Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 65 Balasan dan hukuman


.


.


Setelah di hibur dan di semangati oleh rakyat Clarines, Arabella merasa hati nya lebih baik. Terlebih lagi ada Aiden di sampingnya, akan tetapi wanita itu masih saja ada pikiran untuk meninggalkan Aiden demi masa depan pria yang ia cintai.


" Apa yang mulia tidak sibuk? pasti istana saat ini sedang kacau bukan?"


" Sesibuk apapun diriku, pasti akan aku sempatkan untuk melihatmu. Karena jika aku tidak melihatmu sehari saja, aku tidak akan bisa fokus bekerja " Aiden cemberut


" kenapa tidak bisa fokus?" tanya Arabella


" Bagaimana bisa fokus ? tunangan ku pasti sedang menangis di suatu tempat, membayangkan nya saja aku tidak tahan " kedua tangan Aiden menyentuh wajah wanita itu dengan lembut


" Aku tidak menangis, aku baik baik saja kok " Arabella tersenyum ceria


" Naomi kau harus selalu ingat kalau masa lalu dan kehidupan kita yang sekarang itu berbeda. Meskipun ada beberapa kesamaan yang membuatmu tidak nyaman, aku akan merubah nya. "


" Aku tau, karena kehadiran mu di hidupku, semuanya akan berbeda.. yang mulia .."


" Hum, jadi bersemangat lah " kata Aiden


" Iya "


" Oh ya, aku bawakan kue coklat kesukaan mu " Aiden tersenyum


Aiden dan Arabella makan kue dengan senang. Setelah melihat Arabella makan dengan lahap, Aiden terlihat sangat senang. Wanita itu meminum obat nya setelah makan.


" Apa kau masih merasa sakit?" tanya Aiden


" Tidak, sudah lebih baik. Meski kadang kadang perut ku sedikit saja, tapi ini baik baik saja " jawab Arabella


" Syukurlah, kalau begitu apa kau mau pergi bersama ku?" tanya Aiden


" Kemana?" tanya Arabella


" Ke istana untuk bicara dengan yang mulia raja tentang pengadilan untuk Count Oscar dan putri mahkota "


" Kebetulan sekali aku sedang bosan, aku akan ikut dengan yang mulia. " kata Arabella


" Sekarang tinggal membereskan kalian " batin Arabella


***


Clarines, istana putra mahkota..


"Jadi benar benar ada petisi seperti itu? penurunan putra dan putri mahkota? apa apaan ini? mereka menganggap ku APA??!! " Eugene murka dan menghancurkan barang barang di ruang kerjanya


" Yang mulia tenang lah, yang mulia raja juga belum bicara apa apa soal ini. " kata Liam menenangkan


" Lalu, apa aku harus diam saja? jadi rupanya dia berusaha merebut segalanya dariku?" Eugene bergumam sendiri dengan penuh kemarahan


" Aku tidak bisa membiarkan dia mengambil semuanya dariku ! tidak bisa ! aku putra mahkota negeri ini, Arabella juga harusnya jadi milikku ! kenapa semuanya berpaling dariku, sekarang?"


***


Arabella berjalan ke arah penjara istana, ia mengunjungi Claire terlebih dahulu sebelum mengunjungi Count Oscar.


" Mau apa kau kesini?!" tanya Claire marah


" ckckck.. menyedihkan sekali ya keadaan mu, putri mahkota Clarines yang terhormat sekarang berada di dalam penjara. Bagaimana rasanya?"


" Kalau kau kesini hanya untuk mengejekku, lebih baik kau pergi dari sini?!!" teriak Claire


" Ternyata kau masih punya banyak tenaga untuk berteriak kepadaku. Untuk ukuran seorang tahanan, kau cukup kuat. " wanita itu menyeringai meremehkan Claire,


" Pergi dari sini? ini semua karena mu wanita j****g !"


