Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 30 Rindu


Kedua pangeran dari kerajaan Clarines, dan beberapa bawahan mereka nampak sedang berdiskusi tentang cara membuka pelindung sihir di menara Gionda.


" Yang mulia pangeran, apa anda yakin itu benar-benar sihir pelindung?" tanya Ethan


" Benar, saat aku melangkahkan kaki di tempat itu, tubuhku terpental dengan sendirinya " jawab Aiden yakin


" Jika itu benar, maka kemungkinannya Arabella ada di tempat itu. Tapi, kita tidak bisa melihatnya " kata Peter berasumsi


" Apa kakak sudah mencoba memakai sihir nya ke dalam pelindung itu?" tanya Eugene


" Sudah, tapi kekuatan pelindung itu sangat kuat. Seperti nya kita harus menggabungkan kekuatan sihir kita " kata Aiden


" Baiklah, kalau begitu ayo kita kesana " kata Eugene mengajak


Eugene, Aiden, Ashton, Peter, Felix, Ethan dan Lorenzo pergi melihat pohon yang menjadi penanda sihir perlindungan.


" Ini tempatnya?" tanya Eugene


" Benar, pohon ini adalah batas nya. " jawab Aiden


Eugene berjalan mendekati pohon itu dan ia berusaha menyentuh pelindung itu dengan jarinya, seketika jarinya terbakar seperti terkena api.


" Yang mulia!" seru Peter, Ashton, Ethan panik


" Aku baik-baik saja " kata Eugene sambil melihat jarinya yang terbakar


" sudah ku bilang, ini tempatnya. Di tempat ini tadi aku mendengar suara nya " kata Aiden


" suara siapa?" tanya Eugene


" Arabella " jawab Aiden yakin


Peter, Ethan, Ashton, Felix dan Lorenzo tercengang mendengar nya.


" Aku yakin, aku mendengar suara nya dan juga merasakan kehadiran nya disini " kata Aiden yakin


" Kalau begitu, kita harus coba gabungkan kekuatan kita untuk menembus pelindung nya " kata Eugene


Aiden dan Eugene menggunakan kekuatan sihir mereka untuk menembus sihir pelindung itu. Mereka terlihat kelelahan dan berkeringat, lalu mereka berdua terpental bersamaan.


" Yang mulia pangeran! yang mulia putra mahkota!" teriak para pria panik


" Kami baik baik saja " kata Aiden menenangkan


Aiden dan Eugene terlihat kaget karena tiba-tiba melihat sebuah menara di depan mereka.


" Apa kau melihatnya juga?" tanya Aiden pada Eugene


" Iya, aku melihatnya. Arabella pasti ada disana " jawab Eugene tersenyum senang


" Menara nya mungkin sudah terlihat, tapi pelindung nya masih ada.." kata Aiden


" Sekarang kita harus..


Perkataan Eugene terhenti saat Dominic tiba-tiba datang di hadapan mereka, dengan wajah yang dingin dan datar, namun sorot mata nya tajam.


" Itu dia, raja Dominic " kata Ashton terpana


" Dia kelihatan kuat " kata Lorenzo


Aiden dan Eugene kaget melihat Dominic berdiri di depan mereka.


" Tidak aku sangka kalian bisa melihat menara tersembunyi ku dengan mudah " kata Dominic


" Kenapa mereka punya sihir? setahuku mereka tidak punya sihir, apa itu kekuatan MANA ? tidak mungkin, MANA biasanya akan muncul ketika seseorang terdesak dan berada dalam bahaya.." batin Dominic berfikir


* MANA : dalam bahasa Austronesia berarti " kekuatan " kemujaraban " martabat " kekuatan disini sering dianggap sebagai kekuatan gaib "


" Dimana dia?" tanya Eugene menatap tajam raja Dominic dengan tidak suka


" Haa.. dimana dia apa urusan nya dengan kalian " jawab Dominic sinis


" Pria ini benar-benar menyebalkan " batin Ashton


" Biarkan kami melihatnya, kami harus memastikan bahwa dia baik-baik saja " kata Aiden tegas


" Lalu apa kalian kesini sudah membawa apa yang aku mau?" tanya Dominic dingin


" Kami tidak bisa mengabulkan nya, tapi gadis itu tidak ada hubungannya dengan semua ini. Kami harap kau mau bekerja sama dan membebaskan nya " kata Aiden tegas


