
Setelah pesta pertunangan Megan dan Dominic usai, semua tamu bubaran dan hanya tersisa Dominic dan keluarga Benedict yang tentunya ada disana.
Pria itu berakting mencintai Megan dihadapan ayahnya dan keluarga Benedict sebaik mungkin. Namun saat mereka sedang berdua, pria itu menunjukkan sikap dinginnya lagi pada Megan. Terkadang pria itu menunjukkan perhatian, dan terkadang pria itu bersikap dingin pada Megan. Sesekali Dominic mengunjungi Megan secara diam-diam untuk memastikan bayi yang ada di dalam kandungan wanita itu baik-baik saja. Tinggal 2 hari lagi menuju pernikahan mereka dan sebentar lagi Megan akan tinggal di Vanders dan meninggalkan Clariness. Wanita itu masih berat untuk meninggalkan Clariness, namun demi bayinya ia akan tinggal bersama Dominic. Karena memang tinggal di tempat suami adalah suatu kewajiban dan tradisi seorang istri ( mengikuti kemanapun suami pergi ).
Disisi lain, hubungan Arrabella dan Aiden semakin erat. Mereka berdua menjalankan tugas sebagai putri dan putra mahkota yang baik, di mata para bangsawan dan juga sangat dihormati oleh rakyat Clariness.
Kabar baik juga datang dari Ariana dan Ethan yang akan segera bertunangan. Sementara Peter masih saja galau, karena belum menemukan pasangan nya meskipun ia sudah diangkat menjadi Duke muda keluarga Reese.
" Ku dengar sir Ethan akan segera bertunangan ya?" tanya Johny
" Hebat sekali, ternyata sir Ethan yang kaku bisa mendapatkan hati putri Ariana " kata Roy bergunjing
" Kalian membicarakan kakak ku?" tanya Peter sambil menghampiri 5 kstaria white knight yang sedang latihan di markas mereka.
" Hai tuan Duke muda Peter, salam.. " kata para kstaria menyapa
Peter menatap tajam ke 5 kstaria itu, ia berfikir bahwa para kstaria itu sedang membicarakan kejelekan kakak nya. Lalu Roy menjelaskan bahwa mereka sedang membicarakan kebaikan Ethan bukannya kejelekan.
" Benarkah begitu? " tanya Peter curiga
" Benar tuan Duke, malah kami sedang membicarakan hadiah apa yang akan kami berikan kepada sir Ethan untuk pertunangan nya. " jawab Roy
" Dan kami bingung " kata salah satu kstaria yang tidak diketahui namanya
" Loh, kenapa bingung?" tanya Peter heran
" Kami bingung harus memberikan hadiah apa ,karena yang mulia putri Ariana kan memiliki segalanya. " jawab Johny
" Kalau begitu, kita sama. Kebetulan aku juga sedang bingung dan mau memilih hadiah. Apa kalian mau pergi bersama?" tanya Peter mengajak
" Boleh, kami ikut !" kata ke 5 kstaria itu semangat
" Apa kalian sudah selesai latihan nya?" tanya Peter
" Sudah, dan kebetulan jadwal kami kosong sampai malam " jawab Johny
" Kalau begitu, bagaimana kalau kita ke pusat kota ? sambil minum-minum " kata Peter ceria
" Siap !"
Peter dan kelima kstaria itu pergi ke pusat kota untuk mencari hadiah pertunangan Ethan dan Ariana. Setelah itu mereka bersenang senang dan minum-minum di sebuah kedai.
" Hari ini aku sedang berbaik hati, jadi kalian semua aku traktir " kata Peter sambil meminum arak di botolnya
" Wah.. tuan Duke baik sekali " kata Johny memuji
" Tuan Duke yang terbaik deh " kata Roy senang
" terimakasih tuan Duke Peter !" ujar ke 3 kstaria yang lainnya gembira.
Tak lama kemudian seorang prajurit istana menghampiri mereka dan terlihat panik, ia berbisik bisik pada Peter seperti mengatakan sesuatu.
***
Malam itu, Arrabella masih ada di ruang kerjanya dan tampak sibuk dengan banyak undangan. Ia membuka satu persatu undangan nya yang ternyata membutuhkan waktu lama.
" Grace, apa undangan nya cuma segini?" tanya Arrabella yang sudah pusing melihat kertas
" Tidak yang mulia, masih banyak lagi dan belum saya bawakan semuanya " kata Grace ( sekertaris pribadi putri mahkota )
" Oh ya ampun, ini saja belum selesai aku baca semuanya. Masih ada lagi?" tanya Arrabella sambil membuka surat yang lainnya dan membacanya dengan cepat.
