
Pada akhirnya gadis yang lelah karena menangis itu jatuh pingsan dalam pelukan Dominic.
Tanpa di duga raja yang sering dipanggil raja iblis itu menangis melihat keadaan wanita yang ia cintai setulus hatinya begitu terpuruk dan lemah karena sedang berduka. Ia seperti ia sendiri yang terluka dan kehilangan.
" Tolong jangan seperti ini Arabella, jangan berlama lama seperti ini. Hatiku sangat sakit melihat mu begini, sekarang aku tau apa alasan tuan Ashton mengatakan bahwa kau tidak boleh sedih. Sekarang aku mengerti kenapa, dia berkata begitu.. melihat mu menangis itu sangat menyakitkan bagiku dan ini juga pasti menyakitkan juga bagi nya. " batin Dominic sambil menyeka air mata Arabella dengan lembut
Dominic menggendong Arabella yang pingsan dan membawanya keluar dari tenda mayat.
" Kemana aku harus membawanya?" tanya Dominic dengan nada sedih
" Apa aku tidak salah lihat? raja Dominic? menangis?" batin Lorenzo heran
" Yang mulia yang sekarang benar benar berperasaan " batin Cane
" Yang mulia raja , apa yang terjadi pada Abel?" tanya Ethan dan Peter cemas
" Dia baik baik saja, hanya pingsan karena kelelahan. " jawab Dominic
" Bawa dia ke tenda ku, di sana hangat dan Arabella bisa tidur dengan nyaman " kata Eugene
" Terimakasih yang mulia " kata Ethan sopan
"untuk kali ini saja karena keadaan Abel, aku menerima bantuan putra mahkota. Tidak ada lain kali " batin Ethan
***
Di hamparan pasir yang luas, gadis kecil yang terlihat seperti Arabella sedang bermain pasir di pantai.
" Kak Ashton ! kak Peter ! sini ! ayo bermain bersama !" kata Arabella ceria
Ashton dan Peter menghampiri Arabella yang ceritanya sedang membuat istana pasir.
" Kakak lihat, apa istana pasir buatan ku ini bagus?" tanya Arabella dengan tatapan mata yang polos
Peter malah tertawa melihat istana pasir yang dibuat Arabella dan mengejeknya " Haha ..istana pasir apaan ? ini sih mirip gua makhluk purba haha.. iya kan Ashton?"
" Kakak jahat, aku tidak mau bermain dengan kak Peter lagi, kak Ashton juga aku tidak mau bermain dengan kalian ..hu ..huu.."gadis kecil itu menangis
" Kau ini kenapa bicara begitu? istana pasir nya bagus kok " kata Ashton sambil tersenyum ramah
" Bohong, bilang saja kalau istana pasir ku jelek? iya kan?" tanya Arabella sedih
" Iya memang jelek kok " jawab Peter jujur
" Aku tidak bilang jelek, kakak mu saja yang bilang jelek. Aku bilang bagus kok.. jangan menangis lagi ya Arabella " kata Ashton membujuk
" Peter ! kemari sebentar, aku butuh bantuan mu ! " teriak Ethan dari kejauhan
" Aku datang kak! Hey Ashton aku titip anak cengeng ini ya !" seru Peter sambil berlari terburu-buru
" Hey kau kakak tidak bertanggungjawab ya !" seru Ashton
Ashton duduk di samping Arabella dan mengusap air mata gadis kecil itu dengan lembut.
" Anak yang baik dan cantik tidak boleh menangis ya " kata Ashton ramah
" Memangnya aku cantik ?" tanya Arabella sambil sesegukan habis menangis
" Tentu saja, tapi kau akan terlihat lebih cantik lagi kalau kau tersenyum." jawab Ashton serius
" Benarkah? jadi apa aku harus tersenyum?" tanya Arabella polos
" Iya, kau tidak mau dipanggil oleh Peter si cengeng lagi kan? jadi kau harus hapus air mata mu itu lalu tersenyum " kata Ashton
" Jika aku tersenyum apakah kak Ashton mau bermain dengan ku ?" tanya Arabella
" Baiklah,tapi sebelum kau tersenyum kau harus menghapus air mata mu itu karena menangis terlihat tidak cocok untuk mu " kata Ashton lembut. Arrabella menuruti permintaan Ashton dan mulai tersenyum.
Ashton membantu Arabella membuat istana pasir yang baru.
" Woah, ini benar-benar seperti istana pasir sungguhan " Gadis kecil itu terpana melihat istana pasir yang dibuat Ashton.