" Karena ku? apa aku tidak salah dengar? kau yang berbuat jahat dan aku yang disalahkan? benar-benar konyol "


" YA ! ini karena mu, jika bukan karena putra mahkota menyukai mu, aku tidak akan berbuat sejauh ini ! aku tidak akan berakhir seperti ini, tidak akan !" teriak Claire


" Kau sudah gila rupanya, baru satu hari di penjara saja kau sudah tidak waras ya putri mahkota. Jika putra mahkota menyukai ku apa itu salahku? apa aku merebut nya dari mu? jika aku berniat merebutnya, sudah aku ambil dia dari mu dari dulu ! tapi tidak aku lakukan, aku memberikan mu kesempatan untuk berbuat baik di kehidupan ini! tapi kau tetap sama saja. " Arabella terlihat kecewa dengan Claire


" Apa maksud mu kehidupan ini? memangnya aku punya salah apa padamu di masa lalu? kenapa kau melakukan ini padaku?" Claire bingung


" Banyak dan tidak terhitung. Aku kesini dengan harapan kau akan minta maaf pada ku, pada Layla yang sudah tiada ! kenapa kau sedikit pun tidak menyesal dan merasa bersalah? Aku bisa saja memberikan mu racun yang sama dengan racun yang kau berikan padaku setiap hari. Tapi, aku tidak sejahat itu ! Sadarlah ! dan renungkan perbuatan mu baik baik, kali ini aku tidak akan melepaskan mu" Arabella menatap Claire dengan penuh kemarahan


" Kau yang harusnya minta maaf padaku, kau sudah merebut hati putra mahkota dan merebut hati semua orang ! jangan salahkan aku bertindak seperti ini, karena ini juga semua adalah salahmu ! kau mengambil semuanya dariku ! aku tidak pernah menyesal dengan apa yang sudah kau lakukan, dan kau pantas mendapatkan semua kemalangan ini ! "


" Dasar tidak waras " gumam Arabella dengan tatapan mengasihani


" HAHA rasakan ! kau bukan wanita seutuhnya lagi, selamat !" Claire tertawa


" Kau akan dapat balasan dan hukuman yang setimpal dengan perbuatan mu " kata Arabella penuh kemarahan


" Ternyata datang kesini adalah sebuah kesalahan"


Setelah pembicaraan nya dengan putri mahkota selesai, ia menemui Count Oscar yang lokasi penjaranya agak berjauhan dari tempat Claire ditahan.


" Apa kabar tuan Count Oscar?" tanya Arabella ramah


" ternyata kau masih hidup, racun itu tidak membunuh mu ya?" tanya Count Oscar santai


" kau lebih santai daripada keponakan mu, saat aku datang dia langsung marah marah dan mengusirku. "


" baik hati sekali, kau mau mengunjungi kami disini " Count Oscar tersenyum sinis


" Aku kesini memang untuk memberi kalian nasihat "


" Oh, nasihat apa itu?" tanya Oscar


" Segeralah bertaubat, meminta maaf, memohon ampun padaku " kata wanita itu tegas


" Haa.. kau lucu sekali, kenapa aku harus melakukan itu? memangnya apa salah ku ?" tanya Count Oscar


" Paman dan keponakan ternyata sama saja, sama sama tidak mau mengakui kesalahan. " kata Arabella kesal


" Kau yang bersalah disini. Semuanya salah mu "


" Apa kau bilang? salahku?" tanya Arabella


" dari dulu sampai sekarang aku memang masih belum tau alasan jelas kenapa Count Oscar begitu membenci keluargaku. " batin Arabella bingung


" mau tau apa salah mu?" tanya Count Oscar


" Aku juga heran kenapa kau membenci keluarga ku dan sangat membenci ku, kalau kau mau katakan silahkan saja ! siapa tau aku mengerti alasan mu ? " kata Arabella


" Karena kau terlahir ke dunia ini ! itu adalah kesalahan terbesar mu !" teriak Count Oscar sambil menangis


" Apa apaan dia? kenapa dia menangis seperti ini? sedih nya tidak dibuat buat, tapi kenapa dia sedih?" batin Arabella heran


" Viona tidak akan tiada kalau kau tidak terlahir ke dunia ini ! dia memutuskan untuk melahirkan mu padahal dokter sudah mengatakan kalau Viona harus menggugurkan mu demi menyelamatkan nyawanya ! tapi dia malah memilih mu, kau membunuhnya !" Count Oscar sedih


Hati wanita itu kaget dan terpana mendengar kata kata Count Oscar yang belum ia ketahui tentang ibu nya.