" kebanyakan isi suratnya adalah dari orang-orang yang bilang kalau mereka adalah penggemar yang mulia " kata Grace
" Ya, karena itulah setiap hari surat untukku jadi banyak. huftt.. " Gumam wanita itu
" Anda bisa saja menolaknya atau mengabaikan nya yang mulia " kata Grace memberi saran
" Mana mungkin aku mengabaikan mereka, di dalam surat ini berisi aspirasi pikiran dan kata hati mereka. Aku tidak bisa mengabaikan isi hati mereka, dan siapa tau surat surat ini penting. Jadi, aku harus membukanya satu satu sampai selesai " kata Arrabella
" Yang mulia putri mahkota, benar-benar berhati mulia .. " kata Grace memuji
" Tidak.. jangan memuji ku begitu. Aku tidak semulia dan sebaik yang kau pikirkan, aku juga pernah berbuat jahat yang disengaja ataupun tidak ku sengaja " kata Arrabella sambil tersenyum pahit
Putri mahkota Clariness itu tersenyum pahit, ia mengingat masa lalu nya. Ia juga mengingat bagaimana ia membalas dendam kepada orang-orang yang sudah mengkhianati nya di kehidupan nya dahulu. Mereka semua yang pernah menyakiti Arrabella di masa lalu, mendapatkan semua karma dan balasan nya, Ratu Freya mendapatkan hukuman mati, sama hal nya dengan Count Oscar sebagai kaki tangannya, lalu Claire di asing kan ke tempat yang jauh selama 10 tahun dan terakhir adalah Eugene yang dipenjara selama 5 tahun karena sudah melecehkan nya.
Meskipun semua itu bukanlah kesalahannya, Arrabella merasa bersalah karena ia lah penyebab orang orang mendapatkan hukuman. Kepedihan, duka, hanya itulah yang ia rasakan di kehidupan sebelumnya. Wanita itu tak lupa untuk bersyukur, karena Tuhan baik padanya dan sudah memberikan ia kesempatan untuk hidup kembali dengan sosok yang berbeda.
" Ya, semuanya sudah berubah.. karena ada yang mulia " gumam Arrabella senang
" Yang mulia mengatakan sesuatu?" tanya Grace
" Tidak apa apa " jawab Arrabella sambil membaca suratnya lagi
TOK
TOK
TOK
" siapa?" tanya Grace pada seseorang yang mengetuk pintu
" Yang mulia putri mahkota, ada sir Ethan dan tuan Duke muda Reese, ingin menemui anda " ujar Felix yang ada di depan pintu ruang kerja putri mahkota itu.
" Kakak? " batin Arrabella
" Suruh mereka masuk, Grace !" ujar Arrabella
Pintu ruang kerja putri mahkota terbuka, Ethan dan Peter masuk bersamaan dengan wajah yang cemas dan resah. Setelah pelayan mengantarkan teh ke ruang kerja nya, Arrabella menyuruh semua orang pergi karena ia ingin bicara privat dengan kedua kakak nya itu.
" Kenapa kau menyuruh semua orang pergi, yang mulia?" tanya Peter heran
" Karena aku bisa melihat dari wajah kalian, kalau ini adalah hal yang membutuhkan privasi. Apa aku salah?" tanya Arrabella tajam
" Tidak, kau benar. " Ethan tersenyum
" Aku tidak tau kalau adikku sangat tajam, dan aku tidak sadar kalau dia memancarkan aura sebagai putri mahkota yang berwibawa dan berkarisma. Dia memang cocok di posisi ini, padahal waktu kecil dia sangat cengeng " batin Ethan kagum
" Jadi, apa yang mau kak Peter dan kak Ethan bicarakan? atau ada yang perlu aku bantu?" tanya Arrabella ramah
" Sebenarnya ini adalah sebuah berita, tentang kematian seseorang " kata Ethan
" Siapa yang mati?" tanya Arrabella
" Aku mendapat laporan dari salah satu prajurit yang menjaga tempat pengasingan kalau kediaman Claire Collete terbakar dan dia ikut terbakar di rumah itu " terang Peter menjelaskan
" Apa?! apa kalian sudah mengkonfirmasi semuanya? kak Ethan, bagaimana?" tanya Arrabella tenang
" kstaria white knight sedang melakukan investigasi di tempat kejadian, ada mayat seorang wanita yang diyakini adalah Claire Collete. Namun, mayatnya tidak di kenali karena sudah terbakar dan wajahnya tidak terlihat " terang Ethan
" Kenapa kau terlihat begitu tenang? apa kau tidak takut ini adalah tipu daya nya?" tanya Peter keheranan melihat Arrabella yang tenang
" Ya justru aku tenang karena aku tidak percaya kalau Claire akan mati semudah ini, aku rasa ada sesuatu yang janggal disini. Makanya aku tidak boleh panik duluan, kak Ethan dan Kak Peter, besok bawa aku ke tempat pengasingan itu. Aku ingin melihat nya sendiri...
