Antara Cinta & Dendam

Antara Cinta & Dendam
Kesalahan fatal


"Apa Aksa benar-benar Putra ku?" ucap Errando kemudian yang lantas membuat Alena langsung berbalik badan menatap ke arah Errando.


Mendengar perkataan dari Errando barusan membuat Alena langsung menyadari satu hal bahwa ia belum memberitahu kebenaran tentang Aksa kepada Errando. Jika sudah seperti ini, bukankah semuanya pasti akan terbongkar? Lagi pula surat pengadilan sudah jatuh dan sampai ke tangannya tentu sudah bisa dipastikan bahwa Errando mengetahuinya, bukan? Namun mengapa jika Alena menatap ke arah manik mata Errando saat ini seperti menyimpan sebuah keterkejutan yang seakan-akan menandakan bahwa Errando benar-benar tidak tahu apapun soal ini.


"Jangan bermain tebak kata bersama dengan Ku Er, kamu bahkan sudah memberikan tuntutan kepada.... Jadi tidak mungkin kalau kamu tidak mengetahuinya." ucap Alena dengan nada yang menyindir namun berhasil membuat Errando terkejut ketika mendengarnya.


Errando yang baru tahu kenyataan bahwa Aksa memang benar-benar adalah putra kandungnya, lantas langsung memegang kedua pundak Alena dengan erat kemudian mencoba membawa manik mata Alena agar menatap ke arah manik matan miliknya. Ditatapnya manik mata milik Alena cukup lama seakan berusaha mencari sebuah kejujuran di sana kemudian menghela napasnya dengan panjang.


"Apa Aksa sungguh-sungguh Putra ku Al? Jadi selama ini..." ucap Errando yang seakan masih tak percaya akan hal tersebut.


Meski sebenarnya Rama telah memberitahunya secara berulang kali bahwa ada yang aneh dengan Aksa dan juga dirinya yang memiliki kemiripan yang hampir mencapai 99 persen, namun Errando berusaha untuk menepis kenyataan bahwa Aksa adalah putranya karena mengingat ia dan juga Alena dulu tidak pernah akur dan bertindak sebagai suami istri yang sesungguhnya. Sehingga membuat Errando membuang pikiran jauh-jauh tentang kemungkinan terbesar bahwa Aksa adalah putra kandungnya.


"Sudah ku bilang untuk tidak berlagak seperti orang bodoh Er, jika memang kamu baru mengetahui fakta ini... Lalu untuk apa kamu mengajukan ke pengadilan tentang hak asuh anak? Apa kamu sudah gila?" pekik Alena kemudian dengan nada yang kesal karena sikap Errando yang benar-benar terlihat seperti orang bodoh saat ini.


"Aku tidak tahu Al, bukan aku yang mengajukan tuntutan hak asuh anak ke pengadilan!" ucap Errando dengan nada yang setengah meninggi.


Errando bahkan tidak tahu lagi harus menjelaskannya bagaimana kepada Alena bahwa bukan dia lah yang melakukan hal tersebut. Sedangkan Alena yang melihat Errando begitu kekeh mengatakan bahwa bukan dia yang melakukannya tentu saja langsung terdiam membeku. Pikiran Alena kemudian lantas melayang memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi dan sebelum terjadi. Sampai kemudian ingatannya lantas terhenti pada sebuah hari dimana ia tanpa sengaja bertemu dengan Silvi Ibu Errando, membuat segala halnya semakin jelas bagi Alena.


"Tante Silvi!" pekik Alena kemudian yang lantas membuat Errando mengernyit dengan seketika.


"Mama? Apa hubungannya dengan Mama Al?" ucap Errando yang tidak mengerti akan perkataan Alena barusan.


Alena yang mendapat pertanyaan dari Errando bukannya menjawab malah langsung berlalu pergi begitu saja, membuat Errando lantas semakin dibuat tidak mengerti akan apa yang sebenarnya terjadi saat ini.


"Kau mau kemana Al.. Alena..." pekik Errando memanggil nama Alena beberapa kali hingga kemudian memutuskan untuk menyusul langkah kaki Alena.


