Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )

Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )
SELAMAT TINGGAL


Aku menangis sampai ketiduran tadi, ketika aku bangun ternyata hari sudah mulai gelap.


Aku duduk di kasur mukaku lesu, aku merenung dan memikirkan semuanya, aku tidak tau kenapa lord menjadi seperti ini.


Apakah aku melakukan kesalahan ?? Apakah aku harus menghampirinya lagi.. ??


Aku melihat kaca rias besar yang ada di samping kasurku.


Aku benar- benar menyedihkan.


Gara- gara menangis berjam- jam mata ku lebam seperti di sengat lebah, aku kacau sekali.


Tapi aku benar- benar ingin tau kenapa sikap Lord berubah padaku, aku akan mencoba menanyakannya.


...****************...


Hari sudah gelap, aku berjalan dengan mukaku yang lesu, saat ini aku benar- benar bingung.


Saat aku berjalan tiba- tiba aku melihat Lord dan Xey di belakangnya, dia berdiri menatap jendela dengan membawa sebuah gelas yang berisikan sesuatu yang berwarna merah dan aku tau betul itu pasti darah.


Aku ingat sudah beberapa hari ini lord bahkan tidak meminta darahku lagi.


Aku mencoba menghampirinya walaupun hatiku ini sedikit ragu, aku menatapnya, aku tau Lord menyadari keberadaan ku tapi dia tetap diam saja dan terus menatap ke luar jendela.


Aku menarik nafas panjang dan mencoba bicara padanya.


" Lord... ?? "


Dia tetap diam.


Aku tertunduk perasaanku benar- benar tergoncang saat ini.


" Lord kau kenapa .. ? "


Aku mencoba memanggilnya lagi tapi dia tetap diam, rasanya aku ingin menghilang dari keadaan ini.


Tiba- tiba Lord berbalik dan meletakan gelasnya di meja.


" Xey aku akan keluar sebentar.. " ucap Lord.


Dan lagi- lagi, Lord berjalan melewati ku, dia bahkan tidak menatapku seolah aku ini tidak ada di depannya, itu membuatku terpukul.


Setelah Lord pergi aku tertunduk lesu, air mataku menetes dengan deras dan lama- kelamaan tangisanku mulai kencang.


Xey yang melihatku menangis merasa tidak tega.


" ratu maaf jika saya lancang tapi sebenarnya ada apa dengan ratu dan tuan.... ?? "


Faktanya ternyata Xey menyadari sikap Lord yang berubah padaku, aku mencoba mengusap air mataku.


" aku tidak tau xey.. aku.. aku.. bingung, dia berubah setelah aku pulang dari hutan kemarin, padahal aku sudah mencoba menanyakannya tapi.. tapi.... "


Aku tidak kuasa melanjutkannya aku terus menangis.


" bersabarlah ratu, aku juga tidak tau kenapa sikap tuan berubah ke ratu tapi saat itu sebenarnya tuan selalu memperhatikan ratu dari sini... "


Betapa kagetnya aku.. !!!


" ma.. maksudmu dia melihatku.. ??! " aku kaget bukan main mataku melotot.


" benar, yang saya tau tuan sangat menghawatirkan ratu bahkan saat itu tuan tidak memejamkan matanya untuk beristirahat... "


Terjawab semua apa yang aku risaukan, aku benar- benar lupa jika mata Lord bisa melihat semuanya bahkan jika aku pergi sejauh mungkin Lord tetap bisa melihatnya.


Dan saat itu aku......!!!!


Aku langsung teringat dengan apa yang aku lakukan dengan Rangga, badan ku tiba- tiba bergetar dan berkeringat.


" ratu kau tidak apa- apa ?? " Xey terlihat hawatir.


" ti.. tidak Xey aku tidak apa- apa.. " Jawabku gugup.


" baiklah kalau begitu saya permisi.. ". Xey meninggalkanku.


...****************...


Pikiranku tidak tenang, aku benar- benar gelisah sembari aku berjalan kesana- kemari, aku bingung harus bagaimana.


Tapi aku harus minta maaf dan menjelaskannya pada Lord, jadi aku putuskan malam ini aku harus menjelaskan semuanya padanya, entah apa yang terjadi padaku nanti aku tidak peduli, tekat ku sudah bulat dan akupun mencarinya.


" eemm apa kalian tau dimana tuan kalian ?? "


" tadi kami melihat tuan berada di halaman ratu.. "


" baik terimakasih.. "


Aku keluar kastil menuju halaman dan memang Lord sedang berdiri di halaman sendirian dengan melihat ke arah hutan.


Apa yang sedang di lakukannya.. ??


Aku mencoba menghampirinya walaupun aku di landa rasa takut yang luar biasa tapi aku harus menghadapinya, aku harus minta maaf padanya.


Aku menelan ludah, Lord hanya terdiam dan melihat ke arah hutan, aku sangat gugup.


" eemm Lord ak.. aku tau kau marah, aku tau ini semua salahku tapi aku mohon izinkan aku menjelaskannya.. "


Lord tetap diam.


" Lord...? "


Seketika suasana menjadi hening untuk beberapa detik, lalu tiba-tiba Lord bicara.


" aku tau kau di situ keluarlah.. " ucap Lord.


Tiba- tiba Lord bicara tapi aku rasa bukan padaku, dia bicara dengan menatap ke hutan.


Dia bicara dengan siapa.. ??


Dan tiba-tiba muncullah seseorang di balik pohon.


" rangga.. ! " ucapku terkejut.


Yang benar saja Rangga muncul dari dalam hutan melangkah mendekati kami.


Dan akhirnya dua orang ini berhadapan lagi mata mereka saling menatap satu sama lain, sedangkan aku benar- benar bingung harus bagaimana, aku sangat terkejut Rangga datang ke sini.


" kau kesini untuk mengambilnya ( aku ).. ?? " ucap Lord.


Rangga mengangguk pelan.


" ya " ucap Rangga singkat dengan menatap Lord tajam.


Aku pikir ini benar- benar gawat, apakah mereka akan bertarung lagi.. ?!!


Di saat aku panik dengan kemunculan Rangga yang secara tiba- tiba perlahan Lord membalikan badannya.


" ambillah jika kau mau aku sudah tidak peduli lagi.. " ucap Lord kepada Rangga.


Mendengar itu aku sangat kaget begitu juga Rangga lalu tanpa melihat kami dia berjalan kembali ke kastil.


" Lord..?! " aku mencoba memanggilnya.


Lord berhenti tanpa melihat wajahku sedikit pun bahkan menoleh ke arahku pun tidak.


" kau bukanlah ratu vampir lagi " ucap Lord dingin padaku.


Mendengar itu rasanya hatiku hancur, seketika aku menangis, air mataku keluar sangat deras, aku berharap lord berhenti dan menengok ke arahku tetapi tidak.


Lord dengan tegas berjalan pergi, dia melangkah tanpa ragu, masih ku lihat punggung Lord yang semakin menjauh, bahkan tidak ada wajah sedih yang dia keluarkan, wajahnya masih tetap dingin.


Jujur aku sangat tidak percaya semua ini terjadi faktanya aku benar- benar tidak ingin Lord membuang ku.


Padahal aku mau mengatakan jika aku suka padanya, padahal baru kemarin dia menjadikanku ratunya, padahal baru kemarin dia memeluk dan mencium ku, dia selalu memberikan perhatiannya padaku.


Aku benar- benar bodoh.. !!!!!