Antara Cinta & Dendam

Antara Cinta & Dendam
Menutup mata hatinya


"Apa yang sebenarnya terjadi diantara kamu dan juga Errando Al?" ucap Steven dengan raut wajah yang penasaran menatap ke arah Alena saat ini.


Sedangkan Alena yang mendapat pertanyaan tersebut, tentu saja semakin dibuat kesal karena Steven terus saja ingin ikut campur dalam urusan rumah tangganya. Entah apa yang sedang direncanakan oleh Steven kali ini hingga ia terus-terusan muncul dalam situasi Alena dan juga Errando yang saat ini tengah memanas.


Alena kemudian lantas melangkahkan kakinya mendekat ke arah Steven dan menatapnya dengan tatapan yang menelisik. Membuat Steven yang dipandang seperti itu sedikit agak canggung dan mulai mengambil langkah mundur beberapa langkah.


"Ini sudah bukan lagi ranah mu, aku harap kamu bisa mengerti dan sadar diri bahwa kita berdua tidak terlalu dekat untuk menceritakan masalah pribadi kita antara satu sama lainnya." ucap Alena yang mulai muak akan sikap Steven yang selalu saja ingin masuk dan ikut campur ke dalam permasalahannya.


Mendengar kata-kata tajam dari Alena barusan membuat Steven terdiam seketika, apa yang dikatakan Alena barusan bukanlah sebuah kesalahan karena apa yang dilakukannya saat ini bukanlah sepantasnya ia lakukan. Hanya saja janjinya kepada Laura yang akan merebut hati Alena, membuat Steven mau tidak mau harus masuk ke dalam kehidupan Alena terlebih dahulu. Steven menghela napasnya dengan panjang sambil berusaha memasang wajah tembok untuk terus bisa mendapatkan hati Alena.


"Apapun yang kamu katakan tentang ku, hanya saja sebagai teman aku berusaha untuk menjembatani kalian berdua. Selesaikanlah masalah kalian secara baik-baik aku yakin kalian berdua akan menemukan ketenangan." ucap Steven kemudian mencoba untuk menasehati Alena.


Hanya saja sayangnya Alena yang mendapat nasihat tersebut bukannya meresapi malah tersenyum menatap ke arah Steven, membuat Steven sedikit menatap aneh ke arah Alena ketika melihat senyuman tersebut.


"Perbaiki yang bagaimana lagi? Antara aku dan juga Errando tidak lagi memiliki kecocokan antara satu sama lainnya, jadi tentu tidak menjadi masalah bukan jika kami berdua memutuskan untuk berpisah?" ucap Alena dengan nada yang santai namun berhasil membuat Steven terkejut ketika mendengarnya.


"Berpisah? Bagaimana bisa?" ucap Steven yang sedikit tersentak ketika mendengar berita tersebut dari Alena secara langsung.


Sedangkan Alena yang melihat Steven begitu terkejut, malah tersenyum kemudian melangkahkan kakinya mendekat ke arah Steven dengan langkah kaki yang perlahan. Alena menghentikan langkah kakinya ketika ia berada tepat dihadapan Steven, membuat Steven sedikit salah tingkah ketika melihat Alena dengan jarak yang begitu dekat.


"Mengapa kamu nampak terkejut, bukankah tujuan mu mendekati ku dan terus mengusik ku karena alasan ini? Seharusnya kamu bahagia bukan? Karena aku mempermudah jalan mu dalam memisahkan ku dan juga Errando." ucap Alena sambil menatap tajam ke arah Steven saat ini.


Steven yang mendengar perkataan Alena tentu saja lagi-lagi terkejut, ia benar-benar tidak menyangka bahwa Alena mengetahui segalanya. Alena yang melihat Steven hanya terdiam tanpa bisa menanggapi ucapannya lantas tersenyum, sebenarnya Alena tidak terlalu yakin akan tuduhannya namun ketika melihat raut wajah Steven yang berubah secara mendadak, membuatnya sangat yakin bahwa antara Steven dan juga Laura pasti ada sesuatu. Sehingga membuat Steven terus-terusan ingin ikut campur dalam urusan rumah tangganya dan juga ernando.


