
Tak lama kemudian..
" Bagaimana saint?" tanya Arrabella penasaran
" Kedua anak mu akan menjadi cahaya masa depan untuk kerajaan Clariness. Akan tetapi mereka memiliki sifat yang bertolak belakang, yang satu seperti bulan dan yang satu seperti matahari. " terang Saint Lycia,
" Apa itu adalah sesuatu yang buruk?" tanya Arrabella
" Tidak juga, pada dasarnya bulan dan matahari memang bertolak belakang. Tapi, bukan berarti mereka tidak bisa bersatu. Mereka akan tetap bersatu, saling menyayangi satu sama lain, karena mereka berada di langit yang sama. Baginda Ratu dan Baginda Raja, kelak tidak boleh membeda-bedakan mereka. Kelak mereka akan menjadi pondasi yang kuat dalam memajukan kerajaan ini. " terang Saint Lucia
Arrabella terlihat senang mendengar nya, tapi juga cemas saat mendengar Saint Lucia bilang kalau sifat kedua anaknya itu akan sangat bertolak belakang.
" Saya harap semoga takdir baik selalu menyertai Raja, Ratu serta kedua cahaya kekaisaran Clariness " Saint Lucia tersenyum
" Terimakasih Saint Lucia "
" yang mulia, tolong jaga kandungan anda baik-baik. Saya pamit undur diri " ucap Saint Lucia sambil membungkukkan badannya di depan Ratu Clariness itu.
Aku tidak bisa mengatakan pada yang mulia tentang apa yang aku lihat di masa depan mengenai takdir anak kembarnya. Aku harap itu tidak benar-benar terjadi. batin Saint Lucia
" Ya baiklah, kau bisa segera kembali ke kuil " jawab Arrabella ramah
Kenapa aku merasa masih ada yang disembunyikan oleh Saint ? apa ini perasaan ku saja? tapi ini sungguh tidak nyaman. batin Arrabella cemas
KLAK
Setelah kepergian Saint Lucia, Arrabella pergi ke ruang kerjanya dan berbicara dengan Camille tentang pernikahan nya dan Peter yang akan terjadi sebentar lagi.
" Putri Camille, apa kau sudah memikirkan pernikahan seperti apa yang kau inginkan?" tanya Arrabella
" Sudah yang mulia Ratu, aku dan kak Peter sudah mempersiapkan 50 % untuk pesta pernikahan kami. " jawab Camille semangat
" Kenapa kau tidak meminta bantuan ku? tanya kau sudah menyelesaikan persiapan nya 50 persen. " tanya Arrabella
" Yang mulia Ratu kan sedang mengandung, dan tidak boleh kelelahan. Aku tidak mau terjadi apa-apa pada keponakan ku satu satunya " ucap Camille cemas
" Terimakasih sudah mencemaskan ku dan Aimi kecil, tapi aku juga ingin membantumu putri.. " kata Arrabella sedih
" Yang mulia Ratu bisa membantuku kok, bantu aku dengan persiapan yang belum selesai. "
" Benarkah boleh?" tanya Arrabella
" Tentu saja yang mulia " jawab Camille
" Jadi apa yang belum selesai? " tanya Arrabella
" Sebenarnya aku bingung dengan jenis undangan nya dan siapa saja yang harus aku undang. Yang mulia Ratu bisa membantuku kan?" tanya Camille
" Dengan senang hati, aku akan membantu " jawab Arrabella.
Aiden, kapan kau akan kembali...
🍂🍂🍂
Di kerajaan Monique..
Ariana yang juga sedang hamil, sedang bersikap manja pada suaminya. Ariana menggandeng tangan suaminya dengan erat, padahal suaminya sudah harus bergegas pergi bekerja.
