
Semenjak pelayan itu menceritakan tentang masa lalu Lord aku menjadi agak simpati padanya, aku mencarinya dan seperti dugaanku dia sedang duduk di singgah sananya.
Dengan perlahan aku masuk ke dalam ruangan itu, di dalam banyak para pimpinan yang ada di bawah kekuasaan Lord.
Saat aku masuk ke dalam semua langsung memandangku, hanya Lord yang masih terpejam di singgah sananya tapi aku tau dia sadar jika aku datang.
Suasananya sangat sunyi mereka ada banyak tapi mereka diam saja tidak saling mengobrol atau yang lain, aku berfikir apakah mereka semua ini patung.
Aku berjalan menghampiri Lord, semua vampir yang di ruangan itu langsung membungkukkan badannya mereka memberi hormat padaku.
Aku terus berjalan menaiki tangga hingga aku sampai di hadapan Lord tapi berbeda kali ini Lord tidak mau membuka matanya untuk ku.
" aku tau kau menyadari keberadaan ku.. " ucapku dengan memandangi Lord.
Dia tetap diam saja tanpa menanggapi diriku yang ada di depannya.
" kenapa kau tidak mau membuka matamu.. ?? " ucapku lagi.
Dia tetap diam tanpa bergeming sama sekali.
" hmmmmm.... " aku merasa kecewa karena dia bersikap acuh padaku.
Aku mendekatinya dan dengan sengaja aku duduk di pangkuannya, ku sandarkan badanku di dadanya.
" hei... jangan seperti itu aku tidak mau kau bersikap cuek padaku...?? aku ingin bicara padamu, bukankah aku ini milikmu yang berharga.. " aku mencoba merayunya.
Dan akhirnya dengan perlahan dia mau membuka matanya, aku bisa merasakan dia mengendus rambutku walaupun aku tidak memandangnya.
" Lord aku ingin bertanya padamu.. "
" apa.. ?? bukankah kau bilang tidak ingin melihatku.. " suaranya berat.
" hmmm lupakan soal itu.. "
Dia melirik ku, aku mengangkat tubuhku dan menatapnya, perlahan aku memegang wajahnya.
" lord.. "
Dia menatapku kita saling pandang.
" aku tau kau selama ini menderita.. "
Lord tampak kaget, aku tersenyum padanya tapi tiba- tiba dia menundukan kepalanya.
" heeeiii... jangan sedih.. "
Perlahan aku mengangkat wajahnya, dia memandangku dalam, aku hanya tersenyum padanya, jujur aku tidak mau dia merasakan terus- terusan bersedih.
Tiba- tiba dia menggapai tanganku tapi mukanya tetap dingin terhadapku, dia melihat vampir lain yang ada di bawahnya.
" kalian pergilah dari sini.. " ucapnya sembari melihat para vampir itu.
" baik tuan... "
" apa yang ingin kau katakan.. ?? " ucap Lord dengan masih menggenggam lembut tanganku.
" aku sudah di ceritakan semua tentang masa lalu mu.. " jawabku jujur.
" hmmm... " Lord berkedip tanpa tanggapan yang berarti.
" aku tau kau masih bersedih mengenai keluargamu dan juga kakakmu, aku tau alasannya kenapa kamu selalu berdiam diri di kastil ini tapi aku tidak mau kau terus- terusan terpuruk jadi dengan tegas aku akan berusaha membuatmu tersenyum dan bahagia lagi.. " ucapku tulus
Mendengar kata- kataku Lord langsung tersenyum.
" kau ini.. apa kau serius ?? " tanya Lord.
" yaa.. !! tentu saja.. !! kau.. kau bisa menganggap ku sebagai keluargamu juga atau adik mu juga tidak apa- apa.. " ucapku penuh semangat.
" hmmm aku tidak mau.. "
" eeehh..? eemm kalau begit ya sudah itu tidak penting yang penting kamu harus tetap semamgat.. !! ok...?! "
" kalau begitu kau harus berusaha keras.. "
" yaaa...! kau tenang saja aku akan berusaha sebisa ku.. !! " aku sangat bersemangat mengatakan itu.
" kalau begitu jadilah istriku.. "
Rasanya aku seperti tertimpa beban 1000 ton.
" ap... ap.. apa... !! istrimu... ??!! "
Dia mengangguk dengan tersenyum padaku.
" hehehe kau pasti bercanda? aku ingin membuatmu semangat lagi tapi bukan harus jadi istrimu.. "
" jika kau selalu di sisiku bukankah itu lebih mudah.. "
" tapi... tapi.. " aku panik.
" hmmm sudahlah, aku tidak mau dengar alasan lagi mulai sekarang kau adalah ratuku.. "
" eehh .. tunggu dulu.. !!! ini benar- benar pemaksaan.. !! " aku memberontak.
Tiba- tiba dia memelukku.
" heeeiii... !!!! " aku berteriak tapi dia malah tersenyum riang.
" diam lah ratu ku kenapa kau berisik sekali..? " ucap Lord manja.
" siapa yang mau jadi ratu mu.. !!! dasar vampire bodoh.. !!! "
Dia memelukku sangat erat, aku tidak bisa melepaskan diri, dia terlihat sangat senang.