Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 77 Penurunan Putra mahkota


Tepat setelah Ratu dipenggal, Camille jatuh pingsan dan dibawa ke rumah sakit kerajaan untuk mendapatkan perawatan. Arrabella, Ethan, Peter berkumpul di depan mansion Reese untuk melepas kepergian Ariana ke kerajaan Monique.


" Yang mulia, apa anda sudah siap?" tanya Ernest


" Iya Ernest, mari kita pergi " jawab Ariana


Ariana melihat ke arah Ethan yang terlihat biasa saja saat dia akan pergi. Dalam hatinya ia bertanya-tanya " Apakah Ethan akan diam saja melihatnya pergi? apakah sampai akhir dia tidak akan menyatakan cintanya? apakah cinta Ariana hanya sepihak saja?" gadis itu terlihat kecewa.


" Kita akan bertemu lagi putri Arrabella, aku dengan senang hati akan menyambut mu di kerajaan Monique, tuan Peter dan sir Ethan terimakasih sudah menerimaku disini. Aku sangat senang " kata Ariana


" Kami juga senang putri Ariana ada disini, saya jadi mempunyai teman ngobrol. Saya seperti memiliki kakak perempuan.. ah maafkan kelancangan saya yang mulia " kata Arrabella sambil menunduk


" Aku tidak apa kok, aku mau menjadi kakak dari gadis hebat seperti mu. " Ariana tersenyum


" Yang mulia.. saya terharu.." Arrabella berkaca-kaca


Ariana memeluk Arrabella dengan tulus ia menyayangi Arrabella sebagai adiknya sendiri.


" Jaga kesehatan ya, kalau ada apa apa kau bisa cerita padaku. Jangan lupa mengirim surat, aku akan membalasnya, PASTI !"


" Saya akan mengirimkan surat, jadi anda juga harus membalasnya ya. Janji ?"


" Aku janji " jawab Ariana sambil tersenyum


" Apa kau akan melepas ku seperti ini saja Sir Ethan? ternyata perasaan ku hanyalah sepihak ya?" batin Ariana kecewa


Putri dari kerajaan Monique itu melambaikan tangannya, ia seolah tidak ingin meninggalkan kediaman Reese atau mungkin tidak ingin meninggalkan hatinya disana. Kereta yang ia naiki mulai berjalan menjauh, Ethan hanya melihatnya dari jauh.


" Apa kakak akan seperti ini saja? pengecut " gumam Arrabella kesal


" Apa kau bilang?" tanya Ethan


" Kalau sudah pergi kau akan menyesal, kalau kau cinta padanya ! kejar dia, nyatakan perasaan mu padanya, bukan hanya diam seperti ini. Tindakan kakak yang diam seperti ini, tidak akan di mengerti oleh putri Ariana. Terkadang seseorang butuh kata kata untuk diungkapkan, sebagai ketulusan. Kau harus lebih berani " Arrabella menasehati dengan tegas


" Abel .. kau benar !" Ethan yakin


Ethan berlari dengan cepat menyusul kereta yang membawa Ariana. Peter dan Arrabella menyemangati kakak sulung mereka.


Hosh hosh Hosh


" tunggu ! putri Ariana !" teriak Ethan


Kereta itu berhenti dan Ariana keluar dari keretanya, ia menatap pria tampan yang ada dihadapannya itu dengan tatapan bingung penuh pertanyaan, ia seperti menunggu sesuatu.


" Jangan pergi dulu .. huftt . huftt.." kata Ethan sambil mengatur napas nya


" Ada sesuatu yang mau kau katakan padaku?" tanya Ariana


" ini ..." Ethan menyerahkan sebuah kotak berwarna merah pada Ariana.


" Apa ini?" tanya Ariana


" Buka saja "


" Boleh ku buka sekarang?" tanya Ariana. Ethan menjawabnya dengan anggukan. Ariana membuka kotak itu dan ia di dalamnya ada sebuah kalung berbentuk bunga mawar berwarna merah di hiasi permata yang berkilau indah.


" Ini sangat cantik.." Ariana kagum.


