
Waktu sudah lama berlalu sejak kejadian itu semua berubah lebih baik, tidak pernah ada lagi permusuhan dan mereka bisa hidup berdampingan.
Di padang rumput yang luas dengan angin yang berhembus lembut, aku duduk di sana dengan Rangga yang meletakan kepalanya di pangkuanku sembari mengibas- ngibaskan ekornya.
" apa kau mengantuk ?? " tanyaku pada Rangga.
" e eemm.. " Rangga mengangguk.
Aku membelai lembut kepala dan rambutnya.
" tidurlah.. "
" eemm " Rangga menjawab dengan matanya yang mulai sayu.
Rangga mulai mengedip- kedipkan matanya dan perlahan mata itu tertutup, tak berselang lama Rangga sudah tertidur dia terlihat sangat lelap, angin lembut membelainya.
Aku tersenyum melihatnya dia seperti anak anjing yang lucu, aku memandangnya lama lalu tiba-tiba aku merasa jika ada yang memperhatikanku.
Aku menoleh ke samping dan ternyata itu Lord yang berdiri memandang kami dari kejauhan, aku tersenyum dan melambaikan tangan ku padanya.
" sedang apa kau di situ.. ?? kemari lah " ucapku.
Perlahan lord berjalan mendekat.
" duduklah.. " aku mengisyaratkan dia duduk di sampingku.
Lord pun duduk di sampingku dan pandangannya tertuju pada Rangga yang tertidur pulas.
" apa dia tertidur ? " tanya Lord.
" iya "
Lord terlihat tidak suka dan memalingkan wajahnya.
" kenapa ?? " aku mencoba bertanya.
" tidak apa "
Aku menyadari jika Lord cemburu lalu aku langsung mencium pipinya, Lord sontak kaget dan aku hanya tersenyum.
" jangan cemburu seperti itu aku juga milikmu " ucapkan dengan menatap Lord lekat.
" hah... ya " jawab Lord dengan menghela nafas.
Dia memelukku dari samping dan menyenderkan kepalanya di bahuku.
" apa kau lelah.. ? " tanya ku pada Lord.
" iya, aku mau istirahat sebentar.. "
" kalau begitu jangan seperti ini... " pintaku.
" hnn ?? " Lord mengangkat kepalanya kembali dan melihat ku.
Aku membangunkan Rangga.
" Rangga bangun angkat kepalamu sebentar " pintaku sembari membangunkan Rangga.
Rangga menggeliat lalu bangkit tapi dengan mata yang masih tertutup, aku rasa dia masih sangat mengantuk.
" nah begini lebih baik.. " ucapku.
Lord tersenyum, dia dan Rangga langsung tiduran di sampingku dan aku berada di tengah- tengah mereka, Lord memelukku matanya masih terbuka sedangkan Rangga memejamkan matanya tapi dia mendesak- desak kepalaku seperti seekor kucing.
" hahahaha Rangga hentikan itu sangat geli " ucapku dengan tertawa renyah.
Lalu diapun menurut dan berhenti, Rangga melanjutkan tidurnya, lalu perlahan aku melemparkan pandanganku ke arah Lord.
" eemm.. " aku terkejut dengan mata yang terbelalak
Tiba-tiba Lord mencium ku singkat, Aku merasa malu.
" tidurlah.. " ucap Lord.
" ya.. " jawab ku.
...****************...
Aku terbangun dengan perlahan aku bangkit dari tidurku itu karena aku merasa sangat haus.
Aku putuskan untuk pergi sebentar mencari air menuju hutan dan kebetulan sekali tak berselang lama aku menemukannya.
" akhirnya ketemu.. " aku menemukan sebuah danau kecil dan sangat tenang, airnya juga sangat jernih.
Aku perlahan mendekat, aku bisa berkaca di airnya yang benar- benar jernih itu segera ku masukan tanganku dan meminumnya.
" haaaahh.. segar.. "
Aku memasukan tanganku lagi lalu tiba- tiba ada gelembung yang bermunculan di tengah- tengah danau itu, aku menjadi bingung.
" hnn apa itu... ?? "
Byooooorrrrr.... !!!!!!!!
Aku kaget bukan main, mataku melotot tiba-tiba monster muncul dari dalam danau itu, dia seperti kepiting tapi lebih menyeramkan dan mempunyai tentakel, tentakelnya melilit badanku dan hendak menarik ku.
" tidak.... !!!! kyaaaaaaaa..... !!!!!! " aku berteriak keras dan sialnya monster itu menarik ku masuk ke dalam air.
Byuuuurrr... !!!!
Aku menggeliat dan sangat ketakutan, tentakel itu melilit ku dengan kuat.
...****************...
Mata rangga dan lord langsung terbuka, mereka mendengar teriakan ku
" Maya.. " ucap Rangga.
Tanpa bicara basa- basi mereka langsung
berpencar, Lord terbang ke atas dengan sayapnya sedangkan rangga dengan cepat berlari ke hutan.
Rangga punya pendengaran yang tajam dan bisa mencium bau ku, dia tau jika aku tenggelam di danau sedangkan Lord tentu saja dia bisa melihatnya.
Rangga langsung menceburkan dirinya ke danau dia berusaha mengejar ku dan Lord tanpa ragu langsung mengeluarkan kekuatannya.
Dhaaaarrr... !!!!! kraaaaakkkk... !!!!
Tanpa pikir panjang Lord membelah danau itu dari atas hingga tanahnya ikut terbelah, tentu saja Lord tidak akan meleset karena dia bisa melihatnya dengan jelas, serangannya tidak akan mengenai ku dan Rangga
Monster itu ikut terbelah menjadi dua dan air jatuh ke tanah yang terbelah hingga danaunya kering.
Rangga langsung menarik ku dan segera melompat menggendongku ke permukaan.
" Maya.. Maya.. kau tidak apa- apa.. ?? Rangga panik.
Aku pingsan karena terlalu banyak air yang masuk.
" Maya.. !! " Lord menghampiri kami.
" iiihhsss.... sial.. !! " Rangga memberi nafas buatan untukku.
" uhuuukkk.. uhhuuukk.. " aku terbatuk dan airnya keluar dari mulutku aku mulai sadar.
" Maya.. " ucap Rangga lega.
" kalian... "
" syukurlah.. aku.. aku sangat takut.. " Rangga memelukku.
" maya.. kau jangan pergi sendiri lagi.. " Lord memasang muka hawatir.
" maaf.. " ucapku.
" terimakasih kalian sudah menyelamatkan nyawaku " ucapku pada mereka.
Lord mendekat dan aku memeluk mereka berdua.