" Apa maksud mu? Aku.. "


" Ibu mu sudah tau kalau kandungannya bermasalah, tapi dia masih ingin melahirkan mu ! kau sudah membunuhnya.. " Count Oscar menangis


" Aku tidak tau, ayah tidak pernah memberi tahu ku !" seru Arabella dengan mata berkaca kaca


" Tentu saja ayah mu berusaha menutupinya darimu, dia tidak mau kau sedih. Ah.. apa kau tau apa alasannya kedua kakak mu dulu sangat cuek dan tidak peduli padamu? itu karena kau penyebab kematian ibu mu, dan mereka tau itu !"


" Itu tidak benar, tidak mungkin !! " wanita itu tak percaya


" Kalau dipikir pikir sikap kak Peter dan kak Ethan dulu sangat cuek padaku, apa itu benar karena aku penyebab kematian ibu?" batin Arabella sedih


" Sadar kan sekarang? mereka itu sebenarnya membenci mu " kata Count Oscar memanasi


" Tidak.. ini tidak benar " batin Arabella mencoba menyangkalnya


Setelah menyelesaikan pembicaraan nya dengan kedua orang jahat itu. Wanita itu keluar dari penjara istana, suasana hatinya semakin buruk saat ia berpapasan dengan Eugene yang sedang berjalan menuju penjara istana.


" Arabella, kau ada disini?" tanya Eugene


" Kenapa dia harus disini? suasana hatiku sedang buruk " batin Arabella sebal


Wanita itu memberi salam dengan sikap dingin lalu ia melangkah pergi mengacuhkan Eugene. Pria itu memegang tangannya, dan Arabella menepisnya.


" Tolong jaga sikap anda yang mulia putra mahkota !"


" Maafkan aku, aku tidak bermaksud tidak sopan. Tapi, aku ingin bicara denganmu sebentar " kata Eugene lembut


" Maafkan saya, saya harus menolak "


" Tapi kenapa? kenapa kau selalu bersikap seperti ini padaku? sebenarnya apa kesalahan ku ?" tanya Eugene tak mengerti


" Pria munafik, apa dulu dia juga seperti ini? kenapa aku bisa menyukai orang seperti dia?" batin Arabella merasa jijik


Eugene terganggu dengan jawaban Arabella. Mungkinkah wanita itu sudah tau bahwa selama ini ia menutupi kesalahan ibu nya dan menutupi kesalahan Claire juga? Ia sangat takut kalau Arabella akan semakin membenci nya. Maka penyangkalan adalah jawabannya, dan ia berharap kalau Arabella akan percaya padanya.


" Apa maksud mu? menutupi kejahatan?" tanya Eugene pura pura tak mengerti


" Saya akan merahasiakan ini, yang mulia tidak usah cemas. Karena saya tidak peduli pada apa yang mulia lakukan " kata Arabella sinis


" Kenapa kau tidak peduli? bukankah kau sangat menyukai ku? " tanya Eugene penuh harapan


" Menyukai yang mulia? apa yang mulia sedang berhalusinasi? sejak kapan saya menyukai yang mulia .."


" Dulu kau menyukai ku dan sekarang aku juga yakin kau masih menyukai ku! " kata Eugene ngotot


" Saya tidak menyukai anda, saya malah membenci yang mulia !" ujar Arabella kesal


" Dia ini kepedean sekali " batin Arabella kesal


" Tidak mungkin, kau itu menyukai ku ! Arabella, aku akan menikahi mu setelah aku bercerai dengan Putri mahkota " kata Eugene


" yang mulia seperti nya banyak berkhayal! yang mulia tau kan siapa pria yang saya cintai? dan masih berani seperti ini pada saya? saya adalah tunangan seseorang, dan anda adalah suami seseorang, mari kita saling jaga sikap " Arabella menjelaskan dengan tegas


" Kau tidak mencintainya ! kau dulu mencintaiku, sekarang juga begitu !" seru Eugene bersikeras


" Memang benar dulu aku pernah sangat mencintaimu, kau adalah cinta pertama ku. Tapi, untuk apa aku mengatakan hal yang tidak berguna seperti ini padamu? itu semua hanya masa lalu, yang ada sekarang adalah kebencian. Aku tidak pernah lupa kau adalah malaikat pencabut nyawa yang membunuhku di kehidupan lalu "


" Yang mulia, saya permisi !" ujar Arabella sambil melangkah pergi


Eugene memegang tangan Arabella dengan kasar dan mencengkram kedua tangannya.


