
" hooaaaaammm... " aku bangun tidur, tidurku malam ini sangat lelap.
Aku sangat bosan, jadi aku keluar istana untuk berkeliling tapi entah kenapa rasanya sangat sepi.
Aku melihat sekelilingku memang benar- benar sepi, aku jadi penasaran kemana perginya mereka semua.
Dari tadi bahkan aku tidak melihat Rangga, aku terus berjalan dan kebetulan aku melihat Craig.
" craig.. ?! " aku menghampirinya.
" iya kak ada apa.. ?? "
" kenapa di sini sepi sekali.. ?? dimana semua orang. ?? "
" ooh.. kakak tidak di beri tahu tuan Rangga ya.. ?? "
" hmm.. ?? di beri tahu apa.. ?? "
" tuan Rangga dan para pasukan yang lain berangkat ke tempat para vampir, mereka akan berperang hari ini.. "
" apa.. !!!! " aku sangat terkejut.
" mereka akan berperang.. ?!! " tanyaku lagi.
" iya kak.. "
Aku benar- benar panik karena aku tidak ingin itu terjadi.
Apakah Rangga akan membalaskan dendamnya ??
" Craig bisakah antar kakak ke sana.. ?? kakak harus menghentikan mereka berdua.. "
" hah.. !! tapi kak..?! di sana akan sangat berbahaya kakak bisa terluka nanti.. "
" tidak akan kau tenang saja.. "
" eemm... baiklah.. "
Craig langsung berubah ke wujud serigalanya, aku menaikinya dan secepat mungkin menyusul mereka.
...****************...
Di kastil Xey melihat langit.
Hmmm tumben sekali sudah sesiang ini tuan belum bangun juga biasanya sebelum matahari terbit tuan bahkan sudah bangun, aku rasa tuan benar- benar tertidur pulas.
Xey tersenyum dia senang tuannya bisa beristirahat lalu di saat Xey merenung tiba-tiba dia di kejutkan dengan suara seseorang yang berteriak di luar kastil.
" hei.. !!! kalian para vampir.. !!! keluar kalian.. !!!! "
Xey dan para vampir lain terkejut, mereka langsung melihat ke luar jendela dan betapa kagetnya mereka melihat ribuan werewolf memenuhi halaman kastil.
" hei vampir rendahan.. !!! ayo kita selesaikan ini sekarang juga.. !! " Rangga berteriak dengan keras.
Serigala bodoh itu.. !!
Xey menjadi sangat marah.
" heeeeeiiiii..... !!!! keluar.. !!!!! " Rangga dan pasukannya berteriak kencang.
Xey melangkah mau menghampiri mereka tapi tiba- tiba dia teringat sesuatu.
" gawat tuan Lord.. !! " Xey langsung keinget tuannya yang sedang beristirahat.
Xey bergegas menghampiri Lord yang sedang tertidur, dia hawatir Lord akan terbangun.
Dia percepat langkahnya ketika dia sudah berada di depan pintu kamar Lord dan hendak membukanya tiba-tiba dia terkejut.
Kraaak.. !!
Pintu itu terbuka sendiri, Xey terlambat Lord sudah terbangun.
" tuan " Xey kaget.
Lord mengerutkan keningnya, dia berjalan melewati Xey yang berdiri di depannya.
Gawat tuan sangat marah kali ini.
Lord berjalan dengan cepat, semua vampir melihat Lord dan tertunduk memberi hormat sementara Xey berjalan di belakang mengikutinya.
Lord berdiri tegap di balkon jendela, dia melihat ribuan werewolf di halaman kastilnya.
" mau apa kau kesini ? bukankah kau sudah mendapatkannya ( maya ) " ucap Lord dengan suara beratnya.
" heh..!! ini tidak segampang itu, aku sudah bilang jika aku akan balas dendam.. !! dan hari ini kita akan selesaikan semuanya.. !!! " teriak Rangga.