" Tidak bisa putri mahkota, kau tidak boleh pergi kesana " kata Aiden tegas
" Aiden?" batin Arrabella
Arrabella dan kedua kakaknya terkejut saat Aiden tiba-tiba datang tanpa pemberitahuan, dan sudah ada dihadapan mereka. Ketiga bersaudara itu langsung memberi hormat pada Aiden dengan sopan.
" Salam pada yang mulia putra mahkota !!"
" Maaf, sir Ethan, tuan Duke , aku tau ini tidak sopan..Tapi, bisa kalian tinggalkan aku dan putri mahkota berdua?" tanya Aiden sambil melirik tajam kepada kedua kakak iparnya itu
" Kami pamit undur diri.. yang mulia " kata Ethan dan Peter sambil membungkuk hormat lalu berjalan pergi keluar dari ruang kerja Putri mahkota Clariness itu.
KLAK
Pintu nya tertutup, Arrabella dan Aiden duduk di kursi yang ada disana dan saling berhadapan.
" Kenapa yang mulia melarang ku ikut kesana?" tanya Arrabella
" Tadinya aku berusaha menyembunyikan hal ini darinya, tapi ternyata sir Ethan dan Duke Peter buka mulut terlebih dulu " batin Aiden
" Ini bukan urusan mu putri mahkota, biar aku yang menyelesaikan ini " kata Aiden serius
" Bukan urusanku? tidak bisa, aku juga harus ikut kesana dan memastikan semuanya. Tolong, yang mulia jangan melarang ku " kata Arrabella meminta
" Kau tidak harus pergi ! kau disini saja, Naomi.." kata Aiden tegas
" Katakan alasan nya kenapa aku tidak bisa pergi?" tanya Arrabella
" Karena ada aku, aku yang akan menyelesaikan nya untukmu " kata Aiden
" Ada kemungkinan besar kalau dia masih hidup, aku tidak bisa membiarkan Naomi cemas karena hal ini. " batin Aiden resah
" Ya, tentu saja tidak ada. Aku hanya cemas karena kau juga banyak pekerjaan disini, biar aku saja yang kesana dan memastikan semuanya. " kata Aiden sambil tersenyum
" Baiklah, aku juga memang banyak mendapat undangan yang harus aku hadiri. Tapi, yang mulia harus memberitahu ku tentang investigasi nya, aku yakin kalau dia tidak mati. Aku mempunyai firasat "
" Jangan mencemaskan itu, fokus saja ada pekerjaan mu dan pada ku. Firasat atau apapun itu, aku yakin ini tidak akan menganggu kita."
" karena sebelum ada yang menganggu kita, aku akan melenyapkan mereka " batin Aiden
" Untuk saat ini aku akan merasa tenang, maaf aku sudah keras kepala sebelumnya " kata Arrabella
" Kau harus mengandalkan suami mu ini, untuk apa ada aku kalau tidak bisa melakukan sesuatu untukmu " kata Aiden sambil tersenyum
" Baiklah, aku harus kembali bekerja. " kata Arrabella sambil berdiri
" Apa ? ini sudah malam, kau harus beristirahat " Aiden cemas
" Tapi, masih banyak surat yang belum aku buka dan ada beberapa dokumen yang belum aku periksa " kata Arrabella
" Itu bisa besok saja, sekarang kembali ke kamar dan kita beristirahat !" ujar Aiden
" Maaf yang mulia, aku harus mengerjakan nya sekarang supaya besok tidak sibuk. Besok aku harus meluangkan waktuku membantu nona Megan " kata Arrabella santai
" Ini perintah loh !"
" Haa.. "
GREP
" Apa yang .. yang mulia apa yang kau lakukan?" tanya Arrabella kaget karena pria itu tiba-tiba menggendong nya.
