Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 59 Pesta pertunangan


Hari itu Duke Reese meluangkan waktunya dan meliburkan diri nya dari urusan pemerintahan, untuk menemani putri bungsu nya itu mempersiapkan pertunangan nya.


" Ayo bangun putri ku, nanti sore kau akan bertunangan. Kau harus cepat bangun, kita harus bersiap-siap " ujar Duke Reese tegas


Arabella masih tidur samar-samar mendengar suara ayahnya yang nyaring itu.


" siapa itu? ah.. aku pasti bermimpi " gumam Arabella sambil menutup kembali mata nya rapat-rapat.


" ckckck anak ini "


Duke Reese membuka selimut yang menutupi tubuh Arabella.


" Bangun !" seru Duke Reese kesal


Gadis itu langsung beranjak bangun dan kaget melihat ayahnya ada di depannya. " Ternyata bukan mimpi? ini benar-benar ayah?" tanya Arabella heran


" Cepat mandi, lalu sarapan, setelah itu kita pergi ke butik " kata Duke Reese tegas


" Ayah, apa ayah tidak bekerja?" tanya Arabella


" Mana bisa di hari penting putri ku, aku pergi bekerja. Tentu saja hari ini libur nasional untuk ayah. " kata Duke Reese


" Ayah sangat bersemangat sekali ya " kata Arabella


" Bagaimana tidak? putri ku akan segera bertunangan... tidak ku sangka kau sudah sebesar ini. Jika ibu mu ada disini, dia pasti akan sangat senang " kata Duke Reese sambil memegang tangan anak gadisnya itu


" Ayah, apa ayah merindukan ibu?" tanya Arabella


" Kadang ayah merindukannya, tapi setiap kali melihatmu rindu ayah padanya sedikit terobati. Karena kau sangat mirip dengan ibumu " kata Duke Reese


" berarti aku cantik " kata Arabella percaya diri


" Iya sangat cantik. Sudahlah, ayo cepat kita harus pergi mempersiapkan untuk pertunangan mu " ujar Duke Reese


" Tapi ini masih pagi, ayah " kata Arabella merengek


" Jangan merengek lagi, pergilah mandi sana !" seru Duke Reese sambil tersenyum


Akhirnya hari ini tiba juga, hari dimana aku akan bertunangan dengan orang yang aku cintai. Terlepas dari masa lalu di kehidupan lama ku, ini adalah hal terbaik yang aku dapatkan di dalam hidupku yang sekarang. Banyak hal yang aku syukuri dalam kehidupanku yang sekarang, ayah dan kedua kakak ku yang masih hidup dan menyayangiku, Daisy, Layla dan Felix orang orang yang paling ku percayai, dan bertemu pangeran Aiden penyelamat hidup ku sekaligus orang yang sangat ku cintai. Semuanya akan lebih baik di kehidupan kali ini karena orang-orang yang ku sayang dan menyayangiku ada di samping ku, hanya satu masalah yang tersisa dan belum terpecahkan... yaitu membuktikan konspirasi Ratu dan Count Oscar.


Setelah selesai membersihkan diri, Arabella pergi sarapan bersama ayah nya. Ia heran karena dua kakak nya tidak terlihat.


" Loh? ayah, kemana kak Ethan dan kak Peter?" tanya Arabella sambil duduk di kursi nya


" Mereka menginap di Camp, pasti mereka sangat sibuk mempersiapkan pesta pertunangan mu. " jawab Duke Reese


" Ayah, apa pesta pertunangan ku akan digelar di istana?" tanya Arabella


" Kenapa kau bertanya begitu? tentu saja, ini juga permintaan langsung dari yang mulia raja." jawab Duke Reese


" tapi aku penasaran kenapa yang mulia raja mempercepat pertunangan ku ya?" tanya Arabella


" Ayah juga penasaran, ayah tidak tau kenapa " jawab Duke Reese


Arabella bersemangat dan mengajak Daisy dan Layla untuk pergi belanja juga.


" Layla, bibi Daisy ! ayo kita berangkat !" seru Arabella semangat


Saat mereka akan berangkat ke kota untuk berbelanja, ada beberapa orang urusan dari kerajaan Clarines datang ke mansion Reese. Mereka membawa baju baju dari desainer terkenal, perhiasan perhiasan langka, dan perlengkapan untuk pesta pertunangan.


