Antara Cinta & Dendam

Antara Cinta & Dendam
Tolong saya pak


"Bukankah ini namanya rejeki nomplok? Aku bahkan langsung bisa mendapatkan uang tanpa harus bekerja dengan keras untuk mendapatkannya hahahaha..." ucap Pria tersebut dengan tawa yang menggema menatap ke arah mobil Alena.


Setelah puas tertawa Pria itu kemudian mulai membuka pintu mobil bagian pengemudi, membuat Aksa yang tertidur dengan pulas terlihat mulai mengerjapkan matanya. Aksa yang terkejut akan suara seseorang di dalam mobil lantas langsung bangkit dari tidurnya sambil menatap ke arah sekeliling dengan mengucek kelopak matanya berkali-kali.


"Apa yang kamu lakukan?" ucap Aksa kemudian yang lantas membuat Pria itu langsung terdiam seketika.


Pria itu yang semula tidak mengetahui atau tidak sadar akan kehadiran Aksa lantas menjadi terkejut ketika mendengar suara Aksa yang tiba-tiba itu. Pria tersebut terdiam sejenak di tempatnya kemudian menatap tajam ke arah Aksa, membuat Aksa semakin curiga akan sosok pria yang asing baginya itu mendadak menggeledah mobil Alena tanpa ijin.


"Diam kau anak kecil jangan ikut campur maka aku akan membiarkan mu hidup!" ucap Pria itu dengan nada yang terdengar kasar.


Aksa yang mulai sadar bahwa orang tersebut adalah orang yang jahat, lantas mulai membuka sabuk pengaman yang melekat di tubuhnya secara perlahan.


"Pergi dari mobil Mommy atau aku akan mulai berteriak!" ucap Aksa dengan nada yang mengancam.


Mendengar ancaman dari Aksa barusan, membuat Pria itu lantas tersenyum dengan sinis. Ditatapnya Aksa mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki kemudian tersenyum dengan tipis, membuat Aksa semakin curiga bahwa pria itu akan melakukan sesuatu kepadanya.


"Sepertinya kalau aku menjual anak ini aku akan mendapat untung yang besar, anak ini bahkan sangat tampan sudah pasti akan laku keras di pasaran." ucap Pria itu dalam hati sambil tersenyum menatap ke arah Aksa dengan tatapan yang menelisik.


Aksa menatap ke arah sekitaran mencoba mencari keberadaan Alena, namun tempat parkiran yang asing membuat Aksa sama sekali tidak tahu sedang berada dimana ia saat ini.


"Mommy... Mommy dimana?" ucap Aksa dalam hati bertanya-tanya akan keberadaan Alena saat ini.


Pria itu yang tak ingin menyia-nyiakan kesempatan lantas terlihat menatap ke arah kanan dan kirinya mencoba untuk mencari tahu apakah situasi saat itu sudah aman atau belum. Sehingga ketika ia memastikan bahwa semuanya sudah aman barulah ia mulai masuk ke dalam mobil dan hendak menggapai tangan Aksa, membuat Aksa yang melihat hal tersebut lantas berusaha untuk menghindari tangan pria itu.


Aksa yang mengerti bahwa Pria itu hendak menggapainya lantas mulai mengambil beberapa hiasan yang ada di dasbor kemudian melemparnya kepada si Pria, membuat Pria tersebut lantas kesakitan akibat lemparan dari Aksa barusan.


"Aw dasar bocah sialan!" teriaknya dengan nada yang kesal sambil memegangi jidatnya yang terkena lemparan patung kecil akibat ulah Aksa barusan.


Aksa yang melihat ada celah saat ini kemudian langsung membuka pintu mobil dan turun dari sana. Aksa berlarian dengan langkah kaki yang cepat sambil menatap ke arah sekitar mencoba mencari pertolongan.


"Tolong... Tolong..." teriak Aksa sambil terus berlari.


