Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )

Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )
PERDAMAIAN


Ini sangat mengerikan, angin berhembus sangat kencang dan Lord masih terbang di atas kami.


Aku tidak menyangka Lord yang biasanya hanya terdiam dan cenderung tidak peduli dengan apapun ternyata ketika dia marah bisa sampai seperti ini.


Bukan hanya aku dan kaum serigala yang merasa tegang bahkan para vampir pun juga ikut tegang.


Yang jelas kami tau adalah sesuatu yang berwarna merah di atas kami itu sangat berbahaya.


Seakan menangis darah Lord tidak berhenti mengalir, dia menatap kami dengan tatapan kosong.


" kaka ayo kita segera pergi di sini sangat berbahaya.. !!! " ucap Craig yang hawatir.


" tidak Craig aku harus menghentikannya..!! " aku tetap bersikeras.


Craig benar- benar panik.


" kau.. !!! jadi kau benar- benar akan memusnahkan kami semua.. ??!! " Rangga berteriak.


Dan seakan menjawab pertanyaan rangga Lord perlahan mengangkat satu tangannya dan sesuatu yang berwarna merah itu berkumpul menjadi sebuah bola besar.


Lama- kelamaan itu semakin besar dan sangking besarnya hingga bayangannya bisa menutupi kastil.


Kami semua tercengang melihat itu Lord benar- benar serius ingin menghancurkan kami semua.


Bagaimana kami menghentikan bola yang besar itu, seakan itu sudah seperti meteor jika itu menghantam kami pastilah kami semua tidak akan selamat.


" ini gawat kita harus segera pergi sejauh mungkin dari sini.. !!! " Xey mengajak kaum vampir lain untuk segera pergi.


" kakak.. !!! ayo kita pergi.. !!! " Craig meneriaki ku.


Tapi tidak aku tidak bisa pergi, aku dengan nekat berlari ke tengah dan aku berdiri di depan tepat di hadapan lord.


" lord.. !!! hentikan.. !!! ". Teriakku.


" Maya.. ! " ucap Rangga terkejut.


Semua yang melihatku kaget terutama Rangga.


" Lord.. berhenti.. !!! apa kau ingin membunuhku juga.. ?!! " aku berteriak sekeras mungkin mencoba berbicara pada Lord.


Lord tidak menjawab ku tapi aku yakin jika dia melihatku.


" Lord.. !! kau bilang kau cinta padaku..!! lalu apa kau akan membunuh orang yang kau cintai.. ??!!! aku ada di sini.. !! "


Apa dia tidak melihatku.. ?? apa dia tidak sadarkan diri.. ?? kenapa dia diam saja.. ??!


Aku merasa panik karena Lord tidak menanggapi ku dan hanya diam saja, lalu setelah beberapa detik setelah aku berusaha berbicara padanya akhirnya dia mau menjawab ku.


" maya pergilah "


Tiba- tiba lord bicara itu membuatku kaget tapi aku senang berarti dia dalam keadaan sadar.


" tidak.. !! aku tidak akan pergi.. !! " aku merentangkan kedua tanganku.


" aku tidak mau membunuhmu " ucap Lord dengan menyipitkan matanya.


" jika kau tidak mau membunuhku maka jangan lakukan itu, hentikan semua ini Lord... !! "


Lord memandangiku lama lalu perlahan gumpalan merah yang di angkatnya telah memudar dia pun menurunkan tangannya.


Melihat itu aku dan yang lain merasa sangat lega, perlahan Lord pun turun di ikuti dengan langit yang tadinya hitam kembali seperti semula.


Xey yang melihat itu merasa sangat lega dia tau amarah Lord menghilang setelah melihatku.


Lord sudah berdiri di hadapanku, sayap merahnya menghilang, dia menatapku tapi darahnya masih belum berhenti, aku mendekatinya dan mengusap darah yang mengalir di pipinya dengan tanganku.


" Lord apa kau tidak apa- apa ?? " tanya ku penuh perhatian.


Lord mengangguk pelan menandakan dia baik-baik saja.


Aku tersenyum lega dan sekarang darah itu sudah tidak keluar lagi dari matanya tapi Lord masih melihatku dengan tatapan yang sedih, melihat itu aku langsung memeluknya.


" Lord apa kau masih mencintaiku.. ?? apa kau akan tetap membuang ku.. ?? " ucapku lembut.


Dia membalas pelukanku.


" tidak aku tidak akan membuang mu " jawab Lord.


" Lord aku juga merasakan hal sama denganmu.. "


Mendengar itu lord tersenyum, semua melihat kami yang berpelukan terutama Rangga, dia langsung berjalan menghampiri kami, tiba- tiba dia menarik tanganku dengan keras.


Melihat itu Lord merasa marah kembali, mereka saling bertatapan satu sama lain.