" Semoga yang mulia menyukainya " kata Ethan


" Aku sangat suka " kata Ariana senang


" Saya tidak tahu bagaimana berhubungan dengan seorang wanita, saya juga orang yang kaku. Anda adalah orang pertama, yang mulia. Saya menyukai anda " kata Ethan sambil tersenyum malu malu


" Aku sudah menunggu ini sejak lama, aku senang kau mengakui perasaanmu. Aku senang! sangat senang !" Ariana memeluk Ethan dengan gembira dan tak memedulikan orang orang di sekitar sana memperhatikan mereka.


" Syukurlah kalau yang mulia senang. Saya mohon bantuannya " kata Ethan


" Baiklah, pakaikan kalung ini untukku " kata Ariana


Ethan memakaikan kalung itu pada Ariana, lalu Ariana mencium Ethan dengan mesra. Pria itu terlihat malu malu, sambil memperhatikan sekitarnya.


" Saya tidak lihat.. " kata Berry sambil membalikkan badannya


" Saya juga tidak lihat " kata Ernest sambil pura pura membersihkan kereta


Ariana melepaskan ciumannya itu dan tersenyum senang. Ethan juga tersenyum.


" mulai sekarang kau adalah kekasihku, ingat itu baik-baik sir Ethan " kata Ariana


" Saya akan mengingatnya yang mulia "


" Kalau begitu, aku akan pergi. Aku akan mengundangmu dan keluarga Reese nanti, secara resmi. Dan kau akan bertemu ayah ku " kata Ariana


" Bertemu yang mulia raja Monique?" tanya Ethan kaget


" Kau adalah kekasihku, tentu saja ayahku harus tau kan? tenang saja ayah ku baik kok " kata Ariana


" Dia sangat baik, pasti dia akan menerimamu dengan cepat. Lalu menyuruhku segera menikah " batin Ariana senang


" Bertemu Baginda raja? dia orang seperti apa ya?" batin Ethan takut


" Kita akan bertemu lagi " kata Ariana


" Yang mulia hati-hati diperjalanan, tuan Ernest tolong jaga yang mulia " kata Ethan


" Tentu saja sir Ethan, ini adalah tugas saya sebagai kstaria tuan putri " kata Ernest


Ariana pergi dari Clarines, setelah menerima pernyataan cinta dari Ethan. Setelah itu, Peter dan Ethan mengajak Arrabella bicara tentang apa yang dikatakan Oscar sebelumnya.


" Jadi kak Ethan juga sudah tau ya?" tanya Arrabella


" Iya, kami ingin menjelaskan semuanya padamu. Kami menyayangimu, Abel itu adalah masa lalu. Bisakah kau melupakan nya?" tanya Ethan


" Sudahlah, seperti kata kakak, ini masa lalu Jadi aku tidak akan mempermasalahkan nya lagi " kata Arrabella sambil tersenyum


" Kami minta maaf Abel.. " kata Peter dan Ethan


" Aku memaafkan kalian kok "


Arrabella dan kedua kakak nya berdamai dan berpelukan dengan hati yang lapang dan gembira. Keadaan di kediaman Reese tampak damai dari luar dan dari dalam, tapi keadaan istana adalah kebalikannya. Setelah kematian Ratu dan Oscar, keadaan istana memanas saat para bangsawan pendukung Aiden dengan gencar mengajukan petisi penurun putra mahkota Eugene. Hal ini berdampak besar pada hubungan Raja, Eugene dan Aiden yang semakin memanas dan tegang.


" Baru saja ibuku tiada, mereka sudah mengajukan permintaan seperti ini. Apa selama ini aku begitu tidak berharga sebagai putra mahkota?" gumam Eugene sedih


" Tidak yang mulia, tidak seperti itu. Putra mahkota adalah pemimpin yang baik dan kebanggaan kerajaan ini " kata Liam menyemangati


" Apapun yang aku lakukan, semuanya tidak berarti apa apa. Semuanya, direbut olehnya !" Eugene marah dan sedih


Di aula kerajaan..


