Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )

Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )
KENYATAAN


Hari demi haripun berlalu dan perasaanku semakin tidak menentu.


Perkataan riri masih terngiang- ngiang di benakku, seribu pertanyaan berputar dalam kepalaku, sebenarnya apa maksut dari perkataannya itu.


Riri juga mulai berubah padaku, biasanya kita sangat akrab bahkan kami sering jalan bersama dan mengobrol, kita sering bercanda dan tertawa bersama entah itu di tempat kerja ataupun di tempat lain.


Orang- orang mengatakan bahwa kami ini sudah seperti kakak beradik, tapi sekarang bahkan banyak juga yang bilang jika kami sudah tidak seakrab dulu, aku sangat menyadari bahwa riri sekarang menjauhiku.


Entah mengapa dia selalu menghindariku, padahal aku tidak merasa jika aku melakukan kesalah, tapi dia sudah menganggapku seperti musuh sekarang.


Dan jujur aku mulai berpikir negatif tentang riri tapi aku mencoba untuk mengelaknya, karena bagaimanapun dia sudah aku anggap sebagai saudaraku sendiri, kami bahkan berteman sudah dari kecil.


Hingga suatu hari akupun mengetahuinya.


>>>>>>>>>>>>>>>>>


Waktu itu seperti biasa aku, rangga dan lord berangkat ke studio.


Karena aku sudah tidak sanggub memendam rasa penasaranku lagi, aku berniat bertanya langsung padanya.


Waktu itu aku menemuinya di tempat istirahat dan hanya ada kami berdua.


" riri.. ? "


Dia hanya melirikku lalu kembali lagi memainkan hanphonenya.


Lalu aku beranikan diri mendekat dan menghadapnya.


" riri aku mau bertanya padamu.. ?? "


Riri tetap cuek seakan aku ini tidak ada di depannya.


" sebenarnya kau itu kenapa..?? sikapmu sekarang berubah, apa aku punya salah..?? "


Lalu riripun mematikan hanphonenya dan menghadapku.


" tidak, kau tidak salah, hanya saja sekarang aku tidak suka padamu.. "


Aku kaget mendengarnya..😟.


" tidak suka..? "


" ya "


" tapi.. kenapa..?? "


" heeehh, kau tau perbedaan kita itu sekarang sangat jauh..😏 dulu ketika kita masih kuliah, kau sudah merebut orang yang aku suka... "


" merebut..?? maksutmu..?? "


" saat kau jadian dengan kak raen ( episode 1 ), sebenarnya aku benar- benar marah padamu dan berharap kau mati di hutan itu tapi haaahh.. ternyata takdir berkata lain.. "


Aku benar- benar tidak menyangka riri bisa berkata seperti itu.


Riri mendekat dan menatapku tajam.


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


Di saat bersamaan ketika aku sedang berdebat dengan riri, ternyata lord dan rangga mencariku.


Mereka berdua hendak membuka pintu tapi ketika mendengar suaraku dengan riri mereka langsung terpaku dan tidak jadi membuka pintunya.


Mereka malah mendengarkan pembicaraan kami dari balik pintu.


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


" dengar maya, kali ini aku tidak akan kalah darimu, salah satu dari mereka berdua pasti bisa aku miliki..! "


" tapi riri kau itu sahabatku, kita sudah berteman dari kecil, kau bahkan sudah aku anggap sebagai sodaraku sendiri.. "


Aku tidak bisa menahan tangis dan akhirnya air mataku mengalir.


" aku bukan sahabatmu lagi maya, mulai sekarang kita adalah musuh.. "


" tapi kenapa..? kenapa kau menghianati pertemanan kita..? "


" heeeh! dari awal aku itu sudah jijik padamu dan maaf saja, aku lebih memilih mereka dari pada perteman busuk yang kau bicarakan itu.. "


" kau tidak pantas bersaing denganku dan aku pastikan kau akan kehilangan keduanya.. "


Riri mengancamku dan aku hanya bisa menangis, aku tidak tau harus bagaimana, padahal aku sangat percaya padanya.


Tapi seketika semua hancur...!


Aku berbalik dan berlari keluar, di saat aku membuka pintu..


!!!!


Aku kaget, karena tiba- tiba berhadapan dengan lord dan rangga.


Mereka melihat aku menangis.


Aku langsung menunduk, " maaf aku harus pergi, tolong jangan ganggu aku dulu.. "


Dan aku langsung berlari melewati mereka berdua.


Mereka hanya terdiam melihatku berlari sambil menangis.


Lalu setelah aku sudah tidak terlihat lagi olehnya, mereka berdua saling pandang dan memutar pandangan mereka ke pintu itu yang mana ada riri di dalamya.


" pak tua, boleh aku makan dia..? "


" tentu.. "


Hawa membunuhpun keluar.