" Bagaimana ? bagus kan istana pasirnya?" tanya Ashton
" Hm.. iya sangat bagus persis seperti istana di buku dongeng ku " Arabella menunjukkan gambar istana yang ada di buku dongeng nya
" Apa kau senang?" tanya Ashton
" Iya aku senang ! " jawab Arabella semangat
"kalau begitu, bisakah kau tersenyum?" tanya Ashton
Dengan wajah polos dan lugu nya, Arabella tersenyum pada Ashton dan terlihat sangat gembira. Tak lama kemudian, Peter dan Ethan datang menghampiri Ashton yang sedang bersama dengan Arabella.
" Istana pasir ini lebih baik dari gua manusia purba yang tadi " kata Peter
Arabella cemberut dan terlihat kesal pada Peter. Ethan melihat kedua adiknya itu dan menebak kalau kedua adik nya bertengkar lagi.
" Lihat ! Kak Peter selalu mengejekku kak Ethan !" seru Arabella kesal
" Aku hanya bicara jujur kok !" seru Peter marah
" Kak Ethan, aku mau tambah kakak lagi ! aku tidak mau kak Peter !" kata Arabella marah marah
" APA?" tanya Peter dan Ethan kaget
" Iya, aku mau kak Ashton menjadi kakakku !" kata Arabella tegas
" Memangnya Ashton mau jadi kakak mu ? kau ini percaya diri sekali ya, huuh " Peter mengejek Arabella
Ashton tidak diam saja, ia membela Arabella dan memanggil Arabella sebagai adiknya. Gadis kecil itu sangat senang karena Ashton mau menjadi kakak nya.
" Karena kak Ashton setuju menjadi kakakku jadi kau harus memanggilku Abel seperti kak Ethan dan kak Peter ya " kata Arabella senang
" Baiklah adikku Abel " kata Ashton sambil tersenyum
" Huu dasar cengeng !" seru Peter
Arabella memukul mukul Peter dengan kesal. Peter menggerutu dan mengatakan kalau Arabella galak dan kelak dewasa tidak akan ada yang mau menikahinya.
Gadis kecil itu lagi lagi menangis karena ulah kakak nya, Ethan menegur Peter karena membuat Arabella menangis lagi.
" Kak Ashton bagaimana jika kak Peter benar.. tidak ada yang mau menikahi ku ..hu..hu.. " kata Arabella sambil menangis
" Aduh si Peter ini memang suka sekali membuat adik nya menangis " batin Ashton heran
" Kalau tidak ada yang mau menikahi mu nanti, aku yang akan menikahi mu. Kau tenang saja ya " kata Ashton sambil tersenyum
" Kakak serius? kakak mau menikahi ku? tapi bukan kah kita kakak adik, saudara tidak boleh menikah " kata Arabella polos
" Kita kan bukan saudara kandung, kita bisa menikah " kata Ashton polos
" Benarkah? aku sangat senang kalau sudah besar nanti aku bisa menikah dengan kak Ashton.. karena kak Ashton sangat baik " Arrabella tersenyum ceria
Ashton terlihat tenang setelah melihat gadis itu tersenyum.
...( Ilustrasi Ashton Benedict )...
Arabella terlihat masih tertidur, ia membuka matanya secara perlahan dan sadar bahwa itu semua hanyalah mimpi masa kecil nya dan kenangan nya dengan Ashton.
" Kak.. Ashton...Maaf ..maaf ..." gumam Arabella dengan nada yang berat dan penuh kesedihan, tanpa ia sadari air mata menetes jatuh membasahi bantal yang ia tiduri.
Gadis itu melangkah pergi ke arah tenda tempat mayat untuk meyakinkan dirinya bahwa Ashton sudah tiada. Dan benar saja, yang dikira hanya mimpi ternyata kenyataan.. ia melihat jasad Ashton yang sudah tak bernyawa terbaring ada di depan nya.
" Ternyata bukan mimpi .." gumam Arabella yang sudah lebih tenang dari sebelumnya
Eugene masuk ke dalam tenda mayat dan melihat Arabella sedang duduk sendiri disana.
