Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )

Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )
ATURAN


" oh jadi ini "


" ya.. ya.. "


" wah.. dia keren.. "


" hei... lihat- lihat.. "


Lord mengerutkan keningnya, dia seperti mendengar seseorang yang berbicara di dekatnya dan karena tidurnya terganggu akhirnya dia membuka matanya.


" Xey... ada apa ini ?? kenapa banyak sekali bola berbulu di sini.. ?? " ucap Lord dengan melihat sekelilingnya.


" aaahh.. anu.. tuan, tuan Rangga yang membawa mereka.. " ucap Xey dengan gugup.


" Rangga.. " Lord menyipitkan matanya.


...****************...


Aku selesai mandi, saat aku keluar pintu kamar mandi aku di buat terkejut karena wajah Rangga tiba-tiba muncul tepat di depanku.


" haaaaa... !!! " teriakku.


" hei tenanglah ini aku.. "


" rangga.. !! kau mengagetkanku, sejak kapan kau di sini.. ?? " aku agak kesal.


" oohh lumayan dari tadi " jawabnya santai.


" hmmm... " aku cemberut padanya.


...****************...


" iya tuan, tuan rangga yang membawa kami.. " jawab anak-anak itu.


" kami penasaran ingin sekali melihat raja vampir jadi kami di ajak ke sini " ucap salah satu anak.


Lord benar- benar merasa tidak nyaman, suasana kastilnya yang biasanya tenang kini di penuhi dengan puluhan anak- anak werewolf.


" oh tuan vampire bolehkah aku melihat taringmu ?? "


" tuan vampire kau tampan sekali.. "


" kenapa matamu merah.. ?? apa kau sakit mata.. ?? "


" kenapa kulitmu sangat putih.. ?? "


" hei tuan aku dengar anda sangat hebat.. ?? "


" iyaa.. iyaa benar.. " semua anak berbicara.


" kemarin tuan Rangga bercerita anda telah membelah sebuah danau, apa itu benar.. ??


" wah.. hebat..!!! " wajah mereka langsung berubah berseri-seri.


Mereka dengan antusias mendekati Lord dan menghujaninya banyak pertanyaan sementara Lord tidak menanggapi dan hanya diam saja.


Xey yang melihatnya kaget dan merasa tidak senang, dia tau jika Lord merasa tidak nyaman.


Anak- anal ini benar- benar tidak sopan.. !!


" tuan vampir kenapa rambut anda sangat hitam.. ?? " anak itu naik ke kursi dan memegangi rambut Lord.


" katanya anda bisa terbang ?? bagaimana caranya.. apa anda menyembunyikan sayapnya ??


" iyaa.. iya.. aku mau lihat.. !! " semua sangat antusias.


Mereka mengerubungi Lord dan terlihat jelas jika mereka sangat terkagum-kagum dengan Lord.


Lord pun mulai kesal, Xey yang menyadarinya langsung mencoba berbicara dengan anak-anak itu.


" anak- anak tolong jangan mengganggu tuan dulu ya.. " ucap Xey.


" aahh kenapa..? kami kan cuman bertanya.. " jawab salah satu anak.


Tiba- tiba lord berdiri.


" aku mau keluar sebentar.. " ucap Lord dengan berjalan menuruni tangga.


Semua melihat Lord pergi meninggalkan ruangan.


...****************...


" Rangga tumben kamu pagi- pagi sudah kesini.. " tanyaku.


" karena aku tak bisa lama- lama jauh dari mu. .. " ucap Rangga dengan tersenyum manis.


Aku membalas senyumannya.


" dan.. " Rangga menambahinya.


" dan apa.. ?? " aku penasaran.


" Craig dan teman- temannya bilang ingin bertemu lord jadi aku mengajak mereka ke sini.. "


" haaa.. !! " aku sangat terkejut.


" mereka ada di sini.. ?? " tanyaku pada Rangga.


" iyap.. ! " jawab Rangga.


" oh mungkin sedang di ruangan Lord.. " jawab Rangga.


" apa.. !! " sontak aku kaget.


