
Tak tak tak
Suara langkah kaki yang beradu dengan lantai keramik di ruangan tersebut, lantas terdengar nyaring di tengah keheningan para pengusaha yang sedang serius menatap ke arah pintu masuk untuk melihat siapa yang datang.
"Maaf aku terlambat" ucap sebuah suara yang lantas membuat raut wajah Alex langsung merah padam ketika ia mengetahui dengan pasti siapa yang datang.
Alex yang tadinya mengira Errando tidak akan datang, namun nyatanya ia malah datang terlambat dan langsung menyedot perhatian semua orang di sana. Alex yang melihat Errando melangkahkan kakinya dengan langkah kaki yang angkuh dan berhenti tepat di sebelah mejanya, lantas langsung mengepalkan tangannya seakan seperti tengah memendam sesuatu.
Sedangkan Errando yang mengetahui raut wajah merah padam milik Alex, lantas menebar senyum ke arah Alex kemudian mengambil duduk di sebelah meja Alex, membuat Alex langsung membuang mukanya dengan kesal.
.
.
.
.
.
Setelah selama 2 jam lebih semua orang bersaing untuk mendapatkan tender tersebut, kini tiba waktunya mengumumkan desain dari perusahaan mana yang bisa menarik perhatian pemilik perusahaan tersebut.
"Baiklah saya akan mengumumkan hasilnya, berdasarkan kesepakatan beberapa panita dan juga CEO, kami memberikan kesempatan untuk mendesain hotel kami kepada Errando Aksa Valentino CEO dari perusahaan FN Company, untuk bapak Errando di persilahkan naik ke atas panggung dan memberikan sepatah dua patah atas keberhasilannya." ucap MC sambil tersenyum dengan lebar.
Riuh gemuruh tepuk tangan lantas terdengar menggema di aula tersebut, membuat seulas senyum terlihat terbit menghiasi wajah Errando. Dengan sedikit menunduk ke arah beberapa orang yang ada di sana, Errando kemudian mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah panggung dan memberikan sedikit basa-basi kepada para pengusaha lainnya yang tidak seberuntung dirinya.
MC yang melihat kedatangan Errando tadinya hendak memberikan mic kepada Errando, namun sayangnya di tolak dan terlihat menggantung di udara ketika tangan Errando mengisyaratkan untuk tidak memberinya mic. Beberapa orang yang melihat Errando tentu saja bingung, namun hal itu sama sekali tidak mempengaruhi Errando untuk terus melangkahkan kakinya mendekat ke arah panitia dan juga pemilik perusahaan yaitu Ferdian, membuat beberapa panitia dan juga Ferdian lantas terlihat saling pandang satu sama lain ketika melihat aksi Errando itu.
Errando kemudian meminta ijin untuk mendekat ke arah Ferdian dan membisikkannya sesuatu. Namun beberapa detik kemudian, Ferdian yang mendengar bisikan dari Errando tentu saja terkejut dan berekspresi aneh, membuat beberapa orang yang ada di sana semakin di buat penasaran akan apa yang tengah dibisikkan oleh Errando dan juga terjadi saat ini.
"Jangan main-main anda... ini proyek besar, bagaimana bisa anda mengatakan hal tersebut dengan mudah?" ucap Ferdian dengan raut wajah yang ragu-ragu namun dengan nada yang sedikit lebih rendah agar tidak sampai terdengar di telinga yang lainnya tepat setelah mendengar permintaan dari Errando barusan.
"Saya bisa menjaminnya, jika anda tidak menyukai desainnya anda bisa menggunakan desain saya untuk proyek ini." ucap Errando dengan nada yang santai.
Ferdian yang mendengar Errando berani menjaminnya sendiri, lantas langsung terdiam sejenak nampak berpikir sekaligus menimbang keputusan apa yang akan ia ambil saat ini. Hingga kemudian helaan nafas lantas terdengar dari mulut Ferdian yang diiringi anggukan kepala yang menandakan bahwa Ferdian menyetujuinya, membuat seulas senyum mereka lantas kembali terbit di wajah tampan Errando.
