
"manusia bagaimana bisa kau datang kesini?? " tanya salah satu dari mereka.
" ceritanya sangat panjang, intinya aku itu sepertinya berpindah waktu.. " jawabku pada intinya.
" hmm jadi kau dari masa depan ?? "
" yaaa.. sepertinya begitu.. "
" kau ini tidak yakin sekali.. !! "
" hehehehe... " aku hanya tertawa sambil mengusap kepalaku.
" wah jadi kakak ini dari masa depan.. ?? bagaimana keadaan di tempat kakak itu.. ??!" tanya Craig yang penasaran.
" yah di sana sangat ramai banyak orang yang beraktifitas mengendarai mesin untuk berjalan kesan kemari, itu adalah kendaraan kami, di sana juga banyak gedung yang menjulang tinggi dan lampu- lampu yang menghiasi kota.. "
" wah begitu kah... !! kedengarannya keren sekali.. !! " Craig merasa terpukau dengan gambaran yang aku jelaskan.
Melihat Craig yang antusias aku hanya nyengir kuda saja.
" kak nanti kalau kakak ingin pulang aku di ajak yaa.. ? " ucap Craig dengan semangat.
" tidak boleh.. !! " ibu Craig langsung membantah.
" aahh kenapa ?? " Craig seketika merasa lesu.
" kita tidak tau bahaya apa yang menanti di sana.. " ucap ibu Craig dengan tegas.
Raut wajah Craig langsung berubah sedih tapi tidak membantah kata-kata ibunya.
Di saat semua fokus dengan Craig dan ibunya dengan tiba- tiba muncul seekor serigala dari balik pepohonan.
" aahh tuan.. " ucap ibu Craig sembari memberi hormat.
Yang lain pun ikut mundur dan memberi hormat pada serigala yang barusan datang itu.
" hormat kami tuan ku.. " ucap mereka serentak.
Sementara aku hanya terpaku dan tercengang melihatnya.
Be... besar sekali..!
Serigala itu sangat besar, bulunya putih seperti salju dan lebat, ekornya panjang mengibas kesana kemari, mata nya biru seperti langit, kukunya hitam dan melengkung terlihat jelas jika itu sangat tajam.
Dia berjalan perlahan ke arah kami, aku berkeringat dan mundur perlahan lalu dia berhenti dan menatapku.
" siapa kau.. ?? " tanyanya kepadaku.
" a.. aku.... " aku sangat gugup.
" hmmm apa kau manusia yang muncul ketika peperangan itu ?? " tanyanya lagi.
" aahh yaaa.. " aku langsung mengiyakan.
" untuk apa kau disini ?? " serigala itu terlihat curiga karena aku bersama kawanannya.
Aku panik dan bingung menjawabnya.
" tuan tadi dia menyelamatkan ku ketika aku terjebak di pohon.. " Craig tiba-tiba bicara dan menjelaskan pada rajanya itu.
" benarkah.. ?? "
" yaaa.. tuan, dia telah menyelamatkan anak saya.. " ucap ibu Craig membantu menjelaskan.
Dia menatapku sesaat, lalu tiba-tiba dia berubah.
" baiklah aku sebagai pimpinan kelompok ini mengucapkan terimakasih.. " ucapnya sambil tersenyum.
Ta.. tampan sekali..!!!!
Seakan waktu berhenti dan jantungku berdegup sangat kencang.
Kenapa bisa ada seorang monster seperti dia..!!
" hei apa kau mendengarkan ku ?! " tanya raja serigala itu.
" aahh iyaa.. iyaa.. !! " aku langsung tersadar dari lamunanku.
" haaahh.. " dia menghela nafas panjang, lalu bertanya.
" heeeii manusia siapa namamu ?? "
" Maya nama ku maya.. eemm kalau kau.. ?? " aku merasa senang di tanya olehnya.
" kau bisa memanggil ku Rangga.. " ucapnya dengan gaya cool mengangkat satu alisnya.
Aahh aku senang sekali, dia sangat tampan dan gayanya sangat keren, sepertinya dia juga baik.
Aku senyum-senyum sendiri seperti orang gila di hadapan Rangga.
" lalu kemana kau akan pergi.. ?? " tanya Rangga lagi.
" aahh aku tidak tau sebenar..." ucapanku terpotong seketika disaat salah satu dari mereka ada yang berteriak.
" awas.... !!! " salah satu dari mereka berteriak kencang.
Semua melihat ke atas begitu juga aku dan saat ku lihat mataku pun terbelalak yang benar saja Lord turun dengan sayapnya.
Dia menatap ku dengan mata merah menakutkannya itu, entah mengapa aku sama sekali tidak berani menatap matanya.
" vampir " ucap Rangga dengan suara berat.
Seketika suasana menjadi tegang setelah Lord datang.
Ku lihat wajah rangga menjadi suram dan penuh rasa benci karena kehadiran lord, bulu ekornya berdiri dan menjulang ke atas.
Serigala yang lain menggeram tapi lord hanya diam saja, dia tetap menunjukan wajah dinginnya itu, benar- benar tidak ada ekspresi sama sekali.
" vampir untuk apa kau kesini ?!" ucap Rangga dengan menatap Lord.
Mereka berdua bertatapan tajam dengan hawa mereka yang sama -sama dominan.
" tenanglah, aku ke sini hanya ingin mengambil milik ku.. " ucap lord dingin.
Rangga bingung dengan apa yang di ucapkan oleh Lord, sementara perlahan lord mulai melihat ku, aku menjadi panik dan sesaat semuanya melihatku.
" aa.. akuu.. aku tidak mau.. !! " aku menolak ajakan lord dengan keras.
" kau tidak punya pilihan lain.. " jawab lord dengan tetap melihatku tanpa ada ekspresi.
Aku segera bergegas mendekati rangga dan bersembunyi di belakang badannya.
" aku tidak mau ke kastil itu lagi.. !!! aku tidak mau bersama mu.. !! aku.. aku ingin bersama mereka.. " ucapku sembari memaki Lord.
Semua kaget mendengar ucapanku sementara Lord terlihat sangat murka.
Aku benar- benar tidak mau, walaupun aku ingin pulang tapi aku benar- benar tidak kuat, kastil itu seperti penjara bagi ku dan lord selalu menghisap darahku, aku bisa mati sebelum bisa pulang.
Rangga berbalik menghadap ku dan berkata " apa maksudmu ?? ".
" aku... aku ingin bersama mu rangga.. " ucapku memelas.
Dia tampak kaget, sementara Lord menjadi tidak senang dia menyipitkan matanya.