
.
.
Melihat Arrabella melamun, Daisy terlihat cemas. Pelayan yang tidak diketahui namanya itu segera minta maaf pada Arrabella dan minta agar diampuni nyawanya.
" Tidak apa apa, kau tidak perlu berlebihan seperti itu. Kembalilah bekerja " kata Arrabella ramah
" Terimakasih yang mulia putri mahkota, sekali lagi saya minta maaf.." kata Pelayan itu sambil menunduk
" Tunggu ! " seru wanita itu pada pelayan yang hendak pergi.
" Aku merasa kan firasat tidak baik, kenapa aku seperti nya pernah melihat mata itu?" batin Arrabella curiga
" saya, yang mulia .."
" Siapa nama mu?" tanya Arrabella
" Nama saya Layla, yang mulia " jawab Layla sambil tersenyum
" Lay..la.." putri mahkota Clariness itu terpana saat mendengar pelayan itu menyebutkan nama Layla. Ia teringat kembali Layla pelayan dekatnya yang sudah tiada.
" Ada apa yang mulia? apa ada sesuatu yang..
" Tidak, kau bisa pergi. Lanjutkan pekerjaan mu dan lain kali berhati-hati lah " kata Arrabella mengingatkan
Layla pergi dan menjamu tamu lain. Arrabella terus memperhatikan nya.
" Ada apa yang mulia?" tanya Daisy
" Bibi Daisy, cari informasi tentang pelayan bernama Layla itu. Aku merasa tidak pernah melihatnya di istana. " kata Arrabella
" Baik yang mulia " kata Daisy patuh
" Aku harus pergi ke kamar ku, kau disini saja. Aku akan ganti pakaian "
" Apa tidak perlu saya temani?" tanya Daisy
" tidak perlu, kau awasi saja pestanya " jawab Arrabella sambil tersenyum
Wanita itu berjalan menuju ke kamarnya, ia mengganti gaunnya yang kotor dengan gaun yang lain. Saat ia membuka pintu dan akan kembali ke aula kerajaan, ia kaget melihat Dominic sudah ada di depan pintu kamarnya seperti sedang menunggu nya.
" Yang mulia Raja Dominic ! sedang apa anda disini?" tanya Arrabella terkejut sambil celingukan melihat kesana kemari, dan tidak ada siapapun disana.
" Aku.. mungkin kesini untuk melihatmu yang terakhir kalinya " kata Dominic sedih
" Bau alkohol? " Arrabella mencium bau alkohol dari tubuh Dominic
" Anda mabuk ya? pergilah dari sini sebelum ada orang yang melihat mu dan nanti akan terjadi kesalahpahaman. " kata Arrabella tegas
BRAK
CEKREK
KLAK
Sulit dipercaya, Dominic menyeret Arrabella masuk ke dalam kamarnya sendiri. Raja itu juga masih sempat-sempatnya mengunci pintu kamar itu.
" Apa yang anda lakukan?! " kata Arrabella berteriak
" Kalau kau berteriak begitu, nanti ada orang yang dengar. " kata Dominic sambil tersenyum pahit dan tangannya masih memegang tangan Arrabella.
" Kenapa kau mengunci pintunya? keluar dari sini Raja Dominic ! istrimu sedang menunggu di luar sana !" seru Arrabella marah
" Untuk terakhir kalinya, tolong biarkan aku melakukan ini.. "
GREP
Kedua tangan kokoh itu memeluk Arrabella, dan bibir pria itu mencium Arrabella dengan penuh perasaan. Air mata mengucur dari Raja tiran itu, seperti air mata perpisahan. Bagi wanita itu, ciuman yang dilontarkan Dominic adalah paksaan.
" Hmph.. hmph..."
" Apa yang dia lakukan? keterlaluan, ini sudah kelewatan " batin Arrabella marah
Arrabella memukul mukul pria itu, tapi Dominic terlalu kuat. Bahkan ciuman nya tidak bisa wanita itu hindari, malah semakin dalam dan dalam.
" Aku mencintaimu Arrabella.. sangat.." kata hati Dominic penuh perasaan
" Bagaimana kalau ada yang melihatnya? Megan..dia akan terluka.." batin Arrabella kesal
Wanita itu akhirnya menginjak kaki Dominic, memukulnya sekuat tenaga. Namun, tidak ada hasilnya. Dominic sama sekali tidak melepaskan ciuman nya atau membiarkan nya untuk mengambil napas meski sedikit. Ia pun mengigit bibirnya sendiri dan membuat bibirnya berdarah.
