Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 91 Masalah


Arrabella dan Aiden makan bersama di kamar mereka. Dan terlihat rukun, namun di dalam hatinya Arrabella merasa bersalah pada suaminya itu karena telah berbohong. Berkat kebohongan nya itu, Aiden menghukum Felix dan menyerahkan nya kebagian kedisiplinan kerajaan.


" Kau tau akibat melukai anggota kerajaan kan kstaria Felix?" tanya Aiden tegas


" Maafkan aku Felix, benar-benar minta maaf " batin Arrabella merasa bersalah


" Iya saya sudah bersalah yang mulia, tolong hukum saya " kata Felix sambil menunduk


" Kau memang harus dihukum, pergi kebagian kedisiplinan kerajaan dan jangan menampakkan dirimu selama 1 minggu. Hukuman mu adalah latihan 1 minggu bersama kstaria black knight !" ujar Aiden tegas


" Saya akan melakukan nya yang mulia putra mahkota "


" Beruntung lah kau tidak ku penggal, karena kau adalah kstaria putri mahkota dan putri mahkota memaafkan mu, tapi aku tidak ! " kata Aiden menatap tajam Felix


" Saya sangat berterimakasih atas kebaikan hati yang mulia " kata Felix


" Ini bukan apa apa, bahkan jika yang mulia putri mahkota meminta ku menyerahkan nyawaku.. akan aku lakukan " batin Felix


" Pergilah !" ujar Aiden pada Felix


Felix memberikan hormat nya pada Arrabella dan Aiden sebelum pergi meninggalkan kamar itu.


" Hu.. "


" kenapa yang mulia bersikap seperti itu pada Felix?" tanya Arrabella heran


" Sejak pertama kali melihatnya aku juga tidak suka padanya "


" Dia adalah kstaria dan juga temanku. Kenapa kau tidak menyukainya?" tanya Arrabella


" Aku tidak suka cara nya melihatmu, saat di camp itu aku masih ingat.. Lorenzo dan Demian sempat mengira kalau dia menyukai mu. Setelah ku pikir pikir, tatapan nya padamu itu berbeda. " kata Aiden


" menyukaiku? maksud yang mulia, suka sebagai teman? " tanya Arrabella


" Aku rasa bukan begitu " jawab Aiden cemburu


Wanita itu mengalihkan pembicaraan dan membujuk suaminya itu agar tidak curiga dengan Felix yang sudah berada bersamanya sejak kecil. Aiden merasa iri karena Arrabella bertemu lebih dulu dengan Felix dan bukan dirinya, dan waktu yang dihabiskan dengan Felix lebih lama dibandingkan dengannya.


***


Setelah itu Aiden memakai pakaian lengkapnya, ia dan Arrabella menghadap Raja yang sedang terbaring di ranjang yang tampak tidak sehat.


" Apa yang mulia Raja baik-baik saja?" tanya Arrabella cemas


" Kesehatan yang mulia Raja semakin hari semakin memburuk, obat obatan juga tidak banyak membantu. Penyakit jantung dan asma nya bisa kambuh seperti bom waktu yang bisa meledak kapan saja " terang Dokter Harry ( Kepala dokter baru di istana )


" Lalu apa yang harus kami lakukan agar kesehatan yang mulia Raja membaik?" tanya Aiden cemas


" Maafkan saya yang mulia.. " Dokter Harry terlihat pasrah


Pasangan kerajaan itu menghampiri Raja Caesar yang tampak tak berdaya di tempat tidur. Arrabella menceritakan pada Aiden bahwa sebelum nya ia juga pernah melihat Raja jalan sempoyongan dan batuk batuk. Mereka pun berasumsi bahwa Raja memang sudah lama sakit.


