
" hei.. jangan asal masukan tanganmu ke mulutku, nanti aku bisa menggigit mu "
" tak apa Lord, bukankah kau juga sudah pernah menggigitku.. "
Lord tersenyum.. " dasar kucing nakal "
Lord dan Maya sedang menikmati waktu yang terus berjalan, bangun tidur tapi tidak mau ngapa- ngapain ataupun pergi kemanapun hanya ingin berduaan dan mengobrol di atas kasur.
Berbeda dengan Lord yang biasanya dingin dan berwibawa, jika saat hanya berdua dengan Maya Lord sangat manja, layaknya anak kecil, seakan aura bangsawannya menghilang karena ada Maya.
" buka mulutmu lebih lebar.. " ucap Maya antusias.
" kenapa.. ?? "
" aku ingin melihat taringmu.. "
" hmmmm... " awalnya tidak mau, tapi akhirnya Lord menurut juga
Lord membuka mulutnya dan Maya melihat taringnya dengan wajah heran.
" eemm.. Lord bagaimana rasanya punya taring.. ? "
" eeemmm.. " bola mata Lord mengarah ke atas seolah bingung mau menjelaskannya.
" apa itu tidak mengganggumu saat makan.. ?? " timpa Maya lagi.
" aku kan tidak makan sayang.. "
" ooh yah aku lupa " ucap Maya dengan nyengir kuda.
" buka mulutmu lagi Lord " ucap Maya dengan semangat.
Karena masih penasaran Maya memasukan tangannya lagi ke mulut Lord.
" Maya hati- hati dengan tanganmu.. "
" tak apa aku hanya menyentuhnya saja, aku ingin... auu..! "
Berdarah! padahal Lord sama sekali tidak menggerakkan mulutnya, tapi kenapa cuman tersentuh giginya tanganku bisa berdarah.
" bukankah tadi sudah aku bilang.. ! " ucap Lord sedikit kesal.
Maya tersenyum lalu mengarahkan tangannya yang terluka ke bibir Lord.
" ini.. "
Lord melihat wajah Maya sekilas lalu pandanganya turun ke tangan Maya yang terluka.
" untuk ku.. ?? " tanya Lord dengan sedikit kaget.
" ee eem.. " ucap Maya sembari mengangguk.
" baiklah.. " Lord tersenyum dan meminum darah Maya dengan antusias.
" bagaimana rasanya.. ?? "
" manis seperti mu "
" eemm apa sama saja seperti yang biasanya kau minum.. ?? "
" tidak, menurutku darahmu adalah yang terbaik.. "
Mendengar ucapan Lord Maya hanya tersenyum riang dan begitulah beberapa jam mereka jalani dari semenjak matahari datang.
" Maya.. "
" eemm.. ?? "
Lord mendekatkan wajahnya, Maya tau apa yang ingin Lord lakukan dia langsung memalingkan wajahnya.
Melihat Maya yang menghindar membuat wajah Lord seketika masam.
" ooh.. hai rangga kau sudah datang.. ?!! " Lord pura- pura bicara sambil melihat pintu.
Spontan Maya langsung melihat ke arah pintu tapi tidak melihat Rangga datang.
" mana tidak ada Ra..." tiba-tiba bicara Maya terhenti.
" eeemmhh.. "
Setelahnya ciuman itu berakhir Maya memukul- mukul dada Lord.
" aaahh.. dasar tukang bohong.... ! "
Lord mencium Maya lagi singkat.
" Lo....rd...!!! " Maya berteriak.
Lord mencium lagi dan lagi.
Maya langsung menutupi mulutnya dengan tangannya, sementara Lord tertawa riang.
" kali ini kau tidak akan tau kapan aku akan menciummu, jadi waspadalah " ucap Lord menggoda.
" hah.. kejam sekali "
" ratuku ternyata sangat bodoh.. "
Maya langsung cemberut.
...****************...
Mereka keluar kamar.
" bobbi.. !! " Maya berteriak mencari bobbi.
" dimana dia..?? " ucap Lord.
" bobbi.. !! waktunya makan.. ! " teriak Maya.
Bobbi tetap tidak datang.
" apa dia ada di luar..? " ucap Maya.
" kita lihat dulu.. " Lord menjawab
Lord dan Maya mencari di luar, cuacanya sangat cerah bunga- bunga di kebun Maya bermekaran.
Di saat mereka mencari tiba-tiba ada yang datang.
Wwuuusss
Tiba- tiba Xey datang, Maya dan Lord langsung melihat kedatangannya.
" ada apa Xey.. ?? bukankah kemarin aku sudah bilang jika ingin menginap beberapa hari.. "
" mohon maaf tuan, ya saya sudah tau tuan tapi tujuan saya kesini karena ingin menemui ratu Maya.. "
" hah.. ak.. aku.. ? "
Xey menghampiri Maya dan tiba- tiba duduk memberi hormat.
" ratu mahon maafkan saya, saya sadar sudah benar- benar lancang dan keterlaluan, jika ratu ingin menghukum saya, tidak apa.. saya siap apapun hukuman nya..! " ucap Xey dengan tegas dan masih tertunduk.
Maya langsung tersenyum melihatnya.
" tidak apa Xey aku sudah melupakannya, kau tidak perlu meminta maaf.. "
" tap.. tapi ratu.. "
Maya menepuk pundak Xey.
" tak apa, lagi pula aku tau kau melakukan itu karena kau sangat hawatir pada Lord.. "
" ratu.. " Xey melihat ratunya dalam.
" yah.. dia adalah pengawal yang paling setia padaku.. " ucap Lord.
Xey merasa terharu dan menatap Maya, Lord yang menyadari itu, ingin memberi waktu mereka untuk mengobrol.
" eh Maya, kau lanjutkan saja.. aku akan mencari bobbi.. " ucap Lord.
" haaah.. iyaaa.. " jawab Maya.