" Bagaimana ini ayah? apa kita jadi pergi belanja ?" tanya Arabella yang bingung melihat rumahnya seperti toko sekarang karena saking banyak barang di sana.


" Maaf tuan Philips, tapi kenapa ya?" tanya Duke Reese bingung


" Tuan Duke saya hanya menjalankan perintah dari yang mulia Raja, baginda Ratu dan yang mulia pangeran. Agar tuan Duke dan putri Arabella tidak perlu bepergian ke kota untuk berbelanja. Keluarga kekaisaran sudah menyiapkan nya " kata Philips ramah


" Pu...putri?" Arabella terkejut


" Oh ya, aku lupa aku akan bertunangan dengan seorang pangeran, otomatis aku akan menjadi Putri " batin Arabella malu sendiri


" Bibi Daisy, kau dengar itu? nona kita dipanggil putri ?" tanya Layla berbisik senang


" Iya benar, nona kita akan menjadi putri " jawab Daisy senang


" Oh ya, yang mulia pangeran juga berpesan pada saya untuk memberikan surat pada tuan putri " kata Philips sambil menyerahkan sepucuk surat pada Arabella


" Terimakasih tuan Philips " kata Arabella sambil mengambil surat nya


" Sampaikan rasa terimakasih ku pada baginda Raja dan baginda ratu atas hadiahnya " kata Duke Reese


" Baiklah kalau begitu saya pamit tuan Duke, dan tuan putri " kata Philips sambil memberi hormat


Philips dan orang orang utusan Raja kembali ke kerajaan. Sementara itu Arabella bingung ingin memilih gaun yang mana karena semuanya tampak bagus.


" Baguslah, jadi kita tidak usah pergi ke kota untuk berbelanja.." kata Duke Reese


" Ayah, tidakkah ini terlalu berlebihan. " kata Arabella sambil membuka surat dari Aiden


...Untuk tuan putri ku, Kau tidak usah repot repot pergi ke kota. Aku sudah membawa seisi toko nya padamu, silahkan dipilih. Jangan lupa beristirahat, aku sangat menantikan pertunangan kita.....


" Dasar haha " Arabella tertawa sendiri


Layla dan Daisy juga sibuk memilih baju untuk mereka sendiri karena permintaan dari Arabella.


" Nona, ini terlalu berlebihan kita tidak usah memakai gaun yang indah seperti ini " kata Layla merasa bersalah


" Tidak apa, sekali sekali kalian harus berdandan cantik kan. Siapa tau di istana ada kstaria yang jatuh cinta padamu Layla" kata Arabella senang


" Ah ..nona, saya masih belum mau menikah "kata Layla


" Tidak apa, pacaran dulu saja " kata Daisy menimpali


" Bibi Daisy benar, Layla kau pilihlah gaun yang cantik. " kata Arabella senang


" Baik lah nona, terimakasih banyak " Layla tersenyum ceria


***


Di istana Clarines, semua orang sedang sibuk mendekorasi ruangan untuk acara pertunangan Aiden dan Arabella nanti sore. Raja sendiri yang memantau persiapan pertunangan itu, dan hal itu membuat Ratu iri.


" Harus ya, baginda raja melakukan ini? hanya pesta pertunangan saja harus semewah ini, sampai mengundang para Raja segala "kata Ratu ketus


" Hanya? ini adalah pesta pertunangan putra sulung ku, wajar saja jika aku ingin membuat pesta ini megah dan mewah. " kata Raja cuek


" Lalu setelah ini apa kau akan menjadikan putra sulung mu naik tahta?" tanya Ratu


" Jika aku mau, aku bisa melakukannya. Tapi, pangeran Aiden sama sekali tidak menginginkan nya. Dia tidak seperti mu yang terobsesi dengan jabatan Ratu dan terobsesi dengan ku " kata Raja dingin


" Baginda raja ! kau !" seru Ratu kesal


" Untuk hari ini saja, aku tidak mau berdebat denganmu. Jika sampai aku mendengar ada keributan karena mu, bersiaplah pindah ke istana pengasingan " kata Raja mengancam


" Tidak anak nya, tidak ibunya, sama saja " batin Ratu geram


***


Sore itu Arabella dan keluarganya datang ke istana, ia menjadi pusat perhatian semua orang di pesta itu. Gaun berwarna merah muda, kulit nya yang putih bersih, rambut emas nya yang indah, bola matanya yang berwarna biru sebiru lautan yang bisa membuat para pria jatuh hati pada nya. Gadis itu berjalan sambil digandeng oleh Duke Reese.


