
Di mansion Reese..
Ethan menegur Felix, Daisy, Layla dan semua penjaga kediaman Reese.
" Tidak ada yang tau kemana adik ku pergi? apa kalian cuma pajangan saja??!!" teriak Ethan marah
Semua pengawal di kediaman Reese itu terlihat ketakutan saat Ethan marah. Mereka meminta maaf dan segera mencari Arabella.
" Tidak disangka di balik sikapnya diluar yang santai dan cuek, tuan Ethan bisa menunjukkan kemarahan seperti ini. Dia pasti sangat menyayangi Arrabella " batin Dominic
" Daisy, Layla, sebenarnya kenapa dia bisa hilang?" tanya Ethan pusing
" Seperti nya nona yang pergi sendiri, dia bilang agar kami tidak menganggu nya. Dia mengunci pintu kamarnya " kata Daisy menjelaskan
" Sejak kapan dia mengunci pintu kamarnya?" tanya Ethan
" Setelah nona tau kalau dia akan dijodohkan dengan tuan Ashton " jawab Daisy
" Apa karena itu dia melarikan diri ?" batin Ethan menebak
" Di jodohkan? apa maksud nya?" tanya Dominic kaget
" Ada drama apa lagi ini? ya ampun, nona Arabella kau benar-benar membuat para pria pusing" batin Cane
" Mungkin sudah sebaiknya yang mulia tau semua ini, maaf saya baru mengatakan nya sekarang, ayah saya dan saya sudah berencana untuk menikahkan Arabella dan tuan Ashton Benedict " terang Ethan
" APA??" Dominic terlihat sangat kaget dan marah ketika mengetahui semua itu
" Jadi, masalah nya adalah tuan duke? tapi kenapa dia bersikeras seperti ini ? apa dia benar-benar tidak suka kalau putri nya bersama dengan anggota kerajaan?" batin Dominic kesal
" Apa yang mulia akan meledak disini? yang mulia tolong tahan emosi anda " bisik Cane yang cemas melihat ekspresi raja itu yang sudah di atas level kesabaran nya
" Aku akan membantu mu mencari nya tuan Ethan " kata Dominic tegas
" Kalau dia kabur, itu artinya dia tidak mau di jodohkan dengan si Ashton itu. Kemana dia?" batin Dominic
Daisy dan Layla gemetaran melihat aura menyeramkan dari raja tiran itu, Ethan juga merasakannya.
***
Ashton memegang erat tangan Arabella dan mendekatkan gadis itu ke hadapannya.
" Apa kau tidak ingin tau alasan kenapa aku tidak mau jadi kakak mu lagi?" tanya Ashton tegas
" Aku tidak ingin tau, karena saat itu kau pasti sedang bercanda !" seru Arabella
" Aku bercanda? apa kau selalu menganggap kata-kata ku adalah lelucon?! Abel jawab !" teriak Ashton penuh ketegasan
" Jadi saat itu kau tidak bercanda? apa kau serius?" tanya Arabella polos
" Aku selalu serius kalau itu tentang perasaan ku !" seru Ashton
" Baiklah, lalu kenapa kau tidak mau menjadi kakak ku lagi?" tanya Arabella serius
" Itu karena aku ingin menjalin hubungan yang lain dengan mu " jawab Ashton terlihat malu
" Hubungan yang lain? apa itu? " tanya Arabella
Ashton tak bisa lagi menahan perasaan nya, untuk mengatakan semuanya kepada gadis itu. Karena ia sudah mempersiapkan dirinya untuk kemungkinan terburuk kalau gadis itu akan menolaknya. Tapi, ia hanya ingin gadis itu tau kalau Ashton menyukai nya sebagai seorang gadis bukan sebagai adik, setidaknya Arrabella harus tau perasaan nya dan mempertimbangkan nya itulah pikirnya. Terlintas di ingatan pria itu tentang masa-masa saat mereka bersama dan saat itu Ashton belum menyadari perasaan nya.
