
Aku dan Rangga duduk di bawah pohon tak jauh dari desanya, dia menyenderkan kepalanya di pundakku.
" Maya " ucap Rangga.
" eemm.. ?? "
" aku ingin seperti ini terus denganmu hanya kita berdua.. "
Aku tersenyum dan mengelus kepalanya, telinganya bergoyang- goyang itu membuatku gemas.
" Rangga.. boleh aku pegang telingamu.. ?? "
" tentu sayang.. "
Dia duduk menghadap ku, aku langsung memegang telinganya, itu sangat lucu bagiku dia seperti tokoh dalam film anime.
" aaauu... jangan di tarik.. ! " pekik Rangga.
" hehe.. maaf.. "
Dia tersenyum lalu tiba- tiba dia berubah ke wujud serigalanya dan berjalan melingkari ku.
" kau boleh mengelus buluku juga.. "
aku langsung tersenyum senang dan antusias.
Dia memang suka bertingkah manja seperti ini dan aku akui bulu putihnya memang lembut seperti salju apa lagi mata birunya sangat cantik seperti lautan.
Sebenarnya jika masalah postur tubuh Rangga lebih unggul dari Lord, dia lebih tinggi dan punya otot yang lebih kekar, dia terlihat sangat ideal.
Dan dia punya sikap yang santai, itu yang aku sukai darinya, Rangga yang humoris sering tersenyum dan tertawa berbeda dengan Lord yang bawaannya selalu serius.
Lord selalu saja bersikap dingin bahkan tak punya ekspresi di wajahnya, jarang tersenyum dan selalu acuh seakan tidak peduli apapun.
Tapi di balik sikapnya Lord yang seperti itu dia punya aura pemimpin yang luar biasa dan sangat di hormati.. eemm... semua mahluk di alam ini harus berfikir dua kali jika ingin macam- macam padanya.
" Maya.. ! " Rangga menyentak ku.
" eh iyaa.. " aku terkejut.
" kau melamun.. ?? "
" eh tidak. tidak..."
" hmmm... " Rangga menyipitkan matanya.
" tuan Rangga... !! " tiba-tiba terdengar suara memanggil.
Kami kaget dan ternyata itu Craig yang berlari menghampiri kami.
" ada apa Craig.. ?? " tanya Rangga.
Dia langsung menarik tangan Rangga sambil menangis.
" tuan tolong ibuku.. !! "
" ibumu kenapa.. ?? " ucapku dengan panik.
" ibu.. ibu.. tiba- tiba terjatuh lemas kak.. "
" ayo kita kesana.. ! "ucap Rangga.
Kami segera berlari ke rumah Craig dan sesampainya di sana ku lihat ibu Craig sudah berbaring tak berdaya dengan di kelilingi banyak serigala lain, ku lihat wajah mereka semuanya terlihat panik.
" ibu.. ibu bertahanlah.. ! " teriak Craig.
Kami mendekat.. " apa yang terjadi.. ?? " tanya Rangga pada mereka.
" racun..! "
" bagaimana bisa.. ?? " aku sangat panik.
" kami juga tidak tahu ratu.. "
" apakah tidak ada penawarnya.. ?? "
" kami sudah berusaha semampu kami.. "
" uhuuukkk... tidak.. saya tidak pa- pa " ibu Craig berusaha agar kami tidak hawatir.
Aku sangat tidak tega melihatnya, ibu Craig tetap tersenyum walaupun keadaannya dia sangat sakit bahkan sampai batuk berdarah.
" ibu... !! " Craig semakin hawatir.
" Rangga.. kita harus lakukan sesuatu.. ! " aku menatap Rangga.
" itu percuma.." tiba-tiba terdengar suara dari belakang kami.
Semua kaget mendengarnya dan menoleh ke belakang.
" Lord.. ! " semua melihat Lord yang berdiri bersandar di pintu.
Rangga langsung menarik tangan Lord keluar rumah dan aku mengikutinya.
" hei.. pak tua, apa maksudmu.. ?! "
" Lord kenapa kau bilang begitu.. ?? kau membuat craig tambah sedih.. " ucap ku menambahi.
" aku hanya mengatakan yang sebenarnya.. " ucap Lord dingin.
Kami tersentak kaget mendengar itu.
" apapun yang kalian lakukan itu percuma itu tidak akan ada gunanya.. "
" apa kau bilang.. !! " Rangga merasa emosi.
" Lord jangan bilang kau telah melihatnya.. ?? " aku menegaskan omongannya yang barusan.
Lord mengangguk.
Mata ku melotot tak percaya aku sangat syok.
" apa.. apa yang terjadi sebenarnya.. ?! " Rangga merasa bingung.
" mataku bisa melihat kematian seseorang dan dia waktunya sudah habis.. " ucap Lord dengan menunjuk ke arah ibu Craig yang berbaring.
Rangga tersentak kaget.
Aku tertunduk air mataku mengalir sangat deras, aku benar- benar tidak tega mendengar kenyataan ini lalu perlahan aku mengangkat kepalaku.
Ku tatap Lord penuh harap dan berlinang air mata.
" Lord.. apakah benar- benar tidak ada yang bisa kita lakukan.. ?? aku.. aku mohon Lord lakukan sesuatu.. "
" maaf Maya aku tidak bisa, aku bukanlah dewa, memang aku bisa melihatnya tapi aku tidak bisa mencegahnya takdir seseorang di luar kemampuanku.. "
Seketika aku langsung terjatuh duduk dan menangis sangat kencang.. !!
" kita sangat menyedihkan, kita mengetahuinya tapi kita sama sekali tidak bisa berbuat apa- apa.. " ucapku sedih.
Rangga menundukkan kepalanya, dia mengepalkan tangannya, dia sangat sedih dan marah pada dirinya sendiri.