
Sore hari yang sebentar lagi akan berganti malam, langit sudah di hiasi warna orange yang indah.
Kami semua sudah berkumpul di dataran luas menatap langit yang kemerahan itu, tidak sabar untuk mengagumi keindahannya.
" ibu.. " Craig memanggilku.
Craig berdiri di depanku sedangkan aku berdiri di belakangnya, aku tersenyum dan ku lingkarkan tanganku di leher Craig.
Rangga yang tiba- tiba datang dari belakang dan memeluk pinggangku, sontak aku menoleh dan tersenyum padanya.
Hmm.. rasanya kami benar- benar seperti keluarga yang bahagia.
Setelah lama kami menunggu akhirnya waktu itu tiba.
" ibu lihat.. ! " Craig yang berteriak kegirangan.
Yang kami tunggu- tunggu pun tiba.
Tidak ada yang tidak terpukau melihatnya, bagaikan di sebuah lukisan tapi kali ini aku melihatnya dengan kedua mataku sendiri.
" indah sekali.. " ucapku dengan mataku yang berbinar-binar.
" waaaah... "
" wah.. indahnya.. "
Semua yang melihatnya terpana, benar- benar pemandangan yang menakjubkan, membuat kami terlena dengan keindahannya, semua mata memandang ke atas bahkan seakan tidak mau berkedip.
Dan di saat semua terpukau, tiba- tiba Rangga membisiki ku.
" sayang.. "
Aku menolehnya.
" aku mencintaimu.. " suaranya lembut dengan tatapan yang hangat.
Aku merasa terharu, dia mengucapkan itu di saat malam yang indah ini, bagaikan sepasang kekasih yang baru mengutarakan cintanya.
Aku tersenyum bahagia.. " iya Rangga aku juga mencintaimu.. "
Rangga mendekatkan wajahnya dan mencium ku lembut, di saat semua kaumnya terpana dengan pemandangan meteor yang jatuh, di saat kaumnya melihat ke atas, Rangga diam- diam mencium ku, ciuman lembut dan penuh rasa sayang bisa aku rasakan darinya, dengan tangannya yang masih memelukku erat, bagiku ini sangat romantis.
Setelahnya, kami membuka mata dan aku menatap lekat mata birunya yang cantik itu, aku akui mata birunya sangat indah, seperti lautan yang menyejukkan hati.
Rangga mungkin tidak setegas Lord tapi justru dia mempunyai kelembutan yang terang-terangan dia tunjukan kepadaku, mereka benar- benar dua orang yang bertolak belakang.
...****************...
Sudah larut malam dan kami semua bergegas ingin pulang.
" ibu ayah ayo kita pulang.. ? " ucap Craig.
" ayo.. " aku menggandeng Craig dan bergegas pergi.
" Maya.. " Rangga tiba- tiba memanggil.
" ya.. ?? " aku menoleh ke arahnya.
" eemm.. bolehkah kita tinggal di sini sebentar lagi.. ?? " ucap Rangga dengan malu-malu kucing.
" aku masih ingin disini.. " ucap Rangga manja dan penuh harap tapi tak berani menatapku.
" hmmm bilang saja kalau mau berduaan " ucap Craig langsung asal ceplos.
" diam kau anak kecil..! " Rangga membentak Craig.
" huh.. " Craig memalingkan muka.
Aku tersenyum melihat mereka berdua.
" bagaimana Maya kau mau kan.. ?? "
" tentu Rangga "
Rangga tersenyum nampak jika dia sangat senang.
" baiklah kalau begitu aku pulang sama yang lain saja.. " ucap Craig.
" semoga berhasil ayah.. " dengan mengedipkan sebelah matanya.
Rangga membalas dengan jempolnya yang seolah ikut mengiyakan dan aku hanya melirik mereka berdua.
...****************...
" hah...... malam yang indah ya..? " Rangga duduk di sampingku.
" e eem.. " aku mengangguk.
Kami menatap langit yang berhiaskan rasi bintang yang indah.
" Rangga.. "
" eemm.. ?? "
" terimakasih.. "
" untuk apa.. ?? "
" Kau sudah membawaku melihat hal menakjubkan ini dan terimakasih atas semua perhatianmu Rangga.. "
Dia tersenyum lalu tiba- tiba membaringkan tubuhnya, melihatnya aku tersenyum dan ikut membaringkan tubuhku di sampingnya, kami membiarkan angin malam membelai kami.
" kau tau Maya, kau adalah keajaiban bagiku.. "
" keajaiban.. ?? "
" ya... kau adalah perubah hidupku, semenjak bertemu denganmu aku merasa jika aku adalah mahkluk paling beruntung di dunia ini.. "
Aku tersentuh dengan kata- katanya, dia menatap langit sedangkan aku melihatnya dari samping.
Aku terpukau, malam ini benar- benar aku sadari Rangga begitu tampan di bawah pancaran sinar bulan.
Perlahan Rangga memiringkan tubuhnya ke arahku dan menatapku dalam, lalu dia membelai wajahku dengan lembut.
" Rangga..? "
" iya sayang.. "
" matamu cantik.. " ucapku jujur.
Dengan malu-malu dia tersenyum, sangat menggemaskan.
" hei.. apa kau kedinginan.. ?? " ucapnya lirih.
" yah.. sedikit "
" sini peluk aku, aku punya tubuh yang hangat.. " ucap Rangga sembari merentangkan tangannya.
Dan aku langsung menggapainya merasakan pelukan Rangga, tubuhnya memang terasa hangat, aku berbaring di dadanya yang lebar dan aku memang mengakui Rangga punya tubuh yang benar- benar seksi.
Aku sangat nyaman di pelukannya, dia membelai rambutku lembut dan kami sangat menikmati malam kami.
...****************...
Di sisi lain.
Lord berjalan dengan pengawal di belakangnya, semua vampir di kastil langsung menunduk memberi hormat saat bertemu dengan Lord.
Lalu tiba- tiba salah satu pengawalnya datang dan berlutut di depannya.
" ampun tuan, ada yang ingin bertemu dengan tuan.. "
" siapa.. ?? "
" aku.. " suara dari arah pintu.
Spontan Lord langsung melihat asal suara itu,
dan munculah wanita berparas cantik, tinggi, berkulit putih, rambut hitamnya yang pekat dengan sedikit bergelombang menjuntai hingga ke pinggangnya yang ramping, bulu matanya lentik dengan mata merah ke emasan di tambah dengan pakaian hitam memberi kesan elegan.
Wanita itu berjalan perlahan mendekati Lord, Lord menyipitkan matanya dan berkata.
" Lenova.. "