Antara Cinta & Dendam

Antara Cinta & Dendam
Siapa yang sudah berperang di dapur?


Dapur


Setelah berusaha dengan bersusah payah pada akhirnya dua potong roti dengan warna kecoklatan berhasil dibuat oleh Errando dengan usaha yang luar biasa. Diambilnya beberapa potong daging yang terlihat masih bisa untuk di makan dan meletakkannya ke dalam roti yang baru saja ia angkat. Diantara roti dan juga daging tersebut Errando memberikan sedikit mayones dan juga saus pedas di atasnya, baru setelah itu Errando memotongnya menjadi segitiga selayaknya sandwich pada umumnya.


Errando yang berhasil membuat dua potong sandwich dengan lancar lantas tersenyum dengan cerah. Dengan gerakan yang perlahan dan juga hati-hati Errando mulai meletakkan sepiring sandwich tersebut pada sebuah nampan lengkap dengan coklat panas yang tentu saja buatannya.


"Sudah selesai" ucapnya sambil tersebut.


Setelah memastikan semuanya selesai Errando lantas melepas celemek yang menutupi bajunya kemudian bersiap membawa nampan berisi sarapan menuju ke kamar utama, sepertinya jatuhnya bukan sarapan sih karena Errando menghabiskan waktu hingga 3 jam lamanya di dapur. Beruntung Errando bosnya jadi ia bisa membuat alasan sesuka hatinya ketika tidak bisa masuk kerja dan tentunya tidak akan ada yang memarahinya.


"Sudah selesai tuan muda?" tanya Surti begitu berpapasan dengan Errando di meja makan.


Mendengar pertanyaan dari Surti membuat senyuman kembali mengembang di wajah Errando, dengan perasaan yang bangga Errando menunjukkan hasil kerja kerasnya yang tentu saja membuat Surti mengernyit karena penampakannya yang seperti itu.


"Aku ke atas dulu ya Bik.." ucap Errando kemudian sambil melewati Surti begitu saja dan melangkahkan kakinya menaiki satu persatu anak tangga.


Sedangkan Surti yang melihat tingkah Errando seperti itu hanya bisa geleng-geleng kepala karena ini adalah pertama kalinya Surti melihat Errando seperti itu. Hingga setelah punggung Errando tidak lagi terlihat, Surti kembali meneruskan langkah kakinya menuju ke arah dapur untuk melanjutkan bersih-bersihnya yang saat ini hanya tinggal area dapur saja.


Senyuman yang semula tampak di wajah Surti perlahan mulai menghilang ketika langkah kakinya sampai tepat di area dapur, dimana Surti melihat sebuah penampakan yang membuatnya melongo tak percaya ketika seluruh area dapur sudah seperti kapal pecah. Beberapa kantong plastik pembungkus roti dan juga daging benar-benar berserakan dimana-mana, tidak sampai di sana saja pada tempat sampah terlihat beberapa roti dan juga daging gosong tergeletak memenuhi sampah dengan ukuran 30 centi meter tersebut. Baru beberapa jam Errando di dapur sudah berhasil membuat kondisi dapur menjadi berantakan, bagaimana jika setiap hari?


"Apakah tuan muda baru selesai berperang? Kenapa kacau sekali?" ucap Surti dengan raut wajah yang tidak percaya menatap ke arah dapur.


**


Kamar utama


Sementara itu Errando yang baru saja sampai di depan pintu kamar utama terlihat menghentikan langkah kakinya sambil berpikir keras cara untuk meminta maaf kepada Alena. Apa yang diperbuatnya benar-benar sudah keterlaluan, apalagi kata-kata dari Alena tadi di kamar mandi membuat hati dan juga pikiran Errando lebih terbuka kepadanya. Errando perlahan-lahan sepertinya mulai luluh kepada Alena setelah melihat perjuangan serta kebaikan Alena selama ini.


"Em... Al aku ingin minta maaf kepadamu atas segalanya... aku... ah mengapa susah sekali mengatakannya!" ucap Errando yang kini tengah berlatih sebelum memutuskan untuk masuk ke dalam.


