
Apa yang bisa aku perbuat sekarang.. ?? 😔
Aku merenungi nasibku, saat ini aku berada di desa Rangga, aku terpaksa ikut dengannya setelah lord membuang ku.
Sudah beberapa hari aku di sini tapi aku masih terhanyut dalam kesedihan dan aku juga tidak bisa melupakan kata- kata Lord di malam itu.
" maya kau tidak apa- apa.. ?? " tanya Rangga cemas.
" aku tidak apa- apa.. "
Rangga tampak hawatir, dia sebenarnya tau jika aku sedih karena di tinggalkan Lord.
" Maya lupakan dia.. " ucap Rangga.
Aku hanya termenung sebenarnya aku mendengar apa yang rangga katakan tapi aku tidak mau menjawabnya.
" haaaaaahhhh.. " Rangga menghela nafas panjang.
" kau tau kenapa aku tinggal sendirian di istana ini ?? " ucap Rangga sambil melirikku.
Aku menoleh ke arah Rangga dan menatap wajahnya.
" itu karena orang tuaku di bunuh ketika aku masih kecil.. " tutur Rangga.
Aku hanya terdiam dan mendengarkan dia bicara.
" mereka di bunuh bangsa vampir di depan mataku sendiri, itu adalah sesuatu yang tidak pernah bisa aku lupakan, rasa sedih yang mendalam karena telah kehilangan seseorang yang di cintai dan itulah sebabnya kenapa aku sangat membenci mereka.. " ucap Rangga dengan tatapan kosong lurus ke depan.
Terlihat Rangga memang sangat terpukul dan trauma yang mendalam.
" apakah Lord yang melakukannya.. ?? " tanya ku menebak saja.
" bukan dia " jawab Rangga dengan sedikit menggelengkan kepalanya.
" lalu.. ?? "
" aku rasa itu bawahannya atau mungkin di perintahkan olehnya.. "
" Rangga aku pikir saat orang tuamu di bunuh Lord masih dalam keadaan tidur panjangnya jadi dia benar- benar tidak tau apa yang di lakukan para vampir bawahannya terhadap kaummu.. " aku mencoba menjelaskan pada Rangga dan aku yakin jika Lord tidak akan berbuat seperti itu.
" hmmm.. mungkin, tapi walaupun begitu tetap saja aku sangat membenci mereka semua dan lebih lagi dia yang telah membunuh kakek buyutku dulu".
Rangga perlahan menoleh ke arahku dan menatap mataku lekat.
" kami semua yang di sini juga merasakan hal yang sama Maya, mereka telah kehilangan orang yang berharga dan itu karena para vampir yang telah membunuh keluarga kami "
" kami memiliki dendam pada mereka.. " ucap Rangga dengan suara berat.
Aku merenung dan tidak berani menatap Rangga lagi, ku palingkan wajahku darinya, seketika kami terdiam sejenak.
" eemm rangga apakah tidak bisa jika kalian berdamai.. ?? " tanyaku tiba-tiba dengan nada pelan.
" tidak itu adalah hal yang mustahil.. " jawab Rangga.
" tapi Rangga menurutku jika kaum kalian terus begini itu tidak akan ada habisnya, kalian akan terus bersaing dan bermusuhan selamanya, berapa darah dan nyawa yang akan di korbankan ?? "
" aku tau Maya tapi kami tidak akan menerima perdamaian dari musuh kami.. "
Aku mengerutkan keningku.
" kalau kau tidak mau biar aku yang akan mendamaikan kalian " ucapku sembari melihat ke arah Rangga kembali.
" itu tidak mungkin Maya, ini tidak akan berakhir sampai salah satu dari kami musnah.. " ucap Rangga.
Aku hanya terdiam, kami pun saling pandang tanpa bicara.
...****************...
Malam hari, aku duduk sendirian di bawah sinar bulan, Rangga menghampiriku.
" Maya sedang apa kau disini ? " tanya Rangga sembari menepuk pundakku.
" aku hanya ingin menyendiri.. " jawabku pelan.
" masuklah kau akan kedinginan di sini.. " ajak Rangga.
" tenanglah aku tidak apa- apa.. " aku tidak beranjak dari tempat dudukku.
Rangga tidak bisa memaksaku dan dia tau betul jika aku sedang sedih jadi dia meninggalkanku dan membiarkan aku sendiri dulu.
Hembusan angin yang lembut menerpaku, suasana sudah mulai sepi karena sebagian besar kaum Rangga sudah akan tertidur, aku menatap bulan yang bulat sempurna, ku pejamkan mataku dan ku renungkan semua yang telah terjadi.
Kenapa aku masih belum bisa menerima ini semua.. ?? Lord apakah kau tau perasaanku padamu sekarang.. ?? apakah kau sedang melihatku saat ini.. ??
Tanpa sadar aku menangis lagi untuk yang kesekian kalinya.
...****************...
Di sisi lain di saat aku bertanya dalam anganku Lord ternyata memang selalu memperhatikanku, dia selalu menatap jendela semenjak aku pergi, Lord diam- diam selalu melihatku bahkan hingga berhari- hari.
Saat ini Lord masih di kamarnya dan seperti biasa dia diam dengan menatap keluar jendela, lalu Xey datang menghampirinya.
" permisi tuan ini minuman anda.. " Xey menaruh minuman nya di meja.
Lord tidak menanggapi dan hanya diam saja, sementara Xey yang melihat tuannya selalu seperti itu benar-benar membuat dia gelisah.
" maafkan sebelumnya telah lancang tuan, saya tau tuan sangat memperdulikan ratu Maya tapi saya mohon tuan juga memperhatikan kesehatan tuan.. " ucap Xey dengan sopan dan menundukkan badannya.
Semua bawahan Lord di kastil itu sangat perhatian pada pemimpinnya, terutama Xey karena dia sudah melayani keluarga Lord bahkan sejak lord masih kecil.
Mendengar itu Lord tidak bergeming sama sekali dan tetap diam, melihat tidak di tanggapi akhirnya Xey memberanikan diri untuk sedikit tegas.
" tuan anda harus beristirahat, anda sudah melihat ratu sampai berhari- hari saya tidak terima jika terjadi apa-apa dengan anda "
Akhirnya Lord menunduk dan berbalik, dia mencoba mengambil minumannya.
Praaang. !!!
Tiba- tiba gelas itu terjatuh, Lord melihat tangannya yang gemetar.
" Xey sepertinya kau benar, aku sudah mulai merasa lelah " ucap Lord dengan masih melihat tangannya.
Terlihat dari wajah Lord jika dia memang sangat lelah dan matanya yang mulai sayu, perlahan Lord berjalan dan membaringkan badannya di kasur.
" beristirahatlah tuan " ucap Xey.
Lord berbaring dan melihat langit- langit dengan tatapan kosong.
Aku sangat merindukanmu maya.
Dan perlahan lord menutup matanya, melihat mata Lord yang akhirnya terpejam, Xey tersenyum lega, akhirnya Lord tertidur sangat pulas.