
" tuan bertahanlah..! "
Dia menengok maya dan melihat lukanya sudah mulai menutup, tapi...
RANGGA BENAR- BENAR KEHABISAN WAKTU..!
Tiba- tiba..
" uhukk..! " rangga batuk darah
Semua kaget..!!
" tuan..!! " bawahan rangga panik
Sial..!! aku benar- benar sudah tidak kuat lagi.. 😦
Rangga mulai melemah dan darahnya keluar semakin banyak..
" tidak! tuan tidak boleh mati.. " dia mencoba berdiri dan mengambil kristal itu
Tapi tiba- tiba rangga memegang tangannya dan itu membuatnya kaget..!!
" berani kau mengambilnya..?? " rangga menatapnya tajam, hingga membuatnya takut
" jika kau berani mengambilnya, aku akan membunuhmu.." ucap rangga
Bawahan rangga semakin panik, wajahnya berkeringat, dia benar- benar bingung..
2 pilihan yang sangat berat untuknya, dia sungguh ingin menyelamatkan rangga tapi disisi lain rangga pasti tidak akan memaafkannya jika maya sampai mati.
Wajahnya pucat seketika, ini adalah hal yang membuat dia sangat tertekan.
Disisi lain dia melihat nafas rangga mulai lemah lalu dia lansung tersungkur di hadapan rangga..
" tuan saya mohon bertahanlah, jika ratu telah sembuh saya akan langsung menyelamatkan anda.. "
Bawahan itu sampai menangis dan memegang tangan rangga.. 😢 itu membuat rangga tersenyum..😌
" tak apa, mungkin inilah saatnya aku pergi.."
Mendengar itu dia sangat kaget..!! matanya melotot.
" tidak! tidak tuan, hamba mohon.. tuan harus bisa bertahan..!! " tangisannya semakin deras
Dia menengok maya dan melihat lukanya..
" sebentar, sebentar lagi tuan..!! hamba mohon.. hamba benar- benar memohon pada anda.. jangan pergi.. ðŸ˜ðŸ˜ "
Rangga hanya tersenyum..
" asalkan maya tetap hidup ini tidaklah masalah bagiku, sungguh aku rela mati untuknya.. "
Rangga mengucapkan itu dengan sangat tenang dan tersenyum seakan dia benar- benar sudah siap jika memang harus pergi demi maya.
" tapi tuan...!! "
Rangga tersenyum.. " maafkan aku "
Maya inilah bukti cintaku untukmu, aku ingin kau bahagia dengan anakmu.. aku sungguh menyayangimu melebihi diriku sendiri..
Rangga pun perlahan menutup matanya dan masih dalam keadaan tersenyum..
Melihat itu mereka langsung kaget..!!
" tidak! tuan.. tuan..!! " bawahan rangga berteriak dan menggoyang- goyangkan tubuh rangga
" tuan rangga.. !! " xey juga berteriak panik
" jangan pergi..! tuaaan... !!! jangan pergi, aku mohon.. ðŸ˜ðŸ˜ " bawahan itu menangis dan menjerit
Dia terus menggoyangkan- goyangkan tubuh rangga, tapi rangga sudah terkujur lemas..
Baginya rangga adalah pemimpin yang hebat dan baik hati, dia selalu membaur pada semuanya dan tidak memandang bulu, sikapnya yang selalu tenang dan ceria membuat siapa saja nyaman bersamanya..
Tidak di sangka hari ini dia harus melihat tuan yang dia sayangi mati di depannya..!!
Tangisannya menghiasi angin yang berhembus lembut, xey pun juga ikut bersedih..
Dan seiring air mata yang mengalir..
MATA MAYA PUN TERBUKA..!!
Maya sadar dan segera bangkit, dia melihat luka di seluruh tubuhnya telah sembuh dan dia melihat...
!!!!
" ini..?!! " matanya melotot melihat kristal biru yang bercahaya di tangannya
!!! " jangan- jangan.. "
" rangga..!!! " dia langsung bangkit dan menghampiri rangga yang ternyata sudah terkujur tak berdaya
" rangga..!!! kenapa kau lakukan ini semua..ðŸ˜ðŸ˜ " maya sangat panik dan syok, air matanya mengalir membasahi pipinya
Dia langsung memasukan kristal itu di dada rangga yang berlubang..
" rangga aku mohon bangunlah..!! " maya panik
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ mereka semua menangis..
" rangga..!!! " maya berteriak
" percuma ratu, tuan sudah pergi... " bawahan rangga bicara pelan
Mendengar itu maya sangat syok..!! seakan tidak percaya..
" tidak.. tidak.. " maya menggelengkan kepalanya..
" rangga..!!!!! " maya berteriak kencang
Dia menangis di dada rangga, ini benar- benar kenyataan yang pait untuknya, maya menangis sangat kencang, lalu tiba- tiba..
" eekk... " rangga mengeluarkan suara
!!!!!
Semua kaget..!!
" rangga.. !! "
" tuan...!! "
" tuan rangga.. !! "
Mereka berteriak berbarengan..
Rangga perlahan membuka matanya..!!
" aaahkk rangga..!! kau membuatku takut.. " maya langsung memeluk rangga dengan menangis
" eekk.. maya.. kau sudah sembuh..?? "
" ee.. emm yaa.. aku sudah sembuh " maya sangat lega
Rangga tetsenyum dan dengan mengelus lembut wajah maya..
" rangga aku telah mengembalikan keristalmu jadi kau harus tetap hidup "
Rangga tertawa kecil.. " tentu saja ratuku.. "