" aku sedang tidak ingin bertarung denganmu, pergilah " ucap Lord dingin.
" hahaha... !! kenapa apa kau takut.. ?!! " Rangga mulai meledek Lord.
Serigala bodoh.. !! padahal mereka sudah di beri kesempatan tuan .. !! mereka. benar- benar tidak tau dengan apa yang mereka hadapi.. !!
Xey menggerutu dalam hati, dia menatap Lord dari samping.
Padahal saat ini perasaan tuan sedang tidak baik-baik saja.
Lord yang mendengar ucapan Rangga menundukkan kepalanya.
" kenapa.. ?! apa kau sangat takut hingga tidak berani menatap kami hah... ?!!!! " Rangga terus meneriaki Lord.
Lord terdiam sejenak lalu perlahan mengangkat wajahnya kembali
" kalian tidak pantas menatapku " ucap Lord sembari membuka matanya ke arah para serigala.
" apaa.. !!!!! " Rangga berteriak kesal.
" berlutut " ucap Lord menekan.
Tiba- tiba ribuan serigala itu terjatuh ke tanah, mereka berlutut di hadapan lord.
Dalam sekejap para serigala itu tidak bisa mengendalikan badan mereka, mereka mencoba mendongak ke atas dan melihat ke arah Lord.
Mata lord bersinar merah dan menatap tajam ke arah para serigala di hadapannya.
" beginilah seharusnya mata kalian melihat mataku.. " ucap Lord meninggikan suaranya.
Rasa takut yang luar biasa, bergetar seluruh badan dan jantung yang seakan ingin berhenti, rasa dimana Lord benar-benar menunjukan perbedaan level kekuatan di antara dia dan musuhnya, mata Lord seolah berkata jika dia jauh lebih kuat.
Para serigala itu melotot, badan mereka bergetar dan berkeringat, mereka tidak bisa menentang perintah lord.
" kurang.. ajar.. !!!!! " Rangga mencoba bangkit.
" berlutut.. ! " Lord menekan suaranya lagi.
Dhuaarr.. !!! Rangga tersungkur dengan keras.
" kamu tidak akan sanggup " ucap Lord pada Rangga.
Heh bagaimana bisa kalian menatap tuan kami dengan begitu sombong.
Xey bergumam dalam hati.
Rangga tetap melawan sekuat tenaga dia mencoba bangkit dengan masih menatap ke arah Lord.
" hahaha.. !! " Rangga tertawa keras.
Itu membuat Lord dan yang lainnya heran.
" kau memang hebat dan terlahir abadi tapi apa kau tau aku sangat kasihan padamu !! kau tidak akan pernah merasakan kebahagiaan dalam hidup abadi mu itu, kau akan terus menderita dan sendirian.. !! kau sudah kehilangan orang tua dan heh, kau bahkan tidak akan pernah bisa bersama Maya.. !! "
Mendengar itu amarah Lord meledak, langit yang tadinya cerah tiba- tiba berubah jadi gelap dan seketika darah mengalir keluar dari mata Lord.
Melihat itu Xey terkejut dan dia tau persis apa yang akan terjadi.
Ini gawat.. !!! jangan- jangan tuan akan benar- benar mengeluarkan kekuatan itu! jika benar ini akan jadi akhir untuk semuanya.
Mata Xey melotot di iringi dengan perasaan cemas.
...****************...
Aku dan Craig terburu- buru melewati hutan tiba- tiba aku terkejut dengan langit yang berubah.
" ada apa ini..! kenapa tiba- tiba langitnya berubah jadi gelap... ?? "
" aku tidak tau kak.. "
Aku bahkan tidak bisa melihat apapun, ini sudah seperti mau malam hari, perasaan ku sangat tidak enak.
" Craig lebih cepat lagi.. !! " pintaku.
" baik kak.. " Craig percepat larinya.
Aku sangat hawatir dan takut terjadi apa-apa.