
Aku membuka mataku dan tepat di depan wajahku terpampang Lord yang masih tertidur lelap sementara aku terus menatapnya lekat.
Seandainya kau bukan vampir, seandainya ini di duniaku aku pasti sangat bahagia, aku tidak menyangka bisa mencintai mahluk seperti mu ooh dewa, aku tidak tau masa depanku nanti dengannya tapi untuk saat ini biarkan aku bersamanya dulu.
Saat aku merenung, tiba- tiba dia membuka matanya aku langsung tersentak kaget dan langsung menundukkan kepalaku.
" ada apa.. ?? " tanya Lord.
" aak.. tidak.. " jawabku gugup.
Lord hanya menatapku dengan penuh tanda tanya, aku yang menyadari itu mencoba membuat alasan.
" ak.. aku hanya memikirkan soal craig " aku asal bicara.
" oh bola berbulu itu.. "
" yah.. aku sangat hawatir... "
" dia harus kuat menghadapinya "
" tapi Lord dia itu masih kecil.. "
Lord diam saja.
" hah.. lagian kamu itu kemarin sangat keterlaluan, bicara mu terlalu kasar kau benar- benar tidak mengerti perasaannya.. "
" justru akulah yang paling mengerti.. "
" hnn.. ?? "
" apa kau lupa aku juga kehilangan seluruh keluargaku.. ? "
Aku langsung termenung mendengarnya.
" aku tau bagaimana rasanya, sebenarnya aku juga sangat sedih Maya berkali- kali mataku melihat kematian, semuanya aku lihat dari balik kastil ini, aku duduk dan melihat semuanya tapi aku juga tidak bisa berbuat apa- apa "
mendengar itu aku hanya terdiam karena aku tau yang di katakan Lord memanglah benar dan aku mengerti betapa sulitnya menjadi dia, seketika kami berdua terdiam dan termenung.
" apa kau tau sebenarnya ini sangat menyiksaku.. " tiba-tiba Lord bicara.
Aku langsung merasa kasihan pada Lord, dia sebenarnya masih merasakan kesedihan tapi dia mencoba untuk tidak menunjukannya walaupun sikapnya sangat dingin tapi sebenarnya dia sangat tau penderitaan orang lain.
" eemm ya Lord, maafkan aku.. ". Ucapku pelan.
Dia tersenyum dan mencium keningku lalu menarik ku dalam dekapannya.
" Lord... "
" eemm.. ?? "
" kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku waktu itu.. ?? "
" soal apa.. ?? "
" jika aku yang pergi, apa yang akan kau lakukan Lord.. ?? "
Dia terdiam sejenak.
" jujur aku tidak bisa menghidupkan orang mati seperti Rangga Maya, tapi jika itu terjadi padamu aku akan tertidur untukmu.. "
" kau akan tertidur lagi..?? "
" yah.. "
Aku kaget dan tidak menyangka Lord akan berkata seperti itu.
" aku memang abadi tapi aku tidak mau jika harus jalani hari tanpamu jadi aku akan tertidur untuk beberapa abad, bagi vampir itu sama saja seperti mati dan saat kau sudah ber ingkarnasi dan hidup kembali aku akan bangun untuk menemui mu.. "
" Lord.. " aku terharu dan langsung memeluknya.
" Lord aku mencintaimu.. " ucap ku dalam dekapannya.
" ya.... aku tau "
...****************...
Sudah dua hari berlalu.
" Maya ayo..! " Rangga mengajakku.
" kemana.. ?? "
" hah cepat sekali..!! "
" bukankah sudah ku bilang itu bukan masalah berat untuk kami.. " Lord menambahkan.
Kami bertiga kesana dan setelah sampai.
" itu indah benar- benar persis seperti yang aku inginkan.. " ucap ku dengan gembira dan terkagum-kagum.
" yah.. mulai sekarang kau tinggal disini, kami akan sering berkunjung atau bergantian menemanimu.. " ucap Lord.
" terimakasih.. "
Rangga tersenyum dan mendekat, dia mencium pipiku.
" sama- sama.. " ucap Rangga.
Melihat itu Lord langsung membuang wajahnya.
" aah kenap Lord.. ?? " aku langsung menanyainya.
" aku akan kembali dulu ke kastil ku.. " ucap Lord sembari berbalik badan
Dia terbang pergi meninggalkan kita berdua.
" ada apa dengan pak tua itu.. ?? " tanya Rangga yang merasa bingung dengan sikap Lord.
" pfftt.. " aku menahan tawa.
" hnn.. ?? " Rangga semakin bingung dan penasaran.
" tidak apa- apa Rangga, Lord memang sangat pencemburu.. "
" sudah ayo temani aku berkeliling.. " ucapku sembari menarik tangan Rangga.
Aku dan Rangga berkeliling menyusuri tiap ruangan dan saat tiba di kamar.
" hah.. lucu sekali " ucapku girang.
" seperti yang kau mau Maya.. " jawab Rangga.
Aku sangat senang.
" apa kau suka. ?? "
" ya " jawabku antusias.
Ada anak anjing kecil berbulu putih menghampiriku.
" dia akan aku namakan Bobbi " ucapku sembari mengangkat anjing kecil itu.
" yah.. bersenang- senanglah dengannya.. " ucap Rangga.
" ooh ya.. hari ini sampai malam nanti aku yang akan menemanimu.. " lanjut Rangga.
" baiklah.. "
Rangga mendekat dan memelukku, dia senang karna hanya ada kita berdua.
" jadi apa yang mau kau lakukan.. ?? " Rangga membisiki telingaku.
" eemm.. entahlah.. eemm... bagaimana jika aku memasak makanan lezat untukmu . ? " jawab ku.
" ak.. " Rangga sontak terkejut dan kecewa.
" kenapa malah bahas makanan.. ?? " Rangga protes.
" hehe.. aku lapar.. " jawabku jujur.
" haaahhh baiklah ayo kita makan.. " jawab Rangga dengan lesu.
Aku hanya nyengir kuda.
" aku bantu kau masak.. " ucap Rangga dengan tersenyum manis.
" ok ! "
Aku memasak dengan Rangga di dapur, dia sangat seru dan jahil, sesekali kami juga tertawa riang.