" Ini salahmu sendiri, kenapa kau begitu keras kepala? " Aiden sebal
" Yang mulia.. turunkan aku.."
Aiden mengabaikan permintaan Arrabella yang meminta di turunkan, sampai mereka sampai ke kamar mereka, pria itu tetap menggendong Arrabella. Sampai sampai di lihat oleh beberapa pengawal yang berjaga dan pelayan yang sedang lewat.
KLAK
BUK
Aiden meletakkan istrinya itu di ranjang, sekarang Arrabella dalam posisi berbaring dan Aiden ada di depannya.
" Kyaa !! yang mulia.. apa yang..."
" Malam ini apa sudah bisa?" tanya Aiden yang mengisyaratkan sesuatu
Mata pria itu menatap penuh cinta kepada istrinya, tubuh pria itu berada di atas Arrabella seolah akan bersiap akan sesuatu.
" I.. itu.. jangan menatapku begitu.. " wanita itu gugup karena malu
" Bisa atau tidak?" tanya Aiden sambil tersenyum dan mencium mi pipi dan leher istrinya dengan lembut
" Bisa.. " jawab Arrabella yang sudah langsung mengerti apa arti dari pertanyaan suaminya itu
" Baiklah, malam ini kau harus bersiap-siap untuk kelelahan. " Aiden membuka kancing baju nya dan melempar bajunya ke lantai. Hingga berakhir lah pria itu dengan telanjang dada, Arrabella semakin malu saja di buatnya.
Apakah malam ini akan menjadi malam pertama mereka yang sempat tertunda sebelumnya? seperti nya Arrabella tidak bisa menghindari nya lagi.
Aiden akan membuka baju istrinya itu, akan tetapi Arrabella beranjak bangun.
" Kali ini apa lagi?" tanya Aiden
" Aku harus mandi dulu, kau juga " jawab Arrabella yang tak berani menatap mata Aiden, wajahnya yang memerah membuat pria itu semakin bergairah dan ingin segera menyentuhnya.
" Haa.. kau ini.. kali ini aku tidak mau menurutimu " kata Aiden sebal
" Tapi aku bau, aku keringatan karena seharian habis bekerja. Kumohon Aiden, aku harus mandi dulu " wanita itu menunjukkan ekspresi memelas dan tidak berdaya, hingga membuat pria itu kehabisan kata kata dan menyuruh istrinya itu untuk mandi dengan cepat.
Arrabella segera memasuki kamar mandi, ia membawa baju yang sudah disediakan oleh Daisy sebelum pernikahan.
" Haa.. apa apaan ini? baju ini sangat transparan..lekuk tubuh ku pasti akan terlihat. Kenapa bibi Daisy menyiapkan baju seperti ini? bahkan dia menyebut baju ini adalah baju perang ku ! " gumam Arrabella sambil melihat baju tipis dan seksi yang ada di depannya itu. Ia bingung harus memakainya atau tidak.
Beberapa menit kemudian, Arrabella membuka pintu kamar mandi. Aiden terpana melihat penampilan istrinya itu, ternyata Arrabella benar-benar memakai baju tipis itu.
" Kau ini... kau sengaja menggoda ku ya?" tanya Aiden sambil tersenyum dan menatap istrinya itu penuh hasrat
" Aku .. aku tidak " wanita itu tersenyum malu malu
" Seharusnya aku jangan pakai baju ini, Aiden melihatku seperti itu, aku jadi malu. Aku akan berganti pakaian saja. " batin Arrabella
Wanita itu membalikkan badannya dan melangkah menuju ke kamar mandi, wajahnya memerah dan malu-malu. Namun, langkahnya terhenti saat Aiden memeluknya dari belakang dan mengagetkan nya.
" Akh.. a.. Aiden .." wanita itu gugup
" Kau belajar menggoda ku seperti ini, dari siapa? ternyata istriku ini genit juga ya, tapi aku menyukainya.." kata Aiden sambil berbisik di telinga istrinya itu.
" Aiden berbisik di telingaku, kenapa aku semakin panas ?" batin Arrabella resah
" Hen.. hentikan Aiden.."
" Sudah terlambat, kau sudah menggoda ku. Malam ini bersiaplah untuk merasakan akibat perbuatan mu ini " Aiden menggigit telinga Arrabella dengan sengaja dan membuat wanita itu kegelian.
