Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 113. Aimi Kecil


.


.


.


🌹🌹🌹


.


.


Malam itu, Arrabella dan Aiden sedang menghabiskan waktu mereka di balkon sambil menikmati secangkir teh, cemilan dan menikmati indahnya sinar bulan.


" Syukurlah kak Peter sudah menemukan cintanya, dia sangat romantis " Arrabella melihat ke arah langit yang penuh dengan bintang.


" Apa aku tidak romantis?" tanya Aiden sambil memeluk istrinya dari belakang.


" Kau juga romantis kok " jawab Arrabella


" Oh ya, Naomi. Aku akan pergi ke daerah bencana itu. Lokhan. "


" Kapan kau akan pergi?" tanya Arrabella


" Besok subuh, maaf tapi aku tidak bisa mengajakmu kesana " Aiden terlihat merasa bersalah


" Ya, aku mengerti keadaan ku. Aku dan bayi kita tidak akan bisa menempuh perjalanan jauh, tidak apa kok. Kau pergilah sendiri. " ucap Arrabella sambil tersenyum


" Kau tidak marah aku tidak membawamu dan anak kita?" tanya Aiden


" Kenapa aku harus marah? kau kan bukan pergi untuk liburan. Kau pergi untuk niat mulia, menolong mereka yang membutuhkan. "


" Baguslah. Tapi, apa kau tidak membutuhkan ku?"


" Aku dan anak kita membutuhkan mu, tapi sekarang rakyat Lokhan lebih membutuhkanku mu. " jawab Arrabella


" Kau sangat bijaksana, aku beruntung memiliki istri seperti mu. " Aiden tersenyum bangga pada istrinya.


" Aku yang sangat beruntung memiliki mu sebagai suamiku, aku bisa menikmati kehidupan kedua ku dengan baik dan indah karena mu " ucap Arrabella sambil memeluk Aiden dengan erat.


Kau penyelamat ku Aiden.


" Begitu masalah nya selesai, aku akan segera kembali padamu dan anak kita."


Aiden membungkukkan badannya dan mengelus perut Arrabella dengan lembut. Ia berbicara pada perut itu " Nak, jaga ibu mu baik-baik ya. Jangan nakal di dalam sana, kau juga baik-baik ya junior ku "


" Pfut... haha junior? apa itu nama panggilan nya?"tanya Arrabella sambil menahan tawa


" Jangan jangan junior. Bagaimana kalau namanya Cedric kecil ?" tanya Aiden


" Apa? itu kan nama laki-laki, kita bahkan tidak tau bayinya laki-laki atau perempuan. Cari nama lain " Arrabella tak setuju


" Hem.. bagaimana kalau namanya Aimi kecil? lucu kan?" Aiden tersenyum


" Aimi? nama macam apa itu? apa artinya?" tanya Arrabella polos


" itu singkatan nama kita, Aiden dan Naomi.. " jawab Aiden


" Kenapa tidak Aiden dan Arrabella saja?" tanya Arrabella heran


" Naomi kan panggilan kesayanganku padamu, tidak ada yang memanggilmu Naomi, hanya aku saja. " Aiden memegang perut istrinya.


" benar juga. Aimi, aku suka nama itu. Nama yang bagus, Aimi kecil.." Arrabella tersenyum cerah.


GREP


Aiden menggendong Arrabella.


" Kyaa !! Aiden, apa yang kau lakukan?" tanya Arrabella kaget karena tiba-tiba digendong


" Ini sudah malam Ratu ku, mari kita tidur. " Aiden tersenyum


" aku masih belum ngantuk, aku masih mau melihat bulan dan bintang. Sayang sekali kalau aku melewatkan malam yang sangat cerah dan indah.." ucap Arrabella merengek


" Kau bisa masuk angin nanti, sekarang ayo tidur. Aimi kecil juga tidak boleh bandel ya " Aiden tersenyum senang


" Ah ! aku masih mau melihat bintang ! aku masih mau melihat !" seru Arrabella


" Kau seperti anak kecil saja, seperti nya kau ketularan Aimi kecil " Aiden tertawa kecil


" bukannya terbalik ya?" tanya Arrabella bingung


" Kau yang seperti ini sangat menggemaskan dan mempesona, Naomi.." Aiden menatap Arrabella dengan penuh cinta dan gairah.


Seperti sudah tau apa arti tatapan itu, Arrabella memalingkan wajahnya dan malu-malu. Aiden menurunkan istrinya di ranjang, lalu mencium mesra istrinya itu.


" Sayang, besok kau harus pergi. Jangan lakukan ini ya ?" tanya Arrabella lembut


" Aku tidak tau kapan aku kembali, nanti aku mungkin akan sangat merindukanmu. Jadi, izinkan malam ini aku melakukan nya.." Aiden sudah mulai serius dengan pergerakan nya, ia membuka jubah tidurnya.