" ajak mereka ke sini..! Lord pasti sekarang sedang istirahat jangan samp...... " belum selesai aku bicara tiba-tiba aku di kejutkan dengan pintu kamar yang terbuka.


Kraaaakkk.. !!


Aku dan rangga kaget, tiba- tiba pintu kamar terbuka sendiri dan Lord sudah berdiri di depannya.


Lord berjalan masuk, dia menatap tajam ke Rangga yang ada di atas ranjang.


" aku punya aturan di kastil ku.. " ucap Lord dengan serius.


" pertama, aku tidak mengizinkan siapapun untuk seenaknya masuk ke kamarku.. "


" dan yang ke dua, aku sangat tidak suka jika tidurku di ganggu.. " ucap Lord dengan tegas.


" hahahaha.. ayolah pak tua.. !! memang ini adalah kamarmu tapi di sini ada Maya dan Maya bukan milikmu seorang aku bebas keluar masuk ke sini.. " jawab Rangga.


" dan juga mereka bilang ingin sekali melihatmu jadi aku bawa saja mereka ke sini, cobalah bermain dengan mereka, kau ini benar- benar seperti orang tua yang hanya tertidur seharian,hahaha.. malang sekali nasibmu.. " ucap Rangga dengan sedikit mengejek Lord.


" Rangga.. ! " aku menyentak rangga.


" kenapa Maya? memang benar kok yang aku bilang, kau jangan tertipu dengan wajahnya yang tampan itu! sebenarnya umurnya itu sudah ribuan tahun, dia itu sudah tua !! "


Mendengar itu Lord tertunduk mukanya memerah.


" Maya tolong tinggalkan kami berdua.. " ucap Lord.


Aku kaget.


" aak.. iyaah.. " Jawabku gugup.


Seram Lord menyeramkan sekali.


Aku tau Lord sedang marah, aku segera meninggalkan tempat itu.


Kraaakk.. !!


Pintunya tertutup sendiri dan aku menatap pintu itu dari luar.


Ohhh apa yang akan di lakukan lord.. ??


Aku hanya mendengar suara Rangga dari luar tanpa bisa melakukan apapun.


" hei.. ayolah aku hanya becanda.. "


" kau... kau apa kau marah..?! "


" ok.. ok.. tidak lagi "


" apa yang kau..? "


" aaaaakkkkhhh.... !!!! " Rangga tiba-tiba berteriak keras.


Aku kaget mendengar teriakannya, aku sangat panik dan takut jika dia kenapa-napa, dan bahkan teriakan itu masih berlanjut.


" hentikan.. !!! aaaahhhhkkk..... !!! "


" kau.... !!!! "


" apa kau akan membunuhku.. ?!! "


Graaakk !!


" jangan.. !!! aaakkkkkkkk.. !!! "


Badanku bergetar aku menelan ludah pikiranku kacau, ingin sekali aku masuk tapi aku takut jika Lord nanti justru memarahiku lalu akhirnya pintu itu terbuka dan ku lihat Lord berjalan keluar.


" biarkan anak- anak itu bermain asalkan jangan mengganggu istirahatku.. " ucap Lord membisiki ku.


" ah.. yaa " jawabku dengan jantung yang berdebar.


Lord berjalan pergi aku pun langsung masuk ke kamar untuk melihat keadaan Rangga.


" Rangga.. !! "


Rangga sudah tergeletak tak berdaya di lantai, dia benar- benar kacau.


" Rangga kau tidak apa- apa.. ?? " aku sangat panik.


" ah.. rasanya tulangku patah semua " jawab Rangga dengan merintih sepertinya dia sangat kesakitan.


" ya ampun Rangga "


" tenang Maya aku akan pulih walaupun sedikit agak lama ".


Perlahan aku menuntunnya ke ranjang dan dengan hati-hati membaringkannya.


" Rangga kau jangan terlalu menggoda Lord dia bukan tipe yang mudah kau ajak becanda.. "


" hah.. aku pikir aku akan benar- benar mati tadi.. " ucap Rangga dengan memejamkan matanya.


" Rangga.. " ucapku dengan sedih.


Aku benar- benar kasihan melihatnya, dia terlihat sangat kesakitan.