" Apa yang kau lakukan?!" kata Dominic yang kaget melihat bibir wanita itu yang berdarah,
" Kau sendiri apa yang sudah kau lakukan?! Raja Dominic anda sudah keterlaluan!!" kata Arrabella murka
PLAK
Tangan Arrabella melayang di pipi Raja tiran itu hingga pipi Dominic memerah.
" Tamparan saja seperti nya tidak cukup untuk anda !" kata Arrabella dengan air mata yang mengalir perlahan ke pipi nya
" Aku tidak akan melawan kau mau berbuat apa saja padaku sekarang, karena aku sudah melakukan apa yang aku inginkan. Aku mencintaimu Arrabella dan akan selalu, Meskipun aku sudah menikah sekalipun " kata Dominic dengan mata yang tajam
" Hentikan ! kenapa anda seperti ini lagi?!!" tanya Arrabella syok
" Tapi, aku tau tanggungjawab ku sebagai seorang suami pada Nona Megan. Aku mungkin menikah dengannya, tapi itu hanya demi bayi ku. Taukah kau betapa sulitnya aku meyakinkan diriku bahwa aku ingin kau bahagia bersama putra mahkota Aiden? setiap memikirkan hal itu aku iri, kenapa bukan aku yang bersamamu? kenapa aku melakukan kesalahan malam itu? jika saja aku tidak melakukan kesalahan itu, aku pasti masih ada kesempatan bersamamu." kata Dominic putus asa dan terlihat sakit hati
" Kau ternyata masih seperti ini, meskipun tidak terjadi kesalahan pada malam itu. Aku juga tidak akan memilihmu, pilihanku akan tetap sama. Lebih baik kau pikirkan Ratu Megan yang sedang mengandung anakmu ! kau tidak memikirkan perasaan nya saat kau disini bersamaku? kau tidak peka terhadap perasaan nya?" tanya Arrabella sakit hati
" Aku tidak peduli pada perasaan nya, karena aku tidak menyukainya " kata Dominic tidak peduli
Tanpa mereka sadari seseorang mendengar kan pembicaraan mereka dan menangis diam-diam di balik pintu kamar itu. Ternyata Megan sedari tadi ada disana karena ia mengikuti Dominic. Di wajahnya tampak ada kemarahan dan sakit hati, seperti nya gadis itu sudah mendengar semua yang dikatakan oleh Dominic.
" ini semua demi bayinya? kenapa ? padahal aku sudah tau semuanya tapi.. hatiku masih sakit mendengar kenyataan ini secara langsung, semua kebaikannya selama ini pada ku hanya lah demi bayinya.. Raja Dominic dia masih mencintai putri mahkota. Kenapa sakit sekali? dadaku ini terasa sesak..." batin Megan sakit hati
Setelah itu Megan berlari jauh dari kamar Arrabella, dan pergi ke toilet untuk menyeka air matanya.
" Kau keterlaluan ! pergi kau dari sini ! kalau tidak, aku tidak akan memaafkan mu selamanya ! " seru Arrabella kesal
" Aku minta maaf, ini terakhir kalinya aku berbuat seperti ini. Aku akan belajar melupakan mu sekuat tenagaku, jika aku bisa. Ini yang terakhir kali.." kata Dominic tak yakin
" PERGI !!" teriak Arrabella murka
" Ada wanita baik yang mencintaimu dengan tulus kenapa kau tidak bisa melihatnya? bodoh" batin Arrabella kesal
BRAK
Pintu terbuka dan rusak.
Ternyata Lorenzo dan Felix mendobrak pintu kamar Arrabella begitu mendengar teriakan putri mahkota kerajaan Clariness itu.
" Yang mulia putri mahkota !!" teriak Felix dan Lorenzo panik
Kedua pria itu terkejut melihat bibir Arrabella dan Dominic sama sama berdarah. Setelah itu tak lama kemudian, Cane juga datang menyusul Raja nya.
" Apa mereka.. jangan jangan.." batin Felix curiga
Felix dan Lorenzo mengarahkan pedang ke leher Dominic. Cane dengan cepat mengarahkan pedangnya ke arah Felix dan Lorenzo.
" Jangan macam macam dengan yang mulia Raja !" seru Cane
" Hentikan ! Lorenzo, Felix, taruh pedang kalian. " ujar Arrabella
" Tapi yang mulia, Raja Dominic..dia.." kata Felix
" Kau tidak mematuhi perintahku, Felix?" tanya Arrabella marah
Felix dan Lorenzo menaruh pedang mereka dan menghilangkan kewaspadaan mereka.
