Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )

Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )
PERMINTAANKU


" jika waktuku habis, apa yang akan kalian lakukan.. ?? "


Mereka tidak langsung menjawab ku, aku tau aku memberikan pertanyaan yang sulit untuk mereka tapi aku sangat penasaran dan ingin tau jawabannya.


Mereka pasti juga tau itu pasti bakalan terjadi, faktanya aku adalah manusia yang lemah, umurku tidak panjang seperti Rangga dan aku juga tidak abadi seperti Lord.


" kenapa kalian diam saja.. ? "


" aku tidak akan membiarkannya.. " Rangga bicara.


" tapi Rangga aku manusia, cepat atau lambat aku pasti akan pergi.. "


" tidak Maya aku tidak mau, aku akan menukar kehidupanku denganmu, jauh lebih baik jika aku yang mati.. " ucap Rangga lagi.


" apa maksudmu.. ?? " aku bingung dengan ucapan Rangga.


Lalu Rangga menyentuh dadanya sendiri sembari mendekatiku.


" di sini ada sumber kehidupanku dan aku akan memberikannya padamu.. " ucap Rangga.


Aku tidak terlalu mengerti dengan apa yang dia ucapkannya tapi yang jelas dia rela mati untukku.


" Rangga.. " aku merasa terharu


" eemm.. jadi kau akan memberikan kristal itu ? " Lord yang paham maksud Rangga.


" yah.. " jawab Rangga singkat.


" bukankah itu yang membuatmu bisa menyembuhkan luka mu dengan cepat " timpa Lord.


Rangga diam saja, aku terkaget bagaimana bisa Rangga memberikan benda yang berharga seperti itu.


" hanya keturunan tertinggi dari ras werewolf yang punya kristal itu jadi hanya kau satu- satunya kan.. ?? " tanya Lord.


Rangga tersenyum... " bagiku itu tidak masalah asalkan Maya tetap hidup, aku rela mati untuknya. "


Aku benar- benar merasa terharu dan tidak menyangka Rangga akan melakukan itu.


" haaaahhh... sudahlah, Maya ayo kita pulang " Lord berjalan duluan.


" aahh iya.... " aku buru-buru mengikuti Lord.


" heeeiii pak tua..! " Rangga berteriak.


Seketika Lord menghentikan langkahnya.


" tidak bisakah Maya di sini dulu, aku masih ingin bersamanya.. "


" tidak " jawab Lord singkat.


" hmm.. kau licik sekali.. " ucap Rangga kesal.


" dia sudah di tempatmu 2 hari.. "


" ooh yah..? dia bahkan sudah berhari- hari di kastil mu.. "


" eh kalian jangan bertengkar.. " aku mencoba melerai.


" banyak insiden hingga aku tak punya waktu berdua dengannya.. " ucap Rangga.


" aku tidak peduli, dia akan tetap aku bawa.. "


" kau..!! " Rangga berteriak.


" hentikan kalian berdua " ucap ku.


Mereka dari dulu selalu saja seperti ini lalu saat mereka berdua ribut tiba- tiba aku punya ide.


" eemm.. aku punya solusi yang lebih baik.. " ucapku.


Mereka menatapku lalu bertanya " apa? " ucap mereka serempak.


" bagaimana jika kalian buatkan aku rumah di perbatasan antara negeri kalian berdua, jadi kalian bisa menemui ku kapan saja tanpa harus aku bolak- balik kesana- sini "


Mereka saling pandang lalu melihat ke arahku lagi.


" baiklah.. " ucap Rangga.


" aku setuju.. " ucap Lord.


" yah.. agar aku juga bisa mengunjungi Craig " ucapku.


Rangga mengangguk.


" dan pastikan rumahku aman ya.. " ucapku dengan tersenyum lebar.


" tentu saja.. "


" o yaa satu lagi, aku ingin rumahku punya taman bunga, atap kaca, kolam renang, dapur dan anak anjing yang lucu.. "


Seketika wajah mereka berdua langsung datar


" banyak sekali.. " ucap Rangga.


" hehe.. " aku hanya yengir kuda.


" yah.. itu tidak masalah bagi kami.. " ucap Lord.


" terimakasih.. "


" yang penting sekarang ayo kita pulang, aku sudah meninggalkan kastil ku cukup lama.. "


Lord berjalan dan aku berlari mengejarnya.


" kapan- kapan aku kesini lagi Rangga " ucapku sembari melambaikan tangan padanya.


" ok sayang " Rangga membalas lambaian ku.


