Antara Cinta & Dendam

Antara Cinta & Dendam
Tandatangani sekarang juga!


Kamar utama


Errando yang merasa kegerahan ketika tertidur, lantas mendadak terbangun sambil mengibas-kibaskan bajunya secara perlahan. Ditatapnya ruangan kamarnya yang kini sudah full dengan AC, namun tetap saja membuatnya kegerahan. Errando sedikit mengernyit dengan tatapan yang bingung sekaligus mata yang berkunang-kunang karena terakhir kali ia ingat, Errando tengah berada di salah satu tempat hiburan malam. Entah mengapa tiba-tiba ia sudah terbangun tepat di kamarnya saat ini.


Errando memijat pelipisnya dengan pelan yang saat ini terasa sedikit berdenyut akibat pengaruh dari minuman beralkohol, sambil menatap ke arah sekitar Errando mencoba untuk menyadarkan dirinya yang saat ini masih terasa sedikit melayang.


"Siapa yang membawaku sampai ke sini? Bukankah aku tadi ada di tempat hiburan malam?" ucap Errando dengan tatapan yang bingung sambil sedikit memukul kepalanya dengan perlahan.


Errando yang tenggorokannya merasa kering, lantas terlihat menoleh ke arah nakas. Namun sayangnya di atas nakas sama sekali tidak ada minuman yang tersaji di sana, membuat Errando mau tidak mau harus bangkit dari tempat tidurnya saat ini menuju ke arah dapur untuk mengambil minuman. Sambil menegakkan dirinya yang sedikit terasa melayang Errando mulai berjalan dengan perlahan sambil memegangi tembok agar tidak terjatuh.


Errando melangkahkan kakinya dengan perlahan sambil sesekali berhenti ketika kepalanya terasa pusing, kemudian baru melangkahkan kakinya kembali ketika ia sudah benar-benar siap. Dibukanya pintu kamar utama dengan gerakan yang perlahan sambil memposisikan tubuhnya agar tidak terjatuh. Hanya saja sayangnya ketika ia baru saja keluar dari ambang pintu kamar utama, suatu pemandangan yang tidak ia duga-duga dan sama sekali tidak ingin ia lihat. Lantas tersaji di depan matanya begitu saja, membuat Errando yang merasa kepalanya sedikit pusing lantas terdiam di tempatnya. Ernando mencerna pemandangan yang kini tersaji di hadapannya, ia tadinya ingin tidak percaya akan apa yang tengah ia lihat saat ini karena menganggap bahwa ia tengah berhalusinasi. Namun ketika pandangannya mulai terlihat dengan jelas Errando yang benar-benar melihat Alena tengah berpelukan dengan Steven sahabatnya sendiri, lantas menjadi marah dan juga naik pitam.


Dengan perasaan amarah ya menjadi-jadi Errando yang melihat pemandangan dihadapannya, lantas langsung memaksakan langkah kakinya untuk berlari menuju ke arah keduanya. Dengan perasaan amarah yang begitu meluap Errando lantas menarik baju Steven dari arah belakang, kemudian melayangkan pukulannya begitu saja tepat di area sudut bibir Steven. Membuat Steven yang tidak bersiap akan serangan mendadak dari Errando, lantas terhuyung dan jatuh seketika dengan posisi Errando yang berada diatasnya.


Alena yang terkejut akan serangan yang dilayangkan oleh Errando secara tiba-tiba, hanya bisa menatap ke arah Errando dan juga Steven yang terlihat sudah berada di lantai dengan posisi Errando yang berada di atas Steven bersiap untuk kembali melayangkan pukulannya.


"Dasar bereng**k!" pekik Errando dengan kesetanan.


"Aku bisa menjelaskannya Ando, tenanglah dan kita bicarakan semuanya baik-baik." ucap Steven sambil mencoba melindungi kepalanya dari serangan Errando yang membabi buta.


"Aku bahkan menganggap mu sebagai sahabatku sendiri, tapi mengapa kau tega-teganya melakukan ini padaku? Kau benar-benar sesuatu Steve!" ucap Errando dengan nada yang penuh penekanan sambil terus melayangkan pukulan ke arah Steven, meskipun terkadang pukulan itu meleset karena posisi Errando yang masih terpengaruh oleh minuman beralkohol.