" Kalau kalian tidak memberikan apa yang aku mau, kenapa aku harus bekerja sama dengan kalian?" tanya Dominic heran


" Meskipun kalian memberikan apa yang aku inginkan, aku juga tidak akan pernah membebaskan nya " batin Dominic


" Dasar raja licik " batin Eugene kesal


" Kau memang tidak bisa di ajak bernegosiasi ya !" seru Peter marah


" Peter, sabar !" seru Ethan


" Kakak ! orang ini bikin naik darah saja !" seru Peter marah


" Jika kalian kesini tidak membawa apapun, lebih baik kalian pergi saja. Setelah itu barulah kembali dan aku akan mempertimbangkan membebaskan Arabella " kata Dominic dingin


" Dia tidak mau rugi sama sekali " batin Ashton


" Itu berarti bukankah kita sia-sia datang kesini untuk menolong nona ?" batin Felix cemas


" Raja ini benar-benar sulit diajak bicara " batin Lorenzo


" Kami ingin melihat nya, kau tidak dengar?" tanya Eugene kesal


" Dia pasti ada di dalam sana, tapi bagaimana caranya kesana " batin Aiden berfikir


Aiden dan Eugene menatap Dominic dengan tajam dan penuh kemarahan.


***


Gadis itu mencoba untuk kabur, tapi semakin ia berusaha keluar dari kamar nya, tangan dan tubuhnya pun jadi penuh luka.


" Nona, tolong hentikan ! kau sudah banyak terluka " kata Wen cemas


" Dia benar-benar ingin aku mati kan? jadi biarkan saja aku mati, yang penting aku pergi dari sini !" seru Arabella kesal


" Nona, nona salah paham. Yang mulia raja sangat peduli padamu, dia takut jika kau pergi keluar akan berbahaya untukmu. " kata Wen membujuk


" Peduli? jika dia peduli padaku dia pasti sudah membebaskan ku dari sini, dia begitu karena keinginan nya belum tercapai " kata Arabella sedih


" Nona .. anda belum mengerti yang mulia raja sepenuhnya. Apa nona tidak melihat bahwa yang mulia raja selalu menuruti keinginanmu selama ini ? itu artinya dia sangat peduli pada nona " kata Wen


" Yang di katakan Wen ada benarnya juga, selama aku berada disini tanpa aku sadari dia memang selalu menuruti semua keinginanku, meskipun aku selalu marah-marah padanya. Dia memang selalu melakukan banyak hal untukku, kecuali ketika aku meminta untuk pulang dia tidak mengizinkan nya. Apa benar seorang tiran seperti dia mempunyai hati? " batin Arabella berfikir


" Bagus, seperti nya nona sudah mulai berfikir tentang yang mulia raja " batin Wen


" Saya akui memang kenyataan nya yang mulia selalu menyakiti orang lain dan berbuat jahat pada orang lain, tapi setahu saya dia tidak pernah berbuat jahat pada nona atau mencelakai nona kan?" tanya Wen dengan wajah memelas


" ya, walaupun dia beberapa kali mencekikku dia memang tidak pernah berbuat jahat padaku. Tapi, ini bukan rumahku dan aku harus pulang. Karena dia datang untuk menyelamatkan ku " kata Arabella


" Maksud nona, pria yang tadi nona panggil sebagai pangeran?" tanya Wen


" Benar, dia adalah orang yang penting bagiku " jawab Arabella dengan penuh perasaan


" Nona Arabella seperti nya memiliki perasaan pada pria tadi, lalu bagaimana jika yang mulia mengetahui nya? " batin Wen


" Pangeran Aiden, kau sudah datang sejauh ini untuk menolongku. Aku sangat senang, meskipun kita masih belum berbaikan. Ketika aku keluar dari sini, mari kita bicara dan kita berbaikan. Setelah aku terpisah darimu, aku yakin kalau aku menyukaimu. Tidak peduli kau adalah pangeran Aiden atau guru Cedric. " batin Arabella tulus


" Wen, bantu aku keluar dari sini.. aku mohon, kau pasti tau kan jalan tanpa sihir perlindungan nya ?" tanya Arabella memohon


" Nona, saya tidak tahu " jawab Wen


" Wen !" seru Arabella kesal


" Maafkan saya nona, meskipun saya tahu tempatnya, saya tidak ingin nona pergi. Jika nona pergi mungkin yang mulia akan kembali pada sifat lamanya. Saya tidak bisa membiarkan yang mulia kembali pada kegelapan, setelah saat ini dia mulai berada di jalan yang terang " batin Wen merasa bersalah