" Lepaskan saya yang mulia.. tolong !" ujar Arabella


" Tidak !


" Bukankah adik saya sudah mengatakan agar yang mulia melepaskan tangannya?" tanya Peter yang tiba-tiba sudah ada di belakang mereka.


Eugene pun melepaskan tangan Arabella dan pergi begitu saja dengan kesal. Lalu, Peter menghampiri adiknya itu.


" Kau tidak apa apa? ternyata putra mahkota masih menganggu mu, dia sangat terobsesi padamu. " kata Peter cemas


Arabella cuek saja dan tidak menjawab pertanyaan kakak nya itu.


" Kenapa aku tidak bisa bersikap biasa saja kepada kak Peter? apa ini karena kata kata Count Oscar?" batin Arabella


" Dia kenapa? hanya diam saja?" batin Peter heran


" Apa kau sakit? mau ku antar ke ruang kesehatan?" tanya Peter sambil memegang tangan Arabella. Wanita itu menepisnya dan berwajah dingin.


" Tidak usah, aku baik baik saja " jawab Arabella ketus


" Ada apa? apa Count Oscar atau putri mahkota mengatakan sesuatu padamu? " tanya Peter bingung dengan sikap Arabella


" Bukan urusan kakak " jawab Arabella


Wanita itu pergi dengan mood nya yang sangat kacau, sementara Peter bingung dengan perlakuan ketus adiknya. Ia berfikir apakah ada kelakuannya yang membuat adiknya itu tersinggung. Ataukah 2 orang jahat di dalam penjara istana itu mengatakan sesuatu pada adiknya? yang jelas, mood adiknya saat itu sedang buruk.


***


Sementara itu Ariana sedang jalan jalan di kota ( masih di Clarines ) bersama pelayan dan pengawalnya. Ia sedang berbelanja makanan disana dengan semangat.


" Aku pernah dengar kalau makanan di Clarines itu sangat enak, ternyata benar ya " kata Ariana sambil memakan bakso tusuk yang ada ditangannya


" Iya yang mulia, benar-benar sangat enak " kata Berry


" Yang mulia, sampai kapan kita akan berada di Clarines? maksud saya kapan kita akan kembali ke kerajaan Monique ?" tanya Ernest


" Aku tidak berencana kembali dalam waktu dekat " jawab Ariana santai


" APA? yang mulia, baginda Raja pasti akan mencemaskan anda jika anda tidak cepat kembali " kata Ernest pusing


" Lagipula aku sudah minta izin, 1 minggu lagi kita akan berada disini, lalu setelah itu pergi. Aku ingin melihat drama apa lagi di kerajaan ini " kata Ariana sambil tersenyum


" Jadi yang mulia putri Ariana suka pertunjukkan drama ya?" tanya Ethan sinis


Ariana menjatuhkan bakso yang di makannya, saking kaget nya melihat Ethan, Johny dan Roy sudah ada di belakangnya.


" Salam yang mulia putri Ariana " kata Johny dan Roy memberi hormat


" Ah .. ya, " Ariana gugup


" Kenapa dia ada disini?" batin Ariana


" Sepertinya kejadian adik saya adalah sebuah drama yang menghibur untuk tuan putri Ariana ya?" tanya Ethan sinis


" Apa maksud.. itu bukan maksud ku, Sir Ethan kau salah paham .. " kata Ariana berusaha menjelaskan


" Dia salah paham "


" Sir Ethan, tolong bersikap sopan lah pada yang mulia " kata Ernest ketus pada Ethan


Johny dan Roy merasa ada ketegangan di udara dan mereka memilih menghindar. Mereka berfikir akan terjadi pertengkaran antara Ariana dan Ethan.