" Benarkah itu yang mulia Raja? anda sudah lama sakit?" tanya Aiden peduli


" Itu benar.. tidak ku sangka akan ketahuan juga " jawab Raja dengan suaranya yang lemah


" Kenapa anda tidak menyatakan nya pada kami? anda anggap kami ini apa? " tanya Aiden kesal


" Maafkan aku nak, aku hanya tidak ingin membebani mu dan putri mahkota " kata Raja sedih


" Sepertinya aku hanya orang asing disini, aku bahkan tidak tau ayah ku sedang sakit keras " kata Aiden sedih


" Kau panggil aku apa? ayah? kau bilang.." mata Raja berkaca-kaca


" Iya, aku memanggilmu ayah.." jawab Aiden


Raja Caesar dan Aiden berpelukan, Arrabella terharu karena pada akhirnya Aiden mau membuka hatinya untuk Raja dan menerima pria itu sebagai ayahnya.


" Terimakasih nak, terimakasih sudah memanggilku ayah. Aku sudah lama menunggu untuk ini, akhirnya di sisa sisa terakhir hidupku, aku mendengar kata yang sangat membahagiakan ini " kata Raja sambil menangis bahagia, ia menatap putra dari wanita yang ia cintai itu dengan penuh kasih.


" Jangan berkata seperti itu ayah, kau akan sehat.. kau akan sembuh. Bukankah kau ingin melihat anak kami? sampai saat itu kau harus bertahan " kata Aiden lembut


" Syukurlah, hubungan Aiden dan Baginda Raja membaik. Ini seperti mimpi.." batin Arrabella terharu


" Putri mahkota, kemarilah.."


Arrabella berjalan mendekat ke arah sang Raja. Raja menyatukan tangan Aiden dan Arrabella.


" Aku titipkan negeri ini kepada kalian, aku rasa ini sudah waktunya bagiku untuk turun tahta " kata Raja Caesar serius


Sementara pasangan kerajaan itu tercengang karena kaget saat mendengar Raja akan turun tahta. Aiden tidak menerima keputusan Raja dan dia berkata belum siap menjadi Raja yang duduk di tahta Clariness, Arrabella pun merasa ia masih banyak kekurangan sebagai Ratu Clariness.


" Waktuku sudah tidak lama lagi, aku akan mempersiapkan semuanya. Putra mahkota Aiden, dan putri mahkota, bisakah aku meminta satu hal lagi pada kalian? ini mungkin adalah permintaan terakhir ku.. "


" Apa permintaan anda yang mulia?" tanya Arrabella


" Tolong bebaskan pangeran Eugene dari penjara, dari hukuman nya. " jawab Raja


Arrabella dan Aiden lagi lagi dibuat tercengang kedua kalinya oleh permintaan Raja Clariness itu. Membebaskan Eugene dari penjara? tapi kenapa?


Sang Raja menjelaskan bahwa ia ingin menebus semua kesalahan nya pada Eugene dengan membebaskan nya dari penjara, terlebih lagi mantan Ratu yang di eksekusi sudah membuatnya cukup menderita, Camille yang kehilangan ibu nya harus kehilangan kakak nya juga.


Raja merasa ia akan semakin bersalah sudah melukai anak anak nya itu. Dengan penuh pertimbangan, Arrabella memaafkan Eugene dan memutuskan akan membebaskan nya dari penjara. Namun, hal itu tentu saja tidak disetujui oleh Aiden dan disinilah konflik di mulai...


" Aku tidak setuju dengan keputusan mu itu, kenapa kau tidak tanya dulu padaku? kau asal memutuskan nya tanpa mempertimbangkan perasaan ku dulu !" kata Aiden kesal


" Yang mulia, ini juga permintaan Baginda Raja. Apakah kita bisa mengabaikan nya?" tanya Arrabella " Aku juga sudah melupakan yang sudah terjadi, lagipula tidak baik menyimpan duri di dalam hati.."


