Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )

Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )
KEPUTUSAN


Heeemmm dia dimana.. ??


Dari aku selesai mandi tadi, aku tidak melihat Lord, hmmm.. apakah dia pulang ke kastil..?? tapi kenapa tidak bilang padaku dulu?.


Aku berjalan menuju jendela dan melihat bintang-bintang yang berkelip, ku merenung dalam sepinya malam.


Aku rasa dia tidak suka jika aku berbicara soal anak, heem.. aku merasa jika aku ini benar- benar menyedihkan.


Hatiku terasa sakit dan nafasku terasa sesak ingin rasanya aku menjerit sekencang mungkin.


Padahal aku ingin lebih berguna untuknya, padahal aku ingin menghapus penderitaannya tapi kenapa, kenapa justru aku tidak bisa..!! aku malah selalu menyusahkannya dan membuat dia terus- terusan terluka.


Tidak berguna...!!! aku benar- benar tidak berguna..!!!


Dan akhirnya air mata yang tidak bisa aku bendung tumpah dari sela mataku, malam ini aku hiasi dengan isak tangisku yang pilu.


" hiks.. hiks.. Lord apa.. apa yang harus aku lakukan.. ??! " aku bicara merintih sembari menatap langit.


" aku harus bagaimana...?! "


Aku terus menangis di temani sinar bulan yang redup, hingga tiba-tiba terdengar suara yang membuatku seketika berhenti.


" sayang "


Aku kaget bukan main, Lord yang tiba- tiba muncul memelukku dari belakang, seketika dengan reflek aku langsung menoleh ke arahnya.


" Lord.. a.. aku kira kau kembali ke kastil.. ?? " aku agak malu karna kepergok menangis pilu.


" bagaimana aku bisa pergi jika ratuku di sini sangat sedih.. "


Aku langsung tertunduk mendengar ucapan Lord, dia memiringkan kepalanya mencoba melihatku dengan senyuman manisnya.


Tapi aku terlalu malu untuk melihatnya, jadi aku tetap menundukkan kepalaku.


" Maya lihatlah aku.. "


Aku tetap menunduk, rasa sedihku menguasai ku saat ini.


Lord menyipitkan matanya.


" aak.. Lord..! "


Tiba-tiba dia menggendongku lalu membawaku terbang ke atas.


" Lord kau mau bawa aku kemana.. ?? "


" ssstt.. Diam lah " ucapnya dengan tersenyum padaku.


Dan akhirnya kami berhenti.


" Maya lihatlah.. " seketika aku menoleh.


Seketika aku sangat terpukau melihatnya, bulan utuh yang bersinar indah dan terasa sangat dekat, mampu membuat mata ku terlena, cahayanya yang hangat menerpa kami di tambah hiasan kelip bintang yang menambah ke indahan nya, aku sampai melongo di buatnya.


" kau suka.. ?? " tanya Lord.


" ee eem... " jawabku dengan mengangguk girang dengan masih menikmati keindahan di depanku.


Indah, pemandangannya memang sangat indah, aku bahkan bisa melihat semuanya dari atas sini.


Dia tersenyum manis ke arahku.


" Maya rangkul leherku.. "


Aku langsung melakukan apa yang dia suruh.


" eemm.. "


Aku terbelalak Lord dengan penuh perasaan dan pelan mencium ku, hingga lama kelamaan aku mulai ikut menikmati kehangatan yang Lord beri, ku pejamkan mataku menikmati ciuman Lord.


" Maya.. "


" iya. ?? "


" apa kau benar- benar serius mengenai anak itu... ?? " Lord menatap tajam ke arahku.


Sesaat aku terdiam.


" yah Lord.. aku serius, aku ingin menjadi lebih berguna untukmu.. "


" apa kau tau resikonya.. ?? " ucap Lord dengan menatap tajam ke arahku.


" aku tau, tapi aku sudah meyakinkan diriku, aku tidak mau kau sendirian lagi jadi sebelum aku mati.. aku akan berusaha yang terbaik untukmu.. "


Lord hanya diam dan melihatku tajam dengan mata merahnya, aku benar- benar tidak tau arti tatapan itu.


" baiklah.. " ucap Lord dengan suara berat.


Seketika aku sangat kaget dengan jawaban Lord yang benar-benar tidak aku sangka.


" tapi dengar ini baik- baik.. " aku langsung serius mendengarkan apa yang ingin di ucapkan olehnya.


" jika kau sampai kehilangan nyawamu karna anak itu, aku akan jadi mahkluk pertama yang paling membencimu.. bahkan sampai ke generasi mu dan kau bereinkarnasi sampai ribuan kali, aku akan tetap membencimu, aku akan benar- benar mengutuk dirimu hingga akhir dunia.. "


Betapa kagetnya aku, Lord mengucapkan hal seperti itu, aku benar- benar syok mendengarnya.


Mungkin dia sangat takut jika aku kehilangan nyawaku dan dia pasti akan menyalahkan dirinya sendiri.


" Lord..? "


" aku sangat benci kau yang telah memaksaku Maya, aku tidak bisa melihatmu bersedih, jadi aku akan melakukannya untukmu.. "


Ku lihat ada ketakutan di wajah Lord, aku tau apa yang dia rasakan dan aku mengambil resiko yang besar tapi aku tidak akan mundur, ini adalah keputusanku.


Aku langsung membelai wajah Lord dan mencoba meyakinkannya.


" tak apa Lord, aku yakin aku pasti bisa apapun resikonya aku siap.. " aku tersenyum padanya.


" Maya apa kau benar- benar yakin.. ?? aku mohon pikirkan lagi.. " Lord tampak sedih.


" ya aku yakin " jawabku tetap kekeh.


Lord diam sesaat dengan terus menatap tajam ke arahku, lalu dengan suara berat dia mengucapkan nya lagi.


" baiklah.. "