
Aku di dapur bersama rangga.
" hhaaa aaahh... 😑 kenapa dari tadi kau terus membahas tentang dia..! "
Rangga cemberut gara- gara aku bercerita tentang zacky yang menyelamatkanku tadi.
" kenapa, kau tidak suka padanya.. ?? "
" tidak! " rangga memalingkan wajahnya.
" jangan begitu rangga, kalau tidak ada dia sekarang mungkin aku sudah mati.. "
" haaaahhh.. 😧 iya.. iya, tapi saat ini aku sedang cemburu maya.. "
" pfftt.. kau terang- terangan sekali mengatakannya 😄 "
" 😬 " ekpresi rangga.
Melihat rangga yang cemburu sangat menyenangkan 😊.
" kau jangan cemas rangga, aku yakin zacky itu sangat baik kok, buktinya dia mau menolongku dan lagipula.. 😃 " ( aku tersenyum- senyum sendiri )
" 😒 apa?! "
" dia itu sangat manis 😀, melihat wajahnya yang polos dan lesung pipinya saat dia tersenyum, haaah... membuatku benar- benar meleleh.. 😍 " ( mencoba mengerjai rangga ).
" 😡 " seketika muka rangga memerah.
Lalu..
Braaakkk...!!! ( rangga memukul meja sangat keras )
" maya!! " rangga membentakku, menatapku tajam dengan menggertakan giginya.
" 😨 " aku sangat kaget..!!
Tiba- tiba..
Kraaakkk...!! ( mejanya terbelah jadi dua 😨 ).
Baru pertama kali aku lihat rangga semarah ini.. seram.. 😱
" jangan membuatku marah maya!! 😠 "
Aku menelan ludah dan perlahan menghampiri rangga.
" rangga kau jangan marah, ak.. aku cuman becanda kok.. 😦 " dengan gugup
Ya ampun apa yang harus aku lakukan..!! 😵.
Kulihat rangga mengepalkan tangannya, aku mendekat dan perlahan memeluknya.
" jangan.. jangan marah rangga, aku janji tidak akan mengulanginya lagi 😦, aku benar- benar tidak serius tadi.. kau jangan emosi yaa.. "
Aku mencoba menenangkannya, tapi rangga tidak menjawabku, kudongakkan kepalaku dan menatapnya, terlihat jelas di wajahnya jika dia masih marah padaku.
" rangga.. 😓 " dengan pelan aku memanggilnya.
Dia tidak mau menatapku, nafasnya berat terbawa emosi.. sebenarnya aku sadar di balik sikapnya yang ceria jika sudah marah dia benar- benar sulit untuk di tangani.
Perlahan aku jinjitkan kakiku, dan..
Cuuppp.. 😙 ( aku menciumnya )
Ku pejamkan mataku, aku menciumnya lama tapi dia tidak mau merensponku, dia hanya diam saja.
Setelah selesai, aku menurunkan kakiku.. aku tertunduk sedih karena kupikir tenyata itu sia-sia.
Tapi..
" lagi.. " ucapnya pelan
" hnn! " ( aku kaget )
" cium aku lagi.. " membisikiku
Dia membungkukan sedikit badannya dan menciumku lagi, dengan tangannya yang merangkul pinggangku.
" eeemmm.. rangga "
😖 aku sulit bernafas.
Setelah selesai, aku menatapnya dalam.
" kau tidak marah lagi..?? "
Dia tersenyum manis padaku 🙂, " tidak sayang.. "
Aku tersenyum dan kami mulai berpelukan.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Haaapp... ( rangga memakan rotinya )
" heii tunggu itu belum selesai.. "
" tak apa.. "
Haaappp.. ( memakannya lagi )
" sudah ku bilang itu belum selesai, kembalikan.. "
" 😝 " ekpresi rangga
" 😲 "
" kesini kau..!! "
Aku mengejar rangga yang masih menggigit rotinya.
" rangga jangan makan sambil berlari..!! "
😆 Rangga terus berlari hingga keluar dari dapur, aku terus mengejarnya.
Tiba- tiba..
Buuukk...!! (rangga menabrak zacky yang tiba- tiba muncul di depannya)
Mereka berdua terjatuh.
" aauuu...😫 " ucap rangga
😲 zacky kaget..! dia langsung menolong rangga bangun.
" maaf, maafkan hamba tuan.. 😦 " zacky panik.
" kalian tidak apa- apa..?? " aku datang.
" maaf tuan.. " zacky menunduk pada rangga.
" haaahh.. kau tidak perlu minta maaf, tadi yang salah aku karena aku tidak melihat yang ada di depanku.. "
Zacky menunduk.
" kau mau kemana..? " tanya ku.
" ak.. aku hanya berkeliling saja.. " ucap zacky
" oouuhh.. "
" ya sudah kami pergi dulu.. " rangga menggandeng tanganku.
" baik tuan.. " zacky menunduk.
Dia tersenyum pada kami, tapi di saat kami berbalik senyumannya menghilang dan menatap tajam kami.
>>>>>>>>>>>>>>>>
Malam hari di kamar.
Hanya ada aku dan rangga, karena lord katanya masih mengurusi hal lain di luar istana, dia bilang akan keluar sebentar.
" rangga apa kau lihat bobbi..?? "
" tidak.. "
" haaah.. kemana dia..😓 "
" aku cari dia dulu ya.. " ucapku
" aku ikut.. "
" tidak kau disini saja... "
" eeemm baiklah, tapi jangan lama- lama ya.. "
" iyaa.. "
Akupun pergi meninggalkan rangga.
Jam terus berputar.
Rangga membuka bajunya dan berbaring di kasur, menunggu aku kembali.
Matanya mulai berat dan akhirnya tidak sengaja dia tertidur.
Kraaakk... (pintu kamar terbuka)
Bayangan hitam seseorang masuk dengan perlahan dan mulai mengeluarkan pedangnya di samping rangga.