" Tapi aku tidak bisa melupakan perbuatannya padamu ! kenapa kau semudah itu memaafkan nya? kau harus ingat, tanpa persetujuan ku jangan harap dia bisa bebas dari hukumannya " kata Aiden


Wanita itu memegang tangan Aiden untuk meredakan amarah suaminya itu, ia berusaha membujuk dan memberikan pemahaman kepada Aiden. Tapi ia lupa satu hal tentang suaminya, meskipun Aiden adalah orang yang lembut diluar, ia adalah pria keras kepala yang keputusan nya tidak bisa diganggu gugat. Dan pembicaraan mereka berakhir dengan pertengkaran karena masalah Eugene.


****


Malam itu...


Aiden yang marah atas keputusan Arrabella membebaskan Eugene, malam itu ia memilih pergi bekerja di ruangan nya untuk mendinginkan kepalanya. Bukannya bekerja, putra mahkota Clariness itu malah marah marah, dan Lorenzo juga Demian terkena imbasnya.


" Laporan macam apa ini?! apa saja yang kau lakukan selama tiga hari ini, Lorenzo?! bahkan anak usia 5 tahun pun bisa melakukan ini?" kata Aiden sambil melempar kertas ke mejanya dengan keras


BRAK


" Hamba akan memperbaiki nya yang mulia, bisakah anda menunggu sebentar ?" tanya Lorenzo


" Ada apa dengan yang mulia? apa dia bertengkar dengan putri mahkota? tidak mungkin, mereka kan tidak pernah bertengkar " batin Lorenzo berfikir


" Suasana hati yang mulia sangat buruk hari ini " batin Demian heran


" Selesai kan malam ini juga ! aku ingin semuanya sempurna !" seru Aiden tegas


" Baik yang mulia "


" Demian, ikut aku. " kata Aiden dengan wajah dinginnya yang tak pernah ia tunjukkan sebelum nya.


Hal itu membuat Demian dan Lorenzo heran melihatnya. Demian mengikuti Aiden dengan patuh, sampai Aiden tiba-tiba menghentikan langkahnya. Ia mendengar sesuatu dari para pelayan. Demian juga ikut mendengarkannya.


" Hey , apa kau tau ? katanya putri mahkota memiliki pria lain.. " kata pelayan 1 berbisik-bisik


" Benarkah? siapa dia ?" tanya pelayan 2 penasaran


" kami tidak sembarang bicara, kalian tau kan pintu kamar putri mahkota yang rusak itu? katanya itu di rusak oleh tuan Lorenzo, pengawal setia yang mulia putra mahkota. Itu karena tuan Lorenzo dan tuan Felix mendengar teriakan dari kamar putri mahkota, dan kalian tau apa yang terjadi saat pintu kamar itu dibuka... " kata si pelayan 1 bergosip dengan semangat


" Apa yang terjadi memangnya?" tanya pelayan 3 penasaran


" Putri mahkota sedang berduaan dengan Raja Dominic dari Vanders dan katanya mereka melakukan itu" jawab pelayan 1


" Haa.. benarkah?" tanya pelayan 2 tak percaya


" Bukankah pernah ada rumor juga kalau yang mulia putri mahkota di tawan di istana Vanders? mana mungkin kan dia hanya ditawan saja..." terang pelayan 1 memanas manasi


" Benar juga ya, apa jangan-jangan mereka memang punya hubungan gelap " kata pelayan 3 berfikir


Kemarahan Aiden memuncak saat mendengar nya. Ia menghampiri ketiga pelayan yang bergosip itu dan menghukum mereka bertiga yang berani bicara sembarangan. Para pelayan itu mengatakan bahwa rumor itu sudah beredar di istana. Aiden kaget dan sekaligus tak menyangka bahwa akan ada rumor seperti itu.


" Gawat, yang mulia terlihat sangat murka " batin Demian ketakutan


" Demian, panggil Felix dan Lorenzo kemari! sekarang !" teriak Aiden marah


" Baik yang mulia "


" kenapa bisa ada rumor seperti ini? apa benar Raja Dominic sudah menyentuh Naomi? .. tidak.. ini tidak benar kan ... " batin Aiden merasa dikhianati


Sementara itu Arrabella yang baru bertemu Daisy, ia baru tau tentang rumor itu dan ia terkejut. Takut kalau Aiden akan salah paham padanya, ia berharap Aiden belum mendengar rumor itu. Ia bergegas menemui Aiden di ruang kerja nya.


