
"Iya tentu saja ada masalah, apakah semua wanita selalu saja bersikap seperti dirinya? jika mendapatkan perlakuan seperti semalam?" ucap Errando sambil meneguk minumannya dengan sekali tegukan.
"Apa maksud ucapan mu?" tanya Steven dengan raut wajah yang bingung.
Mendapat pertanyaan tersebut Errando langsung dengan spontan menatap ke arah Steven dan terdiam sejenak, Errando terlihat menghembuskan nafasnya secara perlahan seakan seperti tengah berpikir apakah ia akan bercerita kepada Steven atau tidak.
"Sekang aku tanya kepadamu, bagaimana perasaan mu jika istri mu tiba tiba membawa pulang laki laki lain ke dalam rumah?" ucap Errando kemudian.
Steven yang mendapat pertanyaan tersebut raut wajahnya langsung berubah seketika, dengan tatapan penuh kilatan amarah Steven kemudian menatap ke arah Errando.
"Jika sampai itu terjadi... akan aku patahkan kaki pria itu hingga tidak bisa berjalan, dia pikir dia siapa bisa mengkhianati ku seperti itu!" ucap Steven dengan menggebu gebu.
Errando kembali terdiam ketika mendengar jawaban dari Steven barusan, seakan tengah berpikir keras akan apa yang terjadi. Jika orang pada umumnya akan marah, mengapa Alena berbeda? Alena bahkan sama sekali tidak terpengaruh akan tingkah lakunya kemarin.
Steven yang melihat Errando hanya diam saja, lantas langsung menghentikan aktivitasnya dan menatap ke arah Errando dengan tatapan yang menelisik.
"Apa ada sesuatu Er?" tanya Steven dengan raut wajah yang penasaran.
"Sudahlah lupakan saja, tidak penting juga..." ucap Errando kemudian sambil kembali menegak minuman di gelasnya.
Steven yang melihat raut wajah masam milik sahabatnya itu hanya bisa terdiam dan menghela nafasnya panjang. Sifat sahabatnya yang selalu misterius itu terkadang membuat Steven penasaran akan apa yang tengah di pikirkan oleh Errando karena Errando jarang sekali bercerita dan hanya memberikan teka teki saja jika berbicara, membuat Steven kadang tidak terlalu memahami Errando sepenuhnya.
"Baiklah, lalu bagaimana dengan barang baru yang kau minta? apakah bagus?" tanya Steven kemudian.
Mendengar ucapan Steven barusan bukannya bahagia, Errando malah menunjukkan raut wajah yang kesal, membuat Steven lantas kebingungan akan ekspresi wajah yang di tunjukkan oleh Errando barusan.
"Jangan berikan dia padaku lagi! di lihat sekilas saja aku sudah tahu kalau dia tidak ori, bukankah aku sudah meminta mu memberi ku barang ori? mengapa kau malah memberikan barang second?" ucap Errando dengan nada yang ketus.
"Apa kau yakin dia tidak ori? aku bahkan sudah memastikannya sendiri." ucap Steven keceplosan yang lantas membuat Errando langsung melotot seketika di saat mendengar ucapan Steven barusan.
"Sialan kau! untung aku belum mencobanya... jika sudah maka aku dapat barang bekas dari milik mu!" ucap Errando dengan ketus.
Sedangkan Steven yang mendengar ucapan Errando barusan hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sepertinya Steven tidak terlalu ngeh dengan ucapan Errando barusan malah memasang wajah bodoh tanpa menanggapi ucapan Errando kembali.
**
Sementara itu Alena yang baru selesai mandi, lantas bergegas keluar dari kamar mandi ketika mendengar suara deringan ponsel miliknya menggema memenuhi ruangan. Alena yang baru saja keluar dari kamar mandi, lantas menghentikan gerakannya ketika melihat baju yang ia siapkan untuk Errando masih tersusun rapi dan tak tersentuh di atas ranjang, membuat Alena hanya bisa menghela nafasnya dengan panjang karena Alena yakin Errando pasti tidak ingin memakai pakaian pilihannya.
Alena terdiam sejenak di tempatnya sampai kemudian deringan ponsel miliknya yang kembali berdering, lantas membuyarkan lamunan Alena.
