
"Ku bilang cukup! Mengapa kau tidak mengerti juga?" teriak Steven pada akhirnya sambil menatap tajam ke arah Laura, yang tentu saja membuat Laura terkejut akan teriakan dari Steven yang tiba-tiba.
"Mau mu itu sebenarnya apa sih?" teriak Laura tak mau kalah dengan nada yang kesal.
Steven yang sudah mulai lelah akan tingkah laku Laura yang seperti ini, pada akhirnya langsung menggendong tubuh Laura ala karung beras kemudian membawanya keluar dari tempat hiburan malam miliknya. Laura yang digendong dengan tiba-tiba seperti itu tentu saja memberontak sambil terus berteriak meminta untuk di turunkan, namun bukan Steven namanya kalau mendengarkan begitu saja rengekan Laura, Steven bahkan sudah kebal jika hanya mendapatkan cacian atau bahkan pukulan dari Laura. Selama bertahun-tahun lamanya berada di dekat Laura bahkan hanya dua hal itu yang selalu Steven dapatkan dari Laura.
Steven yang terus membawa tubuh Laura keluar dari tempat hiburan miliknya, kemudian lantas menurunkan tubuh Laura ketika keduanya sudah berada di luar.
"Kau itu selalu saja begini jika bertemu dengan Errando, apa kau sama sekali tidak lelah selama bertahun-tahun seperti ini?" ucap Steven dengan nada yang kesal karena sudah merasa muak ketika melihat tingkah Laura yang terus saja seperti ini bahkan setelah bertahun-tahun lamanya.
Steven sudah tidak tahan lagi ketika harus melihat Laura yang terus-terusan seperti orang gila jika berhubungan dengan Errando. Hal ini bahkan tidak hanya terjadi sekali atau dua kali bahkan hampir bertahun-tahun walau Errando telah pergi ke luar negeri sekalipun, namun nyatanya cinta Laura tidak pernah padam dan malah terus berkembang semakin besar.
Kisah cinta segi empat yang begitu sangat memuakkan bagi Steven, di mana Errando yang mencintai Alena, Laura yang mencintai Errando dan yang terakhir Steven yang mencintai Laura. Bukankah hubungan percintaan ini sangat rumit? Disaat Steven hadir setiap harinya menemani segala hal dan juga melewati waktu bersama dengan Laura, nyatanya sama sekali tidak bisa menghapus perasaan cinta Laura kepada Errando. Yang ada hanyalah Errando Errando dan Errando setiap harinya, membuat Steven terkadang merasa muak akan tingkah Laura yang setiap harinya menyebut nama Errando tanpa henti.
"Jika aku seperti ini, lalu apa perduli mu ha? Kau bahkan tidak mengerti perasaan ku, perasaan memendam rasa selama bertahun-tahun lamanya!" ucap Laura dengan nada setengah berteriak.
Laura bahkan sudah tidak lagi menghiraukan pandangan mata orang-orang di sekitar yang menatapnya dengan tatapan yang penasaran. Sedangkan Steven yang mendengar ucapan dari Laura barusan langsung tercengang, bagaimana bisa Laura dengan entengnya mengatakan hal tersebut? Sedangkan sedari dulu perasaannya sama sekali tidak terlihat di mata Laura? Bukankah Laura terlalu egois?
"Tentu saja aku perduli karena aku mencintai mu! Apa kau tidak menyadarinya?" ucap Steven kemudian dengan raut wajah yang sendu membuat Laura langsung terdiam seketika.
Raut wajah Laura kini bahkan sudah langsung berubah seketika, ditatapnya manik mata Steven dalam-dalam kemudian Laura membuang mukanya ke arah samping, membuat Steven langsung menghela nafasnya dengan panjang.
"Jangan mencintai ku Steve karena itu akan sia-sia saja!" ucap Laura kemudian berlalu pergi meninggalkan Steven seorang diri di sana tanpa mengatakan sesuatu yang lain selain kata-kata tersebut.
