
Aku melotot melihatnya, kami saling pandang.
" kamu siapa?? " tanya nya dengan suara pelan.
" ampun tuan dia adalah seorang manusia.. " jawab salah satu vampir.
" manusia ? bagaimana dia bisa ada disini ?? " ucapnya.
" sepertinya dia telah menyelusuri waktu tuan, dia berkata telah terjatuh ke jurang dan masuk ke dunia ini.. " ucap salah satu vampir menjelaskan.
Wajah raja vampire itu terlihat tidak senang melihatku.
" kenapa kalian tidak menyingkirkannya ?? " ucapnya sembari melihat sekelompok vampir itu.
" ampuni kami tuan kami telah mencoba menyingkirkannya tapi tiba- tiba dia mengeluarkan cahaya terang yang membuat kami tidak bisa menyentuhnya.. "
Tiba - tiba rantai yang mengikatnya hancur bahkan tanpa dia menyentuhnya sedikitpun, dia lalu berdiri dan menghampiriku perlahan, aku pun berjalan mundur.
" tidaaakk... jangan !! jangan mendekat.. !! " aku mencoba membentaknya.
Dia tetap mendekat tanpa memperdulikan ucapanku.
" tidaaakkk.. !! "
" aakhhh tidaakk.. !! lepaskan aku.. !! "
Tiba-tiba dia merangkul pinggangku dengan sangat kuat membuatku tidak bisa kabur darinya.
" lepaskan.. !! lepaskan aku.. !! " aku terus meronta.
Dan tiba- tiba taring tajamnya menancap di leherku, untuk pertama kalinya aku merasakan sakit yang luar biasa.
" aaahhkk... !!! " aku berteriak kencang.
Sakit.. sakit sekali.
Darahku keluar dari sela bibirnya badan ku mulai terasa lemas, pandanganku kabur dan akhirnya aku pun terjatuh seketika semua gelap.
...****************...
Aku terbangun dengan kepala ku yang sangat pusing, perlahan ku coba membuka mataku dan ku dapati diriku berada di atas tempat tidur.
Haaahh kamar siapa ini.. ??
Aku segera bangkit yang ada di pikiranku sekarang adalah aku ingin segera pergi dari tempat menakutkan ini.
Aku membuka jendela dan sangat kaget ternyata kamar ini begitu tinggi jadi tidak mungkin jika aku turun kebawah melalui jendela, ini sepertinya sebuah kastil kuno tapi sangat besar dan mewah.
Ku pandangi jauh ke luar jendela yang terlihat hanyalah bentangan hutan dan dataran luas, jalan satu- satunya adalah aku kabur dengan menyelinap tapi sepertinya sangat sulit karena mengetahui para vampir itu sangat banyak dan ada dimana- mana.
Graaakk... !!!
Suara pintu yang terbuka mengagetkanku,
muncullah dua wanita mereka berpakaian seperti pelayan dan menyusul vampire yang kemarin menanyaiku tapi kali ini mereka diam saja.
Dia berjalan menghampiriku sedangkan yang lain terdiam memberi hormat padanya.
" apa yang mau kau lakukan ?! " ucapku panik.
Dia tetap mendekat tanpa menghiraukan ucapanku.
" mundur atau aku akan melompat..! " ucapku sembari melihat jendela di samping ku.
Perlahan dia mengangkat tangannya dan membelai wajah ku tetapi dia diam saja, jantungku pun berdetak sangat kencang.
Aku merasa ketakutan yang luar biasa ketika mataku bertatapan dengan matanya seolah aku sedang berhadapan dengan seorang penguasa, tentu saja dia sangat mudah jika ingin membunuhku.
" siapa namamu.. ?? " tanyanya sembari menatapku tajam.
" aaa.. aku... " aku sangat gugup karena takut sampai bicara ku patah-patah.
" jangan takut bicaralah.. " ucapnya pelan.
" maya namaku maya.. " jawabku gugup.
Dia tersenyum aku tidak tau arti dari senyumnya itu.
" dengarkan ini baik- baik maya mulai sekarang kau adalah milik ku.. "
Aku kaget.. !!!
" apa maksudmu ?! " aku tidak mengerti dengan apa yang dia katakan.
" aku tertidur sangat lama, aku butuh darah yang cukup untuk memulihkan keadaanku dan tugasmu adalah untuk memberikan darahmu padaku.. "
" apa !! aku tidak mau.. !! " aku menolaknya mentah-mentah.
Lalu perlahan dia membuka mulutku dengan tangannya.
" sayangnya di dunia ini tidak ada yang tidak bisa kudapatkan " ucapnya menegaskan.
" dengar namaku adalah Vaizeelord, kau bisa panggil namaku Lord dan mulai sekarang aku adalah pemilik mu. "
Mataku melotot dia tersenyum tipis padaku, lalu dia berbalik badan dan berjalan keluar tetapi sebelum keluar pintu dia berhenti.
" maya kau istirahatlah para pelayan akan memandikan mu dan memberimu makanan, mereka akan menyediakan apa yang kau butuhkan.. " ucapnya tanpa melihatku.
" layani dia dengan baik dan jangan sampai kulitnya tergores sedikitpun "
" baik tuan " jawab pelayan itu patu.
Dan akhirnya dia pergi.
Haaahhh bagaimana ini jika seperti ini bagaimana caranya aku bisa kabur.
Aku merasa frustasi.