Arrabella saat ia masih kecil ia begitu keras kepala, pemarah, dan manja. Saat itu Ashton selalu menemani nya bermain karena semua teman-teman nya menjauhi nya karena sifat sombong dan pemarah nya itu. Hanya Ashton dan Felix yang setia menemani nya bermain dan memahami betul sikap Arrabella yang keras kepala. Meskipun begitu, Ashton dan Felix tetap bersabar menghadapi gadis kecil yang keras kepala itu. Sekarang, gadis itu sudah remaja, sikap manja dan pemarah nya mungkin masih ada, akan tetapi sikap nya menjadi dewasa, selain wajah yang cantik hal itu pun menjadi daya tarik nya sebagai seorang wanita.
" kenapa kak Ashton melamun seperti itu?" batin Arabella heran
" Kak Ashton!"
Gadis itu memanggil nama Ashton berkali-kali, tapi pria itu seperti tenggelam dalam lamunannya. Sampai akhirnya ia kembali tersadar saat Arabella mencubit tangannya.
" Aw sakit !" kata Ashton sambil memegang tangannya yang di cubit Arabella
" Kakak kenapa? aku sedang bertanya dan kau malah melamun ?" tanya Arrabella polos
" Tidak ku sangka gadis kecil yang selau bermain bersama ku dan tumbuh besar bersama ku ini telah menjadi gadis yang memikat pria dan bisa membuat pria tergila-gila. Kenapa aku baru menyadari nya sekarang? " batin Ashton sambil menatap wajah gadis itu sambil tersenyum
" Tunggulah sebentar, jangan kemana-mana " kata Ashton lembut
" A..Apa? ah ya baiklah " kata Arabella bingung
Tak terasa hari itu sudah malam..
Ashton berlutut di depan Arabella yang sedang duduk, dan memberikan bunga mawar ungu kesukaan gadis itu.
" Kakak.. Apa maksud nya semua ini?" tanya Arabella
" Aku menyukai mu Abel.." kata Ashton
" Kak Ashton.."
" Itulah sebabnya aku bilang aku tidak mau menjadi kakak mu lagi, aku berharap kita punya hubungan yang lebih dari itu. " kata Ashton deg degan
Arabella terpana tak percaya dengan apa yang ia dengar dari pria yang sedang berlutut dan menyatakan cinta padanya itu.
" Apa ini? bukankah kakak menyukai putri mahkota? kenapa jadi menyukai ku?" Arabella keheranan
" Aku kan sudah bilang aku tidak menyukai nya lagi, aku serius Abel.. aku menyukai mu sebagai wanita " Ashton menatap dalam-dalam wajah Arabella yang terlihat kebingungan
" Kenapa kak Ashton jadi seperti ini? dia menyukaiku? tapi.. kenapa?" batin Arabella kaget
" Sudah kuduga dia akan terkejut seperti ini, tidak apa aku sudah mempersiapkan diriku untuk semuanya " batin Ashton sedih
" Sejak kapan kau mempunyai perasaan ini padaku kan?" tanya Arabella
" Sejak perjalanan kita ke Vanders " jawab Ashton
" Apa mungkin kau salah paham tentang perasaan mu? aku ini sudah seperti adik mu sendiri, bagaimana bisa .." Arabella bingung
" Tolong jangan terbebani dengan apa yang ku katakan atau perasaan ku, aku tau kau akan terkejut. Aku tidak akan meminta mu membalas perasaan ku, namun aku hanya ingin kau tau perasaanku dan setidaknya kau mempertimbangkan ku .." kata Ashton berharap
" Bodoh ! kau tau kau akan di tolak! tapi kau tetap saja berharap Ashton " batin Ashton sakit hati
" Kakak ! tolong jangan begini !" seru Arabella sedih
" Aku tidak bisa menyakiti mu, jadi kumohon jangan begini, kau tidak boleh menyukai ku " batin Arrabella
" Aku menyukai orang lain kak, jadi maaf aku tidak bisa mempertimbangkan mu " kata Arabella tegas
" Aku tau, dia pangeran Aiden kan?" tanya Ashton
Arabella tercekat mendengar Ashton tau hubungannya dengan pangeran Aiden.
