Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )

Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )
LAMBANG VAMPIRE


" ayah..!! "


Rangga menoleh.


" Craig, bukankah sudah ku bilang untuk tidak memanggilku seperti itu.. " ucap Rangga.


" haa aah... kenapa..?? bukankah kak Maya bilang akan menggantikan ibuku dan aku boleh memanggilnya ibu, jadi tidak masalahkan jika aku memanggil tuan Rangga ayah.. "


" haaah.. " Rangga hanya menghela nafas panjang.


" ooh iya ayah ayo kita latihan lagi.. " ucap Craig sangat bersemangat.


" kita harus istirahat dulu Craig, bahkan beberapa hari ini aku melatih mu tanpa henti.."


" yaaaah...... " Craig merasa kecewa.


Dari semenjak Rangga dan Maya bilang pada Craig bahwa dia harus tetap bersemangat menjalani hidupnya, dan Maya mencontoh kan Rangga yang tak punya orang tua tapi bisa menjadi seorang pemimpin kaum serigala, craig jadi sangat bersemangat dan bahkan dia meminta Rangga untuk melatihnya Rangga pun setuju dengan itu.


" o yaa, ayah bagaimana perkembanganku..?? " tanya Craig.


" hah.. perkembangan apa.. ?? " jawab Rangga dengan ketus.


" bukankah aku jauh lebih kuat sekarang.. ?? "


" hahaha.. lebih kuat apanya ?! kau bahkan tidak bisa mengejar ku! " Rangga mengejek craig.


" huh.. aku latihan baru 1 bulan ini, lihat ya jika aku lebih giat lagi aku pasti bisa mengalahkan mu..! "


" hahahaha ok.. ok, aku akan menunggu saat itu tiba.. " Rangga mengelus kepala Craig.


Rangga percaya jika suatu hari nanti Craig pasti bakal jadi anak yang kuat atau mungkin melebihi dirinya.


Di saat Craig dan Rangga sedang bergurau ria tiba-tiba ada yang berteriak.


" hei... lihat..! bulannya.. !!! " salah satu dari mereka menunjuk langit.


Langsung spontan semua mengarahkan pandangannya ke atas tepatnya di bulan itu.


" aak.. ayah apa itu..?? kenapa bulannya berubah merah.. ?? " Craig merasa kaget dan bingung.


Dan tentunya bukan hanya Craig yang merasa seperti itu.


Rangga menyipitkan pandangannya dan dia tau betul apa itu, Rangga terdiam sejenak lalu bicara.


" itu adalah lambang vampir " ucap Rangga pelan.


" lambang vampir.. ?? " Craig tidak mengerti.


" yah.. bulan merah adalah lambang mereka.. "


Dan seketika mereka merasakan hawa yang berbeda seperti malam- malam biasanya, hawa yang jauh lebih dingin dan seakan waktu sangat lambat, terasa malam ini sangat sepi dan sunyi.


" ayah, aku.. aku marasa ada yang aneh malam ini.. " Craig gelisah.


" yah craig aku juga, sebenarnya semua mahkluk di sini merasakannya.. "


" bulan itu seakan berkat, akulah sang penguasa, akulah tertinggi, dan akulah terkuat .. tidak ada yang melampaui ku maka tunduk lah padaku.." ucap Rangga menjelaskan.


Craig dan yang lain merasa tidak tenang, entah mengapa tapi itu benar- benar di rasakan oleh semuanya.


...****************...


Di sisi lain.


Begitupula yang ada di kastil, mereka melihat bulan itu dan menikmati malam yang penuh dengan hawa vampir.


" hah.. malam yang indah " Xey menatap ke arah bulan merah itu dengan senyuman di wajahnya.


" malam ini adalah malam untuk kaum kita..." para vampir bicara.


" yah.. " mereka menutup mata dan menikmatinya.


" aku tidak tau apa yang terjadi, tapi hanya tuan yang bisa melakukan ini.. " ucap salah satu vampir.


" tuan seakan memberitahu semuanya, jika malam ini dia sangat senang dan menjunjung tinggi dirinya.. "


" yah aku rasa malam ini adalah malam yang sepesial untuk tuan.. "


Mereka semua semakin hormat dan menjujung tinggi level yang di miliki Lord, sementara Xey tersenyum seolah tahu sesuatu.


...****************...


Di sisi lain.


Aku duduk sendirian di atas kasur, jujur aku sangat merasakan hawa yang sangat kuat dan juga aku bisa melihat bulan merah itu lewat atap kacaku.


Aku tidak tau apa yang terjadi tapi yang jelas ini benar- benar berbeda dari malam biasanya, rasanya ini sangat dingin dan sunyi, membuat ku agak sedikit takut.


Aku melihat Lord yang berdiri di depan jendela, dia hanya terdiam dengan kepalanya yang dari tadi mendongak ke atas sembari memejamkan matanya.


" eemm Lord, ak.. aku merasa aneh malam ini dan bulan itu.. eemm apa itu ulah mu ?? " aku mencoba bertanya.


Dia tidak menjawab ku lalu aku bangkit dan menghampirinya.


" Lord..? "


Lalu perlahan dia menurunkan kepalanya dan membuka matanya.


Beda..!! Lord berbeda...!


Aku tersentak kaget, aku merasa jika Lord berbeda, matanya bahkan lebih merah dari biasanya.


Dia menatapku dan itu langsung membuat jantungku berdegup kencang, seakan aku berhadapan dengan penguasa, badanku kaku tidak bisa bergerak.


Apa.. apa yang terjadi.. ?? apa aku takut padanya.. ??


Lord perlahan memelukku.


" jangan hawatir, ini hanyalah hawaku yang tersebar.. " ucapnya lirih.


Hawa..??


" Maya, malam ini aku adalah pemeran utamanya.. " dia membisiki telingaku.


" L.. Lord " ucapku gugup.


Dia tersenyum dan menggendongku, membawaku ke kasur dan meletakkan ku dengan pelan.