Setelah mengantongi ijin, Errando lantas melangkahkan kakinya mendekat ke arah MC dan meminta mic untuk mulai membuka suaranya yang memang sudah di tunggu-tunggu sedari tadi.
"Saya minta maaf karena membuat kalian menunggu, pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada bapak Ferdian dan jajarannya karena memberikan kesempatan kepada saya dan mempercayakannya segalanya kepada saya. Hanya saja... ada sebuah pengumuman yang akan saya sampaikan kepada semuanya." ucap Errando menjeda kalimatnya sambil tersenyum menatap ke arah sekeliling.
Semua orang yang mendengar ucapan Errando barusan tentu saja langsung saling tatap satu sama lainnya dengan tatapan yang bingung sekaligus bertanya-tanya. Sedangkan Alex yang melihat tingkah adik iparnya itu kian mengesalkan, lantas langsung berdecak dengan kesal karena yakin Errando pasti akan membuat kekacauan saat ini.
"Beberapa hari yang lalu saya baru menikah dengan putri kedua dari pemilik HR Company, saya begitu mencintai istri saya dan ingin memberinya sebuah kado spesial yang tentu saja akan membuat istri saya senang. Ketika saya mengetahui kakak ipar saya juga mengikuti tender ini saya jadi ingin memberikan hadiah spesial kepada istri saya melewati kakak ipar saya karena saya yakin itu pasti akan membuatnya bahagia. Untuk itu dengan di tunjuknya saya sebagai pemenang tender kali ini, saya akan menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada kakak ipar saya yaitu Alex Wiliam Hermawan untuk mengambil alih proyek ini atas nama HR Company." ucap Errando sambil menunjuk ke arah meja Alex.
Suara tepukan tangan dari semua orang lantas terdengar menggema memenuhi ruangan tersebut, namun sayangnya langsung merubah raut wajah Alex menjadi merah padam. Untung saja ia sedang berada di keramaian saat ini, jika saja Alex tidak tahu tempat Errando pasti sudah dihajar olehnya sedari tadi, mengingat apa yang di lakukan Errando padanya sama saja dengan menghina Alex yang tidak bisa melakukan segalanya sendiri dan mendapatkan tender ini karena dirinya. Bukankah ini sama saja mencoreng nama baiknya?
***
HR Company
Alexa yang baru saja pulang setelah mengikuti tender, lantas langsung melangkahkan kakinya dengan bergegas masuk ke dalam ruangannya. Dengan penuh amarah dan juga perasaan yang kesal Alex langsung menyapu meja kerjanya dengan sekali sapuan tangan, membuat beberapa barang pribadi miliknya langsung berjatuhan ke lantai bahkan ada yang pecah menjadi beberapa bagian.
Fatur yang melihat aksi Alex hanya bisa terdiam sambil menunduk tanpa berani menghentikan amukan Alex saat itu. Fatur jelas tahu bahwa saat ini Alex pasti merasa terhina akan aksi Errando di depan umum tadi, mengingat tender ini adalah tender besar dan ia yakin segala sesuatunya pasti akan langsung menyebar dengan luas dalam waktu yang singkat.
Sedangkan Alex yang masih nampak kesal lantas kemudian menendang meja kerjanya cukup keras, hingga hampir saja terbalik jika saja Fatur tidak sigap menahannya tepat sebelum jatuh ke bawah dan semakin menimbulkan kekacauan layaknya sebuah kapal pecah yang tidak tahu berasal dari mana.
"Errandooooooo kau benar-benar keterlaluan! Bagaimana bisa kau mencoreng muka ku di depan umum seperti itu, benar-benar kurang ajar!" ucap Alex dengan nada yang penuh amarah.
Bersambung