Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )

Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )
DIA


Setelah mendengar penjelasan lord aku mulai berfikir jika ternyata dari awal dia sudah menyadarinya, dari awal kita memang sudah pernah bertemu, pantas saja dia tidak langsung membunuhku.


Aku melamun dalam diam ku.


" maya, maya.. ?? " Lord mencoba memanggil ku.


" aah iya " aku tersadar dari lamunanku.


Lord menatapku penuh arti, aku berbalik badan rasanya aku sangat canggung sekarang.


Kami saling diam sesaat, aku menjadi salah tingkah ketika Lord menatapku.


" apa kau ingin pergi keluar kastil ?? " ucap lord dengan tiba-tiba.


" aaahh... !! eemm... " aku bingung menjawabnya.


" tak apa jika kau mau keluar, aku tau kau merasa jenuh di sini.. "


" apakah boleh.. ?? " aku ragu.


Lord mengangguk menandakan iya, aku langsung merasa senang dan bersemangat.


" terimakasih.. " ucapku dengan girang.


" ya tapi aku akan menyuruh pengawalku untuk menemanimu, aku tidak mau kau kenapa- napa.. "


" baiklah.. " jawabku menurut.


Tak apa yang penting aku bisa keluar dari kastil karena jujur memang aku merasa bosan.


...****************...


Aku dan Lord sudah di halaman kastil dan tiba- tiba muncul dua orang vampir yang langsung menghadap lord.


" hormat kami tuan, ada apa tuan memanggil kami.. ?? " ucap salah satu dari mereka berdua.


" kalian aku tugaskan untuk mengawal maya hingga dia kembali ke kastil pastikan dia baik- baik saja hingga pulang nanti.. "


" baik tuan.. "


Lord menghampiriku dan membelai wajah ku.


" bersenang- senanglah dan jangan macam- macam, kau mengerti.. ?? "


" e eemm.. " aku mengangguk.


Lord tersenyum dan berbalik dia melangkah masuk istana ketika melangkah dia melihat ke dua vampire itu.


" ingat jika dia tergores sedikit sekalipun aku akan membakar kalian hidup- hidup.. "


" baik tuan.. " ucap mereka berbarengan.


Wwooowww Lord mengerikan sekali.


Aku terpukau tapi kedua vampire itu aku lihat justru bergetar hebat, Yaaa aku sadar mereka pasti ketakutan kalau di ancam seperti itu.


" hahahaha.. jangan hawatir ayo kita berangkat " ucap ku girang.


" baik ratu.. " jawab mereka patuh.


Akhirnya aku berjalan menuju hutan mereka berjalan di belakangku.


" ooh iya.. siapa nama kalian ?? " aku mencoba mencairkan suasana.


" saya Klaura ratu.. "


" anda bisa memanggil saya Zen.. "


" eemm ok Klaura, Zen sebenarnya aku tidak nyaman di panggil ratu jadi biar tambah akrab panggil aku maya saja yaa.. "


Mereka saling pandang.


" maaf kami tidak bisa ratu.. " ucap mereka.


" kenapa ?? "


" kami di perintahkan untuk menghormati anda dan kami tidak mungkin memanggil seperti itu.. " ucap Klaura.


" hmm.. ayolah tidak apa- apa lagian pemimpin kalian tidak di sini.. "


" maafkan kami ratu perintah tuan lord adalah mutlak untuk kami.. " ucap Zen.


" haaaaahhh... kalian ini benar- benar hormat sekali pada orang itu.. " jawabku dengan mengangkat bola mataku ke atas.


" ya sudahlah.. " jawabku pasrah.


Kami terus berjalan dan mereka sangat kaku jika tidak aku tanya mereka hanya diam saja, itu membuatku bosan.


Haaahh.. rasanya tidak asik jika begini, terasa seperti aku di awasi terus, mereka juga diam saja.


Karena aku tidak nyaman akhirnya aku mencari cara untuk bisa pergi dari pengawasan mereka.


" eemm Zen, Klaura kalian di sini dulu yaa aku mau kesana sebentar.. " ucapku sambil menunjuk semak-semak.


" maaf ratu tapi kami harus ikut, kami tidak bisa meninggalkan anda.. " ucap Zen.