" Ariana, aku harus segera pergi...nanti aku akan belikan semangka begitu pulang dari sana ya?" kata Ethan membujuk
" kalau begitu bawa aku pergi, aku mau ikut denganmu " ucap Ariana
" Sayang, itu terlalu berbahaya disana. Kau lebih baik disini dan banyak beristirahat ya " ucap Ethan lembut
" Tapi aku ingin bersamamu " ucap Ariana
" Yang mulia, saya mohon izinkan pangeran untuk pergi. Wilayah Lokhan sangat membutuhkan bantuan kami ! " kata sir Clayton membujuk
" Istriku, disana berbahaya untuk mu dan anak kita. Kandungan mu juga masih terlalu muda, dan rawan keguguran. Kau ingat kan apa kata dokter Kimberly? kau harus menjaga kesehatan mu, kalau kau ikut denganku kau akan kelelahan. Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu dan anak kita. " Ethan memberikan pengertian kepada istrinya
" Lalu, apakah kau akan baik-baik saja? katamu disana berbahaya, bahkan Raja Aiden pun belum kembali selama berbulan-bulan lamanya ke kerajaan Clariness, apa kau juga akan begitu?" tanya Ariana sedih
" Aku tidak akan begitu, aku, sir Clayton dan yang lainnya hanya pergi untuk mengirimkan bantuan. Aku akan segera kembali setelah semuanya selesai "
" Baiklah, kau pergi juga untuk tujuan yang baik. Aku tidak bisa menahan mu. Maafkan aku egois dan berfikir kau hanya untuk diriku saja. " Ariana cemberut
" Tidak.. jangan minta maaf. Ini bukan salah mu, kau tidak egois. Aku mengerti kau sedang hamil dan membutuhkan lebih banyak kasih sayang dariku. Jangan cemberut ya, ayo senyum " ucap Ethan sambil memegang tangan Ariana
" Kau selalu saja membuatku terpesona, bahkan saat seperti ini pun. " Ariana tersenyum melihat sikap lembut Ethan.
" Nah gitu dong senyum. Oh ya, saat aku pulang nanti kau ingin aku bawakan apa?" tanya Ethan
" Aku tidak ingin apa-apa kok ! " seru Ariana
" Bukannya kau mau semangka? atau buah mangga?" tanya Ethan
" Aku hanya ingin kau pulang dalam keadaan baik-baik saja " jawab Ariana
GREP
Ethan memeluk Ariana dengan lembut. Pria itu tersenyum manis, lalu mengecup kening istrinya. Ariana terpana dengan sikap suaminya itu.
" Aku akan kembali, dengan selamat dan baik-baik saja " kata Ethan yakin
" Aku dan anak kita menunggumu, kami menunggumu " kata Ariana
Ethan pun pergi dengan pasukan nya untuk segera memberi bantuan ke kota Lokhan. Ariana tersenyum melihat kepergian suaminya itu.
" Aku yang baru ditinggal saja sudah merasa resah, apalagi dengan Ratu Arrabella yang katanya tidak bertemu selama berbulan-bulan dengan Raja Aiden. Aku pasti bisa gila kalau suamiku begitu " gumam Ariana
*****
Di kota Lokhan, semua orang termasuk para pasukan kerajaan Clariness dan para sukarelawan sedang sibuk membangun tanggul/bendungan untuk mencegah banjir.
GLARR
CTARR
DARR
Suara petir menggelegar, disertai hujan badai membuat kota Lokhan hampir terkepung oleh banjir.
" Syukurlah semua warga sudah di ungsikan ke kota lain yang aman, berkat perintah yang mulia Raja " ucap Sir Demian lega
" Jika saja kita mendengarkan saran Baginda Raja lebih awal, untuk menjadikan kota ini sebagai sungai atau danau. Mungkin akan banyak warga yang selamat " ucap Sir John
" ini semua salah Duke Claymore ( penguasa kota Lokhan ), kalau saja dia tidak memerintahkan pembangunan kota ini. Pasti warga tidak akan jadi korban "ucap salah satu kstaria white knight
" Benar, kalau saja Duke yang keras kepala itu mau mendengarkan saran dari Baginda Raja Aiden, mungkin ini semua tidak akan terjadi. Dan sekarang malah kita yang kena imbasnya " ucap salah satu kstaria black knight
Seorang pria menatap para kstaria yang sedang berbicara itu dengan tajam.
" Raja Aiden ! semua orang selalu memuji muji dirimu, padahal kau sama sekali tidak pantas menjadi Raja. Kau bahkan berdarah campuran, bukan bangsawan murni. Jika saja pangeran Eugene masih hidup, pasti dia akan menjadi Raja. Dan aku masih bisa mengendalikan nya, tapi karena kau yang menjadi Raja, aku bahkan tidak bisa memakai uang anggaran negara sepeser pun seperti sebelumnya. Aku bukanlah orang yang jujur, dan terpaksa harus menjadi orang yang jujur. Lihat saja kau Raja Aiden, akan tiba dimana keruntuhan dari kejayaan mu". gumam Duke Claymore kesal.
🍂🍂🍂
Di istana Clariness, Sore itu Arrabella sedang bersiap untuk menulis surat di ruang kerjanya. ia ingin memberitahukan pada Aiden tentang pemeriksaan kesehatan nya dan bayi mereka.
" Jika aku memberitahu nya kalau Aimi kecil bukan hanya satu. Bukankah ini tidak bisa jadi kejutan? lebih baik aku menulis dan menanyakan kabarnya saja. " Arrabella tersenyum dan mulai menulis di secarik kertas yang kosong itu dengan kuas tinta nya.
...---****---...