" Kali ini aku akan menganggap ini tidak pernah terjadi, tapi tidak ada lain kali !" seru Arrabella marah
" Pikirkan dirimu sendiri " kata wanita itu dengan nada yang sinis dan ketus
" Ada apa ini? apa mereka benar-benar habis bertengkar aku melakukan hal yang lain?" batin Lorenzo curiga
" Yang mulia putri mahkota terlihat sangat marah, sebenarnya apa yang terjadi?" batin Cane bertanya tanya
" Tunggu Raja Dominic ! saya tidak mau melihat wajah anda lagi, jadi sebisa mungkin jika anda melihat saya, anda harus bersembunyi agar tidak terlihat oleh saya. " kata Arrabella tegas dan penuh kemarahan
" Haa.. aku tidak bisa janji " kata Dominic santai
" Jika yang mulia putra mahkota ada disini, dia pasti akan sangat marah. Secara terang-terangan menggoda putri mahkota, keterlaluan " batin Lorenzo kesal
Dominic dan Cane keluar dari kamar Arrabella. Pintu masuk kamar itu sudah rusak dan kini terbuka lebar.
" Yang mulia, apa anda baik baik saja?" tanya Felix cemas
" Apa perlu saya menebas leher pria itu?" tanya Lorenzo serius
" Hentikan ! kalian harus memperbaiki pintu itu sebelum yang mulia putra mahkota pulang, lagian kenapa sih kalian mendobrak pintunya?" tanya Arrabella
" Aiden sangat peka dia pasti akan bertanya macam-macam dan mencari tau kejadian ini. Aish..." batin Arrabella bingung
" Beritahu pada semua orang bahwa aku tidak enak badan, jadi aku tidak bisa kembali ke pesta dan rahasiakan hal ini dari semua orang termasuk pada putra mahkota. Kalian paham?!"
" Baik yang mulia "kata Lorenzo dan Felix patuh
" Saya akan memperbaiki pintunya segera " kata Lorenzo
" Aku akan tidur di kamar tamu malam ini " Kata Arrabella sambil menepuk jidatnya, ia sangat pusing. Terutama dengan kejadian yang baru saja terjadi padanya.
****
Pesta pernikahan yang berlangsung sampai malam hari itu usai, Dominic dan Megan langsung pergi ke Vanders menggunakan sihir teleportasi agar lebih cepat sampai.
Cane sudah menyiapkan kamar untuk Dominic dan Megan yang sudah ia hias layaknya seperti kamar pengantin.
" Apa apaan ? ini pasti ulah si Cane " gumam Dominic kesal melihat semua dekorasi yang ada di kamarnya
" Megan, kau harus kuat ! ini tempatmu sekarang, demi bayiku aku harus kuat..aku akan berusaha mendapatkan hati Raja Dominic demi bayiku.. agar bayiku juga bahagia" batin Megan semangat
" Kau tidurlah disini, aku akan tidur di kamar lain " kata Dominic sambil melangkah pergi
" Yang.. yang mulia Raja, tidak usah pergi ke kamar lain. Tidur saja disini " kata Megan memberanikan diri
" Lalu harus dimana aku tidur? aku tidak bisa tidur kalau ada wanita di dekatku " kata Dominic datar
" Ah.. benar juga, kenapa aku lupa? kalau dulu yang mulia putri mahkota pernah mengatakan padaku kalau Raja Dominic tidak bisa berdekatan dengan wanita dan anti dengan wanita. " batin Megan berfikir
" Ta..tapi.. bayi nya tidak mau ditinggal oleh yang mulia..." kata Megan gugup
" Apakah alasan ku ini cukup untuk membuatnya percaya?" batin Megan
" Cane juga pernah mengatakan kalau ibu hamil biasanya menginginkan hal yang aneh aneh, apa ini termasuk ?" batin Dominic
" Apa benar tidak apa apa aku tidur di ruangan yang sama denganmu? bukankah di kontrak sudah dijelaskan jangan ada kontak fisik " kata Dominic
" Iya saya tau, tapi anda bisa tidur di sofa yang luas itu " kata Megan sambil menunjuk ke arah sofa yang luasnya setengah ranjang yang ada di kamar itu.