Sedangkan Pria tersebut yang melihat Aksa kabur tentu saja langsung mengejarnya hendak memberi anak itu pelajaran karena sudah membuat dahinya memar saat ini.


"Hei berhenti kau anak kecil! Kemari kau..." teriak Pria tersebut sambil terus mengejar langkah kaki Aksa.


"Dasar anak nakal!" ucap Pria tersebut sambil langsung menarik tangan Aksa.


"Lepaskan saya... Lepaskan saya..." teriak Aksa berulang kali.


Sementara itu Steven yang merasa ada sesuatu yang menabraknya barusan, lantas berbalik badan untuk melihat apa yang baru saja menabraknya. Steven yang melihat seorang Pria dan juga anak kecil tengah beradu mulut tentu saja langsung mengernyit dengan seketika.


"Hei apa yang kamu lakukan? Lepaskan dia!" ucap Steven kemudian yang tidak tega ketika melihat Pria tersebut menarik tangan Aksa dengan kencang.


"Kau jangan ikut campur ini masalah keluarga! Dia ini anak nakal harus di beri pelajaran." ucap Pria tersebut dengan nada yang meninggi membuat Aksa dan juga Steven lantas terkejut ketika mendnegarnya.


"Bukan Om.. Saya tidak mengenal dia.. tolong saya Om, dia hendak.." ucap Aksa berusaha untuk menjelaskan namun tangan Pria itu malah menutup mulutnya, membuat Steven menatap ke arah keduanya dengan tatapan yang bingung karena tidak terlalu mendengar penjelasan dari Aksa barusan.


"Kau tidak perlu ikut campur aku akan membawanya pulang ke rumah karena istri ku pasti sedang mencari anak nakal ini!" ucapnya sambil menggendong tubuh Aksa namun sama sekali tak membiarkan Aksa berbicara.


Setelah mengatakan hal tersebut Pria itu lantas berlalu pergi dari sana, membuat Steven yang tidak mengerti akan situasinya lantas hanya bisa menatap ke arah kepergian keduanya dengan tatapan yang bingung. Steven terdiam sejenak di tempatnya seakan mencoba untuk mencerna tentang keadaan yang terjadi saat ini hingga ketika ia menyadari sesuatu hal yang janggal Steven lantas langsung mulai mengejar langkah kaki Pria tersebut.


"Jangan bilang dia hendak menculik anak itu?" ucap Steven kemudian.


Dengan langkah kaki yang cepat Steven mulai mempercepat langkah kakinya mengejar langkah kaki Pria tersebut. Hingga ketika jarak diantara keduanya semakin dekat Steven menarik pundak Pria itu dan membuatnya menoleh dengan seketika. Tepat ketika Pria tersebut menoleh dengan cekatan Steven memukul bagian rahang Pria tersebut dan mengambil Aksa.


Pria tersebut tersungkur ke tanah karena mendapat serangan secara mendadak dari Steven barusan.


"Kamu sekarang pergilah ke pos satpam dan minta bantuan, aku akan mengurus pria ini.. Kamu mengerti?" ucap Steven kemudian memberikan perintah yang lantas langsung membuat Aksa menganggukkan kepalanya.


Aksa yang mendengar perintah dari Steven barusan, lantas langsung bergerak dan mulai melangkahkan kakinya ke arah dimana pos satpam berada. Dengan langkah kaki kecilnya yang ia gerakkan dengan langkah kaki yang bergegas, Aksa mulai menyusuri area parkiran menuju ke tempat pos satpam berada.


Beberapa menit berlarian Aksa yang baru saja sampai di pos satpam, lantas langsung menghampiri Danu yang saat itu terlihat baru keluar dari arah kamar mandi.


"Pak tolong saya pak..." teriak Aksa kemudian yang lantas membuat Danu terkejut seketika.


"Kamu kan..." ucap Danu kemudian ketika mengingat sesuatu tentang anak kecil yang saat ini berada di hadapannya.


Bersambung