Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )

Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )
SEPERTI MU


Lord akhirnya membuka matanya.


" tuan syukurlah, kami sangat hawatir.. "


Lord sudah di kerumuni para bawahannya yang terlihat sangat cemas.


" apa tuan baik- baik saja..? "


Lord bangkit dan duduk di kasur.


" yah.. aku sudah baikan sekarang.. " jawab Lord.


Lord memang sudah terlihat segar seperti biasanya, mereka jadi sangat lega.


" kalian boleh pergi sekarang.. " ucap Lord.


" ya tuan, kalau begitu kami permisi.. "


Mereka semua akhirnya keluar dari kamar Lord tapi 1 yang dia tidak mau keluar.


" tuan..! aku minta penjelasan sekarang juga, sebenarnya apa yang terjadi.. ?? " Xey penasaran.


" Xey.. eemm tidak ada apa- apa.. " jawab Lord sedikit canggung.


" lalu bagaimana tuan bisa sampai seperti ini.. ?? " Xey semakin mendesak.


" aku hanya sedikit pusing saja.. "


Xey mengerutkan keningnya, dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Lord.


" tuan.. ! kemarin kepala tuan panas sekali seperti mau terbakar, bagaimana itu di bilang biasa saja.. ?! " ucap Xey dengan nada tinggi.


" e eemm.. yah sebenarnya aku sudah menduga kau pasti akan sangat marah Xey " Lord tersenyum tipis.


" apa tuan tidak tau aku sangat takut kemarin, seharusnya tuan bisa menjaga diri..! " ucap Xey dengan kesal.


" iya Xey maaf ya.. " ucap Lord dengan tersenyum.


" lagi pula tuan tidak perlu sampai seperti itu, buat apa membahayakan diri cuman demi mahkluk lemah seperti mereka..?!!" ucap Xey dengan menggebu-gebu.


" xey..!!! " Lord tiba- tiba membentak.


Itu membuat Xey kaget dan bicaranya langsung terhenti sembari menatap Lord, wajah Lord terlihat marah lalu seakan tersadar seketika Lord tersenyum manis.


" jangan sampai aku melukaimu ya.. " Lord bicara dengan lembut.


Xey hanya terpaku dan memalingkan wajahnya, Lord langsung bangkit dan memeluknya.


" dengar, kau adalah mahluk yang paling tidak ingin ku sakiti, kau sangat berarti bagiku, kau bukanlah sekedar bawahanku tapi sudah aku anggap sebagai ayahku sendiri.. " Lord dengan pelan membisiki Xey.


" tu.. tuan.. " Xey terpana.


" aku tau kau sangat cemas, kau tak perlu hawatir aku baik- baik saja " Lord meyakinkan Xey lagi.


Lalu Lord melepas pelukannya dan tersenyum pada Xey.


" tuan maaf jika saya sudah lancang " Xey menunduk.


" tak apa, aku tau itu karena kau hawatir, terimakasih ya..." ucap Lord sembari menepuk pundak Xey.


Xey tersenyum.


" eemm tuan boleh kah saya meminta agar tuan tidak keluar untuk beberapa hari... " ucap Xey.


" hnn.. ?? " Lord mendengar itu merasa bingung.


" yaah.. dengan tegas saya akan membatasi apapun yang ingin tuan lakukan, itu semua demi kebaikan tuan sendiri, aku tidak mau kejadian ini terulang lagi .. " Xey menatap tajam ke Lord.


Lord tersenyum lalu menjawabnya " ya.. aku akan menuruti permintaanmu ".


Sementara di sisi lain.


Maya menjalani hari- harinya dengan penuh kegelisahan, dia sangat tidak tenang karena memikirkan keadaan Lord, suatu hari Maya berjalan mondar-mandir dengan cemas.


" sayang tenanglah.. " Rangga bicara.


" aah Rangga aku tidak bisa tenang.. " jawab Maya.


" haaaah... dia pasti baik- baik saja "


Maya tetap hawatir.


...****************...


Lord duduk di singgah sananya.


