
" Bobbi jangan seperti itu.. "
" hahahaha.. "
" Bobbi berhenti.. hahaha itu geli.. "
Aku sedang bermain dengan anjingku, dia memang sangat aktif selalu berlari kesana- kemari, anjing yang tidak bisa diam.
Aku suka berguling- guling dengannya atau dia yang selalu menggesek- gesekan kepalanya ke arahku.
" uuhh.. Bobbi kau manis sekali " yah memang bulu putih yang lembut dan badannya yang bulat selalu bisa membuatku gemas.
Posisinya aku sedang berbaring di lantai, bercengkrama dengan Bobbi dan tiba- tiba ada kaki yang datang berdiri di samping kepalaku, aku langsung melirik ke atas.
" Lord.. "
" aku iri.. " ucap Lord dengan wajahnya yang cemberut.
" aa..?? " aku bingung.
" aku iri dengan itu.. " dia menunjuk Bobbi.
Seketika aku pasang muka bodoh mendengar ucapan aneh Lord.
" kenapa kau selalu bermain dengan bola berbulu itu..?? " ucap Lord dengan mengerutkan alisnya.
Aku langsung duduk dan melihatnya.
" kau cemburu dengan Bobbi.. ?? "
Dia mengangguk dengan tegas.
" hahaha... " aku langsung tertawa terbahak-bahak.
" kenapa malah tertawa.. ?? " ucap Lord dengan sedikit kesal.
" haha kau lucu sekali Lord, Bobbi hanyalah seekor anjing.. kau tidak perlu cemburu dengannya.. "
" heeh.. " dia memalingkan wajahnya.
Aku tau dia sedang ngambek, aku berdiri lalu memeluknya dan ternyata 1 ciuman di pipi bisa membuat dia lama- lama tersenyum.
" kau tidak bisa di bandingkan dengan Bobbi Lord, karena kau jauh melebihinya.. "
Senyum manis mengembang di wajah Lord dan akhirnya aku berhasil membuat dia senang dan tidak ngambek lagi.
" kau sekarang pintar bicara Maya.. " ucap Lord.
Senyum mengembang di antara kita berdua, lalu tiba- tiba..
" ibu... !! "
Kami kaget dan langsung menoleh asal suara itu.
" Craig..! "
Dia berlari dengan girang, menabrak ku dan memeluk pinggangku, karna Craig memang masih kecil.
" ibu aku kangen.. " ucap Craig.
Aku langsung duduk jongkok.
" iya sayang, ibu juga.. "
Aku memeluknya dan meluangkan rasa rindu kami.
" wah.. bertemu Craig langsung lupa dengan yang disini.. " ucap Rangga yang bersandar di tembok.
" Rangga.. " ucapku.
" yah.. harusnya kau memelukku seperti itu juga Maya... " ucap Rangga.
" hah.. dasar tukang iri " Craig mengejek Rangga.
" hah hahahaha... " aku tertawa lepas.
" ooh ya craig bagaimana latihanmu.. ?? " tanyaku.
" baik bu, ayah selalu melatihku setiap hari.. "
" hnn.. ayah.. ?? " aku bingung dengan ucapan Craig.
" ya.. semenjak dia memanggilmu ibu, dia juga memanggilku ayah.. " Rangga menjelaskan padaku.
" ooh.. "
" kau harus lebih giat lagi latihannya ya.. agar kamu jadi lelaki hebat nantinya.. " ucapku.
" tentu ibu.. "
Aku senang karna Craig sekarang jauh lebih bersemangat dari sebelumnya dan dia bisa ceria kembali setelah kehilangan ibu kandungnya.
" ooh iya ibu, mau tidak nanti malam ke desa kami.. ? " tanya Craig.
" eemm.. memangnya kenapa ?? "
" nanti malam seluruh desa akan keluar bersama untuk melihat meteor jatuh bu "
" wah...!!!! " aku terpukau mendengarnya.
" mau..! aku mau banget..!! " aku senang sekali dan antusias ingin melihatnya.
" tidak bisa! " suara Lord yang tiba- tiba menentang kegirangan kami.
Kami langsung melihat Lord.
" aah.. kenapa ?? " tanyaku dengan kecewa.
" untuk beberapa bulan ini aku melarang mu untuk keluar " Lord dengan tegas bicara padaku.
" tap.. tapi.. "
" tidak ada tapi Maya.. " ucap Lord tegas.
Aku langsung sedih, kepalaku tertunduk karena aku benar- benar ingin melihatnya.
" hei pak tua..! apa kau tidak merasa jika kau sudah keterlaluan..! "
Rangga yang tidak tega melihatku sedih dan membentak Lord.
Lord melirik Rangga " aku melakukan hal yang harusnya aku lakukan.. "
Rangga mendekati Lord dan berdiri tepat di hadapannya... " hei ingat pak tua, Maya bukanlah satu- satunya milikmu... ! aku punya hak atas dirinya.. "
Lord menyipitkan matanya.. " kau tidak tau apa- apa anak kecil.. "
Rangga yang marah langsung menarik kerah baju Lord.. " kau..!! ".
" kalian sudah hentikan.. " aku yang panik karena mereka.
Mereka berdua saling bertatapan tajam.
" dengar pak tua, aku akan tetap membawa Maya.. " ucap Rangga tegas.
" aku tidak mengizinkan siapapun membawanya.. " reaksi Lord dingin.
Rangga langsung mendorong Lord dengan keras hingga Lord sempat mundur kebelakang tapi tidak sampai terjatuh.
" berani sekali kau menyentuhku.. " Lord yang tidak terima.
Rangga benar- benar marah dan akhirnya perkelahian tidak terhindari.
Duuukkk..!!
Rangga yang terpental ke tembok dan jatuh bawah.
" kalian hentikan..!! " aku berlari mencegah mereka.
" hentikan..! " aku menarik lengan Lord.
Mereka akhirnya bisa aku cegah, aku memegang tangan Lord dan menatapnya.
" Lord... aku mohon berhenti, aku tidak pa-pa kok.. "
Lord menatapku.
" Lord aku mohon biarkan aku pergi.. aku janji aku akan menjaga diri baik- baik " aku menatap Lord penuh harap.
" kau berani menentang ku Maya, apa kau tidak tau posisimu sekarang.. ? " Lord sudah mulai murka.
" aku tau Lord tapi aku benar- benar ingin melihatnya, ak.. aku janji akan menjaga diri "
Lord menatapku lama.
" baiklah.. " ucap Lord dengan nafas panjang seolah berat untuknya.
Lord menatap Rangga.
" jaga Maya, jangan sampai dia terluka atau akan aku kubur kau dan kaummu hidup- hidup ".