***


Ruangan Rama


Di dalam ruangannya terdengar helaan napas berhembus kasar dari mulut Rama, membuat Linda kian menundukkan kepalanya semakin dalam karena tahu jika kesalahannya kali ini cukuplah besar. Rama yang tahu jika Linda kali ini sedang ketakutan akan dirinya kemudian mulai berbalik badan dan menatap ke arah Linda yang hingga saat ini masih tertunduk menyesal.


"Apa kamu tahu kesalahan mu saat ini?" ucap Rama kemudian yang lantas membuat Linda menelan salivanya dengan kasar.


Rama tidak tahu lagi harus bagaimana memperingatkan Linda, pasalnya ini sudah kesekian kalinya Linda selalu mengambil keputusan sendiri jika ada tamu yang datang hendak bertemu dengan Errando, tanpa berkoordinasi dulu dengannya atau bahkan asisten Errando untuk bertanya tindakan selanjutnya yang harus ia ambil. Rama tahu, meski Errando tidak terlalu memperdulikan urusan karyawan tapi Errando adalah orang yang teliti dan tidak akan melewatkan hal sekecil apapun walau tanpa bertegur sapa dengan orangnya secara langsung.


"Kau tahu siapa wanita tadi? Dia adalah Alena Viantika Hermawan putri dari pemilik perusahaan HR Company sekaligus mantan istri Tuan Errando, apa kamu sungguh tidak mengetahuinya?" ucap Rama dengan nada yang kesal karena kali ini Linda sudah keterlaluan, mengingat ini bukanlah kesalahannya yang pertama kalinya.


Mendengar perkataan dari Rama barusan tentu saja semakin membuat nyali Linda menciut, Linda bahkan benar-benar tidak menyangka bahwa wanita yang tadi terlibat percekcokan dengannya adalah seorang anak pengusaha kaya di Ibukota, jika Linda tahu dari awal mungkin ini semua tidak akan pernah terjadi.


"Maafkan saya Pak... Saya benar-benar minta maaf atas kesalahan saya." ucap Linda memohon ampun kepada Rama, berharap dengan begitu Rama akan memaafkan kesalahannya kali ini.


Rama menghela napasnya dengan panjang kemudian menatap ke arah Linda yang menatapnya dengan tatapan yang memelas.


"Kemasi barang-barang mu karena mulai hari ini kamu bukan lagi karyawan FN Company!" ucap Rama pada akhirnya yang tentu saja membuat Linda lantas menjadi terkejut begitu mendengar perkataan Rama barusan yang dengan resmi telah memecatnya.


"Tapi pak..." ucap Linda hendak protes ketika mendengar putusan tersebut, namun gerakan Rama yang mengkode dirinya untuk keluar dari tempat tersebut lantas memotong perkataannya.


***


Kediaman Valentino


Di area halaman kediaman Bagas terlihat mobil yang dikendarai oleh Errando nampak berhenti tepat di sebelah mobil milik Alena. Melihat mobil milik Alena sudah terparkir di halaman rumah orang tuanya, lantas membuat Errando langsung melangkahkan kakinya keluar dari dalam mobil.


Pikiran Errando saat ini benar-benar melayang memikirkan yang tidak-tidak membuat perasaan khawatir lantas mendadak memenuhi hatinya. Errando kini mengerti akan maksud dari kata-kata Alena yang terus mempertanyakan alasan dirinya meminta hak asuh anak, lantas membuat Errando merutuki kebodohannya karena tidak mengerti akan hal ini sedari awal.


Jika surat pengadilan itu bukan datang dari dirinya tentu saja kemungkinan terbesarnya ada orang lain yang menaikan kasus ini hingga ke pengadilan dan Errando yakin orang itu adalah salah satu dari kedua orang tuanya.


"Bagaimana bisa mereka tahu secepat ini? Aku bahkan baru mengetahuinya tadi!" ucap Errando dengan nada yang bertanya-tanya sambil terus melangkahkan kakinya menuju ke arah ruang keluarga di mana kemungkinan terbesarnya Alena sedang ada di sana.


Errando yang merasa khawatir akan Alena lantas terus membawa langkah kakinya menuju ke ruang keluarga. Ketika sampai tepat di ruang keluarga Errando yang melihat sesuatu di sana, lantas menatap tak percaya ke arah Silvi saat ini.


"Ma..."


Bersambung