Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )

Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )
METEOR


" Bobbi jangan seperti itu.. "


" hahahaha.. "


" Bobbi berhenti.. hahaha itu geli.. "


Aku sedang bermain dengan anjingku, dia memang sangat aktif selalu berlari kesana- kemari, anjing yang tidak bisa diam.


Aku suka berguling- guling dengannya atau dia yang selalu menggesek- gesekan kepalanya ke arahku.


" uuhh.. Bobbi kau manis sekali " yah memang bulu putih yang lembut dan badannya yang bulat selalu bisa membuatku gemas.


Posisinya aku sedang berbaring di lantai, bercengkrama dengan Bobbi dan tiba- tiba ada kaki yang datang berdiri di samping kepalaku, aku langsung melirik ke atas.


" Lord.. "


" aku iri.. " ucap Lord dengan wajahnya yang cemberut.


" aa..?? " aku bingung.


" aku iri dengan itu.. " dia menunjuk Bobbi.


Seketika aku pasang muka bodoh mendengar ucapan aneh Lord.


" kenapa kau selalu bermain dengan bola berbulu itu..?? " ucap Lord dengan mengerutkan alisnya.


Aku langsung duduk dan melihatnya.


" kau cemburu dengan Bobbi.. ?? "


Dia mengangguk dengan tegas.


" hahaha... " aku langsung tertawa terbahak-bahak.


" kenapa malah tertawa.. ?? " ucap Lord dengan sedikit kesal.


" haha kau lucu sekali Lord, Bobbi hanyalah seekor anjing.. kau tidak perlu cemburu dengannya.. "


" heeh.. " dia memalingkan wajahnya.


Aku tau dia sedang ngambek, aku berdiri lalu memeluknya dan ternyata 1 ciuman di pipi bisa membuat dia lama- lama tersenyum.


" kau tidak bisa di bandingkan dengan Bobbi Lord, karena kau jauh melebihinya.. "


Senyum manis mengembang di wajah Lord dan akhirnya aku berhasil membuat dia senang dan tidak ngambek lagi.


" kau sekarang pintar bicara Maya.. " ucap Lord.


Senyum mengembang di antara kita berdua, lalu tiba- tiba..


" ibu... !! "


Kami kaget dan langsung menoleh asal suara itu.


" Craig..! "


Dia berlari dengan girang, menabrak ku dan memeluk pinggangku, karna Craig memang masih kecil.


" ibu aku kangen.. " ucap Craig.


Aku langsung duduk jongkok.


" iya sayang, ibu juga.. "


Aku memeluknya dan meluangkan rasa rindu kami.


" wah.. bertemu Craig langsung lupa dengan yang disini.. " ucap Rangga yang bersandar di tembok.


" Rangga.. " ucapku.


" yah.. harusnya kau memelukku seperti itu juga Maya... " ucap Rangga.


" hah.. dasar tukang iri " Craig mengejek Rangga.


" hah hahahaha... " aku tertawa lepas.


" ooh ya craig bagaimana latihanmu.. ?? " tanyaku.


" baik bu, ayah selalu melatihku setiap hari.. "


" hnn.. ayah.. ?? " aku bingung dengan ucapan Craig.


" ya.. semenjak dia memanggilmu ibu, dia juga memanggilku ayah.. " Rangga menjelaskan padaku.


" ooh.. "


" kau harus lebih giat lagi latihannya ya.. agar kamu jadi lelaki hebat nantinya.. " ucapku.


" tentu ibu.. "


Aku senang karna Craig sekarang jauh lebih bersemangat dari sebelumnya dan dia bisa ceria kembali setelah kehilangan ibu kandungnya.


" ooh iya ibu, mau tidak nanti malam ke desa kami.. ? " tanya Craig.


" eemm.. memangnya kenapa ?? "


" nanti malam seluruh desa akan keluar bersama untuk melihat meteor jatuh bu "


" wah...!!!! " aku terpukau mendengarnya.


" mau..! aku mau banget..!! " aku senang sekali dan antusias ingin melihatnya.


" tidak bisa! " suara Lord yang tiba- tiba menentang kegirangan kami.


Kami langsung melihat Lord.


" aah.. kenapa ?? " tanyaku dengan kecewa.


" untuk beberapa bulan ini aku melarang mu untuk keluar " Lord dengan tegas bicara padaku.


" tap.. tapi.. "


" tidak ada tapi Maya.. " ucap Lord tegas.


Aku langsung sedih, kepalaku tertunduk karena aku benar- benar ingin melihatnya.


" hei pak tua..! apa kau tidak merasa jika kau sudah keterlaluan..! "


Rangga yang tidak tega melihatku sedih dan membentak Lord.


Lord melirik Rangga " aku melakukan hal yang harusnya aku lakukan.. "


Rangga mendekati Lord dan berdiri tepat di hadapannya... " hei ingat pak tua, Maya bukanlah satu- satunya milikmu... ! aku punya hak atas dirinya.. "


Lord menyipitkan matanya.. " kau tidak tau apa- apa anak kecil.. "


Rangga yang marah langsung menarik kerah baju Lord.. " kau..!! ".


" kalian sudah hentikan.. " aku yang panik karena mereka.


Mereka berdua saling bertatapan tajam.


" dengar pak tua, aku akan tetap membawa Maya.. " ucap Rangga tegas.


" aku tidak mengizinkan siapapun membawanya.. " reaksi Lord dingin.


Rangga langsung mendorong Lord dengan keras hingga Lord sempat mundur kebelakang tapi tidak sampai terjatuh.


" berani sekali kau menyentuhku.. " Lord yang tidak terima.


Rangga benar- benar marah dan akhirnya perkelahian tidak terhindari.


Duuukkk..!!


Rangga yang terpental ke tembok dan jatuh bawah.


" kalian hentikan..!! " aku berlari mencegah mereka.


" hentikan..! " aku menarik lengan Lord.


Mereka akhirnya bisa aku cegah, aku memegang tangan Lord dan menatapnya.


" Lord... aku mohon berhenti, aku tidak pa-pa kok.. "


Lord menatapku.


" Lord aku mohon biarkan aku pergi.. aku janji aku akan menjaga diri baik- baik " aku menatap Lord penuh harap.


" kau berani menentang ku Maya, apa kau tidak tau posisimu sekarang.. ? " Lord sudah mulai murka.


" aku tau Lord tapi aku benar- benar ingin melihatnya, ak.. aku janji akan menjaga diri "


Lord menatapku lama.


" baiklah.. " ucap Lord dengan nafas panjang seolah berat untuknya.


Lord menatap Rangga.


" jaga Maya, jangan sampai dia terluka atau akan aku kubur kau dan kaummu hidup- hidup ".