Antara Cinta & Dendam

Antara Cinta & Dendam
Selidiki saat ini juga!


"Apa yang sebenarnya kau sembunyikan di belakangku Al?" ucap Errando kemudian sambil menatap tajam ke arah Alena.


Alena yang mendapat pertanyaan tersebut secara tiba-tiba tentu saja langsung terkejut bukan main. Alena bahkan tidak tahu mana yang saat ini sedang dipertanyakan oleh Errando. Alena yang merasa cengkraman tangan Errando begitu kuat di lengannya, lantas berusaha melepas cengkraman tangan Errando dan menghempaskannya begitu saja di udara, membuat Errando yang melihat hal tersebut lantas langsung menatap tak suka ke arah Alena saat ini.


"Aku sama sekali tidak mengerti akan apa yang sedang kamu pertanyakan Er, aku minta maaf kalau putra ku tak sengaja menabrak pintu mobil mu. Jika memang kamu ingin meminta biaya ganti rugi aku bisa memberikannya kepada mu. Tak perlu sampai seperti ini Er... Aksa hanyalah anak kecil, tidakkah kamu kasihan kepadanya?" ucap Alena yang mulai tidak suka akan nada bicara Errando yang seperti itu.


Errando yang mendengar perkataan dari Alena barusan lantas tersenyum seketika. Apa yang dikatakan oleh Errando tentulah sangat jelas, lagi pula Alena sudah pasti tidak sebodoh itu sampai tidak mengerti akan perkataannya barusan.


"Jangan berkelit dengan ku Al, aku tahu pasti ada yang kamu sembunyikan dari ku." ucap Errando yang masih begitu kekeh ada sesuatu yang terjadi kepada Alena selama beberapa tahun ini.


Alena yang kembali mendapat pertanyaan tersebut lantas terdiam seketika. Apa yang dikatakan Errando benar-benar membuatnya ketakutan. Alena takut jika Errando mengetahui bahwa Aksa adalah putranya, Errando akan membawa Aksa pergi darinya untuk selamanya. Alena sungguh tidak sanggup jika harus berpisah dari Aksa saat ini.


"Apa yang harus ku katakan kepada Errando? Mana mungkin aku mengatakan yang sebenarnya kepada Errando saat ini? Sebenarnya apa yang sedang ia tanyakan sekarang?" ucap Alena dalam hati sambil terdiam tidak tahu harus mengatakan apa lagi.


Sedangkan Errando yang melihat ekspresi raut wajah Alena yang aneh, membuatnya semakin yakin bahwa ada sesuatu yang saat ini tengah Alena sembunyikan darinya. Hingga kemudian Errando yang tidak lagi tahan akan sikap Alena yang hanya diam saja seperti itu, lantas membuat Errando mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Alena berada dan mengejutkan Alena karena baru sadar jika jarak di antara keduanya yang begitu dekat.


"Katakan saja padaku yang sejujurnya Al... Aku tahu bahwa kamu masih mencintai ku, bukan? Kita sudah melewati banyak hal.. Jika memang kamu ingin memulainya lagi dari awal aku benar-benar siap menerima putra mu agar menjadi putra kita. Lagi pula wajahnya begitu mirip dengan ku, bukankah kita berdua akan sangat cocok nantinya?" ucap Errando lagi namun kali ini dengan nada yang lebih lirih dan juga lebih lembut, sambil memegang kedua pundak Alena.


Mendengar perkataan Errando yang di luar ekspetasinya tentu saja membuat Alena terkejut seketika. Maksud dari kata menyembunyikan sesuatu bagi Errando adalah sebuah perasaan? Alena pikir Errando curiga bahwa Aksa adalah putranya, namun nyatanya bukanlah demikian membuat Alena hanya menatap ke arah Errando dengan tatapan yang tidak percaya ketika mendengar perkataan Errando barusan tentang dirinya.


"Apa kamu sudah gila Er? Aku bahkan sudah punya suami? Bagaimana bisa kamu mengatakannya dengan begitu mudah seperti itu?" ucap Alena kemudian mencoba untuk beralasan yang lantas membuat raut wajah Errando berubah seketika.


Errando yang mendengar perkataan dari Alena barusan tentu saja membuatnya langsung terdiam seketika. Apa yang dikatakan Alena barusan ada benarnya juga namun perasaan Errando yang selalu kacau ketika bertemu dengan Alena benar-benar membuat pikirannya menggila. Errando bahkan sudah tidak lagi memikirkan sampai ke arah sana, yang ada di pikirannya saat ini hanyalah bagaimana caranya ia bisa mendapatkan Alena kembali detik ini juga.


"Aku... Aku..." ucap Alena bingung hendak mengatakan apa untuk menjawab pertanyaan Errando barusan.


Bodohnya Alena yang malah menamai putra Errando menggunakan nama tengahnya, membuat ia saat ini berada dalam kebingungan dan juga tersudut. Apapun yang akan ia ucapkan terap saja tidak akan membuat Errando percaya kepadanya. Hingga kemudian disaat Alena tengah sibuk memikirkan jawaban yang tepat untuk pertanyaan dari Errando barusan, sebuah suara yang mungkin bisa membantunya keluar dari jurang kebingungan lantas membuat perasaan Alena sedikit mereda ketika mendengarnya.


"Apa sudah selesai Vi? Aksa mencari mu sedari tadi." ucap sebuah suara yang berasal dari Riki.


Mendengar suara tersebut membuat Errando lantas langsung memutar bola matanya dengan jengah karena Riki harus datang disaat yang tidak tepat sama sekali. Riki terlihat melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana keduanya berada kemudian mendekat ke arah Alena dan langsung merangkul bahu Alena dengan erat seakan sengaja untuk membuat Errando cemburu akan hal tersebut. Alena yang menerima perlakuan tersebut dari Riki awalnya nampak canggung, namun setelah ia melihat kedipan mata dari Riki lantas membuat Alena mengerti bahwa ini hanyalah sebuah permainan saja.


"Aksa sudah mencari mu sedari tadi, sebaiknya kamu segera kesana jika tidak dia pasti akan merengek dan susah untuk di bujuk." ucap Riki kemudian dengan nada sedikit manja, membuat Errando yang melihat interaksi keduanya hanya bisa menatap dengan tatapan yang tidak suka akan interaksi keduanya.


"Maaf ya Er.. Aku harus pergi sekarang." ucap Alena kemudian sambil melangkahkan kakinya meninggalkan Errando di sana begitu juga Riki yang ikut berlalu pergi bersama dengan Alena.


Sedangkan Errando yang melihat kepergian Alena dari sana hanya bisa menatapnya dengan tangan yang mengepal. Nyatanya meski Errando sudah mengetahui dengan jelas Alena sudah memiliki pria lain di sisinya. Entah mengapa Errando masih yakin bahwa Alena masih mencintainya hingga detik ini. Sebuah tatapan manik mata yang Alena tunjukkan ketika manik mata keduanya bertemu, benar-benar tetaplah sama dan tidak pernah berubah sama sekali. Hal itulah yang membuat Errando begitu yakin bahwa Alena masih mencintainya hingga kini.


Setelah punggung Alena tidak lagi terlihat pada pandangannya, Errando terlihat mulai merogoh saku celananya dan mengambil ponsel di sana. Di tekannya sebuah nomer ponsel seseorang dan mulai menghubunginya.


"Halo tuan" ucap sebuah suara di seberang sana yang lantas membuyarkan Errando dari pandangannya yang hingga kini masih menatap ke arah jejak langkah kaki Alena.


"Selidiki tentang suami Alena secepatnya dan laporkan pada ku malam ini juga!"


Bersambung