"Bagaimana hari pertama mu menjadi seorang isteri? apakah berjalan dengan lancar?" tanya Tika kepada putri bungsunya itu.
Mendengar pertanyaan dari Ibunya, membuat Alena kembali terdiam apa yang terjadi dengan pernikahannya tidak mungkin Alena katakan kepada orang tuanya. Alena menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian mencoba untuk tersenyum sebisa mungkin.
"Mama tak perlu khawatir Errando memperlakukan ku dengan baik, aku tadi bahkan membuatkannya pasta dan juga jus alpukat no sugar kesukaannya, tidak hanya sampai di situ saja aku juga menyiapkannya pakaian ganti seperti mama yang selalu menyiapkan pakaian papa. Aku belajar banyak dari mama tentang bagaimana memperlakukan suami dengan baik, Errando bahkan sampai memuji ku.. bukankah aku hebat ma?" ucap Alena berbohong dengan manik mata yang berkaca kaca karena apa yang ia ucapkan segalanya adalah kebalikannya.
Sedangkan Tika yang mendengar cerita anaknya barusan, tentu saja tersenyum dengan puas dan juga bersyukur bahwa putri kecilnya mendapatkan suami yang begitu penyayang dan juga perhatian kepada Alena, tanpa tahu bahwa apa yang di ceritakan oleh Alena bukanlah kebenarannya.
Obrolan keduanya kemudian terus berlanjut dan membahas banyak hal, Alena yang memang tidak ingin Tika terlalu bertanya masalah rumah tangganya lantas berusaha untuk mengalihkan perhatian Ibunya agar tidak terlalu fokus pada topik rumah tangganya. Hingga ketika keduanya sedang asyik mengobrolkan banyak hal, suara ketukan pintu yang berasal dari luar kamarnya kemudian menghentikan obrolan mereka.
"Nyonya.. tuan datang bersama dengan temannya di bawah." ucap Surti asisten rumah tangga yang mengurus segala keperluan di mansion ini.
"Iya Bi, bentar lagi aku akan turun ke bawah." teriak Alena sambil sedikit menjauhkan ponselnya agar Tika tidak mendengar suara teriakannya.
Setelah mengatakan hal tersebut Alena kemudian kembali mendekatkan ponselnya dan langsung menutup telponnya.
"Aku sambung lagi nanti ya ma, love you..." ucap Alena sambil mematikan sambungan telponnya.
Alena yang terburu buru keluar dan hendak menemui Errando di bawah, sampai melupakan bahwa ia belum berganti pakaian sama sekali dan masih mengenakan jubah mandi lengkap dengan handuk yang masih menempel membalut rambutnya yang basah.
Dengan langkah yang terburu buru, Alena menuruni satu persatu anak tangga karena takut Errando akan marah jika Alena tidak segera datang menghampirinya.
**
Ruang tamu
Setelah menghabiskan beberapa botol minuman beralkohol dan tumbang, Steven memutuskan untuk mengantarkan Errando pulang ke mansionnya. Niat hati hanya ingin mengantarkan temannya ke rumahnya, Steven malah di suguhi pemandangan yang menyegarkan matanya di mana Alena nampak terlihat cantik tanpa polesan make up dan lengkap dengan jubah mandi yang membalut tubuh rampingnya dengan indah, membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan terpukau dan takjub akan kecantikan Alena.
"Wah wah wah.... pemandangan di rumah sesegar ini, Ando masih mencari barang baru? benar benar kurang bersyukur nih anak!" ucap Steven dengan lirih sambil terus memapah tubuh Errando masuk ke dalam.
Errando yang memang dalam posisi setengah sadar, mendengar Steven mengucapkan yang tidak tidak, lantas langsung dengan spontan menampol kepala Steven dan menatapnya tajam namun dengan posisi kaki yang tidak bisa berdiri tegak karena mabuk. Perbuatan Errando yang tiba tiba itu tentu saja langsung mengejutkan Steven dan juga Alena di sana.
"Apa yang kau lakukan!" ucap Steven dengan kesal sambil mengusap kepalanya yang terasa sakit karena pukulan Errando.
Bersambung