" Keluarga Reese memang luar biasa ya, mereka diberkati dengan kecantikan dan ketampanan " kata pria bangsawan 1


" Sayang sekali , putri keluarga Reese yang cantik itu akhirnya akan segera bertunangan " kata Pria Bangsawan 2


" kita tidak bisa menang melawan pangeran " kata pria bangsawan lainnya


Daisy dan Layla juga menghadiri pesta itu, mereka tampak canggung dan hanya berdiri di belakang.


Arabella berjalan menuju ke arah Aiden, di sana ada Raja, Ratu, Eugene dan Claire.


" Para hadirin sekalian, tamu tamu yang saya hormati, terimakasih untuk yang sudah hadir di pesta pertunangan pangeran Aiden Theodore Cassius dan putri Duke Reese nona Arrabella Naomi De Reese. " kata Raja pada semua orang yang ada di aula kerajaan itu


PROK PROK PROK


" Mari kita mulai acaranya !" ujar Raja sambil tersenyum ramah


" Tunggu !" seru Dominic dan Ariana terburu-buru


"Maaf saya terlambat " kata Ariana


" Baginda Raja, mohon maafkan atas keterlambatan saya "kata Dominic sopan


" Kalau bukan karena dia aku tidak akan terlambat " batin Ariana melirik kesal pada Dominic


#FLASHBACK


Ariana dan pelayannya tampak merencanakan sesuatu untuk mengacaukan pesta pertunangan Aiden Arabella dan kebetulan Dominic yang baru datang melihatnya.


" Kau masih belum berubah ya tuan Putri Ariana, kau masih licik dan beracun " kata Dominic sinis


" Ka..kau..raja iblis, sejak kapan kau ada disitu?" tanya Ariana bingung


" Aku sudah lama disini, cukup lah untuk mendengar dan melihat rencana mu " kata Dominic sinis


" Baik lah baiklah, aku mengaku aku menyukai pangeran Aiden. " kata Ariana


" itu bukan alasan untuk menyakiti seseorang, kalau kau menyakiti Arabella aku tidak akan diam saja " ujar Dominic mengancam


" Jadi kau menyukai Putri Duke itu? bukan kah ini bagus kalau aku membatalkan pertunangan mereka, kau jadi bisa dekat dengannya kan?" tanya Ariana heran


" Pikiranku tidak sependek itu, lebih baik kau lupakan saja untuk bersama pangeran Aiden. Ikatan cinta mereka terlalu kuat untuk dihancurkan. " terang Dominic


" Aku tidak tau loh, kalau kau bisa mencintai seseorang, sampai sedalam ini " kata Ariana heran


" Ya, mungkin karena aku punya hati. " kata Dominic


Pada akhirnya rencana Ariana untuk membuat keributan di pesta pun gagal oleh Dominic.


" Aku pikir dia hanya pembunuh berdarah dingin, tapi dia bisa jatuh cinta juga ya. Haa.. hebat sekali si Arabella itu, semakin ingin ku musnahkan saja " gerutu Ariana di dalam hatinya


Arabella dan Aiden bersiap-siap untuk prosesi penyematan cincin. Kedua pasangan itu saling melirik satu sama lain dengan bahagia.


" Akhirnya hari ini tiba " batin Aiden


" Hari dimana kita meresmikan hubungan kita " batin Arabella bahagia


Aiden memakaikan cincin di jari manis Arabella, lalu giliran Arabella yang memakaikan cincin di jari Aiden. Setelah prosesi penyematan cincin, Arabella dan Aiden dinyatakan resmi bertunangan.


" Aku ingin segera berduaan denganmu " bisik Aiden pada Arabella


" Tidak bisa yang mulia, anda harus berbicara dengan tamu lain. Aku juga " kata Arabella


" Ternyata raja Dominic datang juga kemari, aku harus bicara dengannya " batin Arabella merasa tak enak hati


" Pangeran, ayo bergabung dengan kami " kata Peter memanggil


" Kedua kakak mu memanggilku " kata Aiden malas


" Ya sudah,pergi lah sana. Kita akan bertemu lagi saat pesta dansa sudah dimulai " kata Arabella sambil tersenyum


" Aku tidak mau meninggalkan mu " ujar Aiden sambil cemberut


" Aku akan bersamamu seumur hidup, bagaimana bisa aku meninggalkanmu. Pergilah yang mulia" kata Arabella


Dengan hati yang malas, Aiden pergi menemani kedua kakak Arabella dan teman-teman nya mengobrol. Sementara itu Arabella menghampiri Dominic yang sedang ada di balkon.