Alena yang melihat situasinya semakin kacau lantas langsung berlari mendekati ke arah keduanya. Sebisa mungkin Alena mencoba untuk memisah antara Errando dan juga Steven, meskipun tenaga Errando cukup kuat walaupun Errando tengah berada dalam pengaruh minuman beralkohol.


"Hentikan semua ini Er... Apa yang sebenarnya kau lakukan!" pekik Alena sambil berusaha untuk memisah keduanya.


Ernando yang tadinya menyerang Steven dengan membabi buta, mendengar perkataan Alena barusan membuat gerakan tangannya langsung terhenti seketika. Ditatapnya Alena dengan tatapannya sendu seakan-akan tidak percaya bahwa Alena tega melakukan ini kepadanya. Sedangkan Alena yang mendapat tatapan tersebut, bukannya malah terharu melainkan langsung menarik tangan Errando agar bangkit dari tubuh Steven dan menjauh dari sana.


Ernando yang baru saja ditarik untuk berdiri, mendengar kata-kata Alena barusan langsung membuat Errando menatap tak percaya ke arah Alena. Sambil memposisikan tubuhnya agar berdiri dengan tegap Errando menatap dengan tatapan yang tajam ke arah Alena saat ini, seakan nampak marah akan tingkah laku Alena saat ini.


"Yang seharusnya bertanya itu aku bukan kamu Al, apa-apaan ini? Apa yang telah kau lakukan dengan Steven barusan?" ucap Errando dengan nada yang menukik tajam membuat Alena langsung terdiam seketika.


Mendengar tuduhan dari Errando barusan, membuat Alena langsung terdiam tanpa kata-kata. Alena yang semula tidak tahu-menahu akan tingkah laku Errando yang tiba-tiba menghajar Steven tanpa penjelasan terlebih dahulu, lantas seperti mendapat sebuah ide ketika mendengar tuduhan dari Errando barusan. Setidaknya dengan melakukan ide gilanya ini, mungkin Errando mau menyetujui untuk menandatangani surat perceraiannya tanpa bertanya-tanya lagi tentang alasan perubahan sikapnya saat ini.


Sedangkan Errando yang melihat Alena hanya terdiam ditempatnya tanpa menanggapi perkataannya sama sekali, membuat Errando semakin geram dan juga kesal. Errando benar-benar tidak menyangka bahwa keduanya kini tengah tertangkap basah sedang berpelukan.


"Apa yang ingin kamu minta untuk dijelaskan Er? Bukankah semuanya sudah jelas?" ucap Alena tanpa diduga-duga.


Steven ya semula hendak bangkit dari posisinya, mendengar ucapan Alena yang tiba-tiba ekstrem tersebut. Membuat Steven langsung terkejut seketika, Steven benar-benar tidak percaya bahwa Alena bukannya menjelaskan pokok permasalahannya malah semakin memperburuk suasana saat itu.


"Apa yang kau lakukan Al? Katakan sejujurnya kepada Errando!" ucap Steven dengan nada yang meninggi.


Mendengar ucapan Steven barusan, membuat Alena langsung mengerlingkan matanya kepada Steven seakan tengah mengode Steven untuk diam saja dan tidak ikat campur dalam urusannya. Tetapi Errando yang melihat hal tersebut malah membuat situasinya kian panas dan juga semakin kesal akan tingkah laku Alena yang seperti itu.


"Kau benar-benar keterlaluan Al! Apa yang kau inginkan sebenarnya?" tanya Errando kemudian sambil menatap tajam ke arah Alena.


"Tanda tangani surat perceraian itu Er!" ucap Alena dengan nada yang datar.


"Kau mau surat perceraian itu Al? Baik aku akan menandatanganinya saat ini juga." ucap Errando kemudian dengan penuh emosi tanpa memikirkan ke belakangnya lagi, membuat Steven yang berada di sana lantas terkejut bukan main atas keputusan keduanya tersebut.


Bersambung.