" kau sudah bangun? bagaimana keadaan mu?" tanya Eugene dengan nada khawatir
" Saya sudah lebih baik yang mulia " jawab Arabella dengan raut wajah yang masih muram
" Kenapa kau ada disini? jika kau sudah baikan, ayo makan dulu, aku sudah menyuruh Liam membawakan makanan untukmu kau istirahat saja di kamar ku kalau masih tidak enak badan " kata Eugene lembut
" Tidak usah, yang mulia jika anda ingin memperhatikan seseorang perhatikan saja Putri mahkota, dia tidak akan senang melihat sikap mu seperti ini pada saya " kata Arabella dingin
" Sikap nya lebih dingin dari biasanya, apa ini karena dia masih syok dengan kematian Ashton dan menghilang nya kakak " batin Eugene sedih
" Tolong tinggalkan saya sendiri yang mulia !"seru Arabella tegas
" tapi kau harus makan .." Eugene menatap gadis itu dengan penuh kecemasan
" Saya mohon, saya ingin bicara dengan kak Ashton sebentar " kata Arabella memohon
" Baiklah, jika kau butuh sesuatu.. aku ada di luar " kata Eugene mengalah
Arabella sendirian di tenda mayat itu, ia melihat Ashton dengan penuh kesedihan.
" Sebenarnya apa yang kau pikirkan kak Ashton, kenapa kau berfikir kalau aku tidak akan sedih jika aku kehilangan mu? apa kau bodoh? meskipun aku menolak cinta mu, tapi kau adalah kakak ku. Meski kita tak sedarah.. aku menyayangi mu seperti aku menyayangi kak Ethan dan kak Peter. Bagaimana kau bisa berbuat seperti ini pada ku kak .. kau itu salah satu orang yang penting untuk ku. Bagaimana bisa kau pergi seperti ini? aku bahkan belum minta maaf padamu, kenapa kau tidak mau mendengarnya lebih dulu? padahal kita belum berbaikan, tapi kau pergi begitu saja? jahat... " kata gadis itu sambil menatap sedih Ashton yang terbaring di depannya.
" Aku mencari mu kemana-mana, tau nya kau ada disini. Ayo kita makan bersama, kau kan belum makan dengan benar dari semalam " kata Ethan lembut
" Aku tidak mau makan kak " jawab Arabella lemas
" Aku mengerti perasaan mu Abel, kau pasti sangat sedih dan berduka. Ashton telah tiada, pangeran Aiden menghilang, keadaan ini tidak mudah untuk mu " batin Ethan cemas
" kakak, apa kakak melupakan hari ulang tahun ku? lihat , kak Ashton saja memberikan ku hadiah ulang tahun.. jepitan ini cantik kan? tadi aku habis bicara dengan kak Ashton loh " tanya Arabella sambil tersenyum dan menunjukkan jepitan nya pada Ethan. Pria itu terlihat cemas melihat Arabella.
" Abel... kau jangan begini " kata Ethan sedih
" Katanya misi kalian sudah selesai, jadi kita bisa pulang bersama " kata Arabella sambil tersenyum
" ABEL !" seru Ethan dengan mata berkaca-kaca menatap Arabella
" Aku akan memakai jepitan ini dan menunjukkan nya pada kak Ashton setiap hari " Arabella tersenyum seolah tidak ada apa apa
Ethan memeluk adiknya itu dengan penuh kasih sayang, kenyataan bahwa Ashton meninggal dan pangeran Aiden menghilang bukan lah hal yang mudah untuk nya.
Dan benar saja, kesedihan dan duka yang dirasakan gadis itu tidak berakhir hanya 1 atau 2 hari. Bahkan ketika Arabella kembali ke Clarines ia terlihat depresi, meski begitu ia selalu tersenyum untuk menutupi semua duka nya.
2 bulan sudah berlalu setelah Ashton tiada dan pangeran Aiden masih menghilang.
Dengan bantuan Lorenzo, Demian, dan orang orang di sekitarnya ia selalu berusaha mencari keberadaan pangeran Aiden dan tidak pernah berhenti. Namun, Aiden menghilang seperti di telan bumi dan tidak diketahui keberadaan nya, beberapa orang yakin bahwa Aiden tiada bersama raja monster itu.
Suatu hari di musim panas, Arabella pergi ke makam Ashton.
" Kak Ashton, aku datang lagi. Apa kau baik baik saja disana? aku harap begitu, kak aku ingin bercerita pada mu. Pangeran Aiden, sampai saat ini belum ditemukan juga, semua orang bilang kalau dia sudah meninggal tapi aku yakin kalau dia masih hidup.. sebenarnya dia ada di mana ..." Kata Arabella sedih sambil menatap batu nisan tempat peristirahatan Ashton
Arabella melangkah pergi dari area pemakaman. Dalam hatinya ia menyemangati dirinya agar tetap tegar dan kuat karena ia harus mencari keberadaan Aiden.
Bukan hanya Arabella dan orang orang terdekat saja yang berusaha mencari Aiden, tapi sang raja juga berusaha mencarinya kemana-mana.