Lord menggendongku dan mengeluarkan sayapnya kami pun terbang kembali ke kastil.


...****************...


Sesampainya di kastil, Lord turun di balkon jendela.


" tuan " Xey menyambut Lord.


Ternyata Xey dan para vampir di kastil sedang berkumpul.


" maaf ya Xey banyak insiden di sana.. " aku menjawab.


" apa tuan baik- baik saja.. ?? " tanyanya.


Lord tidak menjawab dia justru berjalan melewati vampir- vampir itu.


" Xey aku ingin mandi, siapkan minumanku setelah aku selesai.. " ucap Lord sembari berjalan pergi.


" aak.. baik tuan " jawab Xey.


Xey dan aku saling pandang.


" ada apa dengan tuan ratu.. ?? " Xey merasa bingung.


" hah.. entahlah " aku pun juga tidak tau apa-apa.


Lord memang seperti itu.


" ya sudah, aku juga akan mandi dan istirahat.. " ucapku.


Aku pergi mereka memberi hormat.


...****************...


Aku selesai mandi, memakai baju tidur dan ke kaca riasku, ku sisir rambutku.


Hmm Lord belum selesai juga..?


Baru saja aku bicara dalam hati, tiba- tiba pintu itu terbuka.


Lord keluar dari kamar mandi, aku sangat terkejut karena dia tidak memakai baju hanya 2 handuk yang melingkar di lehernya dan yang menutupi bawahannya.


Mukaku langsung memerah, karena Lord tidak pernah telanjang seperti itu, dia selalu memakai baju dan jubah hitamnya tapi sekarang aku bisa melihat kulit putih nya yang bahkan lebih mulus dariku.


Aku mencoba meliriknya, hmmm.. tidak sebagus Rangga tapi kulitnya sangat putih itu cukup mempesona, rambut dan badannya masih basah dia mendekatiku seketika aku membuang muka.


" haah.. ?? "


Dia melempar handuk yang ada di lehernya ke padaku lalu duduk di depanku tepatnya di depan kaca riasku.


" kenapa.. ?? " tanyaku yang bingung.


" keringkan rambutku.. "ucapnya pelan.


Kenapa dia jadi manja begini..?


Perlahan aku mengeringkan rambutnya dengan handuk, muka ku merona karena malu tapi dia tetap datar.


" usab badanku juga.. "


Kenapa dia tiba- tiba begini..?!


Aku mengusap punggungnya yang mulus itu lalu tiba- tiba dia berbalik yang membuat ku terkejut.


" di depan juga.. "


Mukaku tambah memerah tapi mukanya tetap datar.


Aku menunduk dan mengusap badanya tapi aku diam saja lalu tiba- tiba dia memegang leherku.


" ak... ada apa.. ?? " aku gugup.


Perlahan dia menarik kepalaku, aku tau dia ingin mencium ku jantungku berdebar kencang, perlahan dia menutup matanya.


Kraaakk.


" tuan ini minuman anda.. " Xey tiba- tiba masuk.


Aku dan xey kaget tapi Lord tetap terlihat biasa.


" aak.. ma.. maafkan saya saya benar- benar tidak tau.. " ucap Xey spontan.


" taruh minumanku di meja.. " ucap Lord.


" ba.. baik.. " Xey gugup.


" saya permisi " dia buru- buru keluar kamar.


Aku benar- benar malu karena di pergoki Xey.


" kenapa.. ? " tanya Lord.


" tidak- tidak pa-pa " aku membuang mukaku.


Dia berdiri dan meminum darahnya.


" hei " Lord memanggilku setelah meneguk darahnya.


Aku hanya menunduk tanpa menanggapi.


" heem... " Lord mengerutkan alisnya.


Tiba- tiba Lord mengangkat ku, aku sontak terkejut.


" ayo kita tidur.. " ucap Lord sembari berjalan ke arah kasur.


Dia menaruh ku ke kasur lalu ikut berbaring di sampingku sembari menarik selimut.


" Lord.. " ucapku.


" hnn.. ?? "


Aku tidak bisa bicara mukaku merona, dia membuka matanya dan mengangkat kepalanya sembari menatapku aku pun langsung tertunduk.


" kau mau meneruskannya.. ?? " tiba-tiba Lord bertanya.


" haah.. ?! " aku merasa bingung.


Mataku melotot, dia mencium ku, aku mengepalkan tanganku merasakan ciumannya.


" sudah sekarang tidurlah.. " ucapnya sayu.


Mukaku langsung memerah dan menunduk, dia mengelus kepalaku dan memelukku lalu kami tertidur lelap.