" Kau menyukai nya kan? aku tidak bisa memaksa mu untuk membalas perasaan ku, tapi aku hanya minta kau mempertimbangkan perasaan ku saja. Bukankah kedua orang tua kita sudah menjodohkan kita?" tanya Ashton
" Kak Ashton aku tidak bisa membuat mu berharap dengan mempertimbangkan mu. Karena aku hanya mencintai pangeran Aiden ! kau sudah seperti kakak ku sendiri, bagaimana bisa kita menjalin hubungan lebih dari itu !" kata Arabella menolak dengan tegas
" Maaf kak Ashton" batin Arabella merasa bersalah
" Pada akhirnya aku tetap ditolak, tanpa di pertimbangkan dulu, dan diberikan kesempatan " batin Ashton sakit hati
" Baiklah jika itu jawaban mu, aku akan bicara pada paman Michael dan Duke Reese untuk membatalkan perjodohan kita. Kau tidak usah cemas " Ashton tersenyum pahit
" kak Ashton tersenyum, tapi ia tidak terlihat ceria. Maafkan aku kak Ashton .." batin Arabella
" Apa kak Ashton baik-baik saja?" tanya Arabella cemas
" Mana mungkin aku baik-baik saja.. Aku ditolak secepat ini. Aku juga butuh waktu melupakan nya. Jadi, untuk beberapa hari ini aku tidak mau melihat mu " kata Ashton tegas
" Iya, aku mengerti kak Ashton. Maafkan aku.." kata Arabella merasa bersalah
" Jangan minta maaf, kalau kau mengatakan itu aku merasa menyedihkan. Sudahlah ayo kita pulang, aku akan mengantarmu pulang " kata Ashton sambil berpura-pura ceria
" Aku akan bicara dengan pangeran Aiden nanti, saat suasana hati ku sudah membaik. Meskipun aku tidak mau menyerahkan Abel kepada pria seperti nya, tapi Abel kelihatan sangat mencintai nya. Sudahlah aku tidak bisa apa-apa lagi, dengan berjalan nya waktu aku mungkin bisa melupakan nya " batin Ashton sedih
" Kak Ashton, maafkan aku.." batin Arabella sedih
Ashton membalikkan badannya dan sedikit menangis tanpa sepengetahuan Arrabella. Hatinya sakit karena mendapat penolakan setegas itu dari Arrabella, ia tak mampu menahan air mata kekecewaan dan sakit hatinya. Meskipun ia sudah tau akan di tolak, ia tetap menyatakan cinta nya pada gadis itu dengan penuh keyakinan, walaupun penolakan yang akhirnya ia terima.
Arrabella terus berjalan dibelakang Ashton, perasaan keduanya masih dalam suasana sedih. Arrabella dengan rasa bersalah nya, dan Ashton dengan rasa kecewa juga sakit hatinya.
" Kak Ashton !"
" Dia berjalan sangat cepat " batin Arabella
Ashton semakin jauh darinya , lalu seseorang membekap mulut gadis itu dari belakang dengan kuat.
" Hmphh! "
" Kak Ashton.. tolong !" batin Arrabella memanggul Ashton yang tak jauh di depannya
Dalam hitungan detik, gadis itu kehilangan kesadaran nya.
Kemudian, pria misterius itu menggendong Arrabella yang pingsan dan berlari pergi, Ashton yang peka dengan cepat ia menyusul pria misterius yang membawa Arabella. Dan mereka sampai di sebuah gang kecil dan sepi.