" Aku tahu kau berbohong Wen, tapi kenapa kau sama seperti nya? kenapa kau tidak ingin aku pergi dari sini?" batin Arabella merasa sedih


Gadis itu mencoba beberapa kali untuk keluar dan kabur dari menara, tapi sihir pelindung itu tidak bisa ditembus dan akhirnya malah ia yang terluka. Wen terpaksa mengikat Arabella agar ia tak mencoba kabur lagi dan melukai dirinya.


" Wen, lepaskan aku ! kenapa kau lakukan ini?" tanya Arabella kesal


" Maafkan saya nona, saya tidak ingin nona melukai diri nona sendiri. " jawab Wen merasa bersalah


" Dengan mengikatku?" tanya Arabella kesal


" Iya nona, maafkan saya. Saya tidak mau dihukum yang mulia karena nona terluka " jawab Wen


" Dia pasti akan senang kalau aku terluka, jadi lepaskan saja aku !" seru Arabella


" Nona, anda seperti nya belum mengerti yang mulia " kata Wen sambil menghela napas


" Aku harus mencari cara mengelabui Wen dan raja tiran itu, untuk membuka pelindungnya. Agar pangeran Aiden dan yang lainnya bisa masuk ke dalam menara ini, aku harus melakukan cara yang ekstrim.. " batin Arabella berfikir


***


Di luar menara, terjadi perkelahian antara Aiden, Eugene dan Dominic. Rupanya kedua pangeran dari Clarines itu sudah kehabisan kesabaran pada raja Dominic. Sebenarnya, mereka sedang mengulur waktu untuk mencari cara membuka pelindung menara itu.


" Berhenti lah membuang-buang tenaga kalian, kalian bukanlah lawan ku " kata Dominic sambil tersenyum sinis dan menyerang kedua pangeran itu dengan sihirnya.


Eugene dan Aiden mulai kelelahan karena menggunakan kekuatan mereka terlalu banyak.


" Kekuatannya memang tidak bisa diremehkan " batin Eugene.


" Bagaimana ini, aku dan Eugene sudah semakin lemah dan kami belum menemukan cara untuk menembus pelindung nya.. Naomi pasti ada di sana " batin Aiden cemas


" Sihir kalian ini terlalu lemah, untuk melawan kekuatan ku " batin Dominic meremehkan


" Pangeran dan putra mahkota dalam keadaan terdesak. Kita harus melakukan sesuatu mengalihkan perhatian Raja Dominic " kata Ethan pada teman-teman nya


" Iya !" seru teman-teman nya


Ethan, Peter, Felix, Lorenzo dan Ashton ikut bertarung melawan Dominic sebisa dan sekuat tenaga mereka. Namun, dengan mudah Dominic melempar mereka semua dengan sihir yang keluar dari mata nya.


" Aku sudah bilang, jangan buang-buang tenaga kalian untuk melawanku " kata Dominic dengan tatapan membunuh


Tak lama kemudian Cane datang, menghampiri Dominic dengan wajah panik.


" Yang mulia, gawat ! " seru Cane panik


" Ada apa?" tanya Dominic


" Nona Arabella, dia..." Cane terlihat gugup


Mendengar nama Arabella di sebut, bukan hanya Dominic saja yang tercengang, tapi Aiden, Eugene dan para prajurit juga merasa kaget.


" Katakan yang jelas Cane !" seru Dominic kesal


" Dia melukai dirinya sendiri untuk menembus sihir pelindung, hingga dia tidak sadarkan diri ! " jawab Cane


" Gadis bodoh " batin Dominic


" Kau! beraninya kau melukai Arabella !' seru Eugene marah pada Dominic


Aiden, Ethan, Peter, Ashton dan Felix terlihat cemas mendengar dari Cane, bahwa Arabella tak sadarkan diri.


Dominic dan Cane pergi begitu saja, mereka melihat Arabella di kamarnya yang sedang bersama Wen. Arabella tidak sadarkan diri dan dalam kondisi di ikat, juga tubuhnya yang penuh dengan luka.