" Yang mulia ! mohon dengarkan permintaan kami ! Tolong cabut gelar putra mahkota ! Reputasi mantan Ratu yang sudah melakukan kejahatan besar, tidak pantas bagi putra mahkota menjadi Raja di masa depan !!" teriak para bangsawan sambil berlutut di depan aula kerajaan, tempat Raja duduk di singgasana nya.


Raja terlihat gusar dengan teriakan dan permintaan para bangsawan tentang penurunan putra mahkota. Ia berada di dalam dilema, mempertahankan Eugene, maka rakyat akan kehilangan kredibilitas nya terhadap kerajaan. Atau mengangkat Aiden sebagai putra mahkota yang baru, dan akan menimbulkan perselisihan antara Eugene dan Aiden semakin memanas.


Sungguh keputusan yang membingungkan bagi sang Raja? Di satu sisi Eugene adalah anaknya, disisi yang lain Aiden juga adalah anaknya.


" Sudah berapa lama mereka seperti itu, Philips?" tanya Raja sambil memegang kepalanya yang terasa penat


" Sudah 3 jam yang mulia " jawab Philips


" mantan Ratu baru saja wafat kemarin, dan mereka sudah berani mengajukan permintaan seperti ini? keterlaluan sekali !" Raja marah


Raja keluar dari aula kerajaan dan memarahi semua bangsawan yang ada di luar aula, untuk menenangkan para bangsawan itu, Raja mengatakan bahwa ia akan mempertimbangkan keputusan itu.


" Entah bagaimana perasaan putra mahkota sekarang, dia pasti sangat terpukul. Philips, aku akan menemui putra mahkota " kata Raja


Raja menemui putra mahkota yang tengah sibuk mengerjakan pekerjaan nya, wajah Eugene terlihat sedih, ia terlihat banyak pikiran. Raja sangat mencemaskan nya, dan menanyakan keadaannya. Sebisa mungkin Raja berusaha menghibur anaknya, akan tetapi itu tak bisa menenangkan hati sang anak.


" Ayah, apa ayah akan menurunkan posisiku sebagai putra mahkota? apa ayah akan melakukannya?" tanya Eugene sedih


Raja tak bisa menjawab pertanyaan Eugene, dan hanya terdiam dengan wajah penuh kegelisahan. Eugene sudah menduga bahwa ia akan kehilangan posisi nya sebagai putra mahkota, dan Aiden lah yang akan menggantikan posisinya.


" Yah, aku tidak heran sih. Karena ini permintaan rakyat dan permintaan para bangsawan dengan memaksa dan menekan ayah, ayah juga tidak bisa berbuat apa apa. Lalu apa setelah ini ayah akan membuang ku?" tanya Eugene sedih


" Tidak, mana mungkin aku begitu. Aku adalah ayahmu, aku menyayangimu.. sangat.. kau dan pangeran Aiden sama sama penting untukku " kata Raja sambil memegang kedua bahu Eugene yang kokoh dan menatap wajah anaknya dengan lembut


" Kalau begitu tidak apa-apa, turunkan saja aku dari posisiku. Tapi.. jangan sampai pangeran Aiden menjadi putra mahkota !" seru Eugene


" Nak, kenapa kau berkata seperti ini?" tanya Raja


" dia adalah kakakmu, Eugene "


" Bukan, dia adalah pembunuh ibuku " kata Eugene penuh kemarahan


" Eugene.."


" itu keputusan ku ayah.." kata Eugene sedih


Pada akhirnya keputusan akan dibuat oleh Raja cepat atau lambat demi menenangkan semua pihak. Penurunan putra mahkota akan tetap dilakukan, tapi mengenai penggantinya.. Raja belum mengatakannya karena Aiden sendiri menolak untuk menjadi putra mahkota. Meskipun sudah tau kalau Aiden menolak menjadi putra mahkota, tidak menutup kebencian Eugene padanya. Ia merasa kalau Aiden sudah mengambil semuanya darinya, dari mulai Arrabella sampai tahta.


*****


3 hari kemudian, Aiden pergi ke kediaman Reese untuk mengajak tunangan nya itu jalan jalan berdua.


" humm..ini enak sekali, yang mulia ayo coba ini !" Arrabella menyuapi Aiden dengan bakso tusuk yang ia beli dipinggir jalan


" Panggil aku Aiden " kata Aiden


" Hehe.. maaf, aku lupa " Arrabella tersenyum


Aiden dan Arrabella duduk di kursi taman tempat mereka suka bertemu. Mereka saling bercerita tentang apa yang terjadi.


" Aku sudah dengar desas-desus bahwa kau akan menjadi putra mahkota, kenapa tidak kau coba saja menjadi putra mahkota. " kata Arrabella


" Kau sungguh ingin aku menjadi raja?" tanya Aiden


" Tidak, bukan begitu juga sih. " jawab Arrabella


" Jadi, apa mau mu? kau ingin aku menjadi raja atau bagaimana?" tanya Aiden


" Aku ingin kau menjadi Aiden saja " jawab Arrabella


" Kalau begitu aku akan menjadi Aiden saja " kata Aiden santai


" Akan tetapi, kalau kau menjadi Raja, rakyat ini akan sangat beruntung " Arrabella tersenyum


" benarkah? Aku cukup menjadi Aiden saja, aku tidak ingin menjadi raja " kata Aiden


" Iya, kau cukup jadi Aiden saja untukku " kata Arrabella


Aiden mengantar Arrabella pulang ke mansion Reese, ia meminta cermin Arrabella yang diberikan oleh Dominic untuk menghubungi nya masalah obat penawar Arrabella.


" Bagaimana cara menghubungi nya?" tanya Aiden


" Oh ya aku baru ingat ! raja Dominic pernah bilang padaku kalau hanya aku saja yang bisa menggunakan cermin ini " jawab Arrabella


" APA? jadi selama ini kau selalu menghubungi nya tanpa sepengetahuan ku ?" tanya Aiden dengan wajah yang gloomy


" Yang mulia jangan salah paham, aku tidak pernah menghubungi nya kok " jawab Arrabella sambil tersenyum


" Yang benar?" tanya Aiden ragu


" Iya, sungguh !" seru Arrabella


" Baiklah, aku percaya. Simpan saja dulu cermin nya, besok mari kita hubungi dia bersama " kata Aiden


" Baiklah " wanita itu memasukkan cermin nya ke dalam saku gaunnya.


Aiden memeluk Arrabella dan berkata bahwa ia tak ingin berpisah dengan nya.


" Aku ingin cepat menikah dan melihatmu setiap hari.. " kata Aiden lembut


" Hehe.. baiklah, nanti kita akan menikah.."


Pria itu lagi lagi menunjukkan sisi agresif nya, dengan berani ia mencium bibir wanita itu, **********, bermain main dengan lidah wanita itu dengan penuh gairah. Arabella juga tak tinggal diam, ia membalas ciuman tunangannya itu.


" Haa.. haa.. " Arrabella mengambil napas.


" Kau masih belum terbiasa berciuman, aku akan mengajarimu lagi lain kali sayang "


" Aku curiga, apakah kau pernah berciuman sebelumnya? kau sangat ahli !" kata Arrabella


" Kau selalu yang pertama untukku, dari kecil sampai sekarang aku hanya mencintaimu seorang " Aiden menatap wanita itu dengan penuh cinta.


****


Akhirnya penurunan putra mahkota di lakukan, Eugene tak bisa berbuat apa apa untuk mencegahnya. Karena itu adalah keputusan Raja, bangsawan dan rakyat yang sudah disepakati bersama. Status Eugene kini adalah seorang pangeran dan putra mahkota lagi.


" Kelihatannya kakak senang, karena aku sekarang bukan lah putra mahkota lagi. Seperti nya kau memiliki banyak keuntungan dari hal ini " Kata Eugene sinis


" Kau terlalu berfikiran negatif pangeran Eugene, aku sudah bilang kan kalau aku tidak pernah menginginkan posisimu " kata Aiden ketus


" Munafik, bukankah ini yang kau inginkan selama ini? kau kembali ke istana ini hanya untuk mengambil semua yang jadi milikku " kata Eugene


" Yang mulia pangeran, tolong perhatikan kata kata anda " kata Lorenzo tidak senang


" beraninya kau menyela pangeran yang sedang bicara !' seru Eugene marah


" yang mulia Pangeran,mohon maafkan ketidaksopanan saya " kata Lorenzo sopan


" Dengarkan aku baik baik, aku akan mengambil kembali semua yang harusnya menjadi milikku. Kalau tidak kudapatkan, maka aku juga tidak akan membiarkan mu mendapat nya, kakak " bisik Eugene pada Aiden. Aiden menghela napas mendengar nya.


Eugene dan Liam pergi menjauh dari Aiden dan Lorenzo.


" Menyebalkan sekali dia !" Lorenzo mendengus kesal


" Sudahlah biarkan saja, kau juga jaga kata katamu di depannya " kata Aiden tegas


" Habisnya saya kesal, dia masih saja menyimpan amarah pada yang mulia. Padahal yang mulia sudah menolak tawaran untuk menjadi putra mahkota itu demi dirinya " kata Lorenzo kesal


" Kau jadi seperti Demian ya, banyak bicara kau !" seru Aiden


***


Di mansion Reese, Arrabella dan Daisy pergi ke kota untuk membeli kue pia Bakery. Mereka sudah lama tidak ke kota, dan mereka berjalan jalan sebentar. Ditemani juga oleh Felix dan Hugo ( pak kusir ).


" Menyenangkan sekali ya bibi Daisy, sudah lama kita tidak berjalan jalan " kata Arrabella sambil menikmati pemandangan kota


" Iya, seandainya Layla ada disini. Dia pasti senang di ajak jalan jalan bersama kita " kata Daisy sedih


" Dia sudah tenang di alam sana, pasti. Karena orang-orang yang sudah membunuhnya sudah mendapatkan balasan yang setimpal. Kau tenang saja bibi Daisy " kata Arrabella


" Sekuat apapun kejahatan, pada akhirnya kebaikan lah yang akan menang " batin Arrabella


Tiba-tiba saja seorang pria menjambret kalung kristal yang dipakai Arrabella. Gadis itu kaget dan mengejar pria pencuri itu.


" Hey !! kau ! kembalikan kalungku dasar pencuri !" seru Arrabella berteriak


" Tuan putri ! Felix, mana Felix dan tuan Hugo?" tanya Daisy panik sambil mencari cari keberadaan Felix dan Hugo yang tidak terlihat.


" Tidak apa, aku akan selesaikan sendiri. Bibi Daisy, tunggu disini !" Wanita itu berlari mengejar si pencuri.


" Tidak ! tuan putri jangan ! berbahaya !" seru Daisy yang juga mengejar Arrabella yang berlari.


Wanita itu sampai di gang sepi, dan melihat si pria itu mengambil kalungnya.


" Nona mau kalung ini?" tanya pria itu


" Kembalikan padaku ! beraninya kau mencuri !" seru Arrabella


" Tidak mau " jawab pria itu meremehkan


Wanita itu mengeluarkan sedikit ilmu bela diri yang ia pelajari dari Aiden, namun wanita itu lumpuh saat pria itu membekap mulutnya dengan sebuah kain. Pria itu tersenyum senang, tak lama kemudian muncullah beberapa pria lainnya di gang kecil dan sepi itu.


" Ayo kita bawa dia !"


" Yang mulia pasti akan senang, karena kita berhasil mengerjakan pekerjaan dengan baik "


...---***----...


Hai readers setia ku, mohon maaf hari ini upnya agak telat, mohon pengertiannya ya..


dikarenakan kesibukan di hari lebaran. 🙏😊 mohon maaf lahir dan batin ya readers semuanya, mohon maaf bila ada kesalahan author dalam menulis novel..jika ada kata kata yang kurang berkenan 😊😁


Dan maaf juga untuk khusus untuk besok Novel ini gak up dulu 🙏😊 tetap dukung karya author ya, like rate komen nya. Semoga semuanya di sehatkan selalu