" Siapa kau? kenapa kau melakukan ini?!!" tanya Ashton
Pria itu tak kunjung menjawab pertanyaan Ashton. Akhirnya terjadilah pertarungan diantara mereka, pada akhirnya pria itu kabur dan meninggalkan Arrabella yang pingsan di tanah. Dari pertarungan itu, tangan Ashton terluka oleh pedang.
" Abel ! Abel bangun ! kau kenapa?" tanya Ashton panik sambil menggoyang goyang kan tubuh gadis itu
" Siapa pria itu? kenapa dia menyerang Arabella? Apa dia dari penculik perdagangan manusia? tidak mungkin, dari pergerakan nya yang cepat dia seperti sudah terlatih " batin Ashton mengira ngira
***
Di mansion Collete..
" Bagaimana? apa kau berhasil ?" tanya Count Oscar penasaran
" Maafkan saya tuan Count, ada kstaria Ashton disana. Saya tidak bisa membawanya " jawab pria misterius
" seharusnya kau bawa saja dia pergi atau langsung membunuhnya, kau menghambat rencana ku saja! baiklah, tidak apa mari kita cari kesempatan lain " kata Count Oscar
" Kau masih bisa bernafas kali ini, tapi tidak ada lain kali. Beraninya kau pergi menyelidiki tentang aku dan Ratu, kalau aku tidak datang ke bar pusat informasi rahasia itu, aku tidak akan tau kalau gadis itu sudah tau banyak tentang aku dan ratu dan mungkin saja dia juga sudah tau tentang nona Canaria Rupanya dia benar-benar tidak sayang nyawa nya. Tapi yang masih aku tidak mengerti, kenapa dia bisa tau bar tempat pusat informasi rahasia itu? Aneh sekali,dia seperti seseorang yang terlahir kembali , karena dia tau tempat tersembunyi seperti itu dengan mudah" kata Oscar dalam hatinya merasa curiga
***
Ashton menggendong Arrabella, tak jauh dari kediaman Reese, Dominic dan Cane ada disana. Mereka segera menghampiri Ashton yang berkeringat, dan dengan panik melihat Arabella yang juga pingsan.
" Tuan Ashton, kau terluka !" seru Cane
" Cepat panggil dokter, untuk memeriksa keadaan nya !" seru Ashton panik
Beberapa saat kemudian di kamar Arabella, Dokter Louis, Dominic, Ashton dan Ethan ada disana. Arrabella masih terbaring belum sadarkan diri.
" Bagaimana keadaan nya Dokter Louis?" tanya Ethan cemas
" Saya sudah memeriksa secara keseluruhan, dia hanya pingsan karena obat bius. Mungkin dosis obat bius itu cukup banyak, hingga dia belum sadarkan diri. Tapi, tuan muda Ethan tidak perlu cemas nona Abel akan baik-baik saja " terang Dokter Louis
" Syukurlah Abel ( Arrabella ) hanya pingsan " batin Ashton dan Dominic lega
" Apa obat bius? maksud mu Abel di bius ?" tanya Ethan
" Iya benar " jawab Dokter Louis
" Ashton jelaskan apa yang terjadi?" tanya Ethan tajam
" Tuan Ethan ,tunggu dulu! Sebelum kita dengarkan penjelasan nya , tangan tuan Ashton harus diobati " kata Dominic sambil melihat tangan kanan Ashton yang berdarah tergores pedang
" seperti nya telah terjadi pertarungan " batin Dominic
Dokter Louis mengobati luka di tangan Ashton dan membalutnya dengan perban. Setelah itu ia pamit pulang ,dan diantarkan oleh Felix.
Ashton pun menceritakan apa yang terjadi di taman kota, tentang penyerangan Arrabella oleh seseorang yang tidak di kenal dan hendak menculik nya, dan Ashton menyelamatkan nya tepat waktu.