" sebenarnya dimana kau nak.. maafkan aku Canaria.. aku benar-benar bukan ayah yang baik " batin Raja sedih
***
Di istana Vanders..
Dominic terlihat sibuk mengurusi urusan negara di ruang kerja nya. Keadaan istana Vanders jauh lebih baik dari sebelumnya meskipun tetap saja tidak ada pelayan wanita disana.
" Cane, apa laporan mu hari ini?" tanya Dominjc
" Wilayah utara kita baik baik saja, dan monster itu sudah tidak terdeteksi lagi. Semuanya sudah mulai normal yang mulia " jawab Cane
" sudah 2 bulan sejak kejadian itu, apa dia baik baik saja? aku belum melihatnya lagi, karena sibuk di wilayah ku" batin Dominic cemas
" Apa yang sedang yang mulia pikirkan sampai termenung seperti itu?" batin Cane heran
" Aku juga tidak bisa menggunakan teleportasi ku selama 2 bulan ini, melawan si raja monster itu sudah menguras semua sihir ku. Dan sekarang sihir ku dalam pemulihan. " batin Dominic resah
" Padahal aku sudah menyuruhnya mengirim surat, tapi dia tidak mengirim surat sekalipun! dia baik baik saja atau tidak,aku tidak tau !" kata Dominic sambil menggebrak meja dengan kesal
" Yang mulia, jika anda bisa menyelesaikan tugas hari ini kita bisa pergi ke Clarines dan menghadiri Festival di sana. Berita baik nya, kita di undang ke sana " kata Cane ceria
" Apa? benarkah? kalau begitu kau juga bantu aku selesaikan semua ini !" seru Dominic tegas
" Akan saya laksanakan yang mulia " Cane tersenyum
" Dulu saja kalau ada hal hal mendesak, yang mulia pasti akan melimpahkan semua pekerjaan nya pada ku. Sekarang dia malah mengajak ku mengerjakan nya bersama, nona Arabella benar-benar membawa perubahan yang besar pada yang mulia " batin Cane bahagia
***
Istana Clarines..
Eugene berbicara dengan Raja tentang sesuatu yang serius dan setelah mendengar nya Claire terlihat sangat marah. Putri mahkota Clarines itu langsung menemui Eugene.
" Sebenarnya apa yang mulia lakukan? kenapa anda tiba-tiba meminta hal seperti itu pada Raja ?" tanya Claire marah
" bukankah putri mahkota harusnya sudah tau, tidak ada larangan bagi seorang putra mahkota memiliki seorang selir " kata Eugene santai
" Tapi saya tidak setuju, saya tidak mau anda memiliki selir !" Claire marah
Eugene memegang dagu Claire dan menatap nya dengan penuh kemarahan.
" kau ini siapa ? kenapa aku harus membutuhkan persetujuan mu untuk melakukan sesuatu? " tanya Eugene
Claire menepis tangan Eugene dengan kesal.
" Karena aku adalah putri mahkota mu ! aku calon ratu negeri ini, aku punya hak melarang suami ku memiliki selir !" seru Claire marah
" Bahkan yang mulia Raja juga sudah setuju, kenapa kau tidak ? terserah kau tidak setuju atau tidak, aku akan tetap memilih selir ku " kata Eugene keras kepala
" Apa kau ingin memilih wanita itu? wanita dari keluarga Duke Reese itu sebagai selir? aku benar kan? memangnya dia mau menjadi selir mu?" tanya Claire meremehkan
" Dia mau atau tidak, aku bisa memaksa nya. Dan itu juga bukan urusan mu !" seru Eugene kesal
" Aku tidak akan pernah membiarkan ku menikahi nya ! " seru Claire marah
Claire dengan perasaan nya yang berapi-api karena cemburu, pergi menemui Raja dan Ratu untuk mencegah Eugene memilih Arabella sebagai selir.