" Selamat atas pertunangan kalian " kata Dominic tulus


" Terimakasih, dan maaf " Arabella meraa bersalah


" Jika ini tentang perasaan mu padaku, tidak usah minta maaf. Aku sudah tau aku akan kalah, ini bukan kesalahan mu " Dominic tersenyum pahit


" Ternyata yang mulia raja cukup peka juga ya, tapi aku masih ingin bilang. Maafkan aku, kah memang baik tapi aku tidak mencintaimu, namun, itu juga bukan berarti aku tidak menyukaimu " Arabella menjelaskan


" Selama ini dalam hidupku, tidak ada yang tidak bisa aku dapatkan ketika aku menginginkan sesuatu, pasti akan aku dapatkan bagaimana pun caranya. Aku bisa saja mengambil cara kejam untuk merebut Arabella dari sisi Aiden, aku bisa membunuh pria itu dengan mudah, tapi tidak aku lakukan. Karena aku sadar, aku sudah terlalu dalam memiliki perasaan ini dan aku tidak bisa melukainya sedikitpun. Padahal dalam hatiku, aku ingin memiliki mu.. " batin Dominic sakit hati


" Tidak usah minta maaf lagi, jika kau merasa bersalah. Maka izinkan aku melakukan sesuatu untuk terakhir kalinya " kata Dominic masih dengan senyuman pahitnya


" Apa itu? aku pasti akan izinkan " Arabella langsung setuju


" Izinkan aku memelukmu " jawab Dominic sambil menatap lembut ke arah Arabella


" APA?" Arabella kaget


" Tidak mau? ya sudah kalau kau.."


Gadis itu memberanikan dirinya untuk memeluk Dominic. Raja iblis itu terpana karena Arabella tiba tiba memeluknya untuk pertama kalinya ia merasa bahagia, karena Arabella yang memulai pelukannya lebih dulu.


" Aku tidak mau disebut munafik. Bahwa aku juga memiliki perasaan suka padamu, tapi rasa suka ku pada Aiden jauh lebih besar daripada rasa suka ku pada mu.. tidak, aku suka padamu, tapi aku jatuh cinta pada Aiden " batin Arabella merasa bersalah


Dominic mengelus kepala Arabella untuk terakhir kalinya dan ia terlihat sedih saat Arabella tidak melihatnya.


" Bohong kalau aku bilang hatiku tidak sakit, jadi begini kah sakit ketika orang yang kau cintai akan meninggalkanmu? ini seribu kali lebih menyakitkan daripada tertusuk pedang di medan perang " batin Dominic patah hati


***


Di pesta, banyak sekali orang yang mengucapkan selamat pada Aiden, dan anggota keluarga kerajaan. Ada juga beberapa dari mereka yang memuji kecerdasan Pangeran Aiden dan putra mahkota.


Raja dengan senang hati membanggakan kedua putra nya itu tanpa membeda bedakan mereka.


Pesta dansa pun dimulai, Arabella dan Aiden mengawali dansa pertama karena mereka adalah pemeran utama dalam pesta itu. Dominic dan Eugene masih saja menatap mereka berdua dengan cemburu.


" kenapa masih sulit rasanya melepaskan mu? ini tak mudah " batin Dominic sambil meminum sampanye nya


" Yang mulia cukup pandai berdansa juga ya " kata Arabella heran


" Sebenarnya aku belajar dulu, tadi pagi dari Lorenzo " kata Aiden malu malu


" Apa? yang mulia sudah bekerja keras. Hanya belajar sebentar saja sudah bisa melakukannya. " Arabella memuji


" Apa kau mengejekku?" tanya Aiden


" Ini pujian " jawab Arabella


" Kau wanita tercantik malam ini " kata Aiden


" Yang mulia juga paling tampan malam ini " Arabella balik memuji


" Rasanya aku ingin mencongkel mata semua pria yang menatapmu itu " kata Aiden geram


" Lalu apa kabar dengan para wanita yang melihat mu dengan tatapan genit itu? harus ku apakan ?" tanya Arabella sambil tersenyum


" Aih.. aku hanya ingin menyimpan mu untuk diriku sendiri " kata Aiden mengeluh


" Aku memang untuk mu " kata Arabella


Aiden memeluk Arabella semakin erat. Semua orang melihat mereka yang terlihat serasi.