" Kau tau ciri-ciri orang itu? wajah nya apa kau tau?" tanya Dominic antusias
" Tidak yang mulia, karena dia menutup menutup wajahnya dengan kain hitam dan pakaian nya juga berwana gelap. Tapi aku yakin orang yang menculik Arabella bukan hanya dia seorang saja. Aku melihat di atas atap itu ada beberapa orang yang berpakaian sama dengannya terlihat sedang menunggu nya " terang Ashton dengan tatapan tajam
" Tapi siapa yang ingin menyakiti Abel sampai menculiknya?" gumam Ethan berfikir
" bagaimana aku akan kembali ke Vanders kalau begini? Keselamatan Arrabella terancam karena orang itu belum tertangkap, seperti nya terpaksa aku harus bertemu dia " batin Dominic
" Yang jelas orang itu sudah terlatih dan bukan penculik biasa , bisa jadi itu suruhan seseorang " kata Ashton
Dominic menggunakan sihir nya untuk melindungi kamar Arabella.
" Apa yang anda lakukan yang mulia?" tanya Ethan dan Ashton
" Aku menggunakan sihir pelindung ku untuk kamar ini, jika ada seseorang berniat jahat dan masuk ke kamar ini dia akan mati terpanggang " kata Dominic sambil tersenyum menyeringai
" Tidak heran, memang raja iblis " batin Ashton kagum
" Yang mulia hebat, seperti biasanya " batin Cane memuji
" Terimakasih yang mulia raja, anda sangat membantu " kata Ethan sopan
" Dia menggunakan sihirnya yang sangat berharga untuk melindungi Abel, dia sangat mencintai Abel, tapi sayangnya ayah tidak setuju " batin Ethan
" Tidak perlu berterimakasih, besok aku akan pergi ke Vanders. Aku akan bertemu Arabella besok pagi, tolong bilang padanya untuk menungguku. Karena ada sesuatu yang ingin aku berikan padanya " terang Dominic tegas
" Baiklah yang mulia, terimakasih banyak" kata Ethan
" Apa tuan Ethan akan menerima kunjungan ku lagi?" tanya Dominic sambil tersenyum tipis
" tentu saja, mana berani saya menolak kunjungan dari yang mulia. Saya akan beritahukan kepada Abel nanti " kata Ethan
Dominic tersenyum pada Ethan dan Ashton.
" Cane, mari kita kembali " kata Dominic tegas
" Ya, yang mulia " kata Cane setuju
***
Keesokan harinya, pagi itu Arabella terbangun dari tidurnya. Ia merasa bahwa kepalanya sangat pusing.
" Aku ingat ,semalam saat aku bersama kak Ashton seseorang membekap mulut ku dengan kain lalu aku tidak ingat apa-apa lagi. Kenapa aku ada disini ya? apa kak Ashton yang membawa ku? " tanya Arabella bingung
Arabella melihat Ethan tertidur di sampingnya.
" Kakak ? sejak kapan dia disini?" gumam Arabella pelan
" Hoam.." Ethan menguap
Ethan terbangun mendengar suara adiknya itu. Ethan terlihat lega dan memeluk adik nya itu dengan penuh kecemasan.
" Kakak.. kenapa kakak?" tanya Arabella bingung
" Anak nakal ! akhirnya kau bangun juga, kemarin kau pergi kemana? semua orang mencari mu, apa kau tau betapa cemasnya aku?" tanya Ethan dengan mata berkaca-kaca
" Kakak.. maafkan aku kemarin aku pergi keluar untuk mencari udara segar " Arabella menyesal
" Aku tidak boleh bilang pada kakak apa yang terjadi sebenarnya " kata Arabella dalam hatinya
#FLASHBACK
Kemarin sore, Arabella pergi keluar mansion nya melewati jendela kamarnya tanpa sepengetahuan kedua pelayan setianya dan Felix.
" Fiuh.. akhirnya aku keluar juga, aku akan menghirup udara segar dulu dan jalan-jalan sedikit deh kata Arabella lega
Arabella berjalan ke taman kota dan ia melihat seorang pria mencurigakan mirip dengan Count Oscar masuk ke dalam gang kecil.