" Baiklah, aku harap kau tidak melupakan malam ini. Karena aku yang akan melakukan nya malam ini " Arrabella tersenyum


Wanita itu naik ke tubuh Aiden dan meraba-raba otot dada suaminya. Arrabella dengan berani memberikan ciuman ciuman ringan di tubuh suaminya. Biasanya ia yang selalu mengerang karena tindakan suaminya, sekarang suaminya yang mengerang karena tindakan nya.


" Ah.."


Cup


Cup


" Naomi, sudah cukup.. biarkan aku saja yang melakukan nya. Nanti kau dan bayi kita kelelahan " ucap Aiden cemas


" Kalau ini saja aku bisa kok, aku juga ingin memuaskan mu sebelum kau pergi. Kau akan selalu merindukan ku dan Aimi kecil setelah malam ini, aku jamin " Arrabella tersenyum percaya diri.


Apa ini karena hormon? kenapa Naomi begitu menggebu-gebu... dia terlihat sangat cantik, bahkan saat sedang mengandung pun.


" Aku tidak akan bisa melupakan mu dan anak kita. Karena aku akan mencintaimu dan Aimi kecil kita setiap harinya, bahkan setiap detik.."


Aiden semakin terpesona melihat istrinya yang berinisiatif dan melayani nya dengan lembut malam itu.


☀️☀️☀️


CIAK


CIAK


Cahaya matahari menembus jendela kamar Ratu Clariness...


Saat ia beranjak dari ranjangnya, ia melihat secarik kertas yang terletak di meja dekat ranjang nya. Ia mengambil secarik kertas itu dan ada tulisan di kertas itu.


Istriku yang cantik, dan Aimi kecil ku, kalian baik-baik ya selama ayah pergi. Jangan nakal ya, aku sudah menyuruh orang menebang pohon yang berbahaya di taman istana, jangan berfikir untuk naik ke atas pohon lagi ! Jangan memakai sepatu yang tinggi, perhiasan yang berat juga tidak boleh. Jangan lupa untuk memeriksakan dirimu secara rutin pada Dokter Henna, kalau kau merasa sesuatu yang aneh pada Aimi kecil, segera periksa kan juga. Aku tidak tau kapan aku kembali, tapi akan aku usahakan agar cepat kembali.


Jaga dirimu baik-baik, jaga bayi kita 😊❤️


Dari suamimu, yang mencintaimu.


Dari ayah Aimi kecil yang tampan.


" Haa...dasar cerewet.. pada akhirnya aku belum mengucapkan selamat jalan padamu dengan benar, Aimi kecil semoga ayah mu baik-baik saja. Dia pasti akan baik-baik saja dan bertemu dengan kita, aku akan merindukan mu Aiden.. " ucap Arrabella yakin.


Tok


Tok


Tok


" Siapa?"


" Ini saya Daisy, yang mulia Ratu " jawab Daisy


" Masuklah bi " ujar Arrabella.


KLAK


Daisy dan diikuti seorang dayang bernama ( Lana ) melayani Arrabella ketika mandi atas perintah Raja.


" Melayani ku mandi? itu tidak biasanya "


" Yang mulia Raja berkata Baginda Ratu perlu pelayanan karena semalam pasti Baginda Ratu lelah, begitulah kata Baginda Raja " terang Daisy


" Baginda, dia bilang begitu?" tanya Arrabella sambil malu-malu.


Setelah selesai membersihkan badannya, Lana membantu Arrabella menggulung dan mengikat rambutnya dengan rapi. Karena Arrabella akan menghadiri acara resmi, jadi ia harus mengenakan rambut yang rapi, maka dari itu rambutnya disanggul.


Grace dan Daisy juga ada disampingnya.


Grace selalu membawa catatan dan pena nya kemana-mana, itu adalah kewajiban nya sebagai sekertaris Ratu.


" Jadwalku hari ini apa saja, Grace?" tanya Arrabella sambil berkaca


" Hari ini yang mulia harus menghadiri pembukaan toko kue yang baru di kota, lalu setelah itu kunjungan ke panti asuhan di kota. Dan, tidak ada lagi " terang Grace


" Baiklah, kalau begitu ayo kita mulai hari ini dengan semangat. " Arrabella tersenyum semangat.


Selama Aiden pergi, Lorenzo,Duke Zena dan Duke Peter memegang kekuasaan sementara untuk menggantikan Aiden mengurus berkas berkas negara. Dan mereka sudah mulai sibuk dari tadi pagi.


Ethan dan Ariana juga kembali ke kerajaan Monique, begitu juga dengan Megan dan Dominic yang kembali ke Vanders. Pekerjaan yang menumpuk menanti mereka di kerajaan Vanders.