" hei kalian berhenti.. !! " teriakku pada mereka berdua.


" dia adalah ratuku kau tidak punya hak atasnya " ucap Lord tegas.


" oh ya..? setelah kau membuangnya dia juga sudah menjadi ratuku.. " jawab Rangga.


Mereka saling bertatapan dengan tajam, bahkan Rangga tidak takut sama sekali dengan mata Lord.


" kalian sampai kapan kalian seperti ini.. ?!!! " aku mencoba melerai mereka.


" sampai aku membunuhnya " jawab Lord dengan suara menekan.


" tidak.. !! aku benar- benar sudah muak dengan kalian jika kalian tidak bisa berdamai aku tidak akan bersama siapapun... !! " ucapku dengan sangat kesal pada mereka semua.


Mereka berdua kaget mendengar ucapanku.


" apa...!! bagaimana bisa seperti itu. !! " Rangga langsung protes.


" aku tidak akan bersama kalian.. " aku tetap bersikeras.


" Maya..? " Lord memanggilku dan menatapku dalam.


" kalian harus berdamai dan juga pikirkan rakyat kalian, mereka sudah banyak yang tewas karena permusuhan ini..!! " aku berusaha menjelaskan pada mereka.


Mereka menundukkan kepalanya dan terdiam cukup lama, semua yang di sini pun ikut terdiam.


" baiklah kalau begitu aku rasa aku tidak punya pilihan lain.. " Rangga yang tiba-tiba bicara.


Aku dan Lord sontak melihat ke arah Rangga dengan ekspresi kaget, tetapi seketika senyumku langsung mengembang karena Rangga mau untuk berdamai.


Lalu giliran aku dan Rangga melihat ke arah Lord menunggu jawaban darinya, Lord terdiam sesaat lalu perlahan dia menganggukkan kepalanya.


Aku sangat senang karena mereka setuju untuk berdamai, mau bagaimana pun ini demi rakyat mereka.


Rangga berdiri ke arah kaumnya dan bicara dengan lantang " aku ingin kita semua melupakan dendam yang telah lalu dan memikirkan masa depan untuk generasi kita, aku tau kalian berat untuk menerima tetapi perselisihan ini tidak akan ada akhirnya jika tidak ada yang mau mengalah, banyak vampir yang sudah kita tumbangkan begitupula sebaliknya dan aku ingin hidup anak- anak generasi nanti tidak mati sia-sia, kita semua akan lebih baik jika peperangan ini berhenti "


Mendengar itu para serigala saling memandang satu sama lain dan tiba-tiba salah satu dari mereka berubah dia mendekati Rangga dan berlutut memberi hormat padanya.


" saya akan menerima keputusan tuan, saya yakin ini adalah yang terbaik " ucap bawahan Rangga tersebut.


Lalu di ikuti yang lain, mereka semua berubah ke wujud manusia dan menunduk memberi hormat pada Rangga, bisa di pastikan jika mereka setuju dan sudah mulai lelah dengan peperangan yang tiada habisnya.


Lalu para vampir pun keluar dari kastil dan berlutut juga di hadapan Lord, mereka menundukkan kepalanya.


Lord menghadap mereka dan berkata, " keputusanku mutlak untuk semua vampir ".


Cukup kata-kata itu semua vampir yang di hadapan Lord mengangguk tanpa ada yang ragu.


" baiklah kalau begitu mulai sekarang kaum vampir dan serigala kalian berdamai.. !!! " ucapku dengan keras dan kegirangan.


Semua kaget seakan tidak percaya, semua menatap kami, benar-benar tidak terpikirkan oleh mereka.


" ya mulai sekarang tidak akan ada permusuhan lagi di antara kita. " ucap Rangga.


Rangga mengangkat tangannya bermaksud menjabat tangan Lord dan Lord pun menanggapi jabatan tangan Rangga.


Melihat itu aku sangat senang akhirnya peperangan yang sudah berabad-abad lamanya berakhir juga.


" kalau begitu kau akan bersama siapa maya.. ?? " tanya Rangga tiba-tiba.


" aaahh... eemmm... aku akan bersama kalian berdua.. " ucap ku sambil tersenyum lebar.


" apa.. !!! " mereka kaget.


" tidak mau.. !! " ucap Rangga menolak keras.


" aku juga aku tidak mau berbagi.. " Lord juga menolak.


" oh ya jika kalian tidak mau kalian tidak akan ada yang mendapatkan ku.. " ucap ku dengan melirik mereka berdua.


" sial.. !!! " Rangga merasa kesal.


" haaah... baik- baik.. !!! " lanjut Rangga dengan menggerutu.


" hahahaha.... " aku tertawa lepas.


Dan akhirnya aku menjadi ratu mereka, itu tidak masalah bagiku karena jujur aku mencintai mereka berdua.