" Kau menyuruhku tidur di sofa ?" tanya Dominic tak percaya
" Kalau yang.. yang mulia tidak mau, tidak apa apa. Saya yang akan tidur di sofa " jawab Megan gugup
" Apa kau gagap? kenapa kau terus bicara terbata-bata seperti itu?" tanya Dominic
" Maafkan saya .." Megan menunduk
" Haa.. baiklah aku akan tidur di sofa, kau tidur di ranjang. Dan ingatlah kau adalah Ratu dari Vanders, perankan Ratu dengan baik, karena itu adalah sebagian dari kesepakatan kontrak kita." kata Dominic tegas
" Ba..baiklah..saya akan berusaha " kata Megan semangat
" Kau pasti lelah, tidurlah lebih awal. " kata Dominic
" Yang mulia akan pergi kemana?" tanya Megan
" Aku akan pergi ke perpustakaan sebentar, kalau kau butuh apa apa. Kau bisa panggil Wen " kata Dominic
" Baiklah yang mulia " kata Megan sopan
Dominic keluar dari kamar pengantin nya, tak lama kemudian Wen masuk ke kamar itu dan menyapa Ratu baru Vanders dengan ramah.
" Kau yang bernama Wen?" tanya Megan
" Benar yang mulia Ratu, saya adalah orang yang akan melayani anda. " jawab Wen senang
" Aku kira orang yang akan melayani ku adalah seorang wanita, ternyata seorang pria. " kata Megan heran
" Apa yang mulia Ratu kecewa?" tanya Wen sedih
" Tidak apa, aku hanya heran kenapa aku tidak melihat satupun pelayan wanita disini " kata Megan
" Yang mulia Ratu tidak tau? kalau yang mulia Raja sangat anti terhadap wanita, jadi baginda Raja tidak mengizinkan wanita bekerja di istana ini. Dan semua pelayan disini adalah laki-laki " kata Wen menjelaskan
" Oh begitu ya.. jadi aku wanita pertama yang tinggal disini "
" Tidak yang mulia, sebelumnya nona Arrabella satu satu nya wanita yang tinggal disini. Dia sangat baik dan bisa membuat yang mulia raja berubah.. dia juga..."
" Tidakkah kau terlalu banyak omong, Wen?" tanya Cane yang tiba-tiba datang dan memotong pembicaraan Wen
" Tuan Cane?" kata Wen
" Maafkan saya yang mulia, tolong jangan diambil hati perkataan pelayan ini. " kata Cane sopan
" Tidak apa apa kok "
" ternyata putri mahkota cukup dekat dengan para pelayan disini. Mereka sangat mengenalnya, benar juga.. putri mahkota memiliki kemampuan meluluhkan hati seseorang. Dulu pangeran Eugene, putra mahkota Aiden dan Raja Dominic, semua pria sempurna ada di sampingnya dan mencintainya. Sungguh beruntung dirinya " batin Megan yang iri
***
Pagi itu, Aiden dan rombongan nya tiba di tempat pengasingan Claire. Rumah yang ditempati oleh Claire terbakar hangus dan bersamaan dengan itu ada 2 mayat yang tergeletak disana. Yang disebutkan sebagai mayat Claire dan pelayan nya ( Yona ).
" Yang mulia putra mahkota.. anda sudah datang.." kata salah satu pengawal yang berjaga di tempat pengasingan itu
" Mayat siapa itu ?" tanya Aiden
" Mayat ini dikonfirmasi sebagai mayat nona Claire dan pelayannya yang bernama Yona " jawab salah satu pengawal
" Sir Ethan, tolong kau periksa apakah itu benar atau tidak !" ujar Aiden
" Baik yang mulia " kata Ethan patuh
Penyelidikan berlangsung selama 4 jam, semua orang disana mengumpulkan bukti dan akhirnya membuat sebuah kesimpulan, melihat bukti pakaian dan barang-barang yang dipakai si mayat, Ethan yakin bahwa mayat itu benar-benar Claire, dan saksi pun mengatakan hal yang sama. Aiden yang tegas mengancam mereka yang bertugas dan mereka yang menjadi saksi, jika mereka tidak jujur, Aiden bersumpah akan memenggal leher orang-orang itu.
Hatinya benar-benar lega setelah Claire di nyatakan benar-benar meninggal. Ethan dan Peter juga merasa tenang setelah melihatnya sendiri.
" Kalau begitu aku harus segera kembali ke istana, kalian pergilah dan bawa kuda ku " kata Aiden
" Memangnya yang mulia akan pulang dengan apa?" tanya Peter
" Aku akan pakai kekuatan ku " kata Aiden sambil tersenyum
Wush
Putra mahkota itu menghilang dalam sekejap di telan cahaya, Ethan, Peter dan beberapa pengawal disana kaget melihatnya.
" Kak, bukankah yang mulia putra mahkota curang?" tanya Peter sebal
" Dia pasti tidak sabar ingin bertemu dengan istrinya, kita maafkan saja dia kali ini " Ethan tersenyum
...---***---...