🍂🍂🍂


Aiden dan rombongan nya dalam perjalanan ke Lokhan. Alih-alih naik dengan kereta, Aiden memilih menunggangi kudanya untuk pergi ke Lokhan. Butuh 2 hari perjalanan untuk sampai ke kota kecil itu.


Di sepanjang perjalanan, Aiden melihat banyak orang orang yang tidur di jalanan dan tergeletak. Mereka berpakaian lusuh dan terlihat seperti pengemis. Aiden merasa kasihan dan iba melihat mereka dan menyapa rakyat nya yang ada disana.


" Hormat pada baginda Raja !" seru Demian


" Salam yang mulia Raja !"


Semua orang berlutut dan memberi hormat pada Aiden.


" Apa kalian seorang pengungsi?" tanya Aiden


" Benar yang mulia, rumah kami sudah hancur terbawa banjir bandang. " jawab seorang pria dengan wajah yang sedih


mereka terlihat menyedihkan, seperti nya mereka kelaparan juga. Belum lama kota Lokhan dibangun setelah penyerangan kaum iblis, dan sekarang sudah hancur karena bencana. batin Aiden sedih


" Sir Demian, sir John, dirikan tenda pengungsian sementara disini dan berikan mereka makanan yang diperlukan !" ujar Aiden


" Baik yang mulia !" jawab Demian dan John bersamaan.


" Sementara, kita juga beristirahat disini sebentar " ucap Aiden sambil duduk di karpet yang terpasang disana.


Aiden tanpa ragu berbaur dengan rakyat dan duduk berdampingan bersama rakyatnya. Ia juga ikut membantu orang-orang yang kesusahan di jam istirahat nya. Semua orang mengelu-elukan Aiden sebagai Raja yang baik dan merakyat.


" Yang mulia, saya bawakan makan siang " ucap Demian sambil memberikan roti pada Aiden.


" Terimakasih sir Demian " jawab Aiden sambil melahap rotinya


" Tapi apa roti saja cukup yang mulia? perlukah saya membawa kan nasi atau gandum juga?" tanya Demian


" Tidak usah, mereka lebih membutuhkan beras dan gandum. "jawab Aiden yakin


" Yang mulia sangat baik hati " kata Roy yang tiba-tiba duduk di samping Aiden


" Aku tidak akan miskin hanya karena memberikan nasi dan gandum pada mereka yang membutuhkan. Aku pernah merasakan hidup seperti mereka dulu saat di Londo " terang Aiden yang tiba-tiba teringat masa kecil nya saat berada di Londo.


Benar juga, yang mulia Raja kan besar di Londo. Yang sering disebut negeri antah berantah dan dijadikan tempat pengasingan oleh para bangsawan yang menjalani hukuman. Pasti berat hidup disana. Pantas saja beliau bisa menjadi Raja yang baik dan mengerti hati rakyat nya. batin Roy kagum


Sementara itu Aiden melihat gelang pemberian Arrabella. Ia tiba-tiba teringat Arrabella, padahal belum sehari ia sudah merindukan istrinya dan Aimi kecil.


Semoga kalian sehat-sehat saja, Tuhan lindungilah anak dan istriku.


☀️☀️☀️


Tak terasa sudah hampir 4 bulan berlalu sejak kepergian Aiden ke kota Lokhan. Arrabella sangat merindukan suaminya itu, meskipun selalu berkirim surat. Tapi, ia berharap bisa melihat Aiden secara langsung. Kandungan nya pun semakin membesar, menginjak 5 bulan.


" Aimi kecilku, kapan ayahmu kembali? kau juga merindukan ayah mu kan? ibu juga ingin sekali bertemu dengannya. Semoga saja dia baik-baik saja. " ucap Arrabella sambil mengelus perutnya dengan penuh kasih sayang


" Yang mulia, Saint Lucia sudah datang " ucap Daisy


" Baiklah "


Hari ini kita akan meminta berkat dari Saint dan melihat apakah kau ini anak laki-laki atau perempuan. batin Arrabella menantikan hari ini.


🍂🍂🍂


Keadaan kota Lokhan yang kacau membuat Aiden sibuk memperbaiki dan memperhatikan rakyat di sana. Belum lagi cuaca yang selalu buruk di sana membuat Aiden dan rombongan nya kesulitan untuk kembali ke Clarines. Dikarenakan jalan penghubung ke Clariness mengalami kerusakan parah.


" Kapan aku bisa pulang? aku bahkan tidak bisa menggunakan sihir teleportasi ku di saat saat genting. Aku sangat merindukan Naomi dan Aimi kecil, pasti perut Naomi sudah membesar " Aiden tersenyum sedih melihat hujan dari dalam tenda nya.


Yang mulia pasti sedih dan sangat merindukan Ratu. Sudah 4 bulan kita terjebak disini, jalan juga belum diperbaiki secara maksimal. Demian melihat Aiden yang sedang melamun sendirian dari kejauhan.


...---***----...