Antara Cinta & Dendam

Antara Cinta & Dendam
Menanti sebuah keajaiban


"Tuan, sebuah pemberitahuan keberangkatan pesawat menuju ke Prancis terdapat nama Alena di sana. Apa yang harus saya lakukan?" ucap Rama memberikan laporan kepada Errando tentang informasi yang baru saja ia dapatkan.


"Apa maksud dari ucapan mu?" tanya Errando yang sama sekali tidak mengerti akan arah pembicaraan Rama saat ini.


Bukannya Errando tidak paham akan perkataan Rama yang mengatakan bahwa Alena menaiki pesawat dengan tujuan ke Prancis, hanya saja ia bahkan baru beberapa jam berpisah dari Alena namun Alena sudah pergi begitu saja meninggalkan negara ini. Bukankah ini terasa tidak adil bagi Errando? Errando yang tidak terlalu percaya bahwa Alena benar-benar pergi meninggalkannya, lantas seakan menolak info yang diberikan oleh Rama barusan dan bersikap seperti orang bodoh seakan tidak mengerti arah dari pembicaraan Rama saat ini.


"Ada sebuah pemberitaan yang saat ini tengah ramai diperbincangkan tuan, dimana pesawat dengan penerbangan rute Indonesia-Prancis mengalami lost contact dan saat ini sedang dalam pencarian, dari sekian ratus nama penumpang yang terdaftar di sana terdapat nama Alena di daftar penumpang pesawat tersebut tuan." ucap Rama kembali melaporkan tentang berita yang baru saja ia dengar.


Mendengar berita yang begitu mengejutkan baginya membuat Errando langsung menutup panggilan telponnya begitu saja tanpa menjawab ataupun menanggapi perkataan dari Rama sama sekali. Dengan langkah yang terburu-buru Errando lantas langsung turun dari kap mobilnya kemudian langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju ke arah Bandara untuk memastikan informasi yang di dapat dari Rama barusan adalah benar atau hanya sebuah angin lalu belakang.


"Aku yakin itu bukan Alena... Iya itu bukan Alena..." ucap Errando secara berulang kali dalam hati sambil terus mencoba berusaha untuk tetap tenang dalam menghadapi situasi seperti ini.


****


Bandara


Dengan langkah kaki yang bergegas dari arah pintu masuk terlihat Errando sedang berlarian menuju ke arah meja informasi untuk mencari tahu tentang kebenaran berita tersebut. Ketika Errando sampai di pusat informasi, di sana sudah nampak penuh dengan beberapa keluarga dan juga kerabat para korban pesawat yang mendadak lost contact itu. Dengan perasaan yang begitu khawatir dan bercampur rasa takut akan kenyataan yang mungkin ia terima sebentar lagi, Errando kemudian melangkahkan kakinya membelah kerumunan orang-orang maju ke depan untuk menanyakan perihal berita tersebut ke arah meja resepsionis itu.


"Apa benar penumpang atas nama Alena Viantika Hermawan termasuk ke dalam daftar penumpang pesawat tersebut?" ucap Errando ketika ia berhasil mencapai bagian depan meja resepsionis.


Mendapat pertanyaan tersebut sang resepsionis lantas langsung mengangguk tanda mengerti kemudian beralih pada layar komputer dan mencari nama seseorang yang baru saja disebutkan oleh Errando barusan. Beberapa menit mencari dan melihat data-data para penumpang pesawat, resepsionis tersebut lantas kembali berdiri dan memasang raut wajah sedih menatap ke arah Errando, membuat perasaan tidak enak lantas langsung menyeruak memenuhi dada Errando saat ini.


"Benar pak, penumpang dengan nama Alena Viantika Hermawan merupakan salah satu penumpang pesawat dengan rute penerbangan Indonesia-Perancis yang saat ini mengalami lost contact. Kami harap anda bisa bersikap dengan tenang dan menunggu kabar dari kami, kami tengah berusaha untuk mencari keberadaan pesawat tersebut." ucap resepsionis itu dengan nada yang sendu seakan ikut berbelasungkawa akan beberapa korban yang terdapat dalam daftar tersebut.


Mendengar penjelasan dari resepsionis barusan membuat langkah kaki Errando langsung mundur seketika. Apa yang dikatakan oleh resepsionis itu benar-benar terasa tidak mungkin bagi Errando, Errando mengusap wajahnya dengan kasar kemudian berdiam diri termenung ketika langkah kakinya membentur tiang penyanggah yang terletak dengan posisi tidak jauh dari meja resepsionis. Suara hiruk pikuk para anggota keluarga yang begitu ramai mencari keberadaan sanak keluarga mereka, mendadak menjadi hening tepat ketika Errando mendengar kabar bahwa Alena adalah salah satu penumpang pesawat tersebut.


"Alena..." panggil Errando dengan nada yang lirih menatap kosong ke arah depan.


**


Disaat Errando begitu terpukul akan berita yang baru saja ia dapatkan, dari arah pintu masuk terlihat Rama yang tengah berlarian menuju ke arah pusat informasi untuk mencari keberadaan Errando di sana. Rama yakin setelah telpon keduanya terputus begitu saja Errando pasti akan langsung kemari untuk mengeceknya secara langsung. Dan benar saja ketika ia sampai di pusat informasi dan mengedarkan pandangannya ke arah sekitar, netra milik Rama menangkap sosok Errando yang tengah dalam posisi berjongkok menatap penuh frustasi ke arah depan.


"Tuan..." ucap Rama dengan nada yang lirih begitu melihat Errando tengah duduk di sana dengan frustasi.


Rama yang melihat Errando seperti itu lantas langsung menghela napasnya panjang. Dengan langkah kaki yang perlahan Rama kemudian mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Errando berada dan mengambil posisi jongkok dihadapannya.


"Tuan sebaiknya anda pulang saja, biar saya yang akan mengurus sisanya." ucap Rama mencoba untuk membujuk Errando, setidaknya agar suasana hati Errando menjadi lebih tenang jika ia pulang dan beristirahat di rumah barang sebentar saja.


Mendengar sebuah suara yang tak asing di pendengarannya, lantas membuat Errando mendongak ke arah sumber suara dan menatap dengan tatapan yang tajam ke arah Rama. Membuat Rama yang melihat kilatan penuh amarah yang berasal dari manik mata milik Errando lantas langsung terdiam seketika.


"Apa maksud ucapan mu dengan menyuruh ku pulang ha? Alena bahkan tidak tahu saat ini tengah berada dimana dan kau malah menyuruh ku pulang, begitu? Apa kau gila!" teriak Errando dengan nada yang penuh amarah karena kesal akan tingkah Rama yang malah menyuruhnya pulang begitu saja.


Sedangkan Rama yang mendengar teriakan Errando tentu saja langsung terkejut seketika, tidak hanya Rama namun juga para anggota keluarga yang nama mereka tertera pada daftar penumpang pesawat tersebut. Suara Errando yang menggema membuat suasana kian hening dan juga sendu, beberapa dari mereka bahkan ada yang menangis dengan terisak ketika mereka kembali teringat akan keluarga mereka yang saat ini entah tengah berada dimana. Hanya sebuah keajaiban yang mungkin bisa menolong para korban di pesawat itu.


"Alena... Aku harap kamu baik-baik saja." ucap Errando dalam hati.


Bersambung