" Itu seperti Count Oscar? mau apa dia ke tempat terpencil seperti itu?" tanya Arabella curiga
Gadis itu mengikuti Count Oscar diam-diam, tapi pria itu menghilang dari pandangannya.
" Kemana dia pergi? aku yakin tadi dia ada disini!" kata Arabella kesal sendiri
" karena aku sudah sampai disini, aku akan sekalian mencari bukti persekongkolan ratu dan Count Oscar. Tapi dimana aku mencari nya?" batin Arabella berfikir
Gadis itu tiba-tiba termenung dan teringat masa lalu nya.
Aku ingat sekarang, dulu ada satu tempat yang menjadi pusat informasi rahasia dan disana kita bisa mendapatkan informasi rahasia apapun. Saat dulu Eugene menjadi raja, aku pernah diajak ke tempat itu untuk membuktikan bahwa aku dan ayah merencanakan pemberontakan pada Clarines dan juga bukti kalau aku bisa menggunakan sihir, padahal aku tidak bisa sihir ! Ya.. Kalau tidak salah tempat itu adalah sebuah Bar di sebuah gang kecil.. Ya, aku harus mencari nya, apa gunanya aku terlahir kembali bila tidak bisa berbuat hal yang bermanfaat. Bagaimana pun juga ini berkaitan dengan kematian ibu pangeran Aiden, aku akan mencari bukti nya dan mengungkapkan hal ini dengan pengetahuan yang aku tau dimasa lalu.
Arrabella berhasil mengingat Bar tempat informasi rahasia itu dan ia menyamar menjadi rakyat biasa untuk bisa masuk ke dalam Bar itu. Beberapa pria memperhatikan nya dengan tatapan curiga.
" Apa aku terlalu mencolok ya? atau apakah aku ketahuan? Seandainya aku bisa ber teleportasi seperti si Raja psikopat itu, akan bagus sekali. Tapi sayangnya, aku tidak punya sihir. Aku sudah sampai sini, dan setidaknya aku harus mendapatkan sesuatu " batin Arrabella resah dengan tatapan pria-pria bertubuh kekar yang sedang duduk di meja dan minum-minum.
Gadis itu memberanikan diri mendekati bar tender di bar itu dan menawarkan sejumlah emas padanya.
" Apa kau tuan Kei ?" tanya Arrabella dengan tajam
" seorang gadis muda berani datang ke bar ini dan seperti nya dia sendirian? siapa dia?" batin Kei curiga
Tanpa banyak bicara lagi, gadis itu mengeluarkan kantung berisi 5 emas batangan dan menunjukkan nya pada Kei, si bartender itu.
" Dimasa lalu dia bisa dibayar dengan beberapa emas yang diberikan Count Oscar, seharusnya dia juga tergiur dengan yang aku berikan kan?" batin Arabella bertanya-tanya
" Dia pasti nona bangsawan " batin Kei peka
" Apa maksud nya ini nona?" tanya Kei agak berbisik
" Saya butuh informasi, tuan mengerti kan?" kata Arabella memberikan isyarat
Kei si bartender itu menatap Arabella dengan curiga, namun ia terlihat tergiur dengan tawaraan emas yang dibawa gadis itu
" Informasi apa?" tanya Kei sambil tersenyum tipis
" tentang Count Oscar" jawab Arrabella
" ternyata dia tergiur juga dengan emas yang aku bawa " batin Arabella senang
Kei tercengang mendengar nya, ia langsung menolak semua emas yang dibawa gadis itu dan mengaku bahwa ia tidak tahu apapun tentang Oscar.
