
" hahahaha.. "
Ini sangat menyenangkan, aku bermain dengan anak- anak itu sampai aku merasa lelah, berbeda dengan mereka yang justru sama sekali tidak terlihat lelah, mereka sangat bersemangat.
Rangga yang melihatku kelelahan langsung menghampiri kami.
" Anak- anak kak maya terlihat lelah biarkan dia istirahat dulu yaa.. " ucap Rangga pada anak-anak itu.
" baik...!!! "jawab mereka serempak.
Rangga duduk di sampingku.
" kau tidak apa-apa..? " tanya Rangga.
" aku tidak apa- apa kok kau tenang saja "
Rangga tersenyum.
" mereka sangat bersemangat.. " ucapku sambil memandangi anak -anak yang masih bermain.
" haha iya, mereka tidak kenal lelah jika bermain, itu juga karena mereka bukan anak biasa stamina mereka sangat bagus.. "
" e eemm iya "
" apa kau senang.. ? " tanya Rangga.
" iya.. hari ini aku sangat senang, bermain dengan mereka sangat mengasikkan.. "
" jika kau mau kau bisa bermain setiap hari dengan mereka.. "
" hah ?? " aku terkejut mendengar ucapan Rangga.
Tiba-tiba Craig dan teman- temannya datang menghampiri kita berdua.
" kakak.. kakak.. " mereka mengerubungi kami.
" kakak tau tidak, kakak hebat sekali lo.. " ucap Craig antusias.
" eemm hebat kenapa sayang..?? " tanya ku.
" kakak bisa menaiki punggung tuan Rangga padahal tuan tidak pernah memperbolehkan siapapun menaikinya, kakak pasti sangat berharga.. " ucap Craig yakin.
Mendengarnya aku kaget dan langsung melihat Rangga tapi Rangga hanya tersenyum pada anak- anak itu.
" kakak pacarnya tuan yaa.. ?? " tanya anak-anak itu dengan kepolosannya.
" ehh..! " aku terkejut mendengar ucapan anak-anak itu.
" anak- anak kalian masih kecil bagaimana bisa memikirkan hal seperti itu.. " ucapku pada mereka.
" tapi tidak apa- apa kak, kami sangat senang jika kakak menjadi ratu kami jadi kita bisa bermain setiap hari.. " ucap Craig.
" iyaa kak.. "
" iya.. "
" jadilah ratu kami kak... "
Anak- anak itu langsung antusias dan bersemangat, sementara aku bingung harus bagaimana menanggapi mereka.
" kalian tenang saja sebentar lagi kak Maya pasti menjadi ratu kalian.. " ucap Rangga dengan tiba-tiba.
" benarkah.. ?!! " semua anak- anak itu langsung berbinar- binar .
" asikkkk.. !!! " ucap mereka serentak dengan gembira.
Mereka sangat senang tapi aku justru sangat kaget dengan ucapan rangga.
" anak.. anak.. " ibu mereka memanggil.
" cepat kemari jangan menggangu tuan Rangga dengan kekasihnya.. " ucap ibu mereka.
" baik...!! " ucap anak-anak itu menuruti ibunya.
Akhirnya mereka pergi meninggalkan kita berdua.
" eemm rangga sepertinya mereka salah sangka mengenai kita.. " ucapku.
" benarkah.. ?? " Rangga pura-pura bingung.
Ada apa dengan reaksinya itu...?
" lagian kamu kenapa malah bicara seperti itu pada anak- anak, bercanda mu itu sangat keterlaluan, nanti mereka jadi kecewa padamu.. "
" aku tidak becanda.. " jawab Rangga enteng.
" heeemm ?!! " aku terbelalak mendengar ucapan Rangga.
Rangga menggenggam jemariku dan menatapku.
Seakan waktu langsung berhenti sesaat, aku tidak percaya tiba-tiba Rangga mengatakan itu.
" ap.. apa maksudmu.. ?" aku belum bisa mencerna apa yang barusan terjadi.
" bukankah dulu kau bilang jika ingin bersamaku.. " ucap Rangga dalam.