" Yang mulia putri mahkota datang !" kata pengawal yang ada di depan pintu ruang kerja Aiden.


KLAK


Arrabella berjalan dengan terburu-buru, ia melihat pemandangan tak biasa di ruang kerja itu, Felix dan Lorenzo sedang berlutut ketakutan di depan Aiden. Dan Aiden sendiri terlihat dingin dan terlihat marah.


" Apa dia sudah tau? apa dia sudah mendengar rumornya?" batin Arrabella gelisah


" Kau ada disini putri mahkota? kebetulan " kata Aiden sinis


" Tidak pernah Aiden berkata dengan nada sinis seperti itu kepadaku, ini pertama kalinya dia begini, dia juga memanggilku putri mahkota. Apa yang sudah dia dengar tentangku? mungkinkah dia salah paham? " batin Arrabella tercengang mendengar nada suara yang tidak mengenakan dari suaminya itu


" Yang mulia..." lirih Arrabella memanggil Aiden dengan ragu-ragu


" Yang mulia ini bukan kesalahan putri mahkota, tolong jangan salah paham ! tidak terjadi apa apa pada yang mulia..." Felix mencoba menjelaskan dan membela Arrabella


" Hentikan ! sebelum aku memotong lidahmu, aku sudah mendengar kesaksian kalian berdua. Sekarang aku ingin bicara dengan putri mahkota dulu " kata Aiden dingin


" Saya saksi nya, yang mulia putri mahkota tidak ..." Lorenzo berusaha menjelaskan, tapi..


KLANG


SRAT


Aiden yang marah, melukai tangan Lorenzo dengan pedangnya. Semua yang ada di ruangan itu tercengang melihat perilaku Aiden yang kasar.


" Tuan Lorenzo!"


" Yang mulia tampaknya sangat marah, ia bahkan bertindak tidak seperti biasanya " batin Demian takut


" Aku sudah bilang untuk diam, kan?!" tanya Aiden kesal


" Yang mulia, tenanglah.. " kata Arrabella dengan mata berkaca-kaca.


" Kalian berdua akan dihukum karena telah berbohong. Dan putri mahkota, ayo ikut denganku ! " ujar Aiden sambil menatap sinis kepada istrinya itu.


" Aiden benar-benar terlihat seperti orang lain. Apa dia seperti ini karena ia percaya dengan rumor yang beredar?" batin Arrabella sedih


" Baik yang mulia " jawab Arrabella dengan nada sedih


" Bagaimana ini? bagaimana yang mulia putri mahkota..." batin Felix cemas


****


Di kamar Aiden dan Arrabella..


Aiden menutup pintu dan mengunci nya rapat-rapat. Ia berusaha mengontrol emosinya, tapi kata-kata para pelayan itu terus terngiang-ngiang di telinga dan pikiran nya.


Apakah benar istrinya itu sudah berselingkuh darinya? jika itu tidak benar, seharusnya istrinya itu tidak berbohong padanya dan mengatakan apa yang terjadi, tapi kenapa dia berbohong?


" Yang mulia.. aku akan menjelaskan semuanya, kumohon kau jangan marah dan dengarkan aku dulu " kata Arrabella memohon


" Baik, aku akan dengarkan. Tapi kau harus jujur kali ini " kata Aiden tegas sambil membuang muka


Hati wanita itu terluka dengan sikap Aiden, tapi ia tau kalau ini salahnya, suaminya berhak marah padanya karena ia berbohong. Bagaimana pun juga jika diungkapkan, akan menjadi aib baginya dan Raja Dominic. Hal itu pun akan berdampak bagi kerajaan, itu lah alasan nya berbohong.


