Antara Cinta & Dendam

Antara Cinta & Dendam
Antara cinta & dendam


"Jika bukan tentang kedua hal tersebut, lalu apa yang membuat mu sampai ingin mengatakan sesuatu?" tanya Alena kemudian dengan raut wajah yang penasaran sekaligus bertanya-tanya akan perkataan yang di maksud oleh Errando barusan.


***


Pantai


Dibawah teriknya cahaya mentari siang itu terlihat Alena dan juga Errando tengah melangkahkan kakinya menyusuri area tepi pantai dengan langkah kaki yang perlahan. Keduanya nampak bertelanjang kaki dimana kedua pasang alas kaki yang mereka gunakan terlihat di bawa oleh Errando. Sambil terus melangkahkan kaki mereka menyusuri bibir pantai, Alena membiarkan kakinya diterpa air laut yang masih terasa dingin walau terkena cahaya mentari yang begitu terik.


Ditatapnya Sesekali wajah Alena saat ini, seakan Errando tengah memilih waktu yang pas untuk mengatakan sesuatu kepada Alena. Dan saat ini Errando tengah menunggu waktu itu. Helaan nafas bahkan kini terdengar berhembus dari mulut Alena, ia tahu bahwa Errando pasti ingin mengatakan sesuatu, apalagi mengingat ketika Alena menanyakan hal apa yang akan dipertanyakan oleh Errando di mobil tadi, membuat Errando langsung menancap gas dan membawanya ke pantai tanpa berkoordinasi terlebih dahulu dengan Alena.


Alena sama sekali tidak menolak ajakan Errando dan membiarkan Errando membawanya kemana pun Errando pergi dan pada akhirnya sampai ke pantai ini. Errando menghentikan langkah kakinya membuat Alena ikut menghentikan langkah kakinya pula dan menatap ke arah Errando dengan tatapan yang bertanya-tanya.


"Apa yang ingin kamu ketahui?" tanya Alena kemudian sambil menatap ke arah Errando dengan tatapan yang bertanya.


"Apa yang kamu sembunyikan dariku Al?" ucap Errando pada akhirnya.


Alena yang mendapat pertanyaan tersebut langsung terdiam seketika. Apa yang ingin ditanyakan oleh Errando adalah sebuah kenangan lama yang menorehkan luka terdalam untuknya. Melihat Alena bereaksi seperti itu, membuat Errando langsung melangkahkan kakinya mendekat ke arah Alena dan langsung memeluk tubuh Alena dengan erat, mencoba memberikan ketenangan kepada Alena.


Sebuah isakan kecil terdengar tepat ditelinga Errando, membuat Errando semakin mendekap tubuh Alena kian erat seperti tak ingin melepaskannya lagi.


"Jangan tanya tentang masa lalu Er, anggap saja ini sebuah pengorbananku untuk mendapatkan mu." ucap Alena kemudian.


Mendengar perkataan Alena barusan, membuat Errando dengan spontan melepas pelukannya kepada Alena dan langsung menatap manik mata Alena dengan tatapan yang menelisik seakan tengah mencari tahu kebenarannya.


"Jangan membuat ku sebagai orang jahat disini Al, kamu bisa menceritakan segalanya kepadaku." ucap Errando sambil menatap tepat ke arah manik mata Alena yang saat ini terlihat tengah berair.


Alena mengusap sudut matanya yang terasa merembes karena air matanya yang mengalir begitu saja. Hari ini Alena mendapatkan kembali Errando nya yang dulu, setelah sekian lama Alena tersiksa akan tingkah laku Errando yang begitu dingin kepadanya. Hari ini Alena mendapatkan kembali kehangatan itu. Alena menghela nafasnya dengan panjang kemudian tersenyum dengan tipis menatap ke arah Errando.


"Jika aku mengatakannya... Apa kamu juga akan mengatakan yang sebenarnya tentang alasan perubahan sikapmu selama ini padaku Er? Apa kamu juga akan membaginya dengan ku?" tanya Alena kemudian yang lantas membuat Errando terdiam seribu bahasa.


Sebuah pertanyaan yang sama sekali tidak bisa Errando jawab walau ia menginginkannya. Membuat Alena yang tak kunjung mendapatkan jawaban dari Errando, lantas langsung tersenyum menatap ke arah Errando. Membuat Errando yang melihat senyuman tersebut menatap bingung ke arah Alena seakan bertanya-tanya maksud dari senyuman Alena kepadanya.


"Kita lupakan saja masa lalu kita bersama-sama Er, kita bangkit dan hadapi semuanya bersama. Apa kamu mau melangkah beriringan bersama ku?" tanya Alena kemudian sambil mengulurkan tangannya ke arah Errando.


"Berjanjilah kita akan melewati segalanya bersama..." ucap Errando kemudian dengan tersenyum menatap ke arah Alena.


"Aku berjanji kepadamu." ucap Alena dengan senyum yang juga mengembang ke arah Errando.


***


Malam harinya


Karena bahan makanan yang dibeli oleh Errando di supermarket tadi cukup banyak dan tentu saja melimpah. Alena dan juga Errando memutuskan untuk membuat makanan secara besar-besaran kemudian membaginya ke panti asuhan dan juga beberapa orang di jalan raya yang mereka temui.


Satu persatu kotak makanan juga beberapa buah Alena dan juga Errando bagikan kepada para anak-anak yang tinggal di panti asuhan. Tawa bahagia mereka benar-benar menjadi awal yang baik bagi Alena dan juga Errando ketika keduanya baru saja memulai kembali cerita cinta keduanya. Sebuah doa yang tulus dari anak-anak satu persatu Alena dan Errando aminkan agar menjadi doa yang berkah dan kembali berkah kepada si pendoa.


Alena yang baru saja selesai membagikan amplop kepada beberapa anak penghuni panti, lantas terlihat melangkahkan kakinya mendekat ke arah Errando, dimana Errando kini tengah terlihat berbicara dengan pengurus panti.


"Semoga ini akan menjadi awal yang baik bagi kami berdua." ucap Alena dalam hati mendoakan dirinya dan juga Errando.


Hanya saja ketika langkah kaki Alena baru beberapa kali melangkah, sebuah deringan ponsel miliknya lantas menghentikan langkah kakinya. Alena yang melihat nama Riki terlihat jelas pada layar ponsel miliknya, lantas terlihat terkejut karena ia melupakan satu hal penting tentang keputusan yang ia buat dengan langkah yang terburu-buru saat itu. Alena menghela nafasnya dengan panjang kemudian menatap ke arah Errando yang saat ini masih fokus berbicara dengan pengurus panti.


"Mumpung Riki telpon, aku akan mengatakan kepadanya untuk membatalkan berkas perceraian ku." ucap Alena pada diri sendiri kemudian mulai mengusap ikon berwarna hijau pada layar ponsel miliknya.


"Halo" ucap Alena kemudian.


"Saya sudah menemukan apa yang anda cari nona." ucap Riki hendak melaporkan penemuannya setelah ia melakukan penelusuran dan mencari beberapa informasi tentang permintaan Alena tempo hari yang lalu.


"Lupakan saja, aku ingin meminta mu membatalkan perceraian ku dengan Errando. Aku rasa itu keputusan yang bijak." ucap Alena dengan tersenyum lebar ketika Errando terlihat tengah menatap ke arahnya sambil melambaikan tangannya meminta Alena untuk mendekat.


"Ini tentang tuan Errando dan juga tuan Alex!" ucap Riki kemudian yang lantas membuat raut wajah Alena berubah seketika disaat mendengar ucapan Riki kepadanya.


Bersambung