" hei Xey... "


" yaaa tuan.. "


" sampai kapan kau akan mengurungku. ?? "


" sampai luka tuan sembuh.. "


" aku baik- baik saja Xey.. lihatlah.. "


Xey menatap Lord, Lord memang terlihat sudah sehat, matanya terlihat merah pekat sudah tidak memudar lagi, kulitnya juga putihnya mengkilap terkena cahaya.


" haaaah... tapi ini sudah berhari- hari kau mengurungku dan sekarang aku sangat rindu dengan ratuku, dia pasti sangat hawatir "


Xey diam saja dan tetap bersikeras melarang Lord keluar, Lord menghampiri Xey hingga mereka berhadapan.


" Xey apa tuanmu ini sangat berharga bagimu.. ? " Lord bertanya serius.


" ya tuan.. "


" apa kau rela melakukan apa saja agar tuanmu tidak terluka.. ?? "


" tentu saja tuan.. "


Lord tersenyum.


" dengar apa yang kau lakukan ini padaku sama seperti apa yang aku lakukan pada Maya, dia sangat berharga bagiku dan aku tidak mau dia terluka, jadi aku akan lakukan apapun untuknya "


" dengar xey, lukaku itu tidak berarti apa- apa untukku karena lebih baik aku yang menanggungnya buka Maya, itu sama persis seperti perlakuanmu padaku... "


Xey terpana dengan penjelasan Lord.


" aku mencintainya jadi jika kau peduli padaku, kau juga harus menghargai dia yang aku perjuangkan mati- matian ini.. "


Xey menunduk.. " baik tuan "


" sekarang aku ingin menemui ratuku, apa kau mengizinkannya.. ? "


Xey mengangguk pelan.


" kau tenang saja, aku akan menjaga diriku baik- baik jika ada apa- apa aku akan langsung memberi tahumu.. "


" baik tuan.. "


Lord berjalan akan keluar.


" ooh ya.. mungkin aku akan menginap beberapa hari di sana.. "


" yaah tuan, kami akan selalu menunggu kepulangan anda.. "


Lord tersenyum lalu wuuusss dia terbang keluar dan menjauhi kastilnya.


...****************...


Selang beberapa menit Lord sampai di rumah Maya, dia turun tepat di depan pintu.


Setelah Lord turun bahkan belum sempat melipat sayapnya.


graaaab..!!


" Lord.. ! " Maya tiba- tiba keluar dari balik pintu dan memeluk Lord.


" ak.. Maya... " Lord sedikit kaget.


" kau kemana saja.. ?? aku sangat hawatir.. " Maya tiba- tiba meneteskan air mata.


" hei pak tua, kau lama sekali, Maya setiap hari mencemaskan mu.. " ucap Rangga.


Lord mengusap air mata Maya.


.


" maaf sayang, Xey melarang ku keluar untuk beberapa hari ini, yaah... sekarang dia sangat sensitif padaku.. " jawab Lord.


" apa kau baik- baik saja.. ?? " Maya menatap Lord dengan cemas.


" aku baik.. "


" haaaah.. yaa, pengawal itu sangat marah bahkan sampai ke sini mengancam kami.. " Rangga sedikit kesal.


" itu karena dia sangat hawatir padaku.. " jawab Lord.


" hmmm.. para pengawal mu sangat peduli ya padamu, ya sudahlah.. jika kau sudah datang aku rasa aku akan pergi.. " ucap Rangga.


" yaa.. yaa.. cepatlah kau pergi.. "


" apa- apaan kau ini.. seakan mengusirku.. " Rangga kesal karena di acuhkan Lord.


" aku ingin berduaan dengan ratuku.. " jawab Lord.


Rangga memasang muka masam, Sementara Lord terus menatap Maya sehingga Maya tertunduk malu.


" hah ya sudah, aku pergi dulu.. " Rangga menghela nafas lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


" aaak.. lo..rd.. " Maya kaget.


Lord tiba- tiba memeluk tubuh Maya dan menggendongnya.


" Maya aku rindu.. " ucap Lord lembut.


Maya tersenyum " yaah.. aku juga Lord "


Ciuman sikat tapi manis terjadi di bibir kecil Maya.


" ayo kita masuk.. " ajak Lord.


Lord membawa Maya yang masih di angkatnya masuk ke dalam rumah dan menutup pintu dengan kakinya.