Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )

Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )
MONSTER


Mau sampai kapan dia menghisap darah ku.


Malam ini kami berdua di kamar tidur kami, ketika dia bilang kita akan satu kamar aku pikir itu tidak serius tapi ternyata dia benar- benar datang.


Bukan sesuatu yang romantis yang terjadi, ini justru seperti sebuah jeruji besi bagiku, dia ingin bersama ku setiap malam itu karena dia ingin menghisap darah ku, lagi dan lagi.


Aku mulai kehilangan keseimbanganku, kepala ku mulai pusing dan badanku lemas tak bertenaga, aku ingin terjatuh tapi dia menangkap tubuhku dan menggendongku.


Dia diam saja sambil menatapku membawaku menaiki kasur dan meletakan ku di sana, aku rasa aku sudah mulai merasakan efek dari kekurangan darah, jantung ku berdetak sangat pelan dan aku kesulitan bernafas.


Jika aku sudah begini dia baru mulai berhenti menghisap ku.


" haahh.. haaa... " nafasku mulai lemah


Dia menatapku dan akhirnya mata kami pun bertatapan.


" apakah aku akan mati ?? " tanyaku padanya.


" aku tidak akan membiarkan itu terjadi.. " ucapnya dengan tetap menatapku.


" tapi jika begini terus aku bisa mati karena kekurangan darah.. "


" makanlah yang banyak untuk menambah stamina mu karna kau peliharaan ku yang berharga.. "


Mendengarnya aku hanya terdiam dan sangat sedih, aku berfikir kenapa nasibku harus begini.


Bagaimana dengan keadaan di rumah.. ?? pasti orang tua ku dan teman- teman ku sangat khawatir ?? aku sangat rindu kalian.


Dan akhirnya aku menangis dalam renunganku.


" ada apa ?? " lord bertanya setelah melihat aku yang tiba-tiba menangis.


" aku ingin pulang, aku punya keluarga di sana.. aku rindu mereka " ucapku meminta belas kasihan dari lord.


" heeeii.. "


Dia mendekatkan mukanya padaku dan menatapku tajam.


" buang jauh- jauh pemikiran itu karena tidak ada yang bisa lepas dari genggaman ku.. " ucap lord sembari menyipitkan matanya.


Hati ku terasa hancur mendengarnya, aku benar-benar seperti hewan peliharaan lord.


Dia berdiri dan hendak keluar tapi langkahnya tiba- tiba berhenti, dia memutar badannya dan menatapku lagi.


" menangislah sesukamu nikmati kesedihanmu karena sampai kau menangis darah pun aku tidak peduli, kau adalah milikku dan selamanya tetap milik ku.. "


" kau memang monster.. !!! " teriakku memakinya karena tidak kuasa menahan emosi.


Dia melihatku tajam lalu tersenyum sinis.


" heeehhh.. monster ? aku memang seorang monster, jangan berharap belas kasihan padaku karena aku tidak memiliki hati untuk di kasihani.. "


Dengan padangan yang merendahkan ku lord mengucapkan itu lalu dia pun pergi meninggalkan ku.


Dia benar- benar kejam.. bagaimana aku harus menghadapi semua ini .. ?? apakah ini sudah menjadi takdirku..? apakah aku sama sekali tidak bisa kembali.


Sepanjang malam aku menangis di malam itu karena aku tidak bisa berbuat apapun dan hanya bisa pasrah.


...****************...


Keesokan harinya.


" nona saya mohon makanlah walau sedikit saja " ucap pelayan.


" nona saya mohon nona.. " pelayan itu terus berusaha agar aku mau makan.


Sebenarnya melihat pelayan itu aku merasa kasihan, aku tau dia pasti mendapat masalah ataupun bahkan bisa di bunuh oleh lord tapi aku benar- benar tidak mau hidup begini terus.


Di saat yang bersamaan Xey tiba- tiba masuk membuatku dan pelayan langsung mengarahkan pandangan kami ke arahnya.


" ada apa ?? " tanya xey penasaran.


" nona dari tadi tidak mau makan .. " ucap pelayan itu mengeluh.


Xey melihatku, dia diam tak mengeluarkan kata apapun dari bibirnya lalu dia segera pergi.


Ternyata dia menghadap pada Lord, xey membungkukkan badannya, Lord yang tadi nya terpejam dengan perlahan membuka matanya.


" ada apa ?? " tanya lord.


" tuan nona tidak mau memakan makanannya.. " ucap xey mengadu.


Seketika muka lord menjadi marah, dia berdiri dari tempat duduknya dan menghampiriku di ikuti oleh xey di belakang nya.


Pintu kamar terbuka sendiri, Lord masuk dengan wajah yang suram, dia menatap ku tajam.


" kau mahluk tidak berguna.. " ucapnya datar.


Aku menelan ludah melihat dia yang seperti itu membuatku takut, jantungku berdegup kencang lalu lord melakukan sesuatu yang tak terduga.


" haahh... !!! " aku berteriak histeris.


Aku benar- benar tidak percaya dengan yang aku lihat, lord menusuk dada pelayan itu dari dengan kukunya yang tajam, pelayan itu terjatuh dan darahnya mengalir, seketika dia mati.


Lalu lord menoleh ke arahku, seketika seluruh tubuhku bergetar hebat, jantungku berdetak sangat cepat, aku pun keringat dingin di buatnya, aku berfikir jika aku akan mati seperti pelayan itu.


" jangan menguji kesabaranku.. " ucap lord berat.


Lord melangkah mendekatiku dan menatapku tajam.


" apa kau ingin melihat orang tua dan orang- orang mu itu mati ?? " tanya lord dengan penuh keseriusan.


" apa.. apa maksudmu ?! " aku sangat kaget mendengar kata-kata lord.


Dia tersenyum sinis.


" aku ini bisa melakukan apapun yang aku mau, aku bisa ke masa depan ataupun masa lalu, aku bisa membunuh orang tuamu kapan saja.."


" jangan! jangan lakukan itu.. ku mohon " aku mulai panik.


" itu tergantung sikapmu.. "


" baiklah aku akan menuruti perintahmu "


Aku tidak punya pilihan lain, aku harus berusaha untuk melindungi semua orang yang aku sayangi.


" yaaa begitu lebih bagus.. "


Dengan sedikit melirikku dia mulai melangkah pergi keluar dari kamar, akhirnya tinggallah aku sendiri yang merenung di ruangan ini.


Dia bisa mengarungi waktu..? hmm aku punya setitik harapan tapi jika aku ingi pulang tidak mungkin dia akan menolong ku, itu sesuatu yang mustahil.


Aku harus membuat dia mau menolongku untuk kembali, tapi bagaiman caranya ?? eemm aku rasa aku harus membuat dia jatuh cinta padaku, iya itu harus.. !! itu satu- satunya harapan walupun aku tau sangat sulit mendapatkan hati monster itu.