Steven yang melihat kepergian Laura lantas tidak tinggal diam begitu saja, dengan gerakan yang cepat Steven melangkahkan kakinya ke arah jalan raya dan menyetop taksi. Baru setelah itu mengejar langkah kaki Laura dan langsung menariknya, membuat Laura sedikit kebingungan akan tingkah Steven yang menarik tangannya masuk ke dalam taksi.
"Jangan menyetir setelah meminum alkohol, aku akan menyuruh Aldi untuk mengantarkan mobil mu. Pulang dan langsung istirahatlah." ucap Steven sambil menutup pintu taksi tersebut tanpa menunggu jawaban apapun dari Laura, membuat Laura pada akhirnya hanya bisa menuruti kemauan pria itu.
"Memang terkesan sia-sian namun aku yang memilih jalan itu sendiri, jadi tidak akan ada yang bisa menghentikan langkah kaki ku kecuali aku sendiri yang memutuskan untuk berhenti." ucap Steven dengan tersenyum sinis kemudian melangkahkan kakinya kembali masuk ke dalam setelah taksi tersebut tidak lagi terlihat pada pandangannya.
***
Di ruang kerjanya
Errando terlihat menatap ke arah sebuah file yang baru saja di berikan oleh Rama. Setelah mengetahui bahwa seseorang yang ia gunakan untuk memanas-manasi Alena adalah Laura Atmaja, membuat Errando menjadi penasaran akan apa yang terjadi dengan Alena dan juga Laura dahulu.
Dulu ketika Errando dan juga Alena berpacaran, yang Errando ketahui hanyalah berita tentang perpecahan di mana keluarga Atmaja memilih untuk memutuskan segala hubungan kerja samanya dengan keluarga Hermawan. Usia Errando yang masih terbilang muda saat itu sama sekali tidak mengetahui alasan sebenarnya di balik perpecahan rekan bisnis antar keluarga itu, ketika ia hendak mencari tahu melalui Alena entah mengapa Alena seakan menutup rapat segalanya, seakan-akan seperti ada sesuatu yang ditutupi dari Alena tentang Laura Atmaja yang hingga kini menyisakan rasa penasaran di hati Errando.
Kebetulan ia tadi bertemu dengan Laura yang membuat Errando pada akhirnya memutuskan untuk mencari tahu lebih detail tentang keluarga Atmaja, mengingat saat ini Errando sudah lebih berkuasa dan tentu saja mampu menyelesaikan dan mencari tahu tentang masalah antar keluarga ini.
Errando membaca satu persatu fakta yang ditemukan oleh Rama tentang keluarga Atmaja dan juga Hermawan, hingga sebuah informasi yang tidak terduga lantas tertera jelas di sana, membuat Errando langsung dengan spontan meletakkan beberapa berkas yang ia pegang ke atas meja dan menatap ke arah Rama dengan tatapan yang menelisik.
"Apa kau sudah mencari sumber dari informasi ini? Bagaimana mungkin aku yang menjadi penyebab dari perpecahan kedua keluarga itu?" ucap Errando dengan nada yang bingung sekaligus tidak mengerti akan informasi yang diperoleh oleh Rama.
"Saya tadinya juga tidak terlalu percaya, namun setelah saya selidiki lagi memang benar adanya tuan. Sosok putri tunggal keluarga Atmaja yang mencintai anda, lantas membuat permintaan yang besar kepada kedua orang tuanya tentang pemutusan kerjasama yang sudah terjalin cukup lama, hanya karena mengetahui anda dan juga Alena tengah menjalin hubungan." ucap Rama menjelaskan pertanyaan Errando. "Apa anda tidak menyadari hal itu tuan?" tanya Rama kemudian dengan nada yang lebih rendah.
Sedangkan Errando yang mendapat pertanyaan tersebut tentu saja langsung terdiam, bagaimana bisa seorang Laura tiba-tiba menyimpan rasa kepadanya? Padahal Errando sendiri jarang sekali berkomunikasi dengan Laura.
"Bagaimana bisa?"
Bersambung