" Yang mulia banyak orang yang melihat." Arabella gugup


" Biarkan saja, aku kan calon suami mu sekarang " Aiden bangga


Setelah selesai berdansa, Arabella dan Aiden mengobrol dengan teman mereka masing masing.


" wah nona Arabella selamat ya " kata Aida


" Kau resmi jadi kakak ipar ku sekarang " kata Camille senang


" Terimakasih ya " kata Arabella ceria


" Kenapa rasanya ada sesuatu yang akan keluar dari tubuh ku? rasa sakit ini lagi.." batin Arabella sambil memegang dadanya


" Nona Arabella kau baik baik saja?" tanya Megan yang cemas melihat raut wajah Arabella yang tidak baik


" Seperti nya kau kelelahan " kata Lily cemas


" Aku sungguh tidak papa " kata Arabella memegang dadanya


" Sakit ..sekali " batin Arabella kesakitan


" Aku akan pergi ke kamar kecil sebentar " kata Arabella sambil berjalan pergi


" biar aku temani " kata Camille


" Tidak perlu putri " Arabella tersenyum


Gadis itu berjalan menuju ke kamar kecil, lalu ia ambruk di tengah perjalanan nya dan tiba tiba ia memuntahkan darah.


" Uhuk ! " gaun nya yang berwarna cerah menjadi kotor karena darah yang sangat banyak keluar dari mulutnya


" Kenapa? sakit sekali.." batin Arrabella


Arabella jatuh pingsan di lantai, semua orang di pesta kaget melihatnya.


" Nona Arabella !" para gadis berteriak panik


Aiden, Dominic dan Eugene ,menengok ke arah asal suara teriakan yang panik itu. Duke Reese dan kedua kakak Arabella juga kaget melihat Arabella sudah tergeletak di lantai dengan bersimbah darah dari mulutnya. Aiden dengan cepat menghampiri nya lebih dulu dari yang lain.


" Naomi ! Naomi..!" teriak Aiden panik


" Sa..sakit sekali.." gumam Arabella yang setengah sadar


" Apanya yang sakit? " tanya Aiden cemas


" Yang..mulia..aku. ingin mengatakan sesu..atu.." gumam Arabella, lalu tangannya terkulai tidak sadarkan diri.


" Abel !" teriak Ethan, Peter dan Duke Reese


" Arabella?" batin Eugene dan Dominic kaget


" Panggil dokter sekarang !" teriak Ethan panik


Saat semua orang panik, hanya Ratu, Count Oscar dan Claire yang terlihat senang melihat kejadian itu.


Dominic dan Eugene yang peka, melihat raut wajah Claire, Ratu dan Count Oscar yang terlihat senang melihat Arabella tak berdaya.


Sementara itu Layla terlihat ketakutan melihat Arabella " Nona.. maafkan saya.. " batin Layla sedih


***


Dokter kerajaan memeriksa kondisi Arabella dan ia mengatakan bahwa Arabella telah meminum racun untuk waktu yang lama sehingga mengakibatkan beberapa organ dalam nya rusak.


" Racun? racun macam apa itu?" tanya Duke Reese cemas


" Racun ini mungkin berasal dari klan iblis atau bangsa monster, dan racun ini sangat berbahaya. Kondisi putri Arabella saat ini berada dalam masa kritis dan racun ini belum ditemukan penawarnya " kata Dokter menjelaskan


Aiden, Raja , Duke Reese dan kedua kakak Arabella tercengang mendengarnya.


" Siapa yang berani meracuni adikku?" tanya Peter marah


" Peter, tenang !" seru Ethan


" Sir Ethan, lakukan penyelidikan segera! aku ingin orang yang meracuni tunangan ku ditangkap dan dihukum seberat beratnya " kata Aiden tegas


" Siapa yang bisa meracuni Naomi setiap hari? apa dia orang terdekat nya? tidak akan kubiarkan orang itu hidup !" batin Aiden penuh kemarahan


Sementara itu Arabella masih belum sadarkan diri karena masih dalam kondisi kritis, Daisy dan Layla ada di sampingnya juga.


" bagaimana ini? bagaimana jika aku ketahuan? haruskah aku kabur saja?" batin Layla ketakutan


...---***---...