" Ah.. Aiden.. to..long.. "
" Suaramu membuatku semakin tidak tahan, mari kita selesaikan malam kita yang tertunda itu, pengantinku " Aiden menggendong istrinya dan meletakkan istrinya di ranjang dengan perlahan lahan penuh perhatian.
Pria itu menghujani istri nya dengan ciuman ciuman lembut yang biasanya disebut sebagai pemanasan dan ia menikmati nya. Begitu juga dengan Arrabella, ia membiarkan suami nya itu melelehkan tubuhnya dengan ciuman panas.
" Kau sangat cantik Naomi.. " Aiden mengelus-elus rambut pirang gadis itu dan tersenyum lembut.
" Aku mencintaimu Aiden.." Arrabella mencium bibir pria itu penuh perasaan dan dalam.
" Aku lebih mencintai mu sayang.." lirih Aiden lembut
Kalimat dan nada suara yang diucapkan oleh Aiden dan Arrabella seakan akan membuat kedua pasangan itu mabuk. Sebelum melakukan malam intim itu, tak lupa Arrabella meletakkan giok merah yang diberikan oleh Saint Lucia padanya di bawah bantal. Malam itu mereka melakukan malam yang panas, penuh cinta dan gairah, di bawah sinar bulan yang terang akhirnya penantian panjang Aiden akan pembalasan malam pertama nya yang sempat tertunda itu berakhir tadi malam dan menjadi malam yang panjang untuk mereka.
***
Pagi itu, Arrabella bangun dari tidurnya yang tidak nyenyak itu. Ia melihat Aiden sedang menatapnya dengan kondisi nya yang telanjang dada.
" Yang mulia !!"
Arrabella bangun dan segera duduk, ia kaget karena melihat cahaya matahari dari jendela kamarnya. Ia lebih kaget lagi saat melihat badannya merah merah karena ciuman suaminya itu.
" Ah ! apa yang terjadi? kenapa tubuhku begini? yang mulia !!" wanita itu malu dan menutupi badannya dengan selimut, karena saat itu ia tidak memakai sehelai kain pun selain selimutnya. " Ack.. "
Selain tubuhnya yang memiliki bekas ciuman, dan tidak memakai pakaian. Ia juga merasakan seluruh tubuhnya sakit seperti ditabrak sesuatu yang berat.
" Kenapa? sakit ya? " tanya Aiden cemas
" Kenapa semalam kau seperti itu? tubuhku sakit semua seperti ditabrak sesuatu yang keras !" kata Arrabella sambil kembali berbaring
" Habisnya semalam kau menggoda ku, maaf karena tidak menahan diri " kata Aiden sambil mencium kening istrinya itu
" Kau.. kau.. "
" semalam dia bertingkah seperti binatang buas, sekarang dia bersikap seolah dia kelinci yang imut. Menyebalkan " batin Arrabella sebal
" Mungkin karena ini lah orang-orang menikah "
" Apa?"
" Melihat seseorang yang kau cintai setiap kali kau membuka mata, itu sangat menyenangkan dan indah. Bersamanya sepanjang waktu, berbagi suka dan duka, tau begini seharusnya aku menikahi mu dari dulu saja " Aiden mulai menggoda wanita itu dengan menyentuh titik sensitif istrinya.
" AH ! sudah hentikan Aiden, apa kau tidak lelah? semalam kita sudah melakukannya 3 kali, aku sudah lelah.." kata Arrabella sebal
" Aku akan melepaskan mu, nanti malam kita lanjutkan lagi " kata Aiden sambil tersenyum manis
" Hentikan senyuman mu itu! jangan berpura-pura imut deh! huh.. "
" Maaf kan aku tidak bisa menahan diri semalam, kau pasti sangat kesakitan. Tidurlah lagi, aku akan pergi keluar. " kata Aiden perhatian
Pada akhirnya, Aiden dan Arrabella kembali bekerja seperti biasa. Aiden tampak berbicara serius dengan Duke Zena dan beberapa bawahannya.
" Kami tidak yakin kalau itu adalah mayat nona Claire " kata Duke Zena
" Untuk menghilangkan keraguan, aku akan melihatnya sendiri. " kata Aiden tegas
" Aku tidak bisa membiarkan seseorang melakukan konspirasi lagi, orang yang menyakiti istriku harus lenyap " batin Aiden
Setelah itu, Aiden dan beberapa kstaria berangkat pergi ke tempat pengasingan Claire yang terbakar untuk memastikan apa wanita itu masih hidup atau sudah mati seperti yang dikatakan orang orang.
...---****----...