"Jadi tebakanku benar? Aku bahkan tidak menyangka kalau apa yang ada di pikiranku tentang kamu yang punya maksud tersembunyi dan sebuah rencana adalah sebuah fakta. Apa yang kamu lihat sebenarnya dari Laura, Steve? Bukalah mata mu agar kamu bisa melihat siapa Laura sebenarnya." ucap Alena dengan nada yang menyindir ke arah Steven.


Setelah mengatakan hal tersebut Alena lantas melangkahkan kakinya begitu saja meninggalkan Steven seorang diri di sana, hanya saja sebuah tarikan tangan yang berasal dari Steven lantas menghentikan langkah kakinya dan membuat Alena langsung berbalik badan menatap ke arah Steven dengan tatapan yang bertanya, akan maksud dari tarikan tangan Steven barusan. Steven menghela napasnya sebentar, kemudian menatap ke arah Alena dengan tatapan yang menelisik seakan tengah bersiap untuk menjelaskan sesuatu kepada Alena. Membuat Alena kian menjadi bingung dan juga penasaran akan tingkah laku Steven saat ini.


"Laura bukanlah seseorang yang seperti kamu pikirkan." ucap Steven dengan nada yang penuh penekanan, membuat Alena lantas langsung terkejut ketika mendengar ucapan dari Steven barusan.


"Apa yang ada di pikiranmu belum tentu sama dengan kenyataannya Steve, sadarlah dan bukalah matamu. Telusuri apa yang kamu yakini, maka kamu akan menemukan sesuatu yang mengejutkan." ucap Alena dengan nada yang datar mencoba untuk menyadarkan Steven agar membuka matanya dan sadar bahwa Laura bukanlah wanita yang baik-baik.


Mendengar ucapan Alena barusan, membuat mulut Steven terkunci seketika. Steven bukanlah tidak mengerti bagaimana watak dan sikap Laura terhadapnya maupun lingkungan sekitar, hanya saja entah mengapa rasa cintanya yang begitu besar seakan telah menutup pintu hatinya dan juga matanya. Mendengar perkataan Alena tentu membuat Steven tidak lagi bisa berkata apa-apa lagi, tangan Steven yang menggenggam erat tangan Alena nampak bergetar seakan ia tidak sanggup untuk mendengarkan kenyataan yang sama sekali tidak bisa ia terima saat ini.


"Ada apa dengan dirimu? Aku yakin kamu juga mengetahuinya bukan? Aku tahu kamu bukanlah seseorang yang bodoh Steve." ucap Alena dengan nada yang lebih rendah kali ini.


"Kumohon jangan katakan apapun lagi Al, aku benar-benar tidak sanggup mendengarnya." ucap Steven kali ini dengan nada yang sendu, membuat Alena langsung menghela napasnya dengan panjang ketika mendengar ucapan dari Steven barusan.


Melihat Steven yang begitu terpukul akan kata-kata yang hendak ia ucapkan, membuat Alena yang tidak terlalu tega ketika melihat Steven yang seperti itu lantas langsung memeluknya dan mencoba untuk menenangkannya. Ditepuknya perlahan pundak Steven untuk menenangkannya, Alena benar-benar yakin bahwa cinta Steven yang terlalu besar kepada Laura, membuat Steven begitu mudah diperdaya dan juga diperalat oleh Laura.


Ketika Alena tengah sibuk menenangkan Steven yang sedang terluka, tanpa mereka berdua sadari sebuah tarikan tangan tiba-tiba membuat pelukan keduanya lantas terlepas begitu saja. Errando yang entah datang dari mana, mendadak langsung menghajar Steven begitu saja dan membuat tubuh Steven terhuyung jatuh ke lantai begitu juga dengan Errando, yang lantas membuat Alena terkejut ketika melihatnya.


"Dasar bereng**k!"


Bersambung.