Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )

Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )
XEY


Lord dan Rangga berjalan menuju taman, di tengah jalan Rangga melihat wajah Lord yang tampak lelah.


" hei pak tua, apa kau yakin baik- baik saja ? "


" aku baik, kau tenang saja.. "


" hmmm.. " Rangga tidak yakin.


Sebenarnya Lord mengalami rasa pusing yang luar biasa di kepalanya karena tindakan nekatnya tadi, mengambil semua pikiran dan memori seseorang itu pasti sangat beresiko, karena sama saja dia harus menampung semua kejadian yang di alami iblis itu dan di tambah lagi umurnya yang panjang.


Sesampainya di taman.


" di sinilah Maya di sembunyikan.. " Lord bicara.


Rangga melihat ke kanan dan kiri.


" iblis itu mengurung Maya dengan diding yang cukup tebal.. " ucap Lord.


" benarkah.. ?? eemm tampaknya iblis itu cukup kuat " jawab Rangga.


" ya, satu- satunya jalan kita harus menghancurkannya.. "


" baiklah ayo kita lakukan.. ! " Rangga bersemangat.


Rangga meninju kan kepalan tangannya ke telapak tangan satunya sambil tersenyum, Lord hanya meliriknya.


" eh tapi bagaimana caranya.. ?? ak.. aku tidak bisa melihatnya.. "


Menyadari itu Rangga spontan kebingungan dan panik.


" memang hanya aku yang bisa.. " ucap Lord dengan nada datar.


" terus gimana.. ?? "


" hah.. biarkan aku saja.. " ucap Lord dengan menghela nafas panjang.


" haaaa..! apa kau yakin ?? "


" ya.. " jawab Lord singkat.


" tapi pak tua, kau tampak lelah.. " Rangga merasa prihatin.


" kita tidak punya pilihan lain.. "


Sebenarnya Lord tau itu akan menguras banyak kekuatannya tapi dia tidak punya pilihan lain, jika saja dia sebelumnya tidak melakukan itu pada iblis tadi pastinya menghancurkan diding seperti ini sangatlah mudah bagi Lord, tapi sekarang keadaannya sangat tidak memungkinkan baginya.


Lord berdiri tegap dan mengarahkan tangannya ke depan dan seketika itu munculah cahaya merah menyelubungi dinding itu, Rangga bisa melihatnya, dinding itu mulai retak.


Praaang...!!!


Tak berselang lama akhirnya dinding itu pun pecah.


" Maya.. ! " Rangga berlari menghampiri Maya yang tergeletak pingsan.


" Maya kau tidak pa- pa.. ? " Rangga mengangkat kepala Maya.


Di saat bersamaan tiba- tiba Lord tergulai lemas hingga akan terjatuh, dia memegangi jidatnya karena rasa pusing yang dia rasakan semakin parah dan badannya mulai terasa lemas, dia sudah menduga ini akan terjadi, dia benar- benar sudah tidak kuat lagi.


" Rangga kau jaga Maya.. aku kembali dulu ke kastil.. " tanpa basa- basi Lord langsung terbang.


" hei.. tunggu.. !!! " teriak Rangga.


" haaaah.. kenapa dia langsung pergi.. ?? " Rangga merasa hawatir.


Lord mencoba terbang secepat mungkin tapi badannya mulai sudah tidak kuat lagi, berkali- kali dia bahkan hampir terjatuh, dengan sekuat tenaga dia mencoba untuk tetap sadar lalu tiba- tiba...


" huuukk.. " Lord muntah, dia menutupi mulutnya dengan tangannya.


Lord kaget.. !! dia merasakan ini semakin parah.


Sementara di sisi lain.


Akhirnya Rangga mengangkat tubuh Maya, membawanya masuk ke rumah dan meletakkannya di atas kasur.


Maya masih pingsan tapi Rangga tau dia baik- baik saja, Rangga tersenyum lega.


...****************...


Praang....!!!! ( kaca pecah )


Semua vampir yang di istana kaget mendengarnya.


Lord menabrak kan dirinya langsung ke kaca kamarnya, jalannya sempoyongan dan langsung melemparkan tubuhnya ke kasur.


Karena penasaran, sebagian vampir di sana langsung menuju asal suara itu, mereka membuka pintu kamar.


" tuan... !!! " mereka kaget bukan main melihat tuan mereka terkapar lemas di kasur terutama Xey.


Mereka menghampiri Lord.


" tuan.. apa yang terjadi.. ?? "


" apa tuan baik- baik saja.. ?? "


" tuan ada apa dengan anda.. ?? "


Kepanikan dimana- mana.


Lord tidak menjawab mereka semua, dia hanya terpejam dengan nafas yang ngos-ngosan dan wajah yang pucat.


Melihat itu mereka semakin panik, Xey langsung naik ke kasur dan mendekati Lord.


" tuan.. apa tuan mendengar saya.. ?? "


Lord tidak merespon.


" apa tuan mau minuman anda. ?? "


Lord Tetap sama tidak menanggapi pertanyaan Xey sama sekali, itu membuat Xey semakin panik.


" hamba mohon tuan, bukalah mata anda.. "


Lord tidak menjawab, dia justru menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri dengan wajah yang penuh keringat dan nafas yang tidak beraturan.


Karena merasa panik Xey langsung memegang wajah Lord.


" tuan..! jangan membu.. " Xey kaget bicaranya terpotong.


Dia langsung memegang jidat Lord.


Panas..!! kenapa kepala tuan panas sekali.. ?? apa yang sebenarnya terjadi.. ??


Xey memegang tangan Lord.


Tangannya Dingin..!!


Jelas Xey merasa ada yang tidak beres, dia berfikir pasti terjadi sesuatu saat Lord pergi, dia benar- benar tidak mampu melihat tuannya seperti itu.


" kalian tolong jaga tuan, aku akan pergi sebentar.. "


Dengan buru- buru Xey terbang keluar dari kastil.