Namun, entah kenapa setelah melihat ekspresi Aiden, wanita itu seperti kehilangan kata-kata nya untuk menjelaskan. Wanita itu berusaha sekuat tenaga menahan tangisnya di depan Aiden.


" Kenapa kau berkata seolah olah aku selalu berbohong padamu?" tanya Arrabella sakit hati


" Setelah ini aku tidak tau harus menilai mu bagaimana. Kau sudah berbohong padaku, mungkin dimasa lalu juga kau pernah berbohong padaku " kata Aiden sinis


" Kenapa kau mengatakan hal hal yang menyakiti hatiku seperti ini? kenapa kau tidak percaya padaku?" batin Arrabella sedih


" Aku tidak pernah berbohong padamu, ini pertama kalinya. Yang mulia harus tau alasan kenapa aku berbohong, aku..


" Aku tidak mau mendengar alasannya, yang ingin aku tanyakan apa kau dan Raja Dominic berduaan di dalam kamar kita?" tanya Aiden tajam


" Itu benar, tapi aku dan dia tidak melakukan.. "


" Cukup ! aku tidak mau mendengar nya lagi " kata Aiden memotong perkataan Arrabella


" Aku belum selesai bicara denganmu Aiden, kenapa kau selalu memotong ucapan ku? aku sedang berusaha menjelaskan nya padamu !" kata Arrabella kesal


" Apa lagi yang perlu dijelaskan? ketika sudah jelas bahwa kau berbohong !" teriak Aiden marah


" Haaah.. jadi kau tidak percaya padaku? kau berpikir aku dan Raja Dominic melakukan sesuatu di kamar kita?" tanya Arrabella sambil menangis sedih


" Itu kau yang bilang sendiri, aku tidak pernah bilang begitu padamu " kata Aiden marah


" Tapi pertanyaan mu seperti menuduhku ada apa apa dengan Raja Dominic !" seru Arrabella sakit hati


" Lalu bagaimana dengan bibir yang bengkak itu? bisakah kau menjamin dirimu kau dan dia tidak bersentuhan? semua orang bilang kalau kalian bercinta di dalam kamar ?!! " tanya Aiden menuduh


Wanita itu menangis dan menghela napasnya berkali kali, ia duduk di sudut ranjang. Ia terlihat sakit hati dengan kata-kata yang dilontarkan oleh suaminya itu. Pertanyaan itu bagaikan pedang yang menghujam di hatinya, ketidakpercayaan di mata pria itu membuat Arrabella sakit hati. Ini pertama kalinya mereka bertengkar hebat, sebelum nya mereka selalu akur dan rukun.


Jika mereka bertengkar, tidak pernah sehebat ini. Apa rumor itu pemicu nya? tidak ! sebagian besar itu akibat dari pria yang cemburu dan keras kepala, dan kebohongan kecil yang dilakukan Arrabella membuat semuanya memburuk.


" Iya ! aku memang bersentuhan dengannya, lalu kenapa? kau menganggap ku kotor?!! Ya, benar aku sudah berzina dengannya, PUAS??!! kata Arrabella dengan emosi yang meledak-ledak.


PLAK


Arrabella terpana dengan tangan yang menampar pipi nya. Ia tak percaya bahwa suaminya yang lembut itu akan menamparnya.


" Naomi.. " Aiden terbelalak melihat ke arah Arrabella yang menangis sedih.


Pria itu juga tidak percaya bahwa ia akan menampar istrinya. Dengan bibir gemetaran, air mata terus mengalir deras jatuh ke pipinya. Bukan hanya pipinya yang di tampar, tapi harga dirinya juga terluka. Tuduhan Aiden kali ini benar-benar menjadi masalah besar bagi hubungan mereka.


" Jadi kepercayaan mu padaku hanya segini?" tanya Arrabella sambil menatap Aiden dengan tatapan terluka


...---***---...