Antara Cinta & Dendam

Antara Cinta & Dendam
Cobalah untuk bekerja sama


Alena yang mendengar perkataan Errando yang makin lama makin kemana-mana kemudian tanpa berpikir panjang, langsung membanting stir Errando ke arah kiri yang tentu saja langsung membuat Errando terkejut seketika. Errando tidak menyangka bahwa Alena akan bertindak sangat nekat seperti ini, hingga membuat Errando sedikit merasa geram. Beruntung Errando bisa kembali menstabilkan laju mobilnya sehingga tidak sampai terjadi tabrakan di sana.


"Jangan gila kamu Al..." pekik Errando dengan nada yang kesal namun hal tersebut sama sekali tidak membuat Alena kapok karenanya.


"Jika kamu tidak mau itu terjadi maka turunkan aku sekarang juga!" pekik Alena kemudian dibanding memikirkan nyawanya yang bisa saja melayang karena ulahnya, Alena lebih memikirkan Aksa yang saat ini pasti tengah mencarinya di rumah.


"Jika ku bilang tidak ya tidak! Bersikap baiklah agar aku tidak membawa mu terlalu lama." ucap Errando dengan kekeh membuat manik mata Alena langsung membulat dengan seketika.


Alena yang tidak tahu lagi harus dengan cara apa berbicara dengan Errando, membuat pandangannya kembali fokus pada stir mobil Errando. Tidak ada pilihan lain yang bisa Alena lakukan selain melakukan hal tersebut.


"Aksa doakan Mama!" ucap Alena di dalam hati.


Tepat setelah mengatakan hal tersebut Alena yang berniat hanya mengganggu Errando saja, lantas tanpa sadar malah membuat Errando terkejut dan lepas kendali. Tepat ketika Alena membanting setirnya ke kanan sebuah mobil truck berkecepatan tinggi terlihat memberikan kode untuk mobil Errando agar segera minggir atau mereka akan tertabrak.


Errando yang tahu posisinya sangat sulit disini, lantas dengan spontan membanting setirnya kembali ke arah kiri. Hingga pada akhirnya membuat mobil yang ia kendari menabrak pembatas jalan dan terjun ke jurang. Melihat mobil yang terus merosot membuat keduanya tentu saja langsung panik dan bingung harus melakukan apa. Errando yang melihat ada sebuah dahan besar tepat di depannya, lantas berusaha mengarahkan mobilnya menuju dahan pohon tersebut. Sampai kemudian ketika Errando berhasil mengarahkan mobilnya kesana dengan spontan Errando langsung melepas sabuk pengamannya dan melompat di atas Alena berusaha untuk melindungi Alena, sambil menekan kursi Alena agar posisinya sedikit lebih berbaring lagi.


"Apa yang kamu lakukan?" ucap Alena yang terkejut dengan gerakan tiba-tiba dari Errando.


Bruk


Sebuah benturan yang cukup keras terjadi dalam waktu singkat, beruntungnya bagian dahan pohon tersebut mengenai tepat pada kursi pengemudi sehingga hanya bagian kursi pengemudi saja yang ringsek.


.


.


.


.


.


Keheningan terjadi selama beberapa menit setelah mobil milik Errando menabrak dahan besar di tengah-tengah jurang yang lantas membuat laju mobil Errando terhenti seketika. Alena yang berada di bagian bawah karena terlindungi oleh tubuh Errando, lantas terlihat mulai mengerjapkan kelopak matanya. Tubuhnya saat ini benar-benar terasa begitu berat dan juga seperti patah semuanya. Sambil memegang kepalanya yang terasa berputar, perlahan-lahan Alena mulai menatap ke arah depan ketika baru menyadari jika Errando saat ini tengah berada di atasnya.


"Er bangun.... Errando!" ucap Alena sambil mencoba menggoyangkan bahu Errando beberapa kali seakan berusaha untuk membangunkannya.