" Yang mulia .."kata Wen dengan wajah yang ketakutan


" Bagaimana kau menjaganya ? Dia sampai seperti ini ??!" teriak Dominic sambil memukul Wen hingga ia jatuh


BRUK


" Ampuni saya yang mulia, saya bersalah.. " Wen berlutut


" Kenapa kau mengikatnya?" tanya Dominic marah


" melihat yang mulia marah seperti ini saat melihat keadaan nona Arabella, aku yakin sekarang kalau yang mulia sangat peduli pada nya " batin Cane yakin


" Saya terpaksa mengikat nya yang mulia, karena Nona Arabella terus mencoba melarikan diri dan melukai dirinya sendiri " kata Wen menjelaskan


Arabella pun membuka matanya dan kembali sadar.


" Kau sudah bangun? Cane, panggilkan dokter !" seru Dominic cemas


" Baik "


" Tidak usah, biarkan saja aku seperti ini sampai mati !" kata Arabella menatap tajam raja tiran itu


Dominic menatap Arabella dengan marah dan kedua tangannya mencekik Arabella.


" Apa kau sangat ingin pergi dariku? sampai melakukan hal berbahaya seperti ini " batin Dominic sakit hati


" Yang mulia !" seru Cane dan Wen terkejut melihatnya


" Yang mulia sangat marah tapi kenapa melihat matanya, ia terlihat sangat sedih " batin Cane tak mengerti


" Aku akan terus mencoba melarikan diri, kalau kau tidak membuka pelindung sihir mu itu. Sampai mati pun aku tidak masalah " kata Arabella santai


Dominic melepaskan ikatan di tangan Arabella, hati nya terasa sakit melihat gadis itu melakukan hal berbahaya hanya untuk melarikan diri darinya. Arabella terpana saat Dominic menatap nya dengan tatapan tidak biasa, tatapan penuh kepasrahan dan sakit hati.


" Kenapa dia menatapku seperti itu? " batin Arabella tercengang


" Kau ingin bertemu dengan mereka kan?" tanya Dominic


" Apa maksud nya bertemu dengan mereka?" batin Arabella berfikir


" Siapa ?" tanya Arabella


" Jika aku mempertemukan mu dengan mereka, kau harus berjanji padaku.." kata Dominic


" Aku harus janji apa?" tanya Arabella tak mengerti


" Berjanjilah jangan meminta pergi " jawab Dominic serius


" Aku tahu memang tidak mudah meyakinkannya, meskipun aku sudah terluka seperti ini. Dia masih saja ingin menahanku disini, sebenarnya dia kenapa? aku tidak mengerti.. bukankah dia sudah tahu kalau menahan ku disini tidak akan mendapatkan apa yang ia inginkan? kenapa dia masih menahanku yang tidak bermanfaat baginya?" batin Arabella heran


" Baiklah, biarkan aku bertemu mereka dan berbicara sebentar dengan mereka. " kata Arabella setuju


" Baiklah, tidak apa. Aku pasti akan pergi dari sini, walau bukan sekarang waktunya. " batin Arabella


" Kalau kau tidak menepati janjimu, aku tidak akan ragu untuk membunuh mereka semua. " kata Dominic mengancam


" Iya, aku mengerti " kata Arabella


" Maafkan aku, aku tidak bisa membiarkanmu pergi Arabella. Meskipun aku tidak bisa mendapatkan wilayah Clarines, aku juga tidak akan melepaskan mu. Aku akan membuatmu terus berada disisi ku, walau dengan ancaman sekalipun" batin Dominic sedih


Dominic membawa Arabella ke bawah menara Gionda.


Aiden, kedua kakaknya, Felix, Ashton, Eugene dan Lorenzo begitu terkejut sekaligus senang melihat Arabella ada dihadapan mereka.


" Akhirnya aku bisa melihat mereka, aku sudah merindukan mereka " batin Arabella senang


" Abel !" seru Ethan, Peter, Ashton bersamaan


" Arabella !" seru Eugene dan Aiden


" Nona .." gumam Felix terkejut


Dominic memegangi Arabella seolah tidak ingin gadis itu pergi darinya dan tidak ingin melepaskan nya.