" tidak bisa.. !! aku.. aku.. sedang kebelet, aahhkk.. !! aku sudah tidak tahan.. " ucap ku dengan di lebih-lebihkan.


🙋 Ratu akting 😎


Mereka panik dan saling pandang.


" tapi....." Klaura dan Zen menjadi bingung.


" aaahh.. sudah! lagian aku cuman sebentar kok, tidak mungkin kalian ikut... " ucapku menekan mereka.


" eemm bagaimana kalau pulang ke kastil saja ?? " ucap Klaura.


" aahkk.. itu tidak mungkin.. !! " aku menolak keras.


" ahkk.. aku sudah tidak tahan ini.. !!! "


" ba.. baiklah.. " ucap mereka dengan panik.


Aku buru- buru pergi.


" kalian jangan mengintip yaa.. !!!! " teriakku.


Aku lari ke semak-semak, akhirnya aku berhasil membodohi mereka dan diam- diam aku mulai pergi menjauh.


" haaaaahhh... ini baru namanya jalan-jalan, hmmm ada mereka justru aku malah tidak bebas.. "


...****************...


Lord duduk di singgah sananya di temani oleh bawahannya yang setia, dia hanya diam terpaku.


Tapi hari ini berbeda dari biasanya, Lord yang biasanya memejamkan matanya hari ini dia selalu menatap tajam ke arah jendela.


Xey yang melihatnya terheran, Xey tau lord butuh mengistirahatkan matanya karena jika mata itu terbuka dia langsung bisa melihat semuanya dan lama- kelamaan itu sangat melelahkan.


Menurut Xey waktu istirahat tuannya sangatlah penting, mata lord yang selalu terbuka itu membuat Xey bertanya- tanya.


Tuan sedang mengawasi siapa ?? kenapa sampai seperti itu..?


Untuk menjawab rasa penasarannya akhirnya Xey bertanya pada salah satu pelayan.


" dimana ratu maya ?? "


" ratu sedang keluar kastil bersama para pengawal.. "


Eeemmmm jadi begitu, aku mengerti sekarang, pantas saja hari ini tuan tidak beristirahat itu karena dia sedang mengawasi ratu Maya dari sini.


Xey pun tersenyum tipis karena mengetahui betapa pedulinya Lord pada Ratunya.


...****************...


Sementara aku di hutan merasa nyaman sekali dan terus berjala tanpa arah, sedang asik-asiknya berjalan tiba-tiba aku di kejutkan dengan munculnya sesuatu.


" Apa itu.. ??! " aku merasa aku melihat kelinci.


Itu tidak jelas tapi persis seperti kelinci.


" tapi mana ada kelinci di sini.. ?? " aku merasa bingung.


Karena penasaran aku menghampirinya tapi dia malah kabur, langsung aku bergegas mengejarnya.


" kelinci kecil jangan lari " teriak ku.


Aku mencarinya di semak- semak dengan antusias dan sialnya kaki ku terpleset hingga terjatuh.


" aahhkk.... !!! " teriakku.


" aauuu sakit.. " rintih ku.


Ku lihat tumit ku sudah terluka dan mengeluarkan darah, di saat aku merintih karena tumitku yang mulai terasa perih tiba-tiba terdengar suara desis yang sangat keras di hadapan ku, aku pun spontan melihat ke depan.


Betapa kagetnya aku karena persis di depan mataku terlihat ada seekor kelabang raksasa yang seakan ingin memakan ku.


" kyaaaaaaaaaa...... !!!!!!!!!!!!!! " Aku menjerit sekeras-kerasnya.


Duuukkk... !!!


Bersamaan dengan jeritan ku tiba-tiba muncul serigala besar yang mendorong kelabang itu dengan kepalanya hingga terpental.


Mereka berkelahi dan dalam sekejap kelabang itu mati di gigitnya menjadi dua bagian.


Aku terpana melihatnya dengan nafasku yang tidak beraturan, lalu serigala itu melihatku dan aku tau persis wujud serigala itu, ketika serigala itu berubah aku tau betul siapa dia.


" rangga.. !! "


Seperti dugaan ku, tak ku sangka bisa bertemu dengan laki-laki bermata biru indah itu lagi.