" Kenapa kau sangat menentang hal ini putri mahkota ? berikan alasan yang jelas, agar kami mengerti " kata Raja tegas
" Alasan saya menentang hal ini karena Pangeran Aiden sudah melamar nona Arabella sebelumnya, yang mulia. " kata Claire
" Apa? benar kah?" tanya Raja tercekat
" Aiden pernah bilang kalau dia ingin menikahi seseorang, jadi orang itu adalah putri Duke Reese? " batin Raja kaget
" Benar yang mulia " jawab Claire tegas
" Semoga dengan mengatakan ini, Raja akan melarang Arabella menjadi selir dan menolak permintaan putra mahkota mengangkat selir. " batin Claire berharap
" Kalau begitu aku akan berbicara pada nya bahwa ia tak bisa membawa putri Duke Reese ke istana " kata Raja
" bagus, ini yang aku inginkan " batin Claire
" Tapi aku tidak bisa melarang nya untuk memilih wanita lain sebagai selir " kata Raja tegas
" A..Apa?" Claire kaget
" kau mengerti kan putri mahkota? yang Raja maksud adalah, dia bisa melarang nona Arabella menjadi selir putra mahkota tapi tidak bisa melarang wanita lain menjadi selir nya. Karena tidak ada larangan bagi putra mahkota untuk memiliki selir "terang Ratu tegas
Claire terlihat kecewa setelah pembicaraan nya dengan Raja dan Ratu tidak membuahkan hasil. Ia terlihat sedih karena tidak ada yang mendengarkannya.
Eugene yang keras kepala terus mendekati Arabella dengan mengirim kan nya hadiah setiap hari dan itu membuat Arabella semakin tak suka.
" ini sudah yang ke 20 kali nya putra mahkota mengirim kan hadiah untuk Abel.. dia tidak pantang menyerah ya " gumam Peter
" Semua orang pasti akan membicarakan yang tidak benar tentang Abel, karena putra mahkota terus mengirim kan nya hadiah. Ini tidak akan bagus untuk nya " kata Ethan bingung
" Kak Ethan, apa menurut mu putra mahkota benar-benar menyukai Abel ?" tanya Peter penasaran
" Aku tidak yakin, ini lebih kepada obsesi dan aku juga tidak terlalu suka padanya" Jawab Ethan jujur
" bukankah kau temannya waktu kecil?kenapa kau tidak suka dia?" tanya Peter heran
" Karena dia sudah berubah sekarang " jawab Ethan
Peter menyarankan Arabella segera mempunyai pasangan, agar putra mahkota tidak mendekatinya lagi. Hal itu terdengar oleh Arabella dan membuat gadis itu marah.
" Kalian ini bicara apa? sudah mau membicarakan pasangan untukku?" tanya Arabella kesal
" Peter benar, putra mahkota terus mengirimi mu hadiah. Untuk mencegah rumor tersebar luas, kau harus memiliki pasangan " kata Ethan
" Benar, lagipula mau sampai kapan kau menunggu pangeran Aiden? kau harus menerima kenyataan nya Abel " kata Peter tegas
" Apa kalian pernah memikirkan perasaan ku? kenapa tidak satu pun dari kalian mengerti diriku? kalian hanya memikirkan rumor di kalangan bangsawan ! Kak ,pangeran Aiden hanya menghilang dan bukan nya mati ! kenapa kalian menganggap seolah olah dia sudah mati ? hatiku sangat sakit..setiap hari aku kesakitan.. aku tidak akan terima semua ini, sekali saja .. pahami aku.. " Arabella menangis sakit hati
" Abel.. kami tidak bermaksud seperti itu.. " kata Peter mencoba menjelaskan
" Pangeran Aiden masih hidup, dia masih hidup ! dia sudah berjanji dan tidak akan mengingkari nya ! " teriak Arabella
Daisy dan Layla merasa sangat sedih melihat Arabella kembali histeris karena pangeran Aiden dan kematian Ashton membuatnya sangat terpukul. Gadis itu berlari ke kamarnya dan menangis sendirian.
" Nona ..!" seru Daisy
" Biarkan saja dia sendirian dulu !" seru Ethan
" Kakak, rupanya dia masih belum menerima nya " kata Peter sedih
" kau harus minta maaf padanya nanti, kau tau Abel sedang sensitif tapi kau malah berkata seperti itu ! " seru Ethan marah
" iya kak aku salah, aku akan bicara padanya nanti " kata Peter menyesal
Arrabella mengunci dirinya di kamar, sesekali ia melihat ke jendela kamarnya yaitu jalan Ashton sering keluar masuk kamarnya. Ia membayangkan pria itu tersenyum padanya dan duduk di jendela.
" Kak Ashton, jika kau ada disini kau pasti akan membantuku kan? Apa kau tau dimana pangeran Aiden berada ? dia masih hidup kan? kenapa kalian para pria selalu membuat janji yang tak bisa kalian tepati ! hiks hiks.. " Arrabella membayangkan Aiden ada di sampingnya dan memegang tangan nya dan tersenyum padanya, hati nya semakin sakit karena ia tau bahwa itu hanya bayangan.
" Aiden.. dimana kau.. "