Errando menarik nafasnya berulang kali lagi dan lagi. Entah mengapa jantungnya terasa sangat berdebar seakan gugup ketika ingin mengungkapkan permintaan maaf kepada Alena, mengingat apa yang telah ia perbuat pasti sangat menyakiti perasaan Alena dan seharusnya semua tingkah laku Errando tidak layak untuk dimaafkan. Errando kembali menghela nafasnya dengan panjang ketika ia tak kunjung memiliki keberanian untuk memulai permintaan maaf ini. Hingga entah helaan yang kesekian kalinya, Errando kembali mengatur nafasnya mencoba untuk menenangkan pikirannya sendiri dari perasaan yang tidak penting saat ini.


Manik mata keduanya lantas bertemu sepersekian detik dalam keheningan. Baik Alena maupun Errando kedua-duanya sama terkejut akan kehadiran masing-masing yang kini dalam posisi saling berhadapan. Alena menatap dengan raut wajah yang penasaran akan tangan Errando yang kini membawa nampan berisi makanan dan juga segelas coklat hangat, mungkin karena masih terlihat kepulan asap melayang di sekitaran gelas tersebut.


"Karena apa Er? Apa ada sesuatu?" tanya Alena kemudian mencoba memecahkan keheningan.


Sedangkan Errando yang mendengar pertanyaan tersebut, lantas langsung mati kutu di tempatnya. Errando bingung harus menjawab apa karena ia sama sekali belum siap mengatakannya kepada Alena.


"Karena.... karena aku ingin memberikan mu sarapan pagi tapi telat!" ucap Errando sambil mendorong nampan tersebut mendekat ke arah Alena.


Alena yang melihat dorongan nampan tersebut lantas berusaha dengan cekatan menangkap nampan tersebut dengan wajah yang terkejut karena tingkah laku Errando yang aneh. Sedangkan Errando setelah mengatakan hal tersebut ia langsung berbalik badan dan berlalu pergi tanpa mengatakan apa-apa lagi, yang lantas membuat Alena semakin mengerutkan keningnya dengan bingung ketika melihat kepergian Errando baru saja.


Ditatapnya nampan yang berisi makanan di tangannya dengan tatapan yang menelisik. Ini bahkan baru pertama kalinya Errando memberikan makanan setelah pernikahannya yang hampir berjalan 3 bulan lebih. Alena yang sedari tadi menatap dengan tatapan yang menelisik ke arah makanan pemberian Errando, lantas terlihat mengernyit ketika ia melihat tekstur sekaligus bentuk sandwich Errando dengan tatapan yang aneh karena warnanya yang seperti setengah gosong itu.


"Apakah ini bisa di makan?" ucap Alena kemudian bertanya-tanya sambil menatap ke arah sandwich itu.


***


Setelah Alena menyelesaikan makannya dengan terpaksa karena rasa masakannya yang aneh. Alena terlihat mulai melangkahkan kakinya menuruni satu persatu anak tangga menuju ke arah dapur untuk menaruh piring kotor bekasnya makannya. Ada perasaan pahit yang sedikit tersisa di mulut Alena ketika memakan sandwich gosong tadi, hanya saja tertutupi dengan rasa manis dari coklat hangat yang di letakkan sebagai pendamping sarapannya.


Alena terus melangkahkan kakinya ke arah dapur dan berhenti tepat di wastafel, di mana ada berbagai cucian piring kotor menumpuk di sana, membuat Alena langsung mengernyit ketika melihat apa yang terjadi.


"Ada apa ini Bik? Siapa yang habis berperang di dapur hingga menimbulkan kekacauan seperti ini?" tanya Alena sambil menoleh ke arah Surti yang terlihat sedang sibuk menggosok bekas minyak yang menyiprat di area kompor.


Mendapat pertanyaan dari Alena barusan lantas langsung menghentikan gerakan tangan Surti, sambil menatap ke arah Alena dengan tatapan yang aneh, membuat Alena langsung kebingungan akan maksud dari tatapan Surti kepadanya.


"Tuan muda" jawab Surti dengan nada yang datar.


"Errando?"


Bersambung