" Ka..kami pergi dulu inspeksi di sekitar sana. Ketua tidak usah buru buru " kata Johny


" Iya benar, yang mulia putri kami juga pamit dulu "


Kedua bawahan Ethan itu pergi ke sisi yang lain. Ethan terlihat kesal pada Ariana.


" Aku bukan bermaksud mengejek adik mu, maksud ku ..


" anda tidak perlu menjelaskan apa apa yang mulia, ini tidak penting. Saya permisi "


Pria itu melangkah pergi, Ariana terlihat kesal dan melempar sepatunya ke tubuh Ethan. Ethan membalikkan badannya dan terlihat semakin kesal.


" Kau ini kebiasaan ya, suka pergi begitu saja tanpa mendengarkan penjelasan! kau ini sedang salah paham " kata Ariana kesal


Ethan mengambil sepatu Ariana dan melangkah ke arahnya.


" duduklah "


" A..APA??" Ariana kaget


" Duduk !" seru Ethan


Ariana menurut saja dan duduk di kursi yang ada di sana. Ethan menundukkan badannya dan memasang kan sepatunya kembali ke tempatnya. Ariana terlihat terpesona dengan perlakuan Ethan, baru kali ini ia berdebar karena seorang pria bukan karena wajah tampan nya.


" Anggaplah saja aku memang salah paham, tapi jangan pernah melempar sepatumu pada orang lain. Atau kaki yang mulia akan membeku, ini sudah masuk musim dingin " kata Ethan memperingatkan


" Dia tidak marah tapi malah perhatian padaku.. padahal aku sudah melemparnya dengan sepatu ku " batin Ariana senang


***


Perkataan Count Oscar masing terngiang ngiang di kepala nya, apakah benar keluarganya membencinya karena ia dianggap kelahirannya telah membunuh ibu nya? mengingat hal itu, ia mencoba mencocokkan apa perkataan Count Oscar benar atau tidak. Memang sewaktu ia kecil, ia sering mendapatkan kejahilan dari kedua kakak nya itu, ia pernah merasa bahwa kedua kakak nya tidak sayang padanya, malah ia mendapat perlindungan dari Ashton yang sudah seperti kakak nya sendiri dan menjaganya.


Dulu ia tidak dekat dengan kedua kakak nya seperti sekarang, dan ia mulai mengerti apakah benar kedua kakak nya membencinya sewaktu kecil? kenapa ayahnya juga tidak pernah mengatakan bahwa ibunya meninggal karena mempertahankan dirinya?Lalu apakah ayahnya juga membencinya? banyak sekali pertanyaan yang ingin ia tanyakan saat itu, tapi ia merasa waktu nya kurang tepat.


" Jika itu benar.. maka.. hu...hu.." wanita itu tak bisa menahan air matanya lagi, tangisnya pecah tak tertahankan. Felix melihatnya dan merasa bingung harus berbuat apa.


" Putri, kenapa menangis? apa anda sakit? apa ada yang sakit?" tanya Felix cemas


" Felix.. mari kita pulang " jawab Arabella sambil menyeka air matanya


" Putri.. " Lorenzo dan Demian menyapa


" Yang mulia pangeran menunggu anda di camp, mari ikut kami " kata Demian


" Bilang padanya aku tidak enak badan, aku mau pulang duluan " kata Arabella


" Ada apa? apa ada masalah ya? mata tuan putri terlihat sembab " batin Lorenzo


" Tapi tuan putri.. "


" Sampaikan itu pada pangeran " kata Arabella tegas


Wanita itu pergi dengan suasana hati yang kacau, padahal tadinya ia ingin bertemu raja dan menyampaikan hukuman untuk Oscar dan Claire. Tapi, ia keburu terbawa mood nya yang buruk.


Kedua pengawal Aiden memberitahu nya bahwa Arabella menangis dan terlihat tidak baik.


" Apa dia merasa sakit lagi? " gumam Aiden cemas


Niat Aiden yang ingin menemui Arabella dan mencemaskan tunangan nya itu, tidak terlaksana saat itu juga karena sang Raja memanggilnya untuk urusan penting. Kira kira apa urusan penting itu sehingga Raja harus mengumpulkan semua bangsawan juga?


...---***--...