Aku akui dulu aku memang bicara seperti itu tapi kenapa aku sekarang merasa ragu.
" tap.. tapi rangga.. "
" jika masalah vampir itu kau tenang saja, aku pasti akan menanganinya, bahkan jika harus mempertaruhkan nyawaku... " ucap Rangga dengan menatapku lekat.
" rangga.. " aku terpana mendengarnya.
" tapi rangga menjadi ratu, aku rasa ini terlalu singkat.. "
" kenapa.. ?? dalam sekejap kau sudah sangat akrab dengan kaumku, mereka juga sangat menyukaimu maya.. "
Aku berdiri dan melepaskan genggaman tangan Rangga.
" Rangga aku rasa ini tidak baik, maksudku bukankah kau harusnya mencari ratu yang dia benar- benar pantas dan kau harus punya rasa cinta padanya, bukan hanya sekedar dekat dengan kaummu.. "
" iya aku tau.. " ucap Rangga.
" maaf Rangga aku..... " aku menunduk ragu untuk mengatakannya.
Aku berbalik badan dan mencoba pergi tapi dengan cepat Rangga langsung menarik tangan ku.
Lalu aku tidak percaya dengan apa yang terjadi, tiba-tiba Rangga mencium bibirku sembari memejamkan matanya, aku sangat terkejut, mataku melotot ini adalah ciuman ke dua ku setelah lord.
Dia mencium ku lama, Rangga memberikan penuh perasaan padaku sementara aku hanya terpana mematung tidak bisa bergerak.
Setelah dia berhenti perlahan dia membuka matanya, bisa ku lihat bayanganku di mata birunya yang cantik, rambut Rangga terurai lembut terkena angin.
" maya aku mencintaimu.. " ucap Rangga tulus.
Aku kaget dengan pengakuan rangga, dia terlihat serius dengan itu dan perlahan dia memeluk ku.
" aku janji kau akan bahagia di sisiku, Maya tinggalkan vampir itu dan datanglah padaku, aku terus memikirkan mu semenjak kita bertemu.. "
Aku merasakan perasaan Rangga yang dalam tapi aku sekarang sudah menjadi milik Lord, aku tidak tau harus bagaimana.
...****************...
Hari sudah mau gelap, Rangga membawaku ke istananya, dia sedang mandi dan aku berada di kamarnya.
Aku sangat cemas, aku bingung menanggapi semua ini, tidak mungkin aku bisa bersama Rangga.
Akhirnya aku memutuskan untuk pergi, aku menulis di sebuah kertas dan meninggalkannya untuk Rangga, kemudian aku segera berlari ke hutan.
...****************...
Aku menyusuri hutan dan melihat sekeliling ku, berharap Klaura dan Zen masih mencari ku, tak berselang lama akhirnya kita bertemu.
" ratu...!! "
Aku menengok dan itu adalah Zen.
" ratu kami sangat cemas, apa yang terjadi.. ?? " tanya Zen.
Klaura yang melihat kami dari atas langsung menghampiri kami.
" ratu.. ratu tidak apa- apa ?? " tanya Klaura.
Terlihat sekali mereka sangat cemas dan hawatir.
" aahh.. aku tidak apa- apa, maaf yaa..? tadi aku melihat seekor kelinci dan mengejarnya tapi malah aku tersesat.. "
Aku mencoba bersikap biasa dan menenangkan mereka, lalu Klaura pun melihat tumit ku.
" ratu kaki anda.... ?! " Klaura terkejut dengan tumitku yang terluka.
" ooh ini tadi aku terjatuh... hehehe " jawabku dengan tersenyum.
Mereka langsung menelan ludah dan bergetar seluruh tubuh, terlihat wajah mereka pucat.
" kalian tenang saja nanti aku akan bicara pada Lord, aku janji kalian tidak akan terluka, ok? " aku mencoba menenangkan mereka yang ketakutan.
Terlihat jelas dari wajah mereka berdua perasaan cemas dan hawatir, bercampur gugup.
" baiklah ratu.. " jawab mereka pasrah.
" ayo kita pulang, ini sudah mau gelap.. " ucapku.
" baik.. "