Alena yang melihat kanan dan kirinya hanya diisi rerumputan hijau dan juga pohon yang tumbuh tidak beraturan, lantas membuat Alena menghembuskan napasnya dengan kasar. Sambil berusaha membuka pintu mobil di sebelahnya Alena terus membangunkan Errando yang terlihat masih betah memejamkan matanya. Alena yang bingung dan tidak tahu harus berbuat apa lantas hanya bisa merutuki kebodohannya yang malah mempermainkan kehidupan.


Alena menggigit bibir bagian bawahnya sambil mencoba berpikir apa yang harus ia lakukan. Disaat Alena tengah dibuat bimbang akan apa yang harus ia lakukan untuk keluar dari dalam mobil. Sebuah bau yang khas nampak menyeruak memenuhi indra penciumannya, membuat Alena yang paham betul akan bau tersebut tentu saja langsung terkejut dengan seketika.


"Tidak mungkin ini bau bensin bukan?" ucap Alena yang terkejut akan bau yang tak asing di penciumannya.


"Er... Ayo bangun sekarang Er.... Ku mohon Er..." ucap Alena sambil berusaha menggoyangkan bahu Errando.


Alena yang tak kunjung melihat Errando bangun lantas membuatnya semakin dilanda frustasi. Alena mengusap rambutnya dengan kasar ke arah belakang sambil memikirkan cara agar ia bisa segera keluar dari sini. Posisi tubuh Errando yang menindih tubuhnya lantas membuat gerak Alena sedikit sulit dan tidak bisa kemana-mana.


Alena yang tidak ingin mati terpanggang di dalam mobil lantas berusaha membuka pintu mobil dengan semampunya, walau hal itu mustahil namun Alena tetap mencobanya sekuat tenaganya. Rasa perih yang memenuhi area tangannya membuat air mata Alena lantas terlihat menetes tanpa suara. Alena terdiam di tempatnya sejenak mencoba berpikir lebih jernih. Sampai kemudian pandangannya terhenti pada kaca mobil bagian depan yang terlihat sedikit terbuka seakan membuat Alena seperti menemukan sebuah ide.


Alena yang tahu harus berbuat apa sekarang perlahan-lahan mulai menggeser tubuh Errando agar sedikit berpindah ke sebelah. Alena bersyukur ketika Errando ada inisiatif untuk mengganti posisi bangkunya sedikit tiduran karena dengan begitu Alena mempunyai ruang untuk bergerak dan berusaha membuka kaca bagian depan mobil Errando.


"Aku pasti bisa, akan aku pastikan aku dan Errando keluar dari sini hidup-hidup!" ucap Alena dengan nada penuh keyakinan.


Alena yang percaya ia bisa selamat, lantas berjuang mati-matian untuk membuka kaca bagian depan mobil tersebut dengan mati-matian. Sampai setelah beberapa menit berjuang untuk membukanya, Alena yang berhasil membuka kaca bagian depan mobil Errando langsung merangkak keluar dari sana.


"Aku berhasil!" ucap Alena yang berhasil keluar dari dalam mobil tersebut sambil menyeimbangkan tubuhnya dimana pijakannya kini terasa sedikit berputar.


Tak ingin membuang waktu lebih banyak lagi Alena kemudian lantas bergerak menuju ke arah kursi pengemudi dan berusaha membuka pintu mobil tersebut. Beberapa kali mencoba sepertinya dewa keberuntungan sedang berpihak kepadanya terbukti dengan ia yang berhasil membuka pintu mobil tersebut. Sambil berusaha mengeluarkan Errando dari dalam sana, Alena mulai menarik tubuh Errando yang terasa begitu berat dengan sekuat tenaganya.


Sampai ketika ia berhasil membawa tubuh Errando keluar dari mobil, Alena kemudian perlahan-lahan mulai menyeret tubuh Errando menjauh dari mobil karena takut jika mobil tersebut akan meledak sebentar lagi.


"Ayolah Er.. Cobalah untuk bekerja sama dan ringankan tubuh mu yang seperti batu itu!" gerutu Alena sambil terus bersusah payah membawa tubuh Errando menjauh dari sana.


Ketika langkah kaki keduanya baru melangkah beberapa kali, tepat seperti dugaan Alena sebelumnya dimana mobil tersebut mendadak langsung meledak dan mengejutkan keduanya.


"Aaaaa"


Bersambung