" Gadis itu menanyakan tentang Count Oscar? tidak, informasi tentang nya tidak bisa aku berikan walaupun di menawarkan emas sekalipun.. Kesetiaan ku pada Count Oscar harus ku jaga, kalau dia tau aku berkhianat dia akan membunuh ku. Tidak masalah aku kehilangan emas ini, asal aku tidak kehilangan nyawa ku" batin Kei teguh
Melihat reaksi Kei yang menyembunyikan tentang Oscar, ia yakin bahwa si Kei ini menyembunyikan sesuatu darinya hanya saja Kei tak mau mengatakan nya. Kei berdalih bahwa Arrabella salah masuk tempat karena tempat itu bukan tempat mencari informasi, tapi tempat orang minum-minum. Arrabella pun di usir oleh penjaga bar itu dan Kei memperingatkan nya untuk tidak datang lagi ke Bar itu.
" Benar juga, dia pasti akan menjaga loyalitas nya pada pria jahat itu, di masa lalu pun dia begitu. Dia memfitnah ku dan ayah dengan keji atas kesalahan yang tidak pernah kami buat, pantas saja dia menuruti si Oscar itu, orang dia itu bos nya. Tapi, tunggu saja.. tempat dan orang-orang yang membuat ku di hukum mati di masa lalu, tempat itu dan kalian yang ada di dalam nya akan ku hancurkan nanti " batin Arabella penuh kemarahan
Tanpa sadar salah seorang pria menatapnya tajam dan melihatnya keluar dari Bar rahasia itu.
#END FLASHBACK
Daisy dan Layla menyiapkan sarapan untuk Arabella, gadis itu rupanya masih merasa tidak enak badan karena habis di bius kemarin. Arrabella menebak-nebak orang yang mencelakai nya mungkin adalah Count Oscar.
" Nona, silahkan di makan " kata Layla sambil menyimpan nampan berisi roti, segelas susu, dan kue coklat kesukaan nya di meja
" Kami panik dan ketakutan saat melihat nona pingsan. Syukurlah nona sudah baik-baik saja " kata Daisy lega
" Iya, maafkan aku ya membuat kalian cemas karena pergi tanpa bilang-bilang " kata Arabella merasa bersalah
" Tuan Ethan sangat marah dan panik pada saat tau nona menghilang, dia memarahi semua pelayan, penjaga, bahkan tuan Felix juga " kata Daisy kasihan
" Sepertinya aku harus minta maaf pada Felix, dia pasti dimarahin habis-habis oleh kakak " kata Arrabella merasa bersalah
" Benar nona, dia tampak cemas saat nona menghilang " kata Layla membenarkan
" Ya, aku akan bicara pada nya nanti. Oh ya bagaimana cara ku pulang?" tanya Arabella penasaran
Daisy dan Layla menjelaskan bahwa Arrabella pulang dibawa oleh Ashton dan tangan Ashton juga terluka karena pedang untum menyelamatkan Arrabella dari penculik itu.
" Benarkah? aku benar-benar tidak ingat " kata Arrabella bingung
" Aku harus berterimakasih pada kak Ashton, tapi syukurlah kata Daisy dan Layla kalau luka kak Ashton tidak parah. Ah ya aku lupa kalau kak Ashton tidak mau bertemu dengan ku beberapa hari setelah yang tadi malam " batin Arrabella merasa bersalah
" Oh ya, ini kan kue dari Pia Bakery? kenapa bisa ada disini? bukankah kue nya sudah ku habiskan waktu terakhir kali Layla membelinya ?" tanya Arrabella heran
" Akhir nya nona bertanya juga tentang itu, kue itu di belikan oleh yang mulia Raja Dominic untuk nona " kata Daisy ceria
" A..Apa? siapa?" Arrabella terpana
" Yang mulia Raja Dominic yang membelikan nya untuk nona, semalam dia juga ikutan mencari nona yang hilang loh " terang Layla ceria
" Darimana dia bisa tau kue kesukaanku? Ah tidak, bukan itu pertanyaan utamanya, kenapa dia bisa ada di rumah ku?" batin Arabella
Gadis itu termenung mendengar perkataan kedua pelayan nya itu dan juga keheranan karena kedua pelayannya itu terlihat bersemangat menceritakan tentang Dominic.
Continue..