" Ingat, jangan melewati garis pelindung nya kalau kau masih ingin mereka hidup" kata Dominic mengancam


" Apa raja iblis ini benar-benar punya hati? seperti yang Wen dan Cane katakan? apa dia peduli padaku? tidak, tidak mungkin.." batin Arabella ragu


" Baiklah, kau harus menepati janjimu. Kau tidak boleh melukai mereka " kata Arabella serius


" Ya " jawab Dominic singkat


Dengan raut wajah yang tidak rela, Dominic mengizinkan Arabella berbicara dengan keluarga dan teman-teman nya. Tapi, ia tau kalau Arabella akan menyakiti dirinya sendiri jika Dominic tidak melakukan apa yang ia inginkan. Dalam hatinya Dominic ingin Arabella bahagia, hanya saja ia tidak tahu bagaimana membuat gadis itu bahagia atau hanya caranya saja yang salah?


Ya, seperti yang dikatakan Wen si pelayan, selama ini Dominic selalu mengikuti semua keinginan gadis itu meskipun terkadang permintaan nya tidak masuk akal. Dominic bahkan sampai bertentangan dengan logika nya yang membenci perempuan, hanya untuk menyenangkan Arabella selama dia tinggal di menara Gionda. Ia ingin perempuan itu nyaman tinggal berada disisinya, dan tidak mengatakan untuk pergi darinya.


Dominic sendiri tidak yakin perasaan apa itu? apakah itu cinta ? atau kah obsesi ?.


Dia mengakui bahwa dirinya sendiri mungkin tidak mempunyai hati, sejak dengan tangannya sendiri ia membunuh banyak orang tidak bersalah. Tapi, ia mulai merasakan kehadiran gadis itu perlahan-lahan mulai mendobrak hatinya, dan membuat hati nya yang terkunci mulai terbuka. Secara tidak sadar, terkadang ia kehilangan pikiran logisnya saat berada di dekat Arabella dan lebih menggunakan hatinya. Akan tetapi, sang Raja tiran ini masih belum mengetahui perasaan nya yang sesungguhnya kepada Arabella.


***


Arabella melihat Eugene dan Aiden terluka, ia terlihat cemas. Aiden dan kedua kakak Arabella berjalan mendekati Arabella dan batas pelindung itu.


Tak jauh dari sana Dominic dan Cane melihatnya.


" Eugene dan pangeran Aiden terluka, karena berusaha menembus pelindung ini berkali-kali. Demi menyelamatkan ku, mereka berjalan sejauh ini " batin Arabella sedih


" Kalian jangan mendekat lagi ! " seru Arabella menahan air matanya


" Dia berusaha melarikan diri dengan melukai dirinya sendiri, kenapa kau sampai melakukan ini ?" batin Ethan sedih


" Abel, apa kau baik-baik saja? Apa si raja jahat itu yang melukai mu? " tanya Peter sambil melihat tubuh adiknya yang penuh luka


" Iya, aku baik-baik saja. Dia tidak menyakitiku, aku yang menyakiti diriku sendiri " jawab Arabella


" Abel, tunggulah kami sebentar lagi " kata Ethan menahan air matanya


" Aku akan menunggu, kalian tenang saja. Bagaimana keadaan ayah?" tanya Arabella sambil berusaha tersenyum


" Ayah.. dia baik-baik saja. Kau tidak usah mencemaskan kami.. " jawab Peter


" Kak Peter, aku tahu kau berbohong padaku untuk menenangkan ku. " batin Arabella sedih


" Syukurlah kalau begitu, kalian juga harus selalu menjaga kesehatan kalian. Jangan khawatir kan aku, aku baik-baik saja disini " kata Arabella sambil tersenyum


" Bagaimana bisa kau baik-baik saja? wajahmu terlihat sedih begitu " batin Ethan sedih


" Ya Tuhan.. aku ingin sekali memeluk mereka sekarang.. Tapi, aku tidak bisa " batin Arabella merasa galau


" Raja tiran itu, aku bersumpah akan memenggal kepalanya! dia sudah membuat Arabella terluka " batin Eugene penuh kemarahan


Arabella tersenyum melihat para pria itu yang menatap nya dengan tatapan sedih dan penuh kerinduan.


" Arabella.. " kata Aiden sambil menatap Arabella penuh dengan kerinduan.


" ... " Arabella menatap nya dengan kesedihan


" Banyak hal yang ingin aku katakan padamu, jadi kau tidak boleh melukai dirimu sendiri, kau harus baik-baik saja agar aku bisa mengatakan nya nanti. " kata Aiden sedih


" Ya, saya akan baik-baik saja. Saya akan menunggu anda menyelamatkan saya, saya selalu menunggumu.. jadi, anda jangan sampai terluka karena banyak hal yang ingin saya katakan pada yang mulia . Saya serius.. " kata Arabella sambil tersenyum


" Saat ini aku ingin sekali memelukmu Naomi " batin Aiden sedih


" Baiklah ,aku janji. Mari kita berlatih pedang bersama lagi setelah ini " kata Aiden sambil tersenyum. Arabella menjawab nya dengan senyuman.


" Aku berharap bisa mengatakan perasaanku lebih cepat, tapi aku masih harus menunggu sampai keadaan mu baik-baik saja " batin Aiden


" Entah kenapa aku terharu melihat mereka seperti ini. Bukankah sudah jelas, kalau mereka saling mencintai ?" batin Lorenzo yakin


Sang raja tiran itu melihat Arabella yang berbicara dengan Aiden, ia merasa terganggu dan cemburu. Dominic menghampiri Arabella. dan menatapnya dengan tajam.


" Aku belum selesai bicara dengan mereka !" seru Arabella kesal


" Sudah cukup, kau ingin mereka mati?" Dominic berbisik pada Arabella


" Aku tidak bisa membiarkan dia berbicara lebih lama dengan mereka, terutama pangeran Aiden " batin Dominic marah


Arabella menahan kekesalannya dan menurut saja pada Dominic karena takut pada ancamannya.


" Kak Ethan, Kak Peter, Kak Ashton, Felix, putra mahkota, pangeran Aiden dan Lorenzo, saya baik-baik saja. Kalian jangan khawatir kan saya " Arabella tersenyum pada para pria yang menatapnya dengan sedih itu untuk menenangkan mereka.


" Raja Dominic ! kau harus tepati janji mu, jika aku berhasil membujuk semua bangsawan di Clarines untuk menyerahkan wilayah dan seribu warga untuk mu, kau akan melepaskan Arabella " kata Eugene serius


Aiden, dan para kstaria itu tercengang dengan apa yang dikatakan Eugene.


" Eugene, apa maksudmu sebenarnya? bukankah Clarines tidak setuju !" batin Aiden heran


" Apa maksud putra mahkota? apa dia akan kembali membujuk para bangsawan dan yang mulia Raja ?" batin Ashton heran


" Apa dia hanya berkata saja? atau memang dia ingin menyerahkan keinginan raja iblis ini hanya untuk membebaskan Abel?" batin Peter berfikir


" Para bangsawan dan yang mulia Raja sudah setuju untuk tidak memberikan apa yang diinginkan oleh Raja Tiran ini, kenapa putra mahkota Eugene berkata seperti ini?" batin Ethan


" Eugene, apa yang dia katakan? dia tidak mungkin bisa memberikan keinginan tidak masuk akal dari si psikopat ini " batin Arabella


" Hanya demi domba kecil ini, Putra mahkota Clarines sendiri sampai turun tangan untuk menolongnya. Melihat antusias mereka aku jadi semakin ingin memiliki domba kecil ini. " batin Dominic


" Baiklah, aku akan melepaskan nya kalau kalian sudah membawakan apa yang aku inginkan " kata Dominic sambil tersenyum sinis


" Kalau kau berbohong, aku akan menyatakan perang dengan Vanders " kata Eugene serius


" Demi Arabella, akan aku lakukan apapun" batin Eugene


" Kalau begitu, aku akan menunggu kalian. " jawab Dominic santai


" Selama kami belum datang, kau harus menjaga Arabella baik-baik tanpa luka sedikitpun. " kata Eugene


" Baik, nanti kalian bisa menemui ku di istana Vanders " kata Dominic sambil tersenyum sinis


" Bagaimana jika Eugene benar-benar melakukan itu untukku? apa yang akan terjadi pada Clarines? apa yang akan dikatakan rakyat Clarines ?" batin Arabella resah


Dominic membawa kembali gadis itu ke dalam menara Goinda dan mengurung nya di kamar nya.


Aiden, Eugene dan para kstaria itu sadar bahwa mereka tidak bisa berbuat banyak untuk Arabella karena mereka tidak bisa mengalahkan Dominic yang sangat kuat dan tidak bisa dianggap remeh. Bahkan kekuatan sihir pinjaman Eugene dan Aiden miliki pun masih tidak bisa